Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova

Hijrah Cinta Sang Casanova

Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Rendi duduk di kursi kebesarannya. Ia sedang membaca laporan keuangan perusahaannya. Tiba-tiba intercom di atas meja kerjanya berbunyi. Rendi mengangkat intercom tersebut.

“Ada apa, Jen?” tanya Rendi.

“Di bawah ada tamu bernama Pak Bobby mau bertemu dengan Bapak,” kata Jeni.

Rendi kaget mendengarnya. Ada urusan apa Bobby datang ke kantornya? Padahal Bobby belum pernah datang ke kantornya. Biasanya mereka bertemu di lapangan golf. Namun, sekarang Bobby sering datang ke rumah Rendi. Jadi mereka sering bertemu di rumah Rendi.

“Suruh beliau masuk!” ujar Rendi.

“Baik, Pak,” jawab Jeni.

Beberapa menit kemudian pintu ruangan Rendi terbuka. Jeni mempersilahkan Bobby masuk ke dalam ruang kerja Rendi. Rendi beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Bobby.

“Apa kabar, Bobby?” Rendi menyalami tangan Bobby.

“Alhamdulillah baik,” jawab Bobby.

“Silahkan duduk, Pak,” kata Rendi. Bobby duduk di sofa. Ia memperhatikan sekeliling ruang kerja Rendi. Pandangan Bobby tertuju pada satu foto yang menempel di dinding ruang kerja Rendi. Foto itu adalah foto seorang pria yang masih muda. Sepertinya itu adalah foto ayah Rendi karena foto itu terlihat seperti foto lama.

“Itu ayahmu?” Bobby menunjuk ke foto tersebut. Rendi menoleh ke arah foto yang ditunjuk Bobby.

“Iya, Om. Itu Papa saya. Beliau meninggal ketika saya berusia lima belas tahun,” jawab Rendi.

“Pak Bobby mau minum apa?” tanya Rendi.

“Hmm, Tidak ada kopi buatan mamamu, ya?” tanya Bobby.

“Tidak ada, Pak. Kalau mau minum kopi seperti itu datang saja ke rumah,” kata Rendi sambil tertawa.

“Kalau begitu minum teh manis saja,” ujar Bobby.

“Tidak mau minum kopi?” tanya Rendi.

“Tidak. Nanti saja minum kopi kalau ke rumahmu,” jawab Bobby.

“Saya pesankan dulu.” Rendi beranjak dari tempat duduk lalu berjalan menuju ke pintu ruang kerjanya. Ia membuka pintu ruang kerja.

“Jen. Tolong buatkan teh manis dua!” ujar Rendi kepada sekretarisnya. Lalu Rendi menutup pintu ruang kerja. Ia kembali duduk di sofa.

“Ada apa, nih? Sepertinya ada urusan penting,” tanya Rendi.

“Begini, Ren. Ada yang saya katakan kepadamu,” ujar Bobby.

“Tentang apa, Pak?” tanya Rendi.

“Tentang mamamu. Saya ingin melamar mamamu,” ujar Bobby.

“Loh, mau melamar Mama kenapa bicara ke saya? Kenapa tidak langsung bicara ke Mama?” tanya Rendi.

“Kamu kan anaknya. Saya minta ijin ke kamu untuk menikahi mamamu,” ujar Bobby. Rendi tersenyum mendengar perkataan Bobby. Bobby menghargainya sebagai anak dari Claudia.

“Pak. Sebagai anak saya setuju saja jika mama saya menikah lagi. Asalkan untuk dibahagiakan, bukan untuk disakiti, disia-siakan dan dibuat menangis setiap hari!” kata Rendi.

Mendengar perkataan Rendi, Bobby langsung bernapas lega. Rendi tidak menghalangi mamanya untuk menikah lagi.

“Kamu mengatakan demikian karena masa lalu saya yang buruk,” ujar Bobby dengan sedih.

“Pak, bukan maksud saya untuk menyinggung Pak Bobby. Saya hanya ingin mama saya kembali ceria seperti dulu saat papa saya masih hidup.” Tiba-tiba air mata Rendi mengalir mengenang masa kecilnya ketika papanya masih hidup.

“Saya akan sangat berterima kasih kalau Bobby bisa membahagiakan mama saya. Sebagai anak saya sangat ingin melihat mama saya hidup bahagia dengan orang yang mencintainya.” Rendi mengusap air mata yang mengalir di pipinya.

“Tentu saja. Saya akan berusaha untuk membahagiakan mamamu. Akan saya buktikan kalau mamamu bisa lagi bahagia seperti dulu,” ujar Bobby.

***

Setelah mendapat ijin dari Rendi, Bobby lebih sering datang ke rumah Sultan walaupun Sultan tidak menyuruh Bobby datang ke rumah. Melihat Bobby yang lebih sering datang ke rumah, membuat Claudia menjadi bertambah kesal.

“Ayah.” Claudia menghampiri Sultan yang sedang berbicara dengan Rendi. Claudia duduk di kursi sofa dengan wajah cemberut.

“Kenapa?” tanya Sultan.

“Kenapa sih, Ayah sering menyuruh Pak Bobby ke rumah?” tanya Claudia dengan kesal.

“Ayah tidak sering menyuruh dia datang ke sini. Ayah menyuruh dia datang kalau Ayah butuh teman main catur. Kalau ada Rendi, Ayah tidak menyuruh dia datang ke sini,” jawab Sultan.

“Lalu kenapa dia sering sekali datang ke sini?” tanya Claudia.

“Ayah tidak tahu. Mungkin dia ingin bertemu sama kamu. Atau mungkin mau minum kopi buatan kamu,” jawab Sultan.

“Mau minum kopi kok harus ke sini. Memangnya tidak punya pembantu buat disuruh-suruh,” gerutu Claudia.

“Mungkin dia suka dengan kopi buatamu daripada kopi buatan pembantunya,” ujar Sultan.

“Memangnya Claudia pembantu Pak Bobby,” kata Claudia kesal.

Claudia tidak suka dengan pria hidung belang seperti Bobby. Claudia males beramah tamah dengan pria seperti Bobby. Namun, karena Bobby sudah menyelamatkan Rahma, terpaksa Claudia harus bersikap sopan dan ramah kepada Bobby.

‘Dasar playboy cap kampak,’ gerutu Claudia di dalam hati.

Rendi teringat dengan perkataan Bobby ketika datang ke kantornya beberapa hari yang lalu. Ia belum memberitahu Claudia tentang Bobby yang datang ke kantor untuk melamar Claudia.

“Oh, iya. Ada yang mau Rendi sampaikan kepada Mama,” kata Rendi.

Rahma datang dari dapur membawa sepiring singkong goreng. Lalu ia letakkan di atas meja sofa.

“Dafa sedang apa?” Rendi mengambil satu potong singkong goreng lalu memakan singkong goreng.

“Sedang tidur. Tadi mau dimandikan tapi Dafa masih tidur.” Rahma duduk di sebelah Claudia.

“Tadi kamu mau bicara apa ke Mama?” tanya Claudia.

“Nanti dulu. Rendi mau habiskan singkong goreng dulu.” Rendi mengunyah singkong goreng. Ia menikmati singkong goreng buatan istrinya. Claudia sudah tidak sabar mendengarkan cerita Rendi. Rendi menghabiskan singkong goreng lalu meneguk air putih yang sudah disediakan Rahma.

“Beberapa hari yang lalu Bobby datang ke kantor Rendi,” kata Rendi.

Claudia mengerutkan keningnya mendengar perkataan Rendi. “Mau apa dia datang ke kantor Rendi?” tanya Claudia.

Rendi menceritakan apa yang Bobby katakan. Sultan dan Rahma juga mendengarkan perkataan Rendi. Claudia bertambah marah ketika mendengar cerita Rendi.

“Rendi! Kenapa kamu bilang begitu kepada Bobby? Kamu seperti memberi ijin agar Bobby mendekati Mama!” seru Ibu Claudia dengan kesal.

“Claudia, apa yang Rendi katakan itu benar. Dia ingin melihat mamanya hidup bahagia.” Sultan mencoba memberi pengertian kepada Claudia.

“Apa Ayah sudah tidak ingin Claudia tinggal di sini?” tanya Claudia dengan sedih.

“Bukan begitu, Claud. Semenjak kamu menikah dengan Raja, kamu sudah menjadi anak Ayah. Bahkan setelah Raja meninggal, kamu tetap menjadi anak Ayah. Sudah menjadi kewajiban Ayah melindungi kamu dan Rendi,” ujar Sultan.

“Sekarang Rendi sudah besar, dia sudah punya keluarga kecil sendiri. Ayah juga ingin kamu juga hidup bahagia dengan orang yang mencintai kamu,” lanjut Sultan.

“Claud mengerti, Yah.Tapi bukan dengan Bobby,” kata Claudia.

“Lalu dengan siapa? Yanuar?” tanya Sultan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
8.0
Saat mendaftarkan sang buah hati ke sebuah playgroup, seorang ibu tidak pernah menduga akan mendapatkan voucer gratis untuk menikmati layanan spa yang berada tepat di sebelahnya. Pengalaman biasa ini seketika berubah drastis saat ia melangkah masuk ke dalam ruang perawatan. Di sana, ia ditangani oleh terapis terbaik yang justru melakukan sebuah tindakan tidak terduga dan mengejutkan di tengah sesi pijat mereka, memicu ketegangan romansa modern yang penuh tanda tanya dalam novel ini.
Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Janda Rasa Melon
8.8
Janda Rasa Melon menyuguhkan kisah romansa dewasa yang jauh dari kesan dangkal. Melalui gejolak batin tokohnya, pembaca diajak menyelami makna cinta dan keraguan yang melampaui sekadar hasrat fisik. Karya ini menjadi cermin bagi siapa pun yang sedang menjalin hubungan untuk lebih memahami pasangan secara mendalam. Bukan sekadar hiburan biasa, setiap babnya menyimpan pesan bermakna yang mengajak kita merenung tentang hakikat kesetiaan serta kasih sayang sejati.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.