Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel I Hate You With Love

I Hate You With Love

Dunia Aletta runtuh saat Aldo, calon suaminya, menghilang tepat di hari pernikahan mereka. Demi martabat keluarga, ia terpaksa menikahi Bian Dirgantara sebagai pengganti. Namun, hidupnya justru penuh kepedihan akibat perlakuan kasar dan semena-mena dari Bian. Luka hati Aletta semakin dalam ketika sebuah rahasia besar yang disembunyikan suaminya terungkap. Akankah kebenaran itu menghancurkan mereka, ataukah ada ruang bagi maaf di tengah dendam?
Bab
Bagikan

Bab 1

Hari yang sudah lama Aletta tunggu akhirnya tiba. Ini adalah hari spesial, hari yang ikut menjadi saksi bagaimana terukirnya kenangan manis dalam hubungannya dan Aldo. Aletta menatap pantulan dirinya di cermin, tersenyum menatap dirinya sendiri yang terlihat sangat berseri-seri. Wajah yang cantik dengan riasan elegan membuat Aletta semakin memesona, hari ini Aletta akan menikah dengan Aldo sang kekasih. Membayangkannya saja Aletta sudah merasa bahagia.

"Aletta."

Lamunan Aletta seketika terbuyar saat merasakan sebuah tangan menyentuh bahunya dengan lembut. Dari pantulan cermin terlihat jelas Monica-ibunya sedang berdiri di belakangnya. Aletta tersenyum, dia memutar badannya menghadap sang ibu yang kini tersenyum padanya.

"Kamu terlihat bahagia sekali, Aletta."

Aletta hanya terkekeh menanggapinya, kemudian dia memeluk ibunya dengan sayang. "Aku sayang banget sama bunda."

"Bunda juga sayang sama kamu." Monica membelai lembut pucuk kepala Aletta.

"Ayo kita turun, semuanya sudah menunggu kamu," ucap Monica mengajak Aletta untuk turun.

Aletta pun menganggukkan kepalanya, sekali lagi dia menatap dirinya di cermin. Senyuman lebar terukir sempurna di wajah Aletta, balutan make up dengan gaun putih mewah melekat sempurna ditubuhnya. Dia sudah seperti bidadari yang baru turun dari surga.

Saat keduanya hendak turun ke aula acara, tiba tiba saja kedua orang tua Aldo masuk ke kamar. Aletta mengerutkan kening ketika melihat raut muka calon mertuannya, bukan senyum kebahagiaan yang mereka tampakkan. Melainkan terlihat seperti seseorang yang sedang cemas. Sontak Aletta langsung berdiri menghampiri Hendrik dan Ayundia, disusul Monica dari belakang.

"Tante, om. Ada apa? Kenapa raut muka kalian terlihat gelisah?" tanya Aletta to the poin.

Mata Ayundia mulai berkaca-kaca, tangannya membelai lembut pucuk kepala Aletta dengan sayang. Dia menghela napasnya dalam, sebelum membuka suaranya. "Aletta, Aldo belum dateng," ucapnya menatap kedua manik mata Aletta lekat.

Aletta semakin mengrenyitkan keningnya, dia tidak mengerti dengan maksud perkataan Ayundia. "Apa maksud, tante? Pasti Aldo sebentar lagi datang, kita tunggu saja ya," sahut Aletta sambil tersenyum simpul.

"Kita tidak tau Aldo akan datang atau tidak." Tiba tiba saja Hendrik membuka suaranya.

"Maksudnya apa?" timpal Monica.

"Aldo menghilang, tidak ada kabar, bahkan semuannya sudah mencari tapi tetap saja tidak ditemukan," sahut Adnan yang tiba tiba muncul dari ambang pintu.

Aletta mematung ditempatnya, perlahan cairan bening dimatanya turun tanpa izin. Dadanya terasa sesak seperti terhimpit ribuan besi, Aletta menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa mempercayai perkataan ayahnya begitu saja, Aletta berlari menuju meja rias untuk mengambil benda pipih disana. Tangannya sibuk mencari nomor Aldo dan menghubunginnya, berulang kali dia menelpon Aldo tetapi sama saja tidak ada jawaban.

Aletta membanting ponsel di tangannya, rasa kesal, kecewa dan sedih bercampur menjadi satu. "Aldo kamu kemana?" gumam Aletta dengan bahu bergetar.

"Aletta." Monica menghampiri sang anak dan memeluknya dengan erat.

Aletta mendongak menatap Monica, matanya sudah sembab dan hidungnya merah karena menangis. "Bunda, apa pernikahanku akan batal?" Dengan isakan tangisnya Aletta bertanya.

"Tidak sa-"

"Pernikahan harus di lanjutkan," potong Hendrik menyela perkataan Monica.

Semua orang yang ada disana serempak menatap Hendrik, terutama Aletta yang tampak bingung dengan jawaban Hendrik. Dia menghapus air matannya kasar, hatinnya sudah seperti dipermainkan disini.

"Maksudnya apa? Aldo tidak ada kabar dan itu artinya pernikahannya batal kan?"

"Kami tidak mau menanggung malu dengan membatalkan acara penting ini, diluar banyak tamu yang sudah datang," jawab Hendrik dengan raut muka serius.

"Apa yang kamu maksud, Hendrik? Siapa yang akan menggantikan Aldo?" Adnan yang sembari tadi diam, kini mulai angkat suara.

Ceklek..

Seseorang masuk kedalam ruangan itu bersamaan dengan pertanyaan Adnan, dan saat itu pula Hendrik menunjuk orang itu. "Bian yang akan menggantikan Aldo," ucapnya dengan tegas.

Bian yang baru saja masuk terlihat menggeram marah menatap ayahnnya, apa ini? dia baru saja dipanggil kesana dan langsung ditunjuk untuk menggantikan adiknya? Sungguh itu hal yang konyol.

"Papa! Apa maksudnya ini? Kenapa harus aku?" tolaknya membuang muka.

"Kamu harus mau Bian, jika tidak kamu akan kehilangan perusahaanmu itu!" ancam Hendrik.

Bian berdecak kesal, Ancaman dari ayahnya membuat dia tidak bisa berkutik lagi. Perusahaannya adalah hal yang penting bagi Bian, terlebih Bian sendiri yang mengembangkan perusahaan itu dari awal. Tangan Bian mengepal, tatapannya tertuju pada wanita cantik dengan gaun putih disana. Dia menatap Aletta dengan tatapan tajam.

"Terserah!" sarkasnya singkat, lalu memilih pergi dari ruangan itu. Sebelum Bian benar benar pergi, dia sempat tersenyum miring membelakangi mereka semua.

***

Beberapa menit setelah diskusi antar keluarga, akhirnya pernikahan tetap dilanjutkan. Walaupun awalnya Aletta juga menolak jika harus menikah dengan Bian, namun karena bujukan dari kedua orang tuannya akhirnya Aletta memutuskan untuk mengikuti semua perkataan mereka.

Sangat berat bagi Aletta menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dia cintai, tidak ada yang mengerti dengan perasaannya kala itu. Hati Aletta seolah menjadi mainan bagi mereka, dia sangat kecewa dengan Aldo yang tiba tiba menghilang entah kemana.

"Aletta sayang, sekarang kamu sudah resmi menjadi istri Bian," ucap Monica sang ibu sambil memeluknya dengan erat.

Setelah prosesi pernikahan sudah selesai, Aletta justru menangis dalam pelukan ibunya. Mungkin orang lain pikir Aletta menangis karena bahagia, tetapi kenyataannya justru dia menangis karena kesedihan. Pernikahan yang seharusnnya menjadikan sebuah kebahagiaan, justru dalam pernikahannya hanya ada air mata kesedihan.

"Bunda! Apa pernikahanku akan baik-baik saja nanti? Tidak ada cinta diantara aku dan Bian," tanya Aletta dengan bahu bergetar, isakan tangis kembali terdengar.

Monica menangkup kedua pipi Aletta, mengecup kening putrinya dengan sayang. "Kalian akan baik-baik saja, bunda yakin Bian anak yang baik. Dia kan kakak Aldo, dan kamu juga kenal kan sama dia," jawabnnya tersenyum simpul.

Bian mendengus kesal, karena sudah muak dengan tangisan wanita yang baru saja resmi menjadi istrinya.

"Bunda, boleh saya bicara sebentar dengan Aletta?" tanya Bian sopan dengan senyuman manis di wajahnya.

"Boleh, kalian ngobrol saja dulu ya. Aku mau menemui para tamu dulu, titip Aletta ya Bian," jawab Monica menepuk bahu Bian sebelum pergi dari sana.

Setelah Monica pergi, Bian menyeret Aletta dengan kasar. "Ikut saya!" sentaknnya menarik pergelangan tangan Aletta.

Aletta memberontak tidak terima dengan perlakuan Bian, berusaha melepaskan cengkeram tangan Bian. "Lepaskan aku! Kamu itu kenapa sih!" ucapnya kesal.

Bian berhenti setelah membawa Aletta menjauh dari keluarganya, melepaskan cengkeraman tangannya dengan kasar.

"Berhentilah menangisi Aldo, kamu menangis sampai berhari hari pun tidak akan membuat Aldo kembali," ucap Bian berbalik membelakangi Aletta, menyunggingkan senyuman miring di wajahnnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Captain's Ravenge
9.4
Arya Bimantara terpaksa meninggalkan posisinya di perbatasan Kalimantan setelah menerima berita duka yang mendadak. Aryo, saudara kembarnya, ditemukan tewas bersama istrinya tak lama setelah mereka saling berkirim pesan. Saat pulang untuk menghadiri pemakaman, Arya mencium adanya kejanggalan. Penyelidikan mandiri mengungkap bahwa pasangan itu sebenarnya dibunuh secara terencana. Kini, sang kapten harus melacak pelaku di balik tragedi berdarah ini demi membalaskan dendam keluarganya.
Sampul Novel Dibuang Seperti Sampah, Kini Dicari
8.9
Delapan tahun pernikahan rahasia Risa hancur saat Teguh melamar Selia. Merasa dikhianati, Risa memilih bercerai dan meninggalkan restoran mereka. Teguh yang angkuh justru mengusir Risa dan adiknya, Heru, demi wanita simpanannya. Namun, saat bisnisnya hancur akibat ulah Selia, Teguh menyusul Risa ke Swiss untuk memohon maaf. Risa kini bangkit dan mengungkap kebenaran pahit tentang malam yang menjebaknya di masa lalu, membiarkan Teguh menyesal dalam kehancuran.
Sampul Novel Forbidden of Love
9.4
Kehidupan pernikahan Aulia Sarah bersama suaminya yang perkasa awalnya terasa sempurna hingga hadirnya tetangga baru memicu sisi liarnya. Meski telah memiliki tiga anak, gairah Lia justru semakin memuncak setelah mengenal Manoj dan Scott. Scott sendiri jatuh hati sejak awal dan rela bersembunyi dari keluarganya demi mengejar Lia. Di tengah perselingkuhan dan nafsu yang membara, Lia harus menghadapi pilihan sulit antara kesetiaan atau mengikuti obsesi terlarangnya.
Sampul Novel GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA
9.2
Hidup Yumna hancur seketika saat Ilham membatalkan lamaran mereka tanpa alasan yang jelas. Keputusan sepihak itu memicu gelombang fitnah dan hinaan kejam dari para tetangga yang terus menyiksa batinnya. Namun, di balik rasa sakit itu, sebuah rahasia besar mulai terungkap. Ada fakta mengejutkan mengenai alasan Ilham yang sebenarnya, yang ternyata berkaitan erat dengan peristiwa misterius delapan tahun silam. Kini, Yumna harus menghadapi kenyataan pahit tersebut.
Sampul Novel Istri Untuk Duda Tampan
8.2
Trauma pengkhianatan masa lalu membuat Adskhan menutup hati, hingga pesona Caliana Noushafarina mengubah segalanya. Meski Adskhan jatuh cinta pada pandangan pertama, Caliana justru menaruh benci. Baginya, atasan berstatus duda itu bukanlah pria baik-baik. Caliana gigih menolak segala perhatian yang diberikan Adskhan karena sosok duda tidak pernah masuk dalam kriteria suami impiannya. Akankah kegigihan Adskhan mampu meluluhkan benteng pertahanan Caliana?
Sampul Novel Istriku selingkuh pakai handphone mertuaku.
9.0
Riyadi adalah karyawan pabrik yang sangat setia dan sabar. Namun, rumah tangganya hancur setelah Mia, istrinya, terbukti berselingkuh demi materi. Di tengah luka itu, Riyadi bertemu Ririn, seorang janda yang kehilangan suami karena sakit. Akhirnya, Riyadi menemukan kebahagiaan dalam pernikahan keduanya. Sementara itu, Mia yang kini menjadi istri kedua mulai menyadari kesalahannya setelah selama ini dibutakan oleh ego dan keserakahan yang merusak hidupnya.