Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Impian yang akan terwujud

Impian yang akan terwujud

Dalam kisah dewasa muda yang inspiratif ini, aku memegang teguh keyakinan bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil akhirnya. Meskipun rintangan berat terus menghadang di setiap langkah, semangatku tidak akan pernah padam. Aku bertekad untuk terus memperjuangkan segala impian yang ingin kucapai tanpa ada niat untuk menyerah sedikit pun. Bagiku, tidak ada kata mundur dalam mengejar masa depan, karena setiap usaha pasti membawa keberhasilan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam ini Sandi dan Andre pergi ke kamar Lee, keduanya akan membantu bocah itu untuk mengemas barang-barangnya.

Kini keduanya telah berada di depan kamar Lee, sepertinya hanya ada Lee di kamar itu dan pintu kamar itu tidak tertutup sama sekali.

"hai Lee" sapa Sandi kala memasuki kamar bocah itu

"hyung, tumben sekali kau datang ke kamar ku " ujar bocah itu"kau hanya sendiri? Dimana teman-teman sekamarmu?" tanya Sandi pada bocah itu

"oh teman-teman ku masih berada di ruang makan, mereka masih makan malam" jawab bocah itu

"oh begitu " ujar sandi yang kini ikut duduk di ranjang milik bocah itu

Andre hanya berdiri saja menatap Sandi dan Lee, ia hanya akan menyimak pembicaraan keduanya saja.

apa kau telah selesai berkemas?" tanya sandi lagi

"iya hyung, aku telah mengemas semua pakaian ku" jawab Lee

"baguslah kalau begitu, apa kau telah berpamitan pada teman-temanmu?" tanya sandi lagi

"sudah hyung, aku sudah berpamitan pada semuanya" jawab Lee penuh semangat

"hmm Bagus Lee, berarti kau benar-benar telah siap untuk pergi"

"iya hyung aku benar-benar telah siap, aku juga sudah tak sabar melihat kedua orang tuaku. Bagaimana wajah mereka, apa mereka akan mirip denganku' ujar bocah itutentu saja mereka akan mirip dengan, bukankah mereka ayah dan ibumu" ujar sandi lagi

Kini sandi mulai menatap bocah itu, bocah itu sepertinya sangat bahagia sekali, senyuman terus terukir di wajahnya yang manis.

"Lee, ambil ini" ujar sandi sembari memberikan secarik kertas pada Lee

"apa ini hyung?" tanya Lee ketika menerima kertas ini

"itu adalah nomor ponselku dan Kookie, kau bisa menghubungi kami jika kau membutuhkan sesuatu nanti" jawab sandi Tentu saja mereka akan mirip dengan, bukankah mereka ayah dan ibumu" ujar sandi lagi

Kini sandi mulai menatap bocah itu, bocah itu sepertinya sangat bahagia sekali, senyuman terus terukir di wajahnya yang manis.

"Lee, ambil ini" ujar sandi sembari memberikan secarik kertas pada Lee

"apa ini hyung?" tanya Lee ketika menerima kertas ini

"itu adalah nomor ponselku dan Kookie, kau bisa menghubungi kami jika kau membutuhkan sesuatu nanti" jawab sandi

"wah terima kasih hyung, aku pasti akan sering-sering menghubungi kalian" ujar bocah itu

"baguslah kalau begitu, sekarang kau tidurlah, kami akan segera pergi" ujar sandi pada Lee

"baik hyung, selamat malam" jawab Lee

Kini sandi dan Andre mulai meninggalkan bocah iti, kini keduanya sedang menuju ke kamar mereka.

"ah senangnya" ujar sandi kala menghempaskan tubuhnya di atas kasur miliknya

Andre kini hanya duduk disebuah kursi yang berada di kamar mereka

"akhirnya anak itu akan pergi juga" ujar Andre

apa kau senang anak itu pergi Kookie?" tanya Sandi tiba-tiba

"yah antara senang dan sedih, tapi sudahlah aku tak ingin terus mengingat anak itu" jawab Andre

Kini sandi mulai bangkit dari tempat tidurnya dan duduk

"Kookie, lalu kapan kita akan pergi juga dari sini?" tanya Sandi pada Andre

"kita juga harus segera pergi san,kita tidak boleh membuang waktu lagi, bukankah ibu juga sudah memberi izin kita untuk pergi jadi kita tidak bisa terus menunda ini semua" ujar Andre

"iya kau benar Kookie, mungkin akan terasa sangat sulit di awalnya tapi semua akan kembali baik-baik saja setelah kita pergi. Ibu hanya akan perlu waktu untuk melupakan kita, begitu juga dengan kita, kita hanya perlu waktu untuk melalui ini semua" ujar Andre

"sekarang ayo kita putuskan kapan kita akan pergi, kalau masalah uang bukankah kita sudah memiliki sedikit modaluntuk ongkos dan menyewa sebuah kos-kosan " tutur Andre

"iya kau benar, sekarang tak ada alasan lagi bagi kita untuk tetap berada disini " jawab sandi

Kini kedua sahabat itu mulai merundingkan kapan mereka akan pergi dari panti

"Kookie, bagaimana kalau kita pergi sehari setelah kepergian Lee" usul sandi pada Andre

"maksudmu kita akan pergi besok lusa?" tanya Andre

"iya kita akan pergi esok lusa, kita harus segera memulai kehidupanbaru di luar sana" jawab sandi

"baiklah kalau begitu, besok kita harus memberitahu ibu kalau kita juga akan pergi esok lusa" ujar Andre

"okee, kita juga harus mulai mempersiapkannya dari sekarang" tutur Sandi

"kalau begitu, ayo kita segera tidur, bukankah besok kita harus melepas kepergian Lee" ujar Andre

"ya kau benar, kita harus melihat dan melepas sendiri Lee besok" jawab sandi

"baiklah, kau tolong sekalianmatikan lampunya, aku akan tidur terlebih dahulu" ujar Andre

"hey Kookie, berani-beraninya kau sekarang memerintah hyung mu ini" protes Andre

Namun Andre tak menghiraukan lagi perkataan sandi, kini ia berusaha memejamkan matanya untuk segera tidur.

"bahkan sekarang dia telah berani mengabaikanku" ujar sandi pelan

Dengan sangat terpaksa sandi bangkit dari duduknya dan mulai berdiri untuk seger mematikan lampu kamar mereka.Pagi ini semua pengurus panti dan semua anak-anak panti tengah berkumpul di halaman panti. Pagi ini mereka akan sama-sama melepas kepergian Lee bersama orang tuanya yang baru.

Memang sudah menjadi kebiasaan di panti melepas setiap anak-anak yang mempunyai keluarga baru secara bersama-sama di halaman panti seperti ini.

Kini semuanya telah berkumpul di halaman panti kecuali sansi dan Andre, kedua sahabat itu masih tak terlihat dimanapun. Sepertinya keduanya masih berada di kamar mereka"ibu dimana hyung Tae dan hyung Kookie?" tanya Lee pada ibu

" mereka tak ada disini?" tanya ibu sembari melihat ke sekeliling

Ibu terus memperhatikan setiap orang yang hadir disana, dan benar saja belum ada sosok sandi dan Andre diantara banyaknya orang di halaman itu

"kemana perginya mereka? Seharusnya mereka sudah berada disini sekarang" ujar ibu

"bagaiaman ini ibu, apa mereka tidak ingin melihat kepergianku?" tanya Lee lagi

"Lee sabarlah, pasti mereka akansegera datang, mungkin saat ini mereka masih bersiap-siap di kamar mereka" jawab ibu pada Lee

"ibu aku tak akan bisa pergi tanpa melihat mereka terlebih dahulu" ujar Lee lagi

"iya Lee, mereka pasti akan segera datang" ujar ibu berusaha menenangkan Lee

Kini Lee marasa sanagt gelisah sekali, ia masih tak bisa tenang kalau belum melihat kehadiran sandi dan Andre berada disana.

Bagi Lee kehadiran mereka sangat penting, Lee sudah menaggap keduanya sebagai kakakkandungnya. Lee tak ingin pergi sebelum melihat kehadiran ke dua hyungnya itu

"Lee kau jangan cemberut begitu, sebentar lagi kedua orang tuamu akan segera datang menjemputmu, bagaimana jika mereka melihatmu cemberut begini" ujar ibu yang melihat bocah itu mulai cemberut

tapi ibu, aku tak bisa tenang jika hyung Tae dan hyung Kookie tidak ada disini, aku tak bisa pergi tanpa melihat mereka terlebih dahulu " ujar Lee lagi

"baiklah, ibu akan coba menghubungi mereka, jadi kau tenang saja" tutur ibu pada Lee

Kini ibu mulai mencoba menghubungi Jungkook, ibu juga tak ingin jika melihat Lee terus merasa sedih dan cemberut hanya karena sandi dan Andre tidak berada disana.

Ibu telah mencoba menghubungi mereka beberapa kali, tetapi masih tak ada jawaban dari sandi maupun Andre

"kemana sebenarnya mereka? Bagaimana bisa mereka menghilang disaat-saat penting seperti ini" ujar ibu pelan

"bagaimana ibu, apa mereka akan segera datang?" tanya Lee lagi

"iya mereka telah menuju kemari"jawab ibu berbohong

Ibu terpaksa berkata bohong pada Lee, ibu tak ingin terus melihat bocah itu cemberut. Kini ibu hanya bisa berharap Sandi dan Andre akan datang tepat waktu sebelum kedua orang tua Lee datang.

Setelah cukup lama, akhirnya kedua sahabat itu datang ke halaman tempat semuanya berkumpul

"hyung" teriak Lee kala melihat sandi dan Andre datang mendekat

"dari mana saja kalian? Bagaimana kalian bisa telat di saat-saat penting seperti ini" ujar ibu pada sandi dan Andre

"maaf ibu, kami terlambat karena sandi begitu susah untuk di bangunkan" jawab Andre pada ibu

"maaf bu, aku lupa hari ini adalah hari pelepasan Lee" ujar sandi meminta maaf

"yaudah, yang penting kalian sudah berada disini sekarang. Apa kalian tahu tadi Lee sangat gelisah ketika tak melihat kalian berada disini, ia juga bilang tak akan pergi tanpa bertemu kalian terlebih dahulu" ujar ibu

"kami sungguh minta maaf ibu"tutur Andre

Kini semuanya benar-benar telah berkumpul untuk melepas kepergian Lee, kini Lee tampak sangat berharga karena semua orang datng untuk melepas kepergiannya.

"Lee apa kau merasa senang sekarang?" bisik Taehyung pada Lee

tentu saja hyung, kini semua orang ada disini, aku akan pergi dengan senang sekarang" jawab bocah itu

"syukurlah kalau kau merasa senang, tapi kau jangan pernah melupakan semua keluargamu yang ada di sini" ujar sandi pada bocah itu

" tentu saja hyung, aku tidak akan pernah melupakan kalian semua" jawab Lee sembari memeluk tubuh Sandi

Kini sandi kembali merasa haru dan sedih kala Lee memeluk tubuhnya, ia kini berusaha keras menahan air matanya agar tidak jatuh.

Di samping sandi tampak ibu dan Andre yang kini juga mulai menunduk untuk menyembunyikan kesedihan mereka. Keduanya juga tampak begitu sedih melihat Lee akan segera pergi dan meninggalkan mereka.

Di tengah-tengah kesedihan yang dirasakan semua penghuni panti, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil datang mendekat menghampiri mereka di halaman panti.

"kini waktunya telah tiba" ujar ibu dengan air mata yang mengalir di pipinya

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Hati Risa hancur berkeping-keping setelah dikhianati oleh Alan, tunangannya sendiri. Didorong rasa sakit hati, ia nekat menerima tawaran kencan satu malam dari Alva, rekan kerjanya yang dikenal sebagai playboy. Risa berniat menggunakan Alva demi membalas dendam pada Alan. Namun, situasi menjadi rumit karena Alva ternyata sepupu Alan. Akankah pembalasan ini berakhir lancar saat Alan menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya?
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Marlina kehilangan segalanya demi ambisi pendidikan, termasuk kehormatan dan status sosialnya. Terbuang dari masyarakat, ia terjerumus ke dunia gelap narkoba di kota besar sebagai pengedar cantik yang diperebutkan para bandar. Meski berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival mengirimnya ke penjara. Setelah mendalami agama di balik jeruji, Marlina justru kembali menghadapi penolakan keras saat bebas. Kini ia harus memilih: kembali ke jalan haram atau teguh berhijrah.
Sampul Novel I Love You Om
9.4
Setelah sepuluh tahun menetap di Malaysia, Tania pulang ke Indonesia demi mencari Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian justru bersikap asing dan tidak mengenali benda kenangan mereka. Pencarian ini membawa Tania bertemu Bian, paman Rian. Tak disangka, pertemuan itu mengungkap luka lama Bian yang kelam. Ternyata, sosok Rian yang selama ini Tania cari adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mengancam kestabilan hidup mereka yang penuh misteri.
Sampul Novel Jalan Hidup Kita
8.4
Setiap individu layak bahagia, namun jalan menuju ke sana tidaklah mudah. Mia Malva Elard adalah wanita yang lelah berjuang demi kedamaian batin. Rentetan kehilangan yang menyakitkan membuatnya sinis terhadap cinta. Di tengah keputusasaan, Grayson Adelard hadir membawa tawaran pernikahan yang tak terduga. Mampukah dua jiwa yang sama-sama terluka ini menemukan kebahagiaan sejati? Mia kini harus menempuh perjalanan untuk menemukan jawaban dalam ikatan tersebut.
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Memilihku
8.8
Dua bersaudara yang bertetangga ini harus menghadapi kenyataan pahit saat pasangan mereka pulang dari perantauan di ibu kota. Meski awalnya menganggap kedekatan antara suami dan kakak iparnya sebagai hal lumrah, sang adik mulai merasakan ada kejanggalan. Kecurigaan pun tumbuh bersama sang kakak ketika melihat gelagat pasangan mereka yang semakin intim. Kini, mereka terjebak dalam teka-teki pengkhianatan yang mengancam keutuhan rumah tangga masing-masing.
Sampul Novel Profesor Yang Mengklaim Hidupku
9.0
Ivy terpaksa menyerahkan dirinya kepada Ezra demi melindungi nama baik sang kekasih dari masalah kampus. Meski membenci sang profesor yang dingin, ia setuju menjadi teman tidurnya untuk satu malam. Ivy berharap segalanya usai setelah fajar tiba, namun Ezra justru menjadi terobsesi dan tak ingin melepaskannya. Pria itu bertekad menjerat Ivy dalam genggamannya selamanya, memastikan bahwa hubungan rahasia mereka tidak akan pernah berakhir begitu saja.