
Hasrat terlarang
Bab 2
Perkenalkan namaku intan, intan yang saat itu baru ber umur 9 tahun harus hidup sendiri karna di tinggal mati orang tuanya akibat kecelakaan yang merenggut nyawa mereka, itan yang saat masih kecil tidak tau harus berbuat apa saat sudah hidup sendiri karna orang tua intan ayahnya anak tunggal dan kakek dan neneknya telah meninggal sedangkan dari ibunya seorang yatim piatu.
Intan yang tidak tau harus bagaimana saat itu dan bengong tanpa harapan hidup di lihat keluarga dari satria, Rita yang kasian akan nasib intan, iya pun meminta izin ke satria untuk membawah intan ke rumahnya untuk di besarkan, saat umur intan 15 tahun intan sudah tidak enak hati untuk tinggal lebih lama di rumah , dia pun pernah meminta izin untuk pulang kembali di rumah lamanya peninggalan kedua orang tuanya, tapi ibu Rita dan pak satria melarangnya untuk pulang.
Tidak lama kemudian datang lah keponakan pak satria dari sang adik yang sedang bertugas di kirim di negara konflik, sang adik yang sudah menyandang status duda akibat istri yang meninggal pas mau melahirkan anak kedua mereka, nama anak dari adik pak satria bernama flora yang seumuran denganku, aku pun menjadi akrab dengan flora selama tinggal di rumah pak satria.
Aku yang merasa ada teman sebaya dan di suruh menemani flora setuju untuk tetap tinggal di rumah pak satria dan ibu Rita, kami pun masuk di sma sama dan satu kelas sama jadi aku sering membantu flora belajar dalam materi yang dis tidak paham.
Dari ide flora lah aku berani bikin buka les, awalnya sempat bingung mau buka di mana dan ada rencana di rumah peninggalan orang tuaku, tapi ternyata pak satria dan ibu Rita menyuruhku untuk buka di rumah mereka saja pake bangunan tidak terpakai dekat pagar untuk jadi tempat lesku.
Akupun sedang dengan begini dapat mengumpulkan modal untuk biaya kuliahku nantinya, pak satria dan Bu rita yang melihat prestasi sekolahku cukup bagus mereka menawarkan aku untuk kuliah tapi aku tidak enak membebani mereka lagi dalam biaya pendidikanku.
Les yang aku dirikan sudah berjalan 3 tahun dan banyak anak- anak yang les sama aku dari SD sampai dengan SMP, aku bersyukur dengan lesnya ini dia perlahan - lahan berhasil mengumpulkan uang untuk dia lanjut kuliahku nantinya.
Setelah pengumuman lulus ternyata aku harus berpisah dari flora karna flora memutuskan ingin melanjutkan kuliahnya di Jogja dekat dari keluarga ibunya disana. Aku sempat sedih saat memikirkan aku yang akan di tinggalkan sama flora karna sudah tidak ada lagi teman yang bisa ku ajak cerita karna aku hanya memiliki flora dan Siska sebagai temanku.
Pak satria dan ibu Rita telah deluan berangkat ke Jakarta untuk menemani kak Rini yang akan mengada malam ke seratus suaminya sehingga di rumah tersisa aku sama flora, flora tidak ikut acara karna flora akan di jemput ke esokan harinya setelah pak satria dan Bu Rita berangkat ke Jakarta.
Flora yang telah di jemput omnya dari pihak ibu untuk ke Jogja sempat mengajakku ikut tapi aku menolak karna tidak mau mengganggu waktu flora kumpul dengan keluarga ibunya
" Tan yakin tidak ikut sama aku" ucap flora kepadaku
"Tidak flo" jawab ku
" Ayolah Tan ikut supaya kamu bisa liburan" ucap flora kepadaku
" Tidak bisa Flo aku masih mau ajar les, next time aku kesana yah kita ketemu" ucapku
" Baiklah next time kamu harus kesana kita ngumpul lagi" ucap flora
" Iya Flo" ucapku
Setelah kami mengobrol kami pun keluar kamar dan menuju teras tempat om flora menunggu
" Bagaimana Flo apa semua sudah siap" ucap om flora
" Sudah om" ucap flora
" Baiklah ayo kalo begitu kita jalan" ucap om flora
" Iya om" ucap flora
Aku dan floraoun berpelukan untuk sebelum terpisah setelah puas berpelukan florapun naik ke mobil.
Mobil pun mulai jalan dan meninggalkan rumah pak satria setelah mobil sudah hilang dari pandangan intan masuk ke dalam rumah untuk membersihkan rumah dan halaman rumah walaupun itu bukan pekerjaannya, di rumah pak satria ada dua 1 pembantu dan 1 sopir mereka suami istri dan sedang pulang kampung, karna intan tinggal sendiri dan mengisi waktu luangnya dia membersihkan rumah.
Setelah membersihkan rumah pak satria tepat pukul tiga murid- murid lesnya telah tiba , dan intan pun mulai mengajarkan lesnya hingga pukul lima sore , pada saat kelas lesnya bubar, intan mendapat telpon dari Bubrita yang bertanya apa flora sudah di jemput sama omnya apa belum.
Setelah intan menjawab telponya Bu rita dia merapikan ruangan lesnya setelah membersihkan dia masuk ke rumah dan membersih diri, tepat pukul 7 malam dia ke dapur dan mulai masak makanan yang akan dia makan, setelah makan dia pun kembali ke kamarnya dan tidur.
Tiba ke esokan paginya dia mulai beraktivitas membersihkan rumah setelah membersihkan dia memasak setelah selesai masak dia pun menghidangkan masakannya di meja setelah selesai masak dia pun mandi sebelum makan, karna dia hanya tinggal sendiri intan hanya memakai celan pendek di rumah dan memakai tank top menampil body yang agak seksi di umurnya 18 tahun, pada saat dia akan makan tiba-tiba tiba bunyi bel depan rumah, intan pun kaget dan mencoba cek ke depan dan ternyata ada se sosok laki- laki dan memakai pakaian TNI berdiri depan pagar rumah Bu Feni, dia pun lari ke arah pagar dan bertanya
" Cari siapa yak pak" tanyaku pada orang tersebut karna aku tidak tandai wajahnya
" Saya om Bayu tan" ucap orang tersebut
Aku pun langsung ingat om Bayu papa flora
" E iya om maaf intan tidak kenal" ucapku sambil membuka pagar untuk om Bram, setelah membuka pagar ok Bram masuk aku pun menutup kembali pagar dan aku menuju ke dalam rumah, setelah sampe di teras aku mengajak om Bram untuk masuk
"om bram silakan masuk" ucapku sambil berjalan masuk ke rumah
" Kok sepi rumah" ucap om bram pas sudah masuk kedalam rumah dan menarok tasnya di ruang tamu,
" Bapak sama ibu ke Jakarta om urus pindahan kak Rini" ucapku
" Kalo flora mana tan" ucap om bram
" Sudah di jemput sama ipar om kemarin" ucapku
" Wah berarti saya terlambat datang" ucap bram
" jadi kamu tinggal sendiri yah" ucap om bram lanjut bicara
" Iya om, mari makan om intan habis masak" ucapku pada om Bram
" Iya kamu sudah makan" ucap om bram
" Belum om baru tadi mau makan" ucapku
" Baiklah ayo kita makan sama- sama" ajak om bram
Merekapun berjalan menuju ke meja makan setelah sampe di meja makan intan mengambil piring dan melayani om bram, bram yang merasa di layani seperti punya istri tersenyum setelah hampir 4 tahun dia di tinggalkan istrinya meninggal saat melahirkan buah hati mereka yang kedua.
Setelah intan memuatkan makan pada piring om Bram dia berencana makan di belakang karna tidak enak makan sama om bram di atas meja, Bram yang melihat intan akan makan di belakang dia menahan intan
" Mau makan dimana tan makan disini saja sama saya" ucap om bram pada intan mereka pun makan bersama dia ruang makan setelah makan om Bram kembali ke ruang tamu dan intan ke dapur membawah piring kotor dan membuatkan kopi untuk om bram setelah membuat kopi intan membawahkan ke ruang tamu
"Om apa mau menginap" tanya inem
" Iya tan rencana saya mau menginap disini tapi karna ada kamu aja, nanti saya nginap di luar" ucap om bram
" Nda usah om intan bersihkan kamar tamu dulu" ucaku kepada om bram karna meresah bersalah jika mengusir om Bram karna kelihatannya om Bram yang kecapean dari raut wajahnya.
Anda Mungkin Juga Suka





