Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova

Hijrah Cinta Sang Casanova

Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Claudia diam tidak menjawab. Bagi Claudia Yanuar lebih baik dari Bobby. Namun, ia tidak tahu apakah Yanuar menaruh hati kepadanya? Selama ini Yanuar bersikap sopan kepada Claudia. Mungkin karena Claudia adalah menantu pemilik perusahaan tempat Yanuar bekerja.

“Yanuar memang orang yang baik. Dia juga seorang Ayah yang baik. Tapi Ayah tidak yakin kalau dia bisa membahagian kamu,” ujar Sultan.

“Apa karena Yanuar hanya seorang pegawai Rendi dan lebih miskin dari Pak Bobby?” tanya Claudia.

“Bukan hanya soal harta. Yanuar lebih muda darimu, Ayah tidak yakin dia bisa menghadapi kelakuanmu yang kadang-kadang ke kanak-kanakan,” ujar Sultan.

“Tapi Pak Bobby seperti teh celup. Tukang celup sana celup sini,” kata Claudia. Mendengar perkataan Claudia, Rahma langsung menutup mulutnya menahan tawa.

“Dia sudah bertobat. Allah SWT mau memaafkan kesalahan hambanya yang bertaubat. Masa kamu tidak mau memaafkan Pak Bobby,” ujar Sultan.

“Mulai sekarang kamu sholat istikharah biar kamu diberikan ketetapan hati!” ujar Sultan.

“Sudah Ayah,” jawab Claudia.

“Lalu jawabannya apa?” tanya Sultan.

Claudia diam. Ia tidak menjawab apapun. Jawaban sholat istikharah hanya Allah SWT dan ia yang tahu.

“Sudah, tidak perlu kamu kasih tahu. Ayah sudah tahu jawabannya,” ujar Sultan.

Claudia kaget mendengar perkataan Sultan. Tapi ia tetap tutup mulut tidak mau mengatakan apapun.

Tiba-tiba, “Assalamualaikum.” Ada yang mengucapkan salam di pintu menuju garasi.

Semua orang menoleh ke arah pintu. Bobby sedang berdiri di pintu menuju garasi. Entah sudah berapa lama ia berada di sana.

“Waalaikumsalam,” jawab semua orang yang sedang berada di ruangan tersebut.

“Masuk, Pak Bobby!” kata Rendi.

Bobby masuk ke dalam rumah lalu menuju ke ruang keluarga. Ia menyalami semua orang yang ada di ruangan itu. Tiba-tiba terdengar suara Dafa menangis dari walkie-talkie yang berada di saku daster Rahma.

“Dafa bangun. Rahma mau memandikan Dafa dulu.” Rahma beranjak dari sofa.

“Mama mau bantu Rahma memandikan Dafa.” Claudia juga beranjak dari sofa hendak menyusul Rahma.

“Claudia!” Sultan memanggil Claudia.

Claudia menoleh ke Sultan.

“Buatkan minuman untuk Pak Bobby!” ujar Sultan.

“Rendi, sana kamu bantu Rahma memandikan Dafa!” kata Sultan kepada Rendi.

“Iya, Kek.” Rendi beranjak dari sofa lalu menuju ke kamarnya.

Claudia menghela napas lalu menghampiri Sultan dan Bobby.

“Mau minum apa?” tanya Claudia kepada Bobby.

“Kopi,” jawab Bobby.

“Tidak takut kena serangan jantung minum kopi melulu?” tanya Claudia dengan ketus.

“Dari pagi saya belum minum kopi sama sekali,” ujar Bobby.

‘Masa bodo, memangnya aku pikirin,’ kata Claudia di dalam hati.

“Ayah mau minum apa?” tanya Claudia.

“Ayah mau air putih saja,” jawab Sultan.

Claudia pun menuju ke dapur bersih untuk membuatkan kopi. Setelah selesai membuat kopi, Claudia membawa secangkir kopi dan air putih ke ruang keluarga. Lalu ia menaruh cangkir dan gelas di atas meja sofa.

“Duduk!” Sultan menyuruh Claudia duduk. Claudia menghela napas lalu duduk di sofa.

“Pak Bobby, silahkan diminum kopinya!” ujar Sultan. Sultan meminum air putih dan Bobby meminum kopi.

Sultan meletakkan gelas di atas meja sofa. “Ayah mau mandi dan sholat ashar. Kamu selesaikan urusanmu dengan Pak Bobby!” ujar Sultan.

Bobby bingung mendengarkan perkataan Sultan. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Sultan.

“Pak Bobby, saya mau mandi lalu sholat ashar. Kamu ajak Claudia jalan-jalan agar pikiran dia fresh. Kasihan dia kerjanya hanya mengurus ayah mertua, anak, menantu dan cucunya!” ujar Sultan.

Bobby langsung tersenyum gembira ketika mendengar perkataan Sultan.

“Baik, Pak Sultan,” jawab Bobby.

Sultan beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke kamarnya. Tinggallah Claudia dan Bobby berdua di ruang keluarga. Claudia menekukkan wajahnya agar tidak sedap dipandang mata Bobby.

“Ibu Claudia mau jalan-jalan kemana?” tanya Bobby dengan sabar.

Claudia bukan menjawab pertanyaan Bobby tetapi ia malah beranjak dari sofa. Ia berjalan menuju ke dapur bersih. Ia menyimpan nampan bekas membawa minuman di dapur bersih. Lalu ia berjalan menuju ke kamarnya.

“Eh, Ibu Claudia mau kemana?” tanya Bobby.

“Mau mandi terus sholat,” jawab Claudia tanpa menoleh ke belakang. Ia terus saja berjalan ke kamarnya.

Bobby menghela napas melihat perlakuan Claudia. Akhirnya ia memutuskan untuk sholat ashar di mushola. Bobby berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dekat ruang tamu. Selesai berwudhu Bobby menuju ke mushola yang berada di dekat ruang keluarga.

Setelah selesai sholat Bobby kembali ke ruang keluarga, namun ruang keluarga nampak masih sepi. Sepertinya para pemilik rumah masih berada di dalam kamar. Sepuluh menit kemudian Rendi keluar dari kamar sambil menggendong Dafa. Bapak dan anak itu terlihat sudah mandi sore. Rendi menghampiri Bobby.

“Loh, kok sepi? Pada kemana?” tanya Rendi.

“Pak Sultan sedang mandi dan sholat. Ibu Claudia juga sedang mandi dan sholat,” jawab Bobby.

“Jadi Om sendirian?” tanya Rendi.

“Iya,” jawab Bobby.

Bobby mendekati Dafa lalu mencolek pipi Dafa dengan gemas.

“Tapi sekarang kan ada Dafa yang menemani kakek,” ujar Bobby.

“Iya, kan Daf?” Bobby bertanya kepada Dafa. Bayi dua bulan itu tertawa ketika ditanya oleh Bobby.

Sultan keluar dari kamar dan menghampiri Bobby dan Rendi. Ia tidak melihat Claudia.

“Loh, mama kamu kemana?” Sultan bertanya kepada Rendi.

“Kata Pak Bobby, mama sedang berada di kamar. Mandi terus sholat,” jawab Rendi.

“Oh. Ya, sudah kalau sedang mandi.” Sultan duduk di sofa.

“Pak Bobby, dimakan goreng singkongnya! Jangan cuma dilihatin aja!” Sultan mengambil sepotong singkong goreng.

“Iya, Pak.” Bobby juga mengambil sepotong singkong goreng lalu memakan singkong goreng tersebut. Rahma keluar dari kamar lalu bergabung dengan mereka.

“Ma, coba kamu lihat mama sedang apa di kamar? Kok lama sekali,” ujar Sultan.

“Baik, Kek.” Rahma beranjak dari sofa lalu berjalan menuju ke kamar Claudia.

Kamar Claudia berada di dekat ruang keluarga. Rahma mengetuk pintu kamar Claudia. Tidak lama kemudian Claudia membuka pintu kamar.

Claudia terlihat sudah rapih. Ia memakai baju untuk pergi keluar. Wajahnya memakai make up tipis seperti kalau hendak belanja ke supermarket bersama Rahma. Hanya saja kerudungnya belum dipakai dengan benar, baru dipakai hanya untuk menutupi rambut saja.

“Ada apa, Ma?” tanya Claudia.

“Kakek mencari Mama,” jawab Rahma.

“Tunggu sebentar. Mama mau pakai kerudung dulu,” ujar Claudia.

“Baik, Ma.” Rahma meninggalkan kamar Claudia. Ia kembali ke ruang keluarga.

“Mama sedang pakai kerudung dulu,” kata Rahma kepada Sultan. Rahma duduk di sebelah Rendi.

Tidak lama kemudian Claudia keluar dari kamar sudah berdandan rapih dan cantik. Ia juga membawa tas tangan. Namun, wajahnya tetap saja cemberut. Bobby menatap pujaan hatinya. Rendi menatap Claudia dengan bingung.

“Mama mau kemana?” tanya Rendi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir Cerita Terapis Di Playgroup Anakku
8.0
Saat mendaftarkan sang buah hati ke sebuah playgroup, seorang ibu tidak pernah menduga akan mendapatkan voucer gratis untuk menikmati layanan spa yang berada tepat di sebelahnya. Pengalaman biasa ini seketika berubah drastis saat ia melangkah masuk ke dalam ruang perawatan. Di sana, ia ditangani oleh terapis terbaik yang justru melakukan sebuah tindakan tidak terduga dan mengejutkan di tengah sesi pijat mereka, memicu ketegangan romansa modern yang penuh tanda tanya dalam novel ini.
Sampul Novel Aku Diabaikan Saat Setia
9.2
Bertahun-tahun Tisni harus menelan pahitnya pengabaian dari sang suami yang justru membiarkannya menghabiskan waktu bersama pria lain. Rasa sepi yang mendalam dan ketidakpedulian pasangannya perlahan menghancurkan kesetiaan yang ia jaga. Kini, Tisni berada di titik jenuh dan berniat untuk pergi mengakhiri penderitaannya. Apakah keputusannya untuk meninggalkan pernikahan itu merupakan sebuah kesalahan? Kisah perjuangan hati yang mencari kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Anak Kembar Milik Hot CEO
8.8
Kehidupan Amber sebagai putri konglomerat runtuh seketika hingga ia terpuruk. Di tengah keputusasaan, sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia mabuk dan tak sengaja masuk ke kamar hotel Julian Kingston, pria berkuasa yang dikenal sangat kejam. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Amber kini memiliki anak kembar yang merupakan darah daging Julian. Terjebak dalam situasi rumit, mampukah Amber menghadapi tuntutan sang CEO dingin tersebut?
Sampul Novel Istri Sang CEO (After Married)
8.7
Sella mengalami nasib tak terduga saat niat melamar kerja justru berujung pada pernikahan kontrak. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Rishan, CEO yang menikahinya hanya demi memenuhi janji kepada sang ibu. Tanpa landasan cinta, keduanya terjebak dalam rumah tangga yang penuh ego dan aturan sepihak dari Rishan. Sella harus menghadapi sikap dominan suaminya yang sering menuntut hal aneh, sembari berjuang menata hatinya yang terus goyah dalam ikatan paksaan ini.
Sampul Novel Janda Rasa Melon
8.8
Janda Rasa Melon menyuguhkan kisah romansa dewasa yang jauh dari kesan dangkal. Melalui gejolak batin tokohnya, pembaca diajak menyelami makna cinta dan keraguan yang melampaui sekadar hasrat fisik. Karya ini menjadi cermin bagi siapa pun yang sedang menjalin hubungan untuk lebih memahami pasangan secara mendalam. Bukan sekadar hiburan biasa, setiap babnya menyimpan pesan bermakna yang mengajak kita merenung tentang hakikat kesetiaan serta kasih sayang sejati.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Bram mengkhianati cinta tulus istrinya demi Hesti yang tiba-tiba muncul. Di tengah vonis kanker dan duka kehilangan orang tua, sang istri dipaksa bercerai atas tuduhan palsu. Setelah memalsukan kematian demi lepas dari penderitaan, ia melepaskan identitas lamanya yang lemah. Tiga tahun berlalu, ia bertransformasi menjadi Aurora Morgan yang berkuasa. Kini ia kembali untuk menuntut balas atas segala luka dan penghinaan yang pernah Bram torehkan di masa lalu.