
Hasrat Poligami
Bab 2
Pagi hari Farhan telah bersiap menuju ke tempat pelatihan setelah menyelesaikan sarapannya. Ia mengecup kening Salma saat akan meninggalkan rumah Sofia.
Untuk menutupi kebohongannya, Farhan menggunakan taksi menuju hotel tempat ia menghabiskan waktu bersama istri mudanya.
Saat berada dalam taksi, sebuah pesan dari Sofia masuk ke ponselnya.
[Tunggu Aku ya sayang, love you]
Farhan segera membalas pesan itu
[Love you too honey] disertai dengan emotikon hati. Hati Farhan bahagia. Selain liburan, ia pun dapat bertemu dengan istri mudanya.
Sofia tak ingin membuat Salma curiga, ia memilih berangkat ke kantor satu jam kemudian. Sofia membawa mobilnya menuju hotel yang telah ia booking sebelumnya.
Farhan tak ingin Sofia cemburu melihat kemesraannya dengan Salma, untuk itulah Farhan memenuhi keinginan Sofia agar bertemu di hotel.
Keduanya meluapkan kerinduannya setelah tiga bulan tak bertemu. Sofia memesan hotel itu selama 2 hari. Pagi hingga sore keduanya menghabiskan waktu bersama.
Sore hari keduanya pulang bersama, senyum bahagia menghiasi wajah keduanya. Farhan memilih berjalan kaki 200 m dari rumah Sofia, sementara Sofia memutuskan untuk ke supermarket untuk berbelanja kebutuhan rumahnya.
Sofia masuk ke rumahnya dengan membawa tas belanja yang penuh dengan es krim dan jajanan untuk menyenangkan hati anak kakak madunya.
"Sasa, Sisi, sini, Nak! Tante bawa es krim nih buat kalian."
Sasa dan Sisi segera menghampiri Sofia yang tengah duduk di rumah tamu rumahnya.
Kedua gadis kecil itu lalu makan es krim sembari menonton kartun gundul kembar dari negeri Jiran.
****
Salma tak pernah curiga dengan sikap baik Sofia, ia telah mengetahui tentang Sofia sebelumnya. Dahulu, Sofia adalah tetangga Farhan di Semarang, keluarga Farhan pun telah menganggap Sofia bagai anak mereka sendiri.
Sofia kecil seringkali bermain di rumah Farhan, orangtua Sofia pun seringkali menitipkan Sofia pada keluarga Farhan. Bahkan ibu Farhan menitipkan lunpia sebagai oleh- oleh untuk Sofia.
Setiap Lebaran, keluarga Sofia pun mudik ke Semarang tak lupa mereka pun berkunjung ke rumah orang tua Farhan. Akan tetapi, tiap kali Sofia berkunjung, Farhan dan Salma seringkali tidak bertemu karena keluarga kecil itu mudik ke Solo sebelum lebaran.
Saat SMU, Sofia pindah ke Jakarta mengikuti orang tuanya yang dimutasi kesana. Ia kini telah menjadi dosen di suatu kampus swasta setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya, suaminya meninggal dalam kecelakaan pesawat setahun yang lalu. Kala itu Rania, putrinya tengah berusia tiga tahun saat papanya meninggal.
Dalam suatu pelatihan yang diadakan di Jakarta setahun yang lalu, Sofia bertemu dengan Farhan. Keduanya seolah reuni. Keakraban keduanya tak berkurang meski keduanya telah berkeluarga.
Setelah pelatihan sore itu, Sofia dan Farhan menikmati senja di salah satu kafe. Sembari menikmati kopi disertai alunan musik, Sofia mencurahkan isi hatinya mengenai kehidupan rumah tangganya pada teman kecilnya itu.
"Aku sedih, Han, Mas Ryan meninggal kecelakaan, Rania masih kecil, Aku stres Han," keluh Sofia pada Farhan, ia menangis tersedu-sedu, punggung Sofia berguncang, iFarhan yang tak tega melihat hal itu, memeluk Sofia.
"Aku kesepian Han, enggak punya sandaran hidup," atauir mata Sofia terus bercucuran
"Sabar ya Sof, sabar."
"Kamu harus kuat demi Rania!"
"Kamu boleh curhat sama Aku kalau Kamu butuh temen curhat."
Farhan lalu memeluk Sofia. Memberikan kekuatan pada teman kecilnya itu.
Saat itulah Sofia yang kesepian karena telah setahun menjanda merasa mendapatkan teman berbagi yang nyaman.
Berawal dari pelatihan itulah, keduanya semakin dekat. Sofia seringkali mengirimkan pesan dan menelepon Farhan untuk curhat.
Pembawaan Farhan yang tenang dan komunikatif membuat Sofia semakin menemukan kenyamanan dalam suatu hubungan. Keduanya pun seringkali bertemu secara diam-diam.
Bertemu dengan Farhan seolah membangkitkan kembali kenangan keduanya saat masih bersekolah, Farhan yang humoris mampu membuat Sofia tak lagi berduka, gelak tawa muncul diantara keduanya.
"Kamu tuh ya dulu ingusan, Ya Allah sekarang, duh beda banget sih," ucap Sofia kala pertama bertemu.
"Makin jelek atau makin ganteng nih?"
"Kira- kira? menurutmu?"
"Makin tampan ya, pastinya, Farhan gitu," ucap Farhan dengan bangganya.
"Narsis narsis," olok Sofia.
"Iya sih, memang sekarang makin tampan ... tampan banget sih,"batin Sofia mengakui hal itu.
Farhan selalu beralasan pergi pelatihan keluar kota pada keluarganya demi meluapkan rindunya pada Sofia.
Akhir pekan di awal bulan adalah waktu yang ditunggu keluarga Farhan untuk refreshing, tapi rencana itu terpaksa gagal, karena Farhan memilih mengikuti pelatihan di kota Yogyakarta.
Pelatihan adalah alasan Farhan untuk menutupi kebohongannya. Ia berangkat ke Yogyakarta untuk menghabiskan waktu berdua bersama Sofia.
Keduanya bertemu di salah satu hotel di sekitar Malioboro. Layaknya anak muda yang tengah kasmaran, Farhan memperlakukan Sofia bagai kekasih hatinya.
Keduanya makan malam dalam suasana romantis di suatu restoran ditemani malam bertabur bintang.
Malam itu Farhan melamar Sofia untuk menjadi istrinya. Sofia yang mengetahui Farhan telah berkeluarga rela meski menjadi istri kedua Farhan.
"Sof, maukah kau menikah denganku?"
"Meski menjadi yang kedua, tapi Aku tetap mencintaimu."
Lamaran itu tentu saja membuat Sofia bahagia. Menikah dengan Farhan adalah impiannya setelah menjanda. Sofia menerima lamaran Farhan saat itu juga.
Setelah Sofia menerima lamaran itu, Farhan lalu memberikan cincin emas dan memasangkan cincin itu di jari Sofia. Setelah terpasang, Farhan mencium tangan Sofia.
Sofia merasa menjadi wanita paling bahagia. Keduanya lalu berpelukan, Farhan mencium kening Sofia.
Senyum bahagia menghiasi bibir keduanya. Farhan dan Sofia tak sabar menyambut hari bahagia itu. Sepanjang perjalanan pulang ke hotel, Farhan tak melepaskan genggaman tangannya pada Sofia.
Farhan yang menginginkan menikah lagi demi mendapatkan anak laki-laki serta Sofia yang menginginkan suami membuat keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan yang serius.
Dua bulan setelah lamaran itu, Farhan dan Sofia melangsungkan pernikahan yang dilakukan secara agama, profesi keduanya yang berlatar belakang aparat negara tidak memperkenankan keduanya menikah kantor.
Sofia akhirnya mengakhiri masa jandanya selama setahun terakhir dengan menerima pinangan dari Farhan.
Bukan hanya Sofia yang merasa bahagia karena impiannya menikah dengan Farhan terwujud. Rania, putri Sofia pun sangat senang karena ia memiliki ayah. Bahkan Rania sangat manja pada Farhan. Rania yang haus akan kasih sayang seorang ayah langsung akrab dengan Farhan.
Keluarga Farhan merahasiakan hal ini dari Salma. Kedua orangtua Sofia sangat senang karena Farhan menjadi anak menantu mereka. Bahkan orang tua Sofia dan Farhan mendukung pernikahan ini karena semakin mempererat jalinan persahabatan antar dua keluarga.
Papa Sofia pun percaya Farhan dapat membahagiakan Sofia.
Meski pernikahannya tercatat sah secara agama, tapi keluarga Sofia tetap mengadakan resepsi mewah untuk putri mereka Sofia. Resepsi itu digelar secara tertutup di hotel bintang lima, hanya dihadiri oleh keluarga terdekat mereka, mengingat ini adalah pernikahan kedua bagi kedua mempelai.
"Terima kasih Sayang, sudah memilihku menjadi istrimu," ucap Sofia mesra saat keduanya tengah berada di pelaminan.
Farhan pun mengecup tangan Sofia berkali-kali. Keinginan Farhan untuk menikah lagi akhirnya terwujud. Bersama Sofia, Farhan merasa jatuh cinta lagi.
Seusai resepsi, keduanya melanjutkan acara bulan madu ke Pulau Bali. Sofia sangat menyukai pantai, untuk itulah ia memilih Bali karena memiliki banyak pantai. Pasangan baru itu memilih salah satu resort yang berada di pinggir pantai.
Farhan berharap sepulang berbulan madu, Sofia dapat hamil anak laki-laki sebagai penerus di keluarganya.
Farhan menyimpan rapat-rapat rahasia mengenai pernikahan keduanya ini dari Salma.
Anda Mungkin Juga Suka





