Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

Menjalin ikatan dengannya adalah sebuah larangan keras yang tidak seharusnya kulanggar. Namun, perasaan ini tumbuh begitu dalam meski aku tahu bahwa memilikinya adalah hal yang tabu. Setiap detik aku mencintainya, rasa sakit itu justru semakin mengoyak batasan hatiku. Aku terjebak dalam dilema antara keinginan memiliki dan kenyataan pahit yang terus menyiksa. Mencintai dirinya hanya membawaku pada luka yang kian menganga tanpa ada kepastian.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pernahkah kalian mengalami masalah dalam hidup? Yeah, semua orang pasti pernah merasakan masalah dalam hidup. Berbagai macam masalah datang menghampiri kita silih berganti.

Ini masalah cinta Cheryl Anastasia. yang dialami selama 19 Tahun hidupnya. Ia  hanya seorang mahasiswi manis, yang salah atau tidak mencintai senior tampan itu.

Cheryl mencintainya, dia lelaki asing yang hanya berpapasan sekali. Tetapi sosok itu seolah tidak pernah sirna dari bayangan dan khayalan liar.

Disatu sisi dia hanyalah seorang senior Universitas P. Di sisi lain, ia memiliki ketampanan luar biasa seperti para artis.

Siang itu, Cheryl sedang print tugas. Dan seperti biasa antrean panjang yang selalu menjadi pemandangan yang memanjakan mata, tapi justru pemandangan mata ini yang membuat para pengantre hanya bisa mengehela napas panjang, saking panjangnya bisa sepanjang usus manusia.

Di kampus P, hanya ada satu spot untuk print semua tugas, foto copy, jilid dan tetek bengeknya.

Cheryl sedang print tugas yang deadline-nya minggu kemarin, tetapi baru dikerjakannya. Berharap saja, tidak di buang hasil jerih payah ia menyontek itu.

Siang hari yang panas, beserta antrean panjang. Membuat perut Cheryl mendadak mules. Ia gelisah, seperti cacing kepanasan. Maju mundur tapi tidak cantik.

Handphone Cheryl bergetar. Cheryl berusaha mengapai ponsel miliknya yang berada di belakang. Namun, ia merasakan memegang sesuatu yang lembek dan keras. Benda itu terasa mengembung. Cheryl berbalik, dan baru menyadari ia salah memegang masa depan milik orang.

Cheryl menelan ludahnya kasar.

"Arghhh." Pekiknya, ketika ia sadar masih memegang benda itu. Demi Kak Ros yang tak pernah baik sama Upin-Ipin, tangan Cheryl yang polos langsung tercemar.

"Tanggung jawab dek. Pusaka abang, mati."

"Alamak!" Cheryl menutup matanya. Sungguh sangat memalukan.

"Maaf bang. Maap."

Cheryl menatap korbannya. Dan ia baru menyadari, ia memegang benda pusaka milik malaikat. Begitu tampan.

"Abang ganteng kali." Kata Cheryl polos.

Lelaki itu hanya tersenyum. "Itu air liurnya netes dek."

Cheryl buru-buru menyeka iar liurnya. Air liur pengkhianat!

"Maaf ya bang, nggak sengaja." Cheryl langsung berlari. Sungguh berdouble-double ia malu.

Cheryl langsung menutup wajahnya dengan tas. Wajahnya pasti sudah semerah tomat busuk.

Cheryl masih berlari sekencang cheetah. Dan naasnya, jarak antara tempat print ke Fakultas Sastra begitu jauh. Harus melewati setidaknya 3 fakultas.

"Anjir... udah nggak perawan tangan gue." Kata Cheryl pada dirinya sendiri.

Masih gemetaran, Cheryl memeriksa tangannya, dan bodohnya lagi, ia mencium tangannya. Dan, tidak ada bau yang aneh-aneh.

"Anjir... malu parah. Bisa-bisanya, salah megang. Untung nggak putus, tuh barang." Cheryl masih mengayur napasnya, dan megelus dadanya.

"Untung juga, dia nggak minta tanggung jawab, nikahin dia misalnya." Cheryl menggelang, ini kasus yang terbalik. Ia melecahkan, laki-laki. Parah!

Cheryl masih tak habis pikir, kenapa dia sesial ini. Sebelum menuju fakultasnya, Cheryl duduk sebentar di bawah pohon cemara, yang sepoi-sepoi. Ia duduk di fakultas teknik.

Cheryl masih menenangkan hati dan pikirannya dari peristiwa tadi.

"Anjir.... anjir... anjir..."

"Apa dia kasih tahu kawan-kawannya, kalau dia udah dilecehkan? Alamak! Nanti dikiranya, aku penjahat kelamin lagi." Cheryl menggigit bibirnya. Bagaimana, kalau ia dicap seperti itu?

"Dih, amit-amitlah. Orang, gue pacaran aja kagak pernah, dan mendadak jadi penjahat kelamin? Duh.. dedek akan rajin sedekah mulai sekarang." Teriknya matahari, tidak membuat pikiran buruk Cheryl meredup. Malah, semakin menyala.

Cheryl mengambil ranting kering di sekililingnya, dan mulai mencoret-coret tanah seperti anak kecil.

"Ala, lupa. Harusnya, aku tanya siapa namanya. Kan bisa, tebus kesalahan dengan jadi pacarnya." Cheryl tersenyum geli sendiri. Ia menepuk pipinya. Tak pernah jatuh cinta, dan mendadak hatinya, ingin merasakan hal itu.

"Sadar ya Cher. Dia setampan malaikat, dan loe tampang upik abu. Loe hanya bisa, jadi keset kakinya doang."

Cheryl merasa seperti orang gila. Ponsel Cheryl bergetar. Ya, Cheryl langsung menyumpahi benda pipih tak ada nyawa tersebut. "Gara-gara kau HP. Kan sial jadinya." Cheryl mengomel sendiri.

Cheryl melihat nama 'Mawar' terpampang disana.

"Mawar...  arghhh." Cheryl merasa ada sesuatu yang dingin menempel di pipinya. "Sia--- si ganteng." Kata Cheryl refleks.

Lelaki yang sudah ia lecehkan, memberi teh rasa apel padanya. Lelaki itu tersenyum, membuat Cheryl lebih tertarik pada senyuman itu, daripada minuman dingin yang terasa surga saat udara panas seperti ini.

Cheryl mengulurkan tangannya, ingin mengambil botol minuman yang ditawarkan. Malah tangan Cheryl disambut, "siapa namanya?"

"Cheryl."

"Cherry blossom." Komentar lelaki tampan di depannya.

Cheryl tersipu, dengan menyampirkan rambutnya ke belakang, layaknya wanita anggun di drama Korea. Cheryl merasa sudah secantik Bae Suzy dan lawan di depannya setampan Lee Min Ho.

"Tahu Cherry blossom apa?"

"Parfum." Jawab Cheryl cepat.

"Bukannya abang nawarin minuman?" Tanya Cheryl menunjuk botol berwarna ungu yang masih dipegang itu.

"Mau?" Cheryl mengangguk.

"Jawab dulu yang benar, cherry blossom itu apa. Masak, nama sendiri tak tahu." Dengan polosnya, Cheryl mengeluarkan ponselnya. Ponsel dengan soft case berwarna pink tersebut, mulai di pakai.

Cheryl melihat banyak pesan dan telpon dari Mawar.

"Hehehe. Lupa bang, habis paket." Cheryl nyegir.

Lelaki itu mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ponsel mahal, berwarna hitam.

Cheryl mulai mengetik seperti yang diperintahkan. "Hah, kok yang keluar bunga sakura?"

"Baca keterangannya."

"Bunga sakura, berasal dari bahasa Jepang, kata 'saku' yang artinya bunga."

"Udah nampak gambarnya?" Cheryl mengangguk. "Cantik bukan?"

"Jika kamu disandingkan dengan bunga itu, tetap saja kamu yang tercantik diantara mereka." Cheryl menatap lawannya. Dia bersumpah, detik ini juga, Cheryl jatuh cinta pada lelaki bijak di depannya.

"Mau jadi pacarku nggak?" Tawar Cheryl.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Broken home
9.2
Dalam balutan genre romansa modern yang menyentuh, kisah ini menyoroti dinamika pahit sebuah keluarga yang mengalami keretakan. Di tengah konflik internal dan luka emosional yang mendalam akibat kondisi broken home, para karakter berjuang menemukan arti cinta dan kedamaian. Narasi ini mengeksplorasi bagaimana hubungan antarmanusia diuji saat fondasi rumah tangga mulai hancur, memaksa setiap individu untuk menghadapi kenyataan sulit dalam pencarian kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Disgraced Wife
7.9
El Barack Gunadhya Nagara terpaksa membeli Bellina Devanka Ammari dari bibinya demi memenuhi tuntutan kakeknya akan pewaris Nagara Group. Dalam pernikahan singkat yang penuh penderitaan ini, Bellina harus merelakan hubungannya dengan Kevin Sanjaya. Meski batinnya tersiksa karena hanya dianggap sebagai mesin penghasil keturunan, situasi mulai berubah saat El menjadikannya sosok spesial. Akankah Bellina tetap pergi, atau justru jatuh cinta pada pria yang menyelamatkannya?
Sampul Novel Kelakuan Papa Mertua
9.6
Kehidupan Riana mendadak kacau saat ia dipaksa menanggung konsekuensi atas tindakan sembrono papa mertuanya. Di tengah tekanan tersebut, ia mulai mencium gelagat aneh dari orang tuanya sendiri yang seolah mendukung situasi ini. Riana pun terjebak dalam teka-teki besar mengenai niat terselubung di balik sikap mereka. Apakah ada persekongkolan rahasia yang sengaja dirancang untuk menjebaknya? Kini ia harus mencari tahu kebenaran di balik drama ini.
Sampul Novel Ketika Istriku Tidak Meminta Jatah Lagi
8.8
Habib merasa jenuh dengan Sheila, istrinya yang agresif namun tak kunjung hamil dalam pernikahan hambar mereka. Terbutakan nafsu, Habib memilih bercerai dan menikah lagi dengan wanita lain. Namun, tepat saat ia pergi, Sheila justru mengandung buah cinta yang selama ini mereka nantikan. Nasi telah menjadi bubur, Habib kini terjerat dalam penyesalan mendalam saat mengetahui rahasia kehamilan mantan istrinya. Akankah ia berusaha kembali pada Sheila?
Sampul Novel Kudapatkan Yang Lebih Baik Darimu
8.3
Kebahagiaan rumah tangga Nadhira dan Alfahri mulai retak sejak kedatangan Ibu Sita. Sang mertua yang tidak menyukai latar belakang Nadhira yang miskin terus menghasut putranya agar mencari istri baru, terutama karena mereka belum memiliki anak. Tekanan tersebut akhirnya membuat Fahri goyah dan berkhianat. Di tengah badai konflik keluarga dan campur tangan mertua yang toksik, Nadhira harus menghadapi kenyataan pahit perceraian yang mengubah hidupnya selamanya.
Sampul Novel Pemuas Birahi Setengah Baya
9.5
Anisa terjebak dalam pusaran gairah yang tak terduga saat ia mengenal dunia para pria matang. Di balik usia mereka, tersimpan pengalaman dan maskulinitas liar yang membangkitkan sensasi baru bagi Anisa. Melalui setiap sentuhan dan godaan penuh misteri, ia menemukan sisi lain dari nafsu yang lebih mendalam. Terpesona oleh stamina dan daya pikat pria setengah baya, Anisa pun menyerahkan dirinya sepenuhnya untuk menjadi pemuas birahi dalam hubungan yang panas ini.