Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Luar Nona Muda

Hasrat Luar Nona Muda

Kecewa karena dikhianati kekasihnya, Floretta Shopia Copper yang sedang mabuk nekat menyerahkan kehormatannya kepada pengawal pribadinya, Jeff Nickolas Edmund. Meski Nick telah memperingatkan konsekuensinya, Shopia tetap teguh pada keputusannya demi mencari pengalaman pertama yang tak terlupakan. Namun, di balik kepatuhan sang bodyguard, tersimpan niat tersembunyi yang mengincar Shopia dan orang tuanya tanpa disadari oleh sang nona muda tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Melihat tak ada lagi keraguan di wajah nona muda, Nick bangkit. Dengan hati-hati kedua tangannya meraih tubuh Shopia dan membawanya ke kamar.

Langkah kaki panjang Nick memasuki kamar Shopia yang begitu indah. Kamar besar itu sudah didekorasi sedemikian rupa sehingga menyerupai kamar pengantin.

Sebenarnya, Shopia menyiapkan semua itu untuk kekasihnya sebagai kejutan ulang tahun. Akan tetapi sangat disayang semuanya berantakan. Rencana yang begitu indah mulanya, malah menjadi nestapa dalam yang tak diinginkan.

Hati-hati Nick meletakan tubuh molek Shopia di atas ranjang penuh kelopak mawar merah. Aroma terapi yang memenuhi ruangan semakin mendukung suasana semakin romantis.

“Nona, persiapkan dirimu. Sebab, aku tidak akan mundur lagi,” ucap Nick dengan suara mendalam yang tertahan.

“Aku akan memberikan pengalam pertama yang menakjubkan untuk Nona,” sambungnya seraya memangkas jarak hingga Shopia bisa merasakan hembusan napas pria itu. Hangat menerpa kulit wajah.

“Aku baru tahu ternyata kamu banyak berbicara ketika ingin berciinta. Apa itu termasuk ritual,” balas Shopia berusaha tenang. Padahal, jantungnya sudah ingin meledak.

Tatapan Nick semakin tajam dan menuntut. Ibu jarinya membelai lembut bibir ranum Shopia.

“Pasti rasanya sangat manis.” Nick tersenyum kecil. “Sebuah penghargaan bisa menyentuh bibir indah tukang perintah ini.” Senyuman kecil berubah menjadi kekehan. Wajahnya terlihat begitu tampan ketika tertawa.

‘Sial kenapa Nick bisa setampan itu? atau aku yang bodoh tak menyadari ketampannya selama ini,’ batin Shopia memperhatikan wajah berkharisma bodyguard-nya.

Padahal dia sendiri yang memilih Nick karena pandai berkelahi dan tampan tentunya. Mungkin saking seringnya bertemu, jadi lupa kalau pria itu tampan.

“Apa ada yang salah dengan wajahku, Nona?” tanya Nick.

“Tidak.” Dahi Shopia berkerut, bingung.

“Lalu, kenapa Nona menatap wajahku terus?”

“Kamu … tanpan.” Shopia berbicara sangat pelan.

“Nona bicara apa?” Bohong kalau Nick tidak mendengar apa yang Shopia katakan. Jarak mereka sangat dekat, hanya saja Nick ingin memastikan apa pendengarannya masih berfungsi dengan baik.

“Kamu tampan saat tertawa,” ulang Shopia memperjelas suaranya.

“Nona juga sangat cantik.” Nick langsung meraih tengkuk Shopia dan menyambar bibir wanita itu. Mulai bergerak perlahan mengekspos bibir sang nona. Menyesap dan menghisap tanpa ragu dengan mata terpejam.

“Emm.” Shopia melenguh pelan menikmati sesapan Nick yang lembut. Semakin terasa nikmat, ketika bibir pria itu kering sekarang masuk dan menari-nari di dalam rongga mulut.

Bukan hanya lidah yang beraksi. Tangan Nick pun sudah bertengger di salah satu dada sintal Shopia. Jemari-jemari panjang itu meremas bongkahan kenyal dengan lembut. Tak berani meremas lebih kuat lagi, teringat luka-luka yang baru saja dionatinya.

Beruntung bagian puncak payudara itu tak terluka. Warna merah mudanya yang sempat Nick intip sekilas, membuatnya gemas. Tanpa permisi jemari menyelinap ke dalam lingerie. Memainkan puncak dada sambil membayangkan bentuknya tadi.

Ibu jari dan telunjuk mengapit bulatan merah muda yang perlahan mengetat. Dengan gerakan tak beraturan Nick memilin dan memutar-mutar puncak dada Shopia.

“Emm…” lenguhan Shopia tertahan ciuman yang kian memanas. Debaran jantung entah sudah seperti apa cepatnya. Memompa aliran darah dengan cepat hingga sekujur tubuh Shopia terasa panas. Bagian bahasanya pun sampai berkedut dan terasa lembab.

Nick melepaskan ciumannya, menatap wajah Shopia yang memerah akibat sentuhan nikmat yang ia berikan.

“Nick… Ah… ge-li,” desah Shopia membuat Nick semakin bersemangat.

Pria berperawakan tinggi kekar itu kembali beraksi. Mengecup dan menjilati leher dan bahu wanita di bawahnya.

“Nick… Ah….” Belaian memutar pada puncak dada, kecupan serta gigitan kecil di leher semakin menimbulkan rasa asing yang begitu membahagiakan. Seumur hidupnya, Shopia belum pernah merasakan rasa aneh dan asing itu.

“Aku takut menyentuh luka Nona. Katakan jika aku menyakiti, Nona,” pinta Nick.

Shopia mengangguk lemah. Luka yang semula linu dan sakit tiba-tiba tidak ada apa-apanya dibanding rasa nikmat yang bodyguard-nya ini berikan.

“Oh….” Tubuh Shopia melenting ketika puncak dadanya yang mengetat di hisap dengan lembut. Tanpa sadar jemari lentik Shopia menjambak rambut tebal Nick.

Sambil memperhatikan wajah Shopia yang terlihat sangat menikmati perlakuannya, Nick terus menjilati dan mengulum bulatan kecil berwarna merah muda itu.

Sementara bulatan kecil lainnya tidak ia biarkan, terus ia pilin-pilin hingga si pemiliknya merasa semakin menggila. Ia melakukannya bergantian berulang kali.

Perlahan jemari Nick turun, membelai lembut lembah surgawi yang masih tersekat kain tipis berwarna merah.

“Nick… Ah… itu… nik-mat.. ah…,” racau mulut cerewet itu. Nick tersenyum sesaat ternyata kecerewetan nonanya tak hilang meski dalam keadaan seperti ini.

“Uh… Nick….” Shopia merasa jemari Nick semakin tegas dibalik panty tipis.

“Nona bisa memainkan payudara nona sendiri jika ingin lebih nikmat lagi,” kata Nick seraya menuntut jemari Shopia menyentuh kedua bongkahan itu.

“Diputar-putar, Nona.”

Shopia menuruti perkataan lelaki di atasnya begitu saja. Lupa jika lelaki itu adalah bodyguardnya. Yang ia tatap kini adalah pria gagah yang begitu tampan.

“Bagus Nona seperti itu.” Nick kembali menyerang bibir Shopia. Jemarinya dengan cepat menarik turun kain tipis berbentuk segitiga hingga sebatas setengah paha.

“Ah!” pekik Shopia ketika jemari tengah Nick menerobos celah tersegelnya.

“Sakit? Apa aku menyentuh luka Nona?” tanya Nick sebelum menggerakan jemarinya.

Shopia menggeleng. Nick merasa tenang.

“Buka yang lebar Nona. Agar aku tidak menyetuh luka Nona yang berada dekat pangkal paha.”

“Tidak bisa ada panty-ku.” Wanita itu masih saja manja.

Terpaksa Nick mengeluarkan jemarinya lagi. Melepaskan kain tipis dengan perlahan sambil memperhatikan celah berwarna merah muda yang terlihat menggemaskan.

“Milik Anda sangat cantik, Nona,” puji Nick sambil membuka lebar kedua kaki Shopia.

Wajah Shopia sudah seperti kepiting rebus. Ia sangat malu miliknya dilihat secara terang-terangan.

Sementara Nick ingin sekali merasai celah cantik seperti buah peach itu. Namun, belum saatnya. Ia kembali pada posisinya, menindih tubuh sintal Shopia. Jari tengah kembali menerobos lembah surgawi sang wanita.

“Oh….” Lenguhan panjang berbarengan dengan jemari besar itu memasuki Shopia.

“Mainkan lagi payudara Anda, Nona.” Nick melahap lagi bibir ranum mungil dan penuh nonannya.

“Emm… mmp.” Desahan Shopia tertahan ciuman ganas Nick. Ia hampir gila mendapat serangan di setiap titik-tik sensitifnya.

Atas, tengah dan bawah semuanya membuat Shopia merasa melayang di udara.

“Ah… Nick… Oh… nik-mat.. Ahhh.” Ciuman mereka sudah terlepas. Nick ingin melihat wajah cantik sang nona yang sedang terbalut kabut gairah.

“Anda menyukainya, Nona?”

“Nikmat, Nick. Ohhh.”

Nick semakin mempercepat kocokannya. Pilinan di puncak payudara pun semakin kencang dan cepat.

“Nick ci-um a-ku,” pinta Shopia terbata-bata.

“Apa Anda ingin keluar, Nona?”

Menggeleng tak mengerti. “Aku tidak tahu. Tapi rasanya ada yang mendesak. Aku mau pipis.”

Nick sangat paham dengan kondisi Shopia yang akan mencapai pelepasan pertamanya. Segera, ia menuruti ke inginkan Shopia seraya mempercepat gerakan maju mundur pada milik Shopia.

Selang beberapa menit bibir bertaut, ciuman pun terlepas. Shopia mengerang dan mendesah, berusaha mengeluarkan sesuatu yang mendesak dirinya.

“Oh Nick. Ah! ah lebih cepat!” Suara itu memenuhi kamar bernuasa romantis.

Kini jemari Nick bukan hanya satu memenuhi lembah hangat Shopia. Ia memasukan dua jari dan mengocoknya sangat cepat. Berusaha melambungkan si pemilik lembah hingga ke nirwana.

“Oh! ah! Nick, nikmat,” desahan Shopia kian cepat. Jemari wanita itu tak lagi berada di payudaranya sendiri. Ia mencengkram punggung kekar Nick sebagai pelampiasan.

“Nick… Oh….” Tumpah sudah lahar hangat dari rahim seorang Floretta Shopia Copper. Cairan bening itu mengalir, membasahi dua jemari besar hingga mengalir ke pergelangan tangan.

Nick bisa merasakan dua jemarinya seolah terhisap ketika lembah nonanya berkedut. Pasti rasanya akan luar biasa jika miliknya yang merasai kedutan itu. Nick menjadi tidak sabar.

“Ini baru permulaan Nona. Aku akan memberikan lebih setelah ini,” seringai bodyguard tampan itu sambil menyeka peluh sang nona.

TBC.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Comeback With You
8.1
Terjebak utang dan perdagangan manusia di Nepal sejak SMP, Laluna bertransformasi menjadi kriminal tangguh demi bertahan hidup. Sepuluh tahun berlalu, gadis asal desa kecil di Indonesia ini memilih menjadi pencuri alih-alih pelacur untuk membiayai keluarga dan menyelamatkan teman-temannya. Takdir mempertemukannya dengan tentara Indonesia yang menyamar dalam misi penyelamatan budak. Bersama, mereka berjuang melawan sindikat kejam demi pulang ke tanah air.
Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Darah Sang Mafia
8.9
Dastan, sang pembunuh berjuluk The Black Wings, terpaksa menampung Dara di kediamannya sebagai jaminan utang. Meski awalnya membenci Dara karena dianggap wanita simpanan ayahnya, Dastan mulai luluh setelah kebenaran terungkap. Dara tetap mencintai Dastan walau sering diperlakukan kasar. Di tengah ancaman maut dan dunia mafia yang kelam, mampukah Dara membawa Dastan menuju cahaya, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya dalam kegelapan?
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
7.9
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa. Di dunia modern yang penuh dengan perebutan kekuasaan, ia memegang kendali mutlak atas hidup dan mati seseorang. Tidak peduli seberapa kaya atau berkuasanya seseorang hingga mampu menyaingi sebuah negara, kesombongan mereka tidak akan berarti di hadapan Ewan. Dengan kemampuan medis luar biasa dan aksi yang mematikan, ia bisa menjadi penyelamat nyawa sekaligus pencabut nyawa bagi siapa saja yang berani menentang otoritasnya.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Suamiku, Wakil Bos Mafia, mencampakkanku karena aku divonis mandul. Ia membawa ibu pengganti ke rumah dan memperlakukannya bak kekasih, mengkhianati janji suci kami. Puncaknya, ia membiarkanku terluka parah demi melindungi wanita itu. Di dunia kelam ini, seorang istri mustahil bercerai secara normal. Maka, aku merancang skenario kematianku sendiri untuk menghancurkan hidupnya, membiarkannya membusuk di atas puing-puing kejayaan yang ia bangun.