Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel

I'm Sorry, Rachel

Rachel terbiasa menderita akibat kebencian ibunya yang menganggap kelahirannya sebagai kesalahan masa lalu. Hidupnya kian hancur saat dipaksa menjadi tumbal keluarga dengan menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus. Namun, suaminya, Fahlan, ternyata menyimpan rahasia besar yang menyakitkan. Di tengah pengabaian Fahlan terhadap dirinya dan anak mereka, Rachel harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dunia memang kejam dan karma itu nyata.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bagaimana rasanya sebuah kasih sayang? Rasa iri selalu datang menghampiri wanita cantik bertubuh kurus itu kalau sudah berhubungan dengan ‘kasih sayang’. Kalau kalian bertanya kenapa? Karena keluarganya tidak pernah menunjukkan rasa itu. Sedikitpun tidak!

Seperti hari ini, seorang siswi SMA dari keluarga Gunawan—pemilik pabrik kain dan sepatu terbesar di Kota Metropolitan, Jakarta Pusat tengah bergelung di bawah selimutnya di kamar kecil berukuran 3 kali 3 meter dengan kamar mandi di dalam dan meja belajar di depan kasur. Kalian pikir ini Kosan? Kalian salah! Ini kamarnya …, kamar pribadinya.

Jam masih menunjukkan pukul setengah 5 pagi. Wanita cantik bernama Rachel Ananda Gunawan itu harus terbangun karena gebrakan keras yang bertubi-tubi di pintunya bersamaan dengan teriakan kasar dari seorang wanita.

“BANGUN KAU ANAK PEMALAS! PERGI SIAPKAN SARAPAN, SEKARANG!”

Rachel menghela nafas lelah sembari mengumpulkan nyawa. Segera dia bangun dan keluar kamar sebelum teriakan mereka berubah menjadi amukan. Ringisan pelan terdengar sepanjang jalannya menuju dapur rumah besar itu. Diam-diam dia merutuki diri sendiri karena tidak langsung mengobati luka di sudut bibirnya atau bahkan seluruh tubuhnya.

Luka? Ohh, kalian melupakan satu hal. Rachel adalah anak bullyan di sekolahnya hanya karena dia sekolah dengan beasiswa. Ayahnya tidak pernah memberinya uang sekalipun untuk membayar sekolah. Rachel harus banting tulang untuk membiayai diri sendiri. Pulang sekolah Rachel akan pergi bekerja paruh waktu di café. Dia merasa beruntung, café tempatnya bekerja menerima seorang siswi yang selalu babak belur setiap harinya untuk bekerja. Walaupun beberapa waktu dia selalu diomeli atasannya karena terlihat sangat buruk.

Tangan putih berbekas lebam itu mengambil bahan makanan di kulkas. Dengan lugas dia memotong dan memasak makanan. Sampai keluarganya turun satu persatu. Seperti biasa, bukan ucapan ‘selamat pagi’ yang dia dengar. Tapi—

“Bu! Aku selalu muak melihat si buruk rupa ini! Wajahnya selalu menyeramkan, hahaha …” Rachel mendengar saudara tirinya berkata sambil tertawa mengejek. Mira Zeni Gunawan, wanita bertubuh langsing yang berumur satu tahun lebih muda darinya.

“Kau benar, dia seperti monster!” balas wanita berumur 32 tahun yang duduk menyusul anak kesayangannya. Lina, seorang wanita yang berasal dari perkampungan dan menikah dengan Rendy Gunawan. Rachel adalah anak pertama tapi ayahnya bukan Rendy. Lina memiliki Rachel sebelum menikah dengan Rendy.

Jadi, sudah paham ‘kan kenapa Rachel di benci di sini? Ibunya selalu berpikir kalau dia hadir karena kesalahan. Dan Rachel harus bersyukur sudah dilahirkan. Rachel selalu berpikir, kenapa harus dilahirkan kalau orang yang melahirkannya membenci Rachel?

Rachel meletakkan piring di atas meja. Dia selalu menulikan diri dengan segala makian yang keluar dari mulut ayah, ibu, dan saudarinya. Dia sudah terbiasa, begitu pula dengan teman-teman di sekolahnya. Teman? Pantaskah mereka disebut teman?

“Dasar anak dungu! Menyingkir dari hadapanku!” usir pria paruh baya yang selesai membaca Koran.

“Ayah! Aku sudah terlambat! Pergi dulu!” Mira segera menarik tasnya dan keluar rumah.

Hal itu membuat Rachel ikut terkejut juga. Dia melirik jam dinding di ruang makan itu. Benar saja! Sudah jam 6:40 pagi, Rachel bakalan terlambat kalau berlari ke sekolahnya. Untung dia punya simpanan beberapa lembar uang untuk naik angkot.

Segera Rachel berangkat sekolah setelah memasukkan makanan ke dalam kotak makan. Tapi kakinya berhenti jauh di depan gerbang. Kalau dia masuk lewat sana, bisa-bisa mereka mencegatnya. Rachel ada ujian Matematika hari ini. Tidak mungkin dia bolos di mata pelajaran pertama.

Akhirnya, Rachel berlari ke belakang sekolah. Dia meloncati dinding sekolah. Tapi ternyata ada beberapa orang yang sudah menunggu kedatangan Rachel dari sana. Bibir mereka menyeringai membuat Rachel merinding.

“Hei! Dia di sini!” teriak wanita berambut panjang yang berada di ujung kanan.

Di hadapan Rachel sekarang ada tiga orang wanita. Sedangkan ‘Boss’ mereka datang beberapa saat kemudian. Sekarang mereka sudah lengkap. Lima orang wanita yang mengelilingi Rachel. Beberapa pemuda berada di belakang mereka. Mungkin mereka berjaga takut Rachel menendang ‘wanita’nya.

“Huh … berani banget Lo kabur dari Gue, Sampah!!” sinis si pemimpin.

Rachel mulai didorong sampai terjatuh. Rasa sakit terasa di telapak tangannya karena menahan beban tubuh. Tasnya dirampas paksa. Mereka mengeluarkan seluruh isinya.

“Siksa dia!” perintahnya sebelum membongkar satu persatu isi tas Rachel.

“Tidak … tolong lepaskan aku untuk hari ini saja,” mohon Rachel.

“Lisa, Si Bodoh minta dilepaskan,” ucap wanita lain dengan wajah mengejek.

“Jangan dengarkan,” jawab si pemimpin yang bernama Lisa. Tangan wanita itu merogoh kotak makan Rachel dan berjalan ke tempat sampah lalu membuang isinya.

Rachel menatap sedih makanannya.

PLAKK

“Akh …” Rasa panas terasa di pipi kiri Rachel. Ujung bibirnya robek, lagi.

“Kenapa Lo bawa-bawa sampah kayak gini? Hahaha …” Lisa tertawa. Lalu dia membuang kotak makan kosong itu ke tong sampah. “Kalau sampah, berarti harus di simpan di tempatnya ‘kan?”

Teman-temannya tertawa sinis menanggapi ucapan Lisa. Lalu Lisa menunduk dan berbicara, “Dan seorang sampah, harus disingkirkan ke tempat sampah juga.”

Setelah itu, hantaman keras datang ke punggung Rachel sampai dia jatuh telungkup. Hantaman itu tidak pernah berhenti sampai suara bell masuk berbunyi. Mereka bubar dengan senyuman di bibir mereka.

“Pulang sekolah nanti, awas Lo kalau kabur lagi!” ancam mereka sebelum pergi.

“Huh …” Rachel menghela nafas pelan. Tubuhnya sudah sering merasakan sakit seperti ini. Mungkin dia sudah merasa bosan diperlakukan seperti ini sampai dia mengira ini memang jadwal hariannya. Rachel bahkan sudah tidak pernah menangis lagi merasakan rasa sakit di tubuhnya—ohh, sesekali mungkin Rachel menangis karena dia ingin semua siksaan mereka segera selesai. Rachel tidak tahan dengan hantaman-hantaman yang mereka berikan pada tubuhnya.

Susah payah Rachel menggerakkan badannya. Dia meringis setiap menggerakkan otot dan sendinya. Rasanya seperti semuanya remuk. Mentalnya kembali di uji ketika masuk ke dalam kelas.

Tidak ‘pernah’ ada yang bertanya apa yang terjadi padanya, atau bahkan tatapan iba pun tidak ada. Ketika Rachel masuk, tawa dan ejekan selalu didengarnya. Dan lagi-lagi Rachel sudah merasa terbiasa.

Rachel cuman mau sekolah, belajar, dan mendapatkan ijazah untuk melamar pekerjaan nanti. Hanya untuk kertas yang bertulisan ‘Ijazah’.

Adakah dari kalian yang bertanya, ‘Kenapa gak lapor polisi, sih?’

Dan jawaban dari Rachel adalah dia pernah mau mencobanya. Untuk yang pertama dan terakhir kali, Rachel mengadukannya pada wali kelasnya. Dia bahkan sempat memohon di depan kepala sekolah. Coba tebak apa jawaban mereka.

‘Itu hanya permainan anak-anak, jangan di ambil hati.’

Patutkah seorang guru berkata seperti itu? Alhasil, dia di bully lebih parah dari sebelumnya. Rachel tahu, anak-anak yang membullynya adalah anak-anak orang kaya. Mereka bisa saja membayar keadilan dengan uang. Apalagi, Rachel tidak memiliki dukungan dari siapapun. Bahkan ayahnya mungkin akan mendukung mereka dan semakin menjatuhkan Rachel.

Jadi, percuma saja mengadu pada polisi. Kalau kita cuman sendirian, siapa yang bakal bela kita sedangkan para polisi itu memihak mereka? Dia cukup bersyukur bisa sekolah di sekolah elite ini. Walaupun dengan Beasiswa. Rachel hanya bisa bersabar. Untuk satu tahun lagi. Rachel pasti bisa melewatinya. Setelah itu, mari kita hidup tenang. Semoga …

2 Be Con

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Hingga Akhir Waktu
9.0
Seorang gadis terjebak dalam dilema besar saat dipertemukan dengan dua pria yang memiliki paras identik namun sifatnya bertolak belakang. Keadaan ini memaksanya untuk menimbang perasaan di tengah situasi yang rumit. Apakah ia akan mengikuti kata hatinya demi sebuah ketulusan sejati, atau justru terpaksa mengambil jalan kompromi demi melindungi cinta yang selama ini ia perjuangkan? Sebuah kisah romansa modern tentang pilihan sulit dan pengorbanan.
Sampul Novel Kasih Tak Sampai
8.2
Selama sepuluh tahun, Zed menginginkan kematian seluruh keluarga mantan kekasihnya. Dendam ini membara karena kakak sang protagonis terbukti menyiksa dan membunuh saudara perempuan Zed. Akibat masa lalu kelam itu, sang kakak kini kehilangan akal sehat di rumah sakit jiwa, sementara sang protagonis terjebak menderita di sisi Zed hingga mengalami keguguran, depresi, dan tumor. Ketika sumpah kematian itu akhirnya terwujud, sebuah gundukan makam baru yang misterius justru muncul tepat di sebelah batu nisannya.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Dewasa Untuk 21+++
9.3
Antologi ini menyajikan deretan kisah romansa modern yang dikhususkan bagi pembaca dewasa. Setiap cerita di dalamnya dirancang dengan narasi yang berani dan eksplisit, sehingga sangat tidak disarankan bagi pembaca di bawah umur. Fokus utama karya ini adalah mengeksplorasi hubungan intim serta momen-momen penuh gairah yang intens. Pastikan Anda telah cukup umur sebelum menyelami kumpulan narasi sensual yang ditujukan khusus untuk audiens berusia 21 tahun ke atas ini.
Sampul Novel Mari berpisah, Mas
9.4
Hanif terkejut saat sang istri mendadak melayangkan gugatan cerai tanpa alasan yang jelas. Keretakan muncul ketika sang istri mengaku tahu bahwa hati Hanif masih terpaku pada mendiang mantan kekasihnya. Hanif bingung bagaimana rahasia batinnya bisa terungkap. Siapa sosok misterius yang menghasut istrinya? Akankah Hanif memilih untuk merelakan pernikahan ini demi masa lalu, atau justru berjuang mempertahankan hubungan yang selama ini hambar tanpa rasa cinta?
Sampul Novel Menantu Hina Ternyata Kaya Raya
8.5
Randi terus menghadapi hinaan dan sikap rendah dari mertuanya yang tidak tahu siapa dia sebenarnya. Di balik penampilannya yang sederhana, ia menyimpan kekayaan luar biasa yang tak terbayangkan. Saat identitas aslinya sebagai miliarder mulai terungkap, apakah rasa benci keluarga istrinya akan berubah menjadi penyesalan? Ikuti kisah transformasi menantu yang tertindas ini saat ia menunjukkan kekuasaan dan harta miliknya yang tak terhingga.