Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO

HASRAT TERLARANG GIGOLO

Demi menghidupi tiga adik dan ibu yang sakit jiwa, Bagaskara nekad menjadi pria sewaan di usia 20 tahun. Pemuda ini terjebak dalam tawaran fantastis Arta Syakila, wanita kaya berumur 27 tahun yang bersedia membayar 500 juta hanya untuk satu malam. Meski Arta memiliki segalanya, alasan di balik keputusannya menyewa gigolo tetap misterius. Akankah Bagas bisa kembali hidup tenang, atau justru terjerat selamanya dalam rahasia kelam kehidupan sang miliarder?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Saya membutuhkan banyak uang dalam waktu yang singkat. Dan ... hanya dengan cara menjadi seorang gigolo saya bisa mendapatkan uang tersebut."

Jawaban Bagas membuat Arta yang kelelahan itu beringsut dari posisinya dan menjadikan lengan Bagas sebagai bantalan kepalanya. Bahkan, wanita itu mendongakkan wajahnya dan menatap pada wajah tampan Bagas.

"Sudah berada lama kamu menjadi seorang lelaki bayaran?" tanya Arta lagi sembari mengusap dada Bagas dengan jemarinya yang halus.

Sudut bibir Bagas tersungging mendengarnya. "Belum sampai satu bulan, dan Nona Arta adalah pelanggan saya yang ke lima."

Mendengar jawaban pemuda tampan yang sedang berada di dalam dekapannya, Arta seolah tak percaya. Benarkah pemuda yang sudah profesional melakukan pekerjaannya itu belum lama menjadi seorang pemuas?

"Benarkah?"

"Hmmm ... belum lama, jadi maaf jika Nona tidak puas dengan pelayananku." Bagas kembali menjawab. Dada pemuda tampan itu masih naik turun tak beraturan sejak tadi.

"Kenapa memilih pekerjaan ini? Ah ... maksudku, apa kamu punya kesulitan sampai harus memilih jalan seperti ini?"

Arta kembali bertanya, ia seolah sedang berusaha untuk mengorek latar belakang dan kehidupan Bagas.

"Saya rasa, saya tidak perlu menjawab pertanyaan Nona yang satu ini," ucap Bagas dengan datar.

Ucapan Bagas membuat Arta kembali terdiam.

Keadaan di dalam ruangan yang cukup luas itu pun menjadi hening. Bagas dan Arta sama-sama diam, tidak berbicara sepatah kata pun lagi.

Hingga beberapa saat kemudian, Arta kembali berbicara. "Sisa pembayarannya akan kuberikan besok pagi."

"Hmm ...." Respon Bagas. "Oiya, Nona. Beberapa kali saya melakukan hubungan intim, tetapi hanya bersama Nona saya tidak menggunakan pengaman. Bagaimana jika No-"

"Aku ngantuk," ucap Arta. Dengan sengaja, perempuan itu memotong kalimat Bagas.

Mendengar ucapan Arta, Bagas menghela napas pelan. Pemuda itu pun mengurungkan kalimatnya.

'Terserahlah ....' batin Bagas.

"Ya sudah jika mengantuk, kita tidur sekarang," kata Bagas.

Pemuda itu mencium kening Arta dengan lembut dan mengusap rambutnya sebelum memejamkan mata. Setelahnya, ia memeluk punggung Arta dan menempelkan wajah wanita itu pada dada bidangnya.

Jam menunjukkan pada pukul 05:12 pagi, Bagas yang tertidur lelap sembari mendekap hangat tubuh polos Arta di balik selimut tebal itu tiba-tiba terbangun lantaran nendengar dering panggilan pada ponselnya.

Telapak tangan pemuda tampan itu meraba-raba sisi atas ranjang tempatnya dan pelanggannya menghabiskan malam bersama.

Setelah mendapatkan ponselnya, Bagas pun menggeser tombol hijau di layar ponsel itu dan menempelkan ponsel itu ke telinganya.

"[Hallo, Vi. Ada apa?]" tanya Bagas pada seseorang yang menghubunginya.

"[....]"

"[Di rumah temen,]" jawab Bagas. Tampak, jika ia sedang berdusta pada orang yang berada diseberang telepon.

"[....]"

"[Kenapa?]" tanya Bagas. Keningnya berkerut, bahkan tubuhnya langsung beringsut dari posisinya berbaring.

"[....]"

"[Apa? Ya ... Mas pulang sekarang!]" pekik Bagas dengan wajahnya yang berubah panik.

Pemuda itu langsung turun dari atas ranjang kamar itu dan melangkah menuju kamar mandi. Tanpa membersihkan diri, Bagas memakai pakaiannya dan hendak pergi dari hotel tersebut tanpa menyelesaikan pekerjaannya dan Arta.

"Mau kemana?" tanya Arta pada Bagas yang kini sudah berdiri di depan pintu kamar.

Rupanya pekikan Bagas telah mengusik tidur Arta. Membuat wanita cantik bertubuh elok dan seksi itu membuka mata.

"Saya ada urusan mendesak, Nona. Jadi saya harus pergi sekarang juga," jawab Bagas dengan wajahnya terlihat cemas.

"Sisa bayaran 'mu bagaimana?" tanya Arta. Wanita itu bertanya sembari beringsut dari posisinya dan menatap pada Bagas dengan wajahnya yang terlihat begitu sayu.

Arta yang di gempur habis-habisan oleh Bagas semalam, ternyata benar-benar kelelahan.

"Nanti saja, Nona. Kita bertemu kembali setelah urusan saya selesai. Sekarang saya harus pergi, keadaan saya benar-benar sedang mendesak," jawab Bagas. "Saya permisi dulu, Nona. Silahkan lanjutkan istirahatnya, maaf jika saya telah mengusik tidur Nona pagi ini."

Sebelum pergi, Bagas menyempatkan diri untuk meminta maaf pada Arta. Lalu setelahnya, ia keluar dari kamar itu dengan tergesa-gesa dan pergi meninggalkan area hotel bintang 5 tersebut.

Sepeninggalan Bagas, Arta tidak melanjutkan tidurnya. Wanita itu kini duduk termenung dengan tubuh polosnya yang bersandar pada kepala ranjang.

Kamar hotel itu telah menjadi saksi bisu pergumulan ilegal yang telah ia dan lelaki bayarannya lakukan semalaman.

"Kita lihat saja nanti, akan aku tunjukkan siapa yang tidak berguna di sini. Aku atau kalian!" Arta berbicara sendirian, sorot matanya menunjukkan ketidaksenangan dan juga kebencian.

"Akan kubalas semua penghinaan yang telah kalian berikan padaku selama ini!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, Alesha Devandra mengalami tragedi kelam saat Reiner yang sedang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Alesha yang trauma memilih kabur ke desa, namun ia justru mendapati dirinya hamil. Kini ia terjepit antara menuntut tanggung jawab pada Reiner yang mungkin lupa, atau membesarkan bayinya sendirian di tengah cibiran. Akankah Reiner mengakui darah dagingnya saat rahasia ini terungkap?
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel Forced Marriage
9.2
Joan Arkan Rivenno, CEO sukses yang jatuh hati pada pandangan pertama, dijodohkan dengan aktris jelita Liza Nathalia Hope. Sayangnya, Liza menolak karena menganggap Joan hanya kakak dan ia sudah memiliki kekasih. Meski Liza terang-terangan menentang, obsesi Joan justru makin menguat. Suatu malam, Joan melakukan tindakan nekat yang merenggut kesucian Liza hingga ia hamil. Pernikahan paksa pun terjadi, meski hati Liza penuh dengan penolakan dan rasa benci.
Sampul Novel Gadis Simpanan yang Melahirkan Anakku
8.1
Demi membiayai pengobatan ayahnya yang kritis, seorang gadis polos terpaksa menjadi wanita simpanan bagi CEO berkuasa di Amerika. Sang miliarder tidak hanya menginginkan kepuasan, namun juga menuntutnya melahirkan ahli waris karena istrinya mandul. Terjebak dalam kemewahan yang penuh rahasia kelam, ia kini menghadapi konflik batin yang hebat. Ia harus memilih antara mempertahankan harga diri atau mengikuti benih cinta yang mulai tumbuh di situasi yang salah.
Sampul Novel Jaring Kebohongan Suami Miliarderku
9.6
Sebagai istri miliarder teknologi bernama Kian, aku adalah penenang jiwanya. Namun, ia justru memberikan dana medis adikku kepada selingkuhannya demi suaka kucing. Saat kecelakaan tragis merenggut nyawa adikku, Kian membiarkanku terluka demi wanita itu. Puncak pengkhianatan terungkap saat aku ingin bercerai; pernikahan kami ternyata palsu dan penuh tipu daya. Kini, aku menghubungi pria dari masa laluku untuk membalas dendam dan menghancurkan kerajaan Kian.
Sampul Novel Jodoh Pengganti
7.9
Shanaya menderita akibat perlakuan buruk keluarga kandungnya. Dianggap bak pembantu oleh ayah dan ibu tirinya, ia dipaksa menggantikan sang adik untuk menikahi putra keluarga Hartono. Sang adik menolak lamaran itu karena rumor mengerikan tentang sifat calon mempelai pria yang dikenal sangat kejam dan dingin. Tanpa pilihan, Shanaya harus menghadapi takdir baru yang penuh misteri. Akankah ia bertahan menghadapi pria yang ditakuti tersebut di dalam pernikahannya?