
Hot Game
Bab 2
Angelina terbangun saat hari mulai beranjak gelap. Dia bergegas mandi, mengambil sebuah dress dari dalam kopornya untuk dipakai lalu turun untuk makan malam.
Dia melihat Juliet sedang menyiapkan makan malam
“Selamat malam Tante Julie,” sapa Angelina.
“Halo sayang, tidurmu nyenyak?” tanya Juliet
“Ya, seperti mati,” kekeh Angelina. “Apakah ada yang bisa aku bantu?” tanyanya lagi
“Duduklah, aku hampir selesai. Kita akan makan berdua saja malam ini karena Om Dody pergi setelah mendapat telpon dari salah satu temannya,” kata Juliet
“Oh, apakah Om Dody sudah pernah menikah?” tanya Angelina. “Maaf jika aku terlalu ikut campur, hanya saja aku sedikit heran bukankah pria seusianya seharusnya sudah berkeluarga?” sambungnya.
“Dia pernah menikah, mantan istrinya seorang model dan sekarang tinggal di Kanada,” kata Juliet
“Apa yang terjadi?” tanya Angelina penasaran
“Sudah, sudah, tak baik membicarakan hal seperti ini di meja makan. Sebaiknya kita makan sekarang sebelum makanannya dingin,” kata Juliet
Angelina makan dengan diam, dia masih penasaran dengan masalah perceraian Dody dan mantan istrinya.
Apa yang terjadi, pasti pria itu selingkuh dari istrinya. Dasar pria brengsek.
‘Apa semua pria tampan dan kaya raya selalu bersikap seperti itu, seenak hati mempermainkan wanita, membayar wanita untuk kesenangan mereka semata, setelah puas mereka campakkan begitu saja!’ dengus Angelina.
Dan sialnya saat ini dia tinggal bersama salah satu spesies mereka! Dody Ferdinan.
Mengapa ayahnya harus menempatkan dia di sini, tidak tahukah ayahnya, bagaimana reputasi pria itu? Menjijikkan!
“Apakah kamu baik-baik saja, sayang?” tanya Juliet.
“Ya, aku baik-baik saja. Hanya sedikit berpikir tentang sesuatu,” jawab Angelina.
“Apa itu?”
“Bukan sesuatu yang penting,” senyum Angelina.
“Apakah kamu memikirkan kekasihmu yang ada di Jakarta?” goda Juliet.
“Aku tak punya kekasih,” kekeh Angelina.
Juliet mengernyitkan dahinya. “Aku tak percaya.”
Angelina tertawa, “Aku bersumpah. Aku belum bertemu seseorang yang kusukai. Pria-pria yang kutemui, mereka, kamu tahu. Kekanakan dan hanya memikirkan tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang.”
Juliet tersenyum. “Mungkin, nanti di sini kamu akan menemukan seseorang seperti yang kamu inginkan.”
“Hmmm. Semoga. Tapi aku tidak terlalu berharap. Aku hanya ingin menikmati liburanku. Itu saja,” jawab Angelina.
“Aku mengerti. Tapi, tak menutup kemungkinan kamu terlibat asmara dengan seseorang yang kamu kenal,” timpal Juliet.
“Juliet. Kamu tidak berpikir menjodohkanku dengan Om Dody kan?” tanya Angelina curiga.
Juliet tertawa. “Apa salahnya? Dia pria yang tampan, mapan dan tidak kekanakan seperti pria-pria yang kamu bicarakan tadi.”
Angelina mengerang. “Oh tidak! Tidak akan! Dia terlalu tua, dia teman ayahku!”
Juliet hanya tertawa, melihat kekesalan Angelina. “Oh sayang, kamu tak tahu apa-apa tentang pria,” godanya.
“Hmmm,” gumam Angelina.
*^*
Ini hari ketiga Angelina menghabiskan waktu liburannya di Pulau Dewata, dan selama itu pula dia tak pernah bertemu Dody di penthousenya.
Pria itu selalu pulang larut malam saat dia sudah tidur, dan pergi pagi-pagi sekali ketika dia belum bangun. Dan Angelina tak peduli.
Saat ini Angelina sedang berada di Pantai Kuta. Kali ini dia menolak diantar oleh supir Dody. Dia ingin berjalan-jalan sendiri, menikmati hari.
Angelina sedang membaca sebuah novel saat seseorang datang menyapanya. “Maaf Nona, boleh aku duduk di sini?” kata orang tersebut.
Angelina mengalihkan perhatiannya dari buku yang sedang dia baca. Dia menatap seorang pria tampan memakai kacamata hitam sedang tersenyum ke arahnya, “Tentu, silahkan,” kata Angelina balas tersenyum.
“Buku apa yang sedang kamu baca?” tanya pria itu menatap ke arah Angelina. “Oh maaf, namaku Lucas ”
Angelina menatap ke arah pria di sampingnya. Pria itu sangat tampan rambut hitamnya dipotong pendek dan terlihat rapi. Pria itu memakai kaos dan celana denim, juga beanie hat warna hitam di kepalanya.
“Aku Angelina. Ini hanya sebuah novel biasa.” Angelina tersenyum ramah dan menunjukkan novel yang dia baca pada pria itu.
“Apa yang dilakukan seorang gadis cantik sepertimu di sini, menanti seseorang?” tanya Lucas penasaran.
Angelina tertawa.
“Tidak, aku sedang berjalan-jalan, menikmati liburanku,” kata Angelina
“Oh, kamu seorang wisatawan. Benar begitu?” tanyanya.
“Ya, aku sedang berlibur di sini. Aku dari Jakarta,” jawab Angelina sambil tersenyum.
“Well, aku bersedia menemanimu berjalan-jalan menunjukkan beberapa tempat yang cukup populer di sini,” kata Lucas seraya tersenyum manis.
“Sungguh? Maksudku, apakah itu tidak merepotkanmu?” tanya Angelina.
“Tentu saja tidak. Aku juga butuh sedikit liburan. Bagaimana?”
Angelina mengangguk senang. “Tentu saja aku mau,” jawab Angelina antusias.
Angelina dan Lucas mengobrol dengan seru, menertawakan banyak hal. Mereka memutuskan untuk mencari sebuah tempat untuk minum kopi dan melanjutkan obrolan mereka.
Dari obrolan mereka, Angelina mengetahui jika Lucas adalah seorang model profesional dan seorang gay.
Hari mulai beranjak malam, Angelina melirik jam tangannya. “Lucas, aku harus pulang sekarang, Juliet pasti mencemaskanku,” katanya.
“Ayo, biar kuantar,” kata Lucas seraya berdiri.
Lucas mengajak Angelina menuju mobilnya. Angelina sangat berterima kasih karena Lucas mau mengantarkannya, karena taksi akan sangat sulit didapat pada jam-jam seperti ini.
“Dimana kamu tinggal Angelina?” tanya Lucas saat mereka berada di dalam mobil.
Angelina menyebutkan salah satu kawasan di Pulau Dewata.
Lucas bersiul. “Wow, dan kamu tinggal dengan siapa?”
“Dengan salah satu rekan bisnis ayahku,” jawab Angelina tak acuh. “Pria tua menyebalkan” katanya lagi
Lucas mengernyitkan keningnya. “Apakah teman ayahmu itu tipikal pria tua gendut, kaku dan membosankan?”
Angelina tertawa terbahak-bahak membayangkan Dody bertubuh gemuk. “Tidak, tak ada satu lemak pun di tubuh Dody Ferdinan.”
“Kamu bilang Dody Ferdinan?” tanya Lucas terkejut.
“Apakah ini Om Dody Ferdinan si pengusaha multinasional dan pemilik beberapa kapal pesiar mewah itu?”
“Ya, Dody yang itu,” dengus Angelina
“Wow, bukan kah dia sangat tampan, Bestie? Kamu beruntung karena banyak wanita yang memujanya dan berharap bisa mendapatkannya. Tapi tentu saja dia tidak bodoh, dia tak pernah lama jika berkencan dengan satu wanita. Ya Tuhan dia tampan juga seksi,” kata Lucas penuh kekaguman.
Angelina memutar bola matanya mendengar ucapan Lucas. “Andai kamu tahu betapa menyebalkannya dia, Lucas. Dia selalu membuatku marah,” katanya emosi.
“Dengar Bestie, kamu tak boleh terlalu membenci seseorang karena pada akhirnya kamu akan jatuh cinta pada orang tersebut,” kata Lucas mengingatkann yang dibalas Angelina dengan dengusan jijik.
Mereka tiba di penthouse Dody, Lucas memaksa mengantar ke dalam berharap bisa memandang sosok tampan Dody Ferdinan secara langsung.
Saat pintu lift terbuka, Angelina berbalik menghadap Lucas dan mengucapkan terima kasih tapi dilihatnya Lucas menatap ke belakang tubuh Angelina dengan tubuh tegang.
Angelina mengikuti pandangan Lucas, dilihatnya Dody berdiri menatap ke larah mereka dengan tatapan tajam, pria itu masih memakai setelan kerjanya.
Angelina berbalik menatap Lucas, mengucapkan terima kasih lalu mencium pipinya yang membuat Lucas terkejut lalu terkekeh dan balas mencium Angelina.
“Sampai jumpa Bestie, nanti hubungi aku, ok?” kata Lucas seraya melangkah memasuki lift dan mengedipkan sebelah matanya
Angelina berbalik dan bersiap mendengar amukan Dody.
“Jadi pria itu penyebab kamu tak mau diantar oleh sopir?” tanya Dody dingin.
“Aku sudah dewasa, dan tak butuh pengasuh, Om!” jawab Angelina tak kalah dingin.
“Oh, jadi Nona Angelina tak butuh pengasuh. Tapi butuh seorang gigolo untuk menemaninya berjalan-berjalan. Katakan padaku, apakah kamu sudah mencicipi jasa yang dia tawarkan? Apakah pria Bali-mu itu lebih perkasa dari kekasih Jakarta-mu?” tanya Dody tajam.
Kedua tangan Angelina mengepal, amarahnya meluap.
“Kamu benar-benar bjingan Om Dody! Kamu tak punya hak mencampuri urusanku dan mengatur hidupku. Jangan karena aku tinggal di tempatmu lalu menjadikanmu berkuasa atas diriku. Mengatur dengan siapa aku boleh pergi. Ku sarankan padamu, lebih baik kamu urusi saja hidupmu dan pelacur-pelacurmu!” teriak Angelina penuh amarah
“Selamat malam!” Angelina berjalan masuk meninggalkan Dody yang masih terdiam kaku di tempatnya berdiri.
Angelina bertemu Juliet di bawah tangga, “Aku akan langsung istirahat Tante, tadi aku sudah makan malam di luar dengan temanku,” kata Angelina mengusap air matanya.
“Tidurlah sayang, kamu terlihat lelah,” Juliet mengusap air matanya dan tersenyum lembut.
“Selamat malam Tante,” kata Angelina mencium pipi Juliet yang dibalas anggukan oleh Juliet.
Angelina menaiki tangga setengah berlari menuju kamarnya dan membanting pintu dengan cukup keras.
Juliet menghampiri Dody, menepuk bahunya lembut. “Kamu harus lebih sabar Dod. Angelina masih sangat muda,” ucapnya lalu meninggalkan Dody.
***
Angelina benar-benar muak pada Dody, segala macam sebutan dia lontarkan untuk pria itu saat dia sendiri dalam kamarnya. Ponselnya berbunyi, nama Lucas tertera di situ.
“Halo, Lucas,” sapanya.
“Hai, Bestie, apakah kamu baik-baik saja? Tadi aku merasakan aura gelap penuh amarah dari Om Dody. Ya Tuhan, dia sangat tampan,” kata suara di sebrang sana.
“Pria itu benar-benar menyebalkan Lucas, aku ingin sekali memberinya pelajaran. Dia bersikap seolah-olah dia ayahku. Mengatur hidupku,” kata Angelina kesal.
“Hey Bestie, seorang casanova memang begitu. mengapa kamu tak mencoba merayunya saja, mungkin dia tertarik padamu,” kekeh Lucas
“Tidak akan pernah, Lucas!” jawab Angelina tegas.
”Hanya sekedar saran Bestie. bisakah besok kita bertemu dan mengobrol lagi? Aku ingin mengajakmu ke lokasi pemotretanku, bagaimana?” tanya Lucas
“Mmm..baiklah, aku akan mengusahakannya. Hubungi aku besok dan katakan kita akan bertemu pukul berapa, dan dimana. Aku sangat lelah dan mengantuk sekarang,” kata Angelina.
“Ok Bestie, besok aku akan menghubungimu lagi, istirahatlah, selamat malam.”
“Selamat malam Lucas.” kata Angelina menutup pembicaraan.
Angelina memikirkan kata-kata Lucas tadi. Merayunya? yang benar saja.
Tapi, kenapa tidak? goda lalu tinggalkan. Biarkan dia menduga-duga dan berharap. Ya, kenapa tidak, batinnya.
Besok dia akan minta pendapat Lucas, dia harus bisa memberi pelajaran pada pria tua bangka brengsek itu, pikirnya penuh tekad.
*^*
Anda Mungkin Juga Suka





