Sampul Novel Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

9.7 / 10.0
Dalam novel remaja Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku, seorang anak menghadapi kebencian ibunya yang lebih menyayangi para muridnya. Konflik memuncak saat murid kesayangan menyatakan cinta. Temukan kisah emosional ini dalam salah satu cerita romantis terpopuler di Novel Web.
Ringkasan Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku
Lahir dari hubungan yang tidak diinginkan membuat protagonis dibenci oleh ibunya sendiri, yang justru lebih memanjakan para muridnya. Ketika murid kesayangan sang ibu menyatakan cinta kepada protagonis, kemarahan meledak hingga berujung tamparan dan hinaan keji. Bahkan saat terserang Alzheimer, sang ibu melupakan anak kandungnya dan hanya mengingat murid-muridnya. Namun, tidak ada satu pun murid yang datang menjenguknya di hari tua karena mereka semua memendam kebencian yang sama mendalamnya.
Baca Selengkapnya

Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku Bab 1

Ibuku membenciku, karena aku hasil kecelakaan. Dia memperlakukan muridnya bagai anak kandung, tetapi ketika murid kesayangannya menyatakan cinta padaku, dia langsung menamparku dan mengataiku murahan. Bahkan setelah mengidap Alzheimer, dia hanya melupakanku dan masih mengingat muridnya. Sayangnya, tidak ada seorang pun murid yang datang mengunjunginya. Karena semuanya membencinya, sama sepertiku.

Sejak aku dapat mengingat sesuatu.

Ibuku sering membawaku pergi menemui ayahku.

Dia ingin menggunakan aku untuk menjerat ayahku.

"Hari itu cuma kecelakaan. Aku nggak ngerti kenapa kamu mau lahirkan anak ini tanpa sepengetahuanku!"

"Sekalipun dia lahir, aku nggak bakal akui dia!"

Ibuku mencubit lenganku dengan kuat hingga aku pun menangis kesakitan.

"Dia putrimu, kenapa kamu kejam sekali!"

"Kejam kamu! Kita nggak punya perasaan pada satu sama lain. Sekalipun kamu jerat aku pakai anak ini, kita nggak bakal bahagia. Aku nggak suka kamu!"

Penonton di sekitar terus bertambah.

Semuanya mulai mengkritik.

Ibuku seolah-olah tidak mendengar, dia berlutut di tanah.

Lalu, mencubitku sambil berseru, "Nggak guna, anak nggak guna!"

Tangisanku menjadi makin kuat.

Ayahku langsung berbalik pergi, dia melangkah secepat kilat.

Melihat situasi ini, ibuku berhenti mencubitku. Dia berdiri dan berjalan ke arah berlawanan.

Aku mengabaikan rasa sakit di lenganku dan segera mengejar ibuku.

Entah sejak kapan rasa cinta ibuku pada ayahku berubah menjadi kebencian.

Selama ini, ibuku selalu mengabaikanku, tetapi aku tetap mencintainya.

Pada hari ulang tahunnya, aku membelikannya sepasang anting-anting dari hasil memungut barang bekas.

Aku membuka pintu dengan penuh semangat.

Ruang tamu dipenuhi dengan murid-murid ibuku.

Dia melirikku sambil berkata dengan nada dingin, "Masuk ke kamarmu, jangan ganggu mereka belajar."

Kemudian, dia menoleh ke arah siswa dan berkata dengan lembut, "Kita lanjut ke soal berikutnya."

Mataku memerah. Aku memberanikan diri untuk berseru, "Ibu! Ibu!"

Aku berseru beberapa kali, tetapi tidak mendapatkan tanggapan dari ibuku.

Tatapan murid-muridnya tertuju padaku.

Ibuku menoleh ke arahku. "Kenapa teriak-teriak! Sudah kubilang, waktu aku ngajar, jangan ganggu aku! Aku bukan ibumu! Panggil aku Bu Laura!"

Air mata menggenang di mataku. Aku meletakkan kotak hadiah di tanganku dan berlari memasuki keluar.

Ketika aku keluar, kotak hadiah sudah berada di dalam tempat sampah.

Permukaan kotak dilapisi debu.

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengulurkan tangan untuk mengambil kotak hadiah itu.

Aku membersihkan debu di atas kotak dengan hati-hati.

Bagian penutup kotak hadiah masih utuh, tidak ada tanda-tanda pernah dibuka.

Kartu kecil di dalam kotak yang bertuliskan "Selamat Ulang Tahun, Ibu. Aku mencintaimu", bagaikan lelucon.

Aku menyimpan barang yang tidak diinginkan ini.

Awalnya, aku masih membohongi diri sendiri bahwa ibuku lupa bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.

Akan tetapi, ketika aku membuka Instagram, aku langsung melihat foto yang diposting ibuku.

Dalam foto tersebut, ibuku duduk di antara para murid. Dia memakai anting yang modelnya sama persis dengan anting pemberianku sambil tersenyum bahagia.

Dia menambahkan kutipan. "Sekelompok anak muda ini sungguh mengharukan! Semuanya ingat hari ulang tahunku."

Ternyata dia tidak membenci hadiah murah.

Hanya saja, dia tidak menyukai pemberianku.

Aku dan ibuku tidak dekat.

Wajar kalau dia melupakan hari ulang tahunku.

Namun, ketika aku pulang dengan membawa kue, aku melihat meja dipenuhi dengan berbagai hidangan.

Mataku memerah. Ternyata ibuku ingat, hari ini adalah hari ulang tahunku.

Ibuku mencintaiku.

Detik berikutnya, murid kesayangannya, Jason Louis keluar dari ruang tamu.

Ibuku juga keluar dari dapur dengan membawa sepiring udang gala. Dia melihat kue di tanganku.

"Kok kamu tahu hari ini mau rayakan Jason dapat juara pertama di kompetisi Fisika?"

Ternyata bukan untuk merayakan ulang tahunku, melainkan untuk merayakan Jason memenangkan juara pertama dalam kompetisi Fisika dan Matematika.

Ternyata mendapatkan juara pertama adalah sesuatu yang patut dirayakan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Birahi Kadang Tak Ada Logika
9.3
Kisah ini ditujukan bagi pembaca dewasa yang mampu menggunakan logika secara mendalam. Dalam dinamika asmara, cinta dan birahi sering kali muncul melampaui nalar manusia. Mengapa fenomena ini terjadi? Ikuti narasi ini hingga tuntas agar Anda tidak melewatkan pemahaman baru mengenai logika birahi yang terus berkembang. Jangan sampai menyesal karena berhenti di tengah jalan, sebab setiap babnya menawarkan sudut pandang penting agar Anda tidak menjadi pembaca yang merugi.
Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, harus berangkat ke London demi memimpin renovasi properti keluarga. Di sana, ia berhadapan dengan Henry, arsitek Inggris berwatak keras kepala. Hubungan mereka kian rumit setelah terungkap bahwa Henry adalah pria yang dijodohkan dengannya. Meski awalnya bersikap dingin, benih cinta perlahan tumbuh di bawah langit London. Kini, mereka harus memilih antara mengikuti perasaan atau tunduk pada tuntutan besar keluarga.
Sampul Novel Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho
9.7
Menjadi dosen muda dengan penampilan menarik membuat wanita ini selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswa di kampusnya. Ketegangan profesionalnya diuji ketika ia mengetahui bahwa salah satu murid laki-lakinya yang paling energik ternyata tinggal tepat di seberang rumahnya. Saat suaminya sedang pergi, sebuah insiden pipa air bocor membuat sang dosen basah kuyup dan tak berdaya. Di tengah kekacauan itu, sang murid datang menawarkan bantuan dengan penuh gairah yang sulit disembunyikan. Kisah romansa modern remaja yang penuh debaran ini menyoroti batas tipis antara etika guru dan godaan tetangga.
Sampul Novel Menjadi Ibu Bukanlah Hal Mudah
9.4
Di dunia modern ini, sistem misterius bernama 'Kamu Hebat, Kamu Maju' memberikan bonus bagi siapa saja yang bisa menjalani hidup orang lain dengan lebih baik. Didorong keserakahan, ibu, suami, dan anak laki-laki protagonis menyeretnya ke persidangan sistem. Mereka bertaruh bisa menggantikan perannya demi hadiah puluhan miliar, dengan risiko protagonis akan dimusnahkan menjadi budak mereka. Namun, rencana itu berbalik saat sang protagonis justru berhasil meraup kemenangan senilai 60 miliar.
Sampul Novel My Possessive CEO
8.3
Sinta adalah gadis malang yang berulang kali nyaris menjadi korban pelecehan seksual. Beruntung, Biru yang merupakan seorang CEO muda selalu muncul untuk menyelamatkannya. Meski awalnya hanya kebetulan, Biru ternyata telah jatuh hati sejak pandangan pertama. Namun, Sinta justru merasa sangat takut untuk memulai hubungan asmara karena trauma masa lalu yang menghantuinya. Akankah kegigihan Biru mampu meluluhkan hati Sinta yang penuh luka? Simak kisah romansa dewasa ini.
Sampul Novel Pernikahan Dadakan dengan CEO
8.8
Dalam Pernikahan Dadakan dengan CEO, konflik rumah tangga memuncak akibat masalah finansial. Sang suami menuntut agar semua pengeluaran, termasuk biaya hidup, cicilan KPR, dan cicilan mobil, dibagi secara patungan. Situasi semakin tegang karena kehadiran sang adik yang menumpang tinggal. Kontribusi bulanan sebesar empat juta rupiah dinilai tidak cukup dan dianggap setara dengan menumpang gratis, memicu tuntutan agar ia membayar setengah dari biaya hidup mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan