Sampul Novel I Love You Pak Tua

I Love You Pak Tua

8.7 / 10.0
Dalam I Love You Pak Tua, Viona terjebak sandiwara kekasih bayaran demi sang bos, Raka. Meski terhalang restu dan dijodohkan, Viona mengejar cinta sang miliarder di romance novel ini. Temukan kelanjutan kisahnya dalam billionaire romance books yang penuh dilema ini.
Ringkasan I Love You Pak Tua
Viona tak menyangka akan jatuh hati pada bosnya yang berusia 47 tahun, Raka. Perasaan ini muncul saat ia menyamar menjadi kekasih bayaran demi menyenangkan ayah Raka yang sakit. Meski cinta bertepuk sebelah tangan, Viona tetap berjuang. Namun, orang tuanya menentang hubungan beda usia tersebut karena takut ia menyesal. Mereka pun menjodohkannya dengan Revan, sahabatnya sendiri. Akankah Viona mengejar cinta Raka atau justru menyerah pada perjodohan itu?
Baca Selengkapnya

I Love You Pak Tua Bab 1

Seorang wanita berparas cantik keluar dari kamar dengan mengenakan blazer panjang dan rok pendek diatas lutut berwarna biru dengan rambut sedikit bergelombang dibiarkan terurai begitu saja dan dia adalah Viona Anindita yang berusia 20 tahun.

Viona yang baru saja sampai di meja makan tersenyum menyapa kedua orang tuanya.

"Pagi Ibu, Ayah," sapa Viona

"Pagi juga Vio," jawab Rika dan Irawan bersamaan.

"Duduklah Vio dan cepatlah sarapan, ini sudah siang nanti kamu terlambat!" perintah Rika.

"Iya Ibu," jawab Viona tersenyum meletakan tas kerjanya di kursi kosong dan duduk di depan Raka.

Mereka mulai sarapan dengan diam menikmati nasi goreng buatan Rika yang sangat nikmat itu.

"Ibu, Ayah, aku sudah selesai, sekarang aku berangkat dulu," pamit Viona.

"Ya, berangkatlah," jawab Irawan menganggukkan kepalanya.

Setelah berpamitan pada Rika dan Irawan, dengan cepat Viona mengambil tas kerjanya, melangkah keluar meninggalkan rumah.

Viona yang berjalan sendiri di pinggir trotoar sambil menunggu taksi yang lewat, menghentikan langkahnya, saat melihat seorang pria dengan menggunakan motor bebek berhenti di hadapannya.

"Vio ayo naiklah, aku akan mengantarmu bekerja," ajak pria tersebut dengan menunjukkan senyuman manisnya.

"Apa kamu tidak terlambat jika mengantar aku bekerja, Revan?" tanya Viona.

"Kamu tenang saja, jam segini pabrik belum buka," jawab pria tersebut dengan memberikan helm pada Viona.

Yang berbicara dengan Viona itu adalah sahabatnya dari kecil bernama Revan berusia 20 tahun dengan paras tampan dan menarik, ia bekerja di sebuah pabrik sepatu di kota ini. Selain menjadi seorang sahabat, ia juga sangat mencintai Viona, namun mau bagaimana lagi Viona tidak pernah mencintainya dan hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat tidak lebih dari itu.

"Oke, ayo kita berangkat!" ucap Viona yang sudah duduk di belakang Revan dan melingkarkan satu tangannya di perut sahabatnya itu.

Dengan perlahan Revan menjalankan motornya menuju kantor tempat Viona bekerja.

Hanya butuh waktu lima belas menit untuk mereka bisa sampai di kantor dan saat ini mereka sudah sampai. Dengan segera Viona turun dari motor dan melepaskan helmnya.

"Nih helmnya dan terima kasih sudah mengantarku," ucap Viona memberikan helm pada Revan.

"Ingat Nona, ini tidak gratis!" canda Revan tersenyum menerima helm dari Viona.

"Baiklah, kalau nanti sudah gajian aku akan traktir kamu nasi uduk di depan kantor ini," jawab Viona terkekeh geli.

"Dasar pelit! Masak seorang sekretaris nelakti nasi uduk doang," cibir Revan memutar bola matanya malas.

"Sudahlah, jangan banyak bicara, kerja sana!" perintah Viona mengibaskan tangan kanannya.

"Oke-oke, aku berangkat, bay …."

Setelah berkata demikian Revan menjalankan motor bebeknya meninggalkan kantor tempat Viona bekerja.

Baru saja Viona melangkahkan kakinya, tapi sudah ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.

"Vio, tunggu!"

Viona menghentikan langkahnya menoleh ke belakang, melihat siapa yang memanggilnya dan ternyata ia adalah teman kerjanya bernama Gea berusia 25 tahun.

"Tumben kamu baru berangkat?" tanya Viona memandang Gea.

"Biasalah, anakku lagi rewel dan tidak mau ditinggal," jawan Gea tersenyum.

"Ya sudah ayo kita masuk, nanti pak Raka keburu datang," ajak Viona.

"Oke!"

Mereka berdua masuk ke dalam kantor dan menuju ruangan masing-masing.

Viona yang satu ruangan dengan pemilik perusahaan, segera mengerjakan pekerjaannya sebelum bos-nya itu datang.

***

Di waktu yang sama seorang pria matang baru saja keluar dari ruangan gym yang ada di rumahnya dan masuk ke dalam kamar pribadinya.

Sesampainya di kamar ia beristirahat sebentar, kemudian masuk ke dalam kamar mandi membersihkan badannya.

Usai mandi ia memakai pakaian kerjanya, setelah dirasa sudah cukup rapi dan wangi ia keluar dari kamar menuju ruang makan.

Sesampainya di sana sang ayah sudah menunggunya.

"Pagi Daddy," sapa pria tersebut sambil duduk.

"Pagi juga Raka, apa kau sudah mau berangkat bekerja?"

Pria yang menyapa ayahnya itu adalah Raka Hermawan yang berusia 47 tahun putra dari Hermawan pemilik perusahaan PT HM Sejahtera. Meski Raka sudah tua namun ia masih hidup sendiri dan belum mempunyai seorang istri.

"Iya Dad," jawab Raka sambil memakan roti bakarnya.

"Kenapa hanya harta kekayaan yang kamu cari? Cobalah sekali-kali keluar mencari wanita, agar aku segera mempunyai cucu!" ucap Hermawan dengan menghela nafasnya.

"Maaf Daddy, aku sibuk dan harus segera bekerja!" Raka berdiri dari duduknya dan mengambil tas kerjanya yang ia letakkan di kursi.

Begitulah Raka, setiap kali Hermawan memintanya mencari pasangan hidup ia selalu menghindar.

"Raka jangan menghindar terus setiap kali kita berbicara, kamu harus menikah!"

"Baiklah Daddy, itu kita bicarakan nanti, sekarang aku sudah terlambat," jawab Raka, kemudian ia melangkah meninggalkan Hermawan yang masih berada di ruang makan.

Di luar rumah, Raka bergegas masuk ke dalam mobil dan dengan perlahan ia menjalankan mobilnya meninggalkan rumah menuju kantornya.

Dua puluh menit kemudian, Raka baru sampai di kantor miliknya. Dengan cepat ia berjalan menuju ruangannya yang ada di lantai dua puluh empat.

Cklek

Raka membuka pintu ruang kerjanya yang menjadi satu dengan sekretarisnya.

Mendengar pintu dibuka, Viona menoleh ke arah pintu, setelah ia melihat siapa yang datang ia pun berdiri menyambut kedatangan sang big boss.

"Pagi Pak!" sapa Viona dengan sedikit membungkukkan badannya.

"Pagi, apa kamu sudah menyiapkan semua untuk meeting nanti?" tanya Raka sambil duduk di kursi mejanya.

"Maaf Pak, tadi malam saya sudah mengirim jadwal perubahan meeting hari ini ke email Pak Raka," jelas Viona.

"Oh, iya, saya lupa membukanya! Sekarang apa jadwalnya?"

"Pagi ini kita akan meninjau proyek pembangunan taman bermain di kota A dan nanti setelah jam makan siang Anda akan meeting dengan PT SA di Cafe xxx," jelas Viona.

"Apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?"

"Sudah, Pak!"

"Oke, kamu bawa sekalian semu berkas-berkas untuk meeting nanti siang, agar kita tidak bolak-balik," perintah Raka, kemudian ia berdiri dari duduknya.

"Baik Pak!" jawab Viona tersenyum, kemudian ia mengambil tasnya dan beberapa berkas keperluan meeting, selain itu ia juga membawa laptopnya.

Raka keluar dari ruangannya diikuti oleh Viona dari belakang. Sesampainya di depan pintu lift mereka segera masuk ke dalam dan memencet tombol satu.

Ting

Pintu lift terbuka dan keluarlah Raka bersama dengan Viona. Sesampainya di lobby mobil Raka sudah siap di depan.

Raka masuk ke dalam mobil begitu pula dengan Viona, ia duduk di samping Raka yang tengah mengemudikan mobilnya dengan pelan menuju lokasi proyek pembangunan taman bermain.

Viona yang duduk di samping Raka hanya diam dan sibuk mempelajari berkas-berkas untuk meeting nanti siang. Begitu juga dengan Raka yang hanya fokus dengan setir mobilnya.

Cittt

Duk

___

Bersambung ….

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi I Love You Pak Tua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel CEO lumpuh itu, suamiku
9.5
Rachel Martinique, seorang dokter bedah, terjebak dalam pernikahan paksa sebagai alat penebus hutang keluarganya. Ia harus bersuami dengan seorang CEO lumpuh yang tidak ia kenali sebelumnya. Kehidupan baru ini penuh ketegangan karena sang suami menyimpan kebencian mendalam terhadap dirinya. Tanpa landasan cinta, Rachel harus menghadapi ketidakpastian dalam rumah tangga mereka. Akankah kasih sayang tumbuh seiring waktu, ataukah nasib buruk yang menanti?
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi biaya operasi ibunya, Anjani Aswari terpaksa menjual kesucian kepada majikannya, Barata Yudha. Konglomerat itu justru terus mengeksploitasi Anjani sebagai pemuas nafsu rekan bisnisnya di bawah ancaman maut. Saat Anjani hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu milik pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Anjani yang menderita pun harus mengungkap kebenaran di tengah pengusiran.
Sampul Novel Minggu-minggu Sebelum Pernikahanku, Tunanganku Hanya Melupakanku
8.6
Tepat sebelum pernikahan, Bima Aditama berpura-pura amnesia akibat cedera demi mengejar Clara Vania. Pengkhianatan keji ini terungkap saat Kirana mendengar rencana licik Bima bersama teman-temannya. Meski hancur melihat Bima mengutamakan Clara bahkan saat kecelakaan terjadi, Kirana memilih diam dan menyusun rencana besar. Ia menolak menjadi korban pria yang tega memutus dukungannya. Dengan identitas baru sebagai Kirana Adelia, ia siap menghilang dan membuang cincinnya.
Sampul Novel Menaklukan Hati Dokter Cantik
9.3
Khalila Permata Sutama, dokter cerdas pewaris rumah sakit, terpaksa menikahi Zahran Fahad Auzan demi memenuhi wasiat. Zahran yang masih SMA menggantikan posisi mendiang kakaknya dalam perjodohan ini. Meski Khalila bersikap ketus dan malu memiliki suami brondong, Zahran tetap tulus karena Khalila pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Pengabdian tanpa pamrih Zahran perlahan mulai menyentuh hati Khalila. Akankah pernikahan beda usia ini berujung pada cinta sejati?
Sampul Novel Pemilik Hati Tuan Mafia
8.7
Terlahir dalam kesengsaraan memaksa Belle menghadapi realitas yang kejam. Namun, semangatnya bangkit saat ia menemukan peluang untuk membalas dendam pada mereka yang menyakitinya. Bersama Albara, Belle mencoba berdiri kembali meski tak lagi memercayai cinta, persahabatan, ataupun keluarga. Hanya Albara, sang penyelamat, yang ia andalkan. Akankah Belle mampu menerima Albara sepenuhnya di tengah ancaman luka baru yang mungkin kembali menghampiri hidupnya?
Sampul Novel Take Me Back to Switzerland
9.4
Marsha telah lama berambisi menjadi dokter dan berjuang keras demi beasiswa luar negeri. Didukung orang terdekat, ia mendedikasikan seluruh waktunya untuk belajar demi masa depan. Namun, impian besar itu seketika runtuh saat Marsha menyadari dirinya hamil akibat kecerobohan dengan seseorang. Kini, ia terjebak dalam dilema besar untuk mengungkap rahasia tersebut. Mampukah ia menghadapi konsekuensi hidup yang berubah drastis dan menata kembali masa depannya yang hancur?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan