Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Luar Nona Muda

Hasrat Luar Nona Muda

Kecewa karena dikhianati kekasihnya, Floretta Shopia Copper yang sedang mabuk nekat menyerahkan kehormatannya kepada pengawal pribadinya, Jeff Nickolas Edmund. Meski Nick telah memperingatkan konsekuensinya, Shopia tetap teguh pada keputusannya demi mencari pengalaman pertama yang tak terlupakan. Namun, di balik kepatuhan sang bodyguard, tersimpan niat tersembunyi yang mengincar Shopia dan orang tuanya tanpa disadari oleh sang nona muda tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sambil terus membelai wajah dan menyingkirkan anak rambut yang menjulur di wajah sang wanita. Nick memberi ruang untuk nonanya mengatur napas.

Wanita di bawah Nick tersenyum-senyum sambil memejamkan mata merasakan kebahagiaan yang luar biasa.Sungguh pengalaman pertama yang Nick berikan begitu nikmat.

“Bagaimana apa Nona menyukainya?” tanya Nick masih pada posisi awal.

Perlahan Shopia membuka mata, kepalanya mengangguk sambil menatap Nick tanpa penyesalan.

“Luar biasa,” jawab wanita itu tak malu-malu.

“Ini baru seperempat dari rasa aslinya,” bisik Nick membuat Shopia semakin penasaran.

“Bisa lebih nikmat dari ini?” Shopia bertanya dengan takjub, matanya membesar seperti anak kecil ditawarkan mainan, terlihat sangat antusias.

Nick mengangguk, “tentu, tapi untuk wanita seperti Nona yang belum pernah berciinta sama sekali, akan ada rasa nyeri yang cukup mengganggu. Tapi hanya sementara ketika di awal saja. Lalu setelah milik Nona sudah dapat beradaptasi denganku, rasa nyerinya perlahan menghilang dan akan tergantikan dengan kenikmatan yang dahsyat.” Milik Nick berdenyut membayangkan ia di dalam milik nonanya yang cantik dan berwarna peach itu.

“Aku mau itu.”

“Apapun yang Nona minta aku akan berusaha memenuhinya.” Nick kembali memagut mulut cerewet sang nona. Siapa sangka wanita dua puluh tiga tahun yang ia jaga lebih dari setahun itu memberikan kesuciannya pada dirinya sebagai penghargaan.

Shopia melepaskan diri dari sesapan bodyguard-nya. “Apa kamu sering melakukan ini?” tanya Shopia penasaran. Sebab Nick terlihat sangat mahir dan berpengalaman.

“Hanya pernah dengan beberapa wanita saja Nona. Itupun sudah lebih dari setahun tak pernah menyentuh wanita lagi. Mungkin nanti sensasinya akan sama seperti pertama kali. Apalagi melakukannya bersama Nona pasti lebih indah dari pengalaman pertama.” Jawaban Nick membuat si pelempar pertanyaan melambung.

Shopia gugup, bola matanya menatap ke segala arah. Salah tingkah seperti remaja baru jatuh cinta.

Ingin rasanya mencumbu wajah menggemas itu lagi, tetapi Nick tak langsung melakukannya. Pria itu bangkit dari atas tubuh Shopia. Berdiri di samping ranjang yang kelopak bunganya sudah berantakan hingga berserakan di lantai.

Dari tempat Nick berdiri ia dapat dengan jelas memperhatikan tubuh nonanya yang nyaris telanjang. Lingerie tipis yang beberapa bagian telah sobek. Semakin diperparah karena perbuatannya tadi, menyibak lingerie itu di bagian dada hingga bongkahan besar menantang itu menyembul dengan bebas. Dan, kain tipis berbentuk segitigapun sudah ia lepas dan lempar entah kemana.

Sambil terus menikmati pemandangan luar biasa itu, Nick perlahan melucuti pakaiannya. Kancing-kancing di kemeja safarinya satu demi satu ia lepas kaitannya.

“Buka kaki Nona lebih lebar lagi,” pinta Nick yang langsung di turuti Shopia.

Sejujurnya Shopia sangat malu. Namun, entah mengapa menjadi penurut jika Nick yang meminta. Lagi pula Shopia sangat percaya dengan bodyguardnya. Yakin jika Nick yang jarang berbicara dan selalu menjaganya, tidak akan mengungkap pose memalukannya saat ini.

Celah surgawi terpampang nyata di depan mata Nick. Kepala pria itu sampai tak sadar menengleng takjub memperhatikan bentuk indah milik Shopia. Sambil terus melepas kancing-kancing di kemejanya. Nick mengagumi celah sempit itu.

“Kamu terlihat menyukainya,” kata Shopia dengan canggung, wajahnya kembali memerah seperti udang rebus.

“Sangat Nona, terlihat segar dan nikmat. Pasti Anda merawatnya dengan baik. Seperti buah peach segar.” Saat menjawab Nick tak berpaling dari milik Shopia.

Kemeja Nick terlepas, menampakan tubuh kekar penuh otot. Mata Shopia lekat memperhatikan. Padahal ini bukan kali pertama melihat Nick tak menggunakan pakaian. Biasanya tak terlalu menarik.

Namun, lain halnya dengan saat ini. Shopia merasa jika tubuh Nick lebih indah dari biasanya. Undakan otot yang mengkilap karena keringat terlihat begitu seksi.

“Aku baru menyadari ternyata tubuh kamu sangat seksi. Otot-otot di tubuhmu sangat pas dan tak berlebihan,” sanjung Shopia membuat Nick tersenyum.

Memang seperti itulah sifat Shopia, polos dan ceplas-ceplos. Wanita itu tak ragu-ragu dalam memuji.

Ting! Kepala gesper beradu dengan lantai granit apartemen Shopia. Manic mata Shopia memperhatikan jemari Nick yang menarik turun resleting celana safari berwarna navy.

Kain itu turun dari kaki panjang Nick. Tergeletak di bawah mata kaki. Menampakan kaki berotot dan berbulu.

“Mau dilepas sekarang atau nanti saja Nona?” tanya Nick sambil memegang karet pada celana dalamnya. Pria itu memang jarang menggunakan boker. Jika bekerja lebih sering hanya mengenakan celana dalam dan langsung celana kerja. Ia mengenakan boxer ketika tidur saja. Kadang itupun lupa.

Shopia tak segera menjawab, ia memperhatilan kain terakhir di bagian tubuh Nick dengan lekat. Shopia dapat melihat jelas, sesuatu yang besar memeta di kain kecil yang warnanya hampir menyerupai kulit Nick.

“Celana dalammu kekecilan. Memangnya nyaman memakai pakaian dalam sekecil itu?” Shopia malah bertanya membuat Nick terkekeh.

“Ini sangat pas dan nyaman dalam kondisi normal Nona. Anda yang membuat ini terasa sempit hingga milikku terbangun.”

“Kalau sempit lepaskan saja,” kata Shopia langsung di turuti Nick.

Shopia terperangah melihat pusat tubuh Nick yang sangat besar. Benda seperti tongkat itu terlihat sangat besar dan kekar. Ia sampai salah tingkah sendiri karena ini kali pertama melihat pusaka seorang pria secara langsung.

Nick kembali menaiki ranjang, berdiri menggunakan lututnya menghadap sang nona.

“Bagaimana milikku, Nona?”

“Emm, besar sekali.” Sial bisa-bisa Shopia segugup ini oleh bodyguardnya sendiri.

“Milikku memang lebih besar dari milik pria pada umumnya,” beri tahu Nick dengan bangga.

“Emm … mengagumkan,” jujur Shopia membuat Nick semakin bangga.

“Katakan itu setelah nona merasakannya.” Nick merayap, tubuhnya kembali mengungkuh tubuh molek Shopia dari atas.

“Kamu membuat aku salah tingkah. Jantung rasanya ingin meledak,” jujur Shopia, manja.

“Sama, Nona membuat jantungku berdetak sangat cepat. Berarti kita seri, Nona.” Nick kembali melumat bibir Shopia dengan agresif.

Perlahan Nick menjatuhkan tubuhnya, hingga kulit bertemu dengan kain lingerie yang entah sudah seperti apa bentuknya.

Nick menggesekan pusakanya di celah sempit yang akan menjadi sarung pedangnya itu.

“Emm,” lenguh Shopia yang merasakan geli di daerah intinya yang mulai berkedut hebat. Gesekan pelan itu menimbulkan percikan gairah yang meningkatkan libidonya. Partikel-partikel kecil dalam darahnya membawa arus listrik kepala.

Puas melumat bibir Shopia, Nick bangkit ia semakin menekan pedangnya dan terus menggesek.

“Ohhhh Nick.” Tubuh Shopia melengkung kembali merasakan ribuan nikmat pada dirinya.

Dada Shopia terangkat, Nick meraih puncak merah muda dada itu dengan jari-jarinya. Kembali memainkan dan menyentil-nyentil dengan lembut.

“Nick… ahhh Sstttt ohhhh emm.” Shopia menggigit bibirnya mencoba melampiaskan sesuatu yang menggulung dirinya.

Nick terus mengasah pedangnya sambil terus menikmati wajah cantik nonanya yang terselimuti gairah. Pria itu merasa Shopia jauh lebih cantik ketika sedang bergairah.

“Bibir Nona akan terluka kalau digigit seperti itu. Lepaskan saja suara Nona. Aku menyukainya, terdengar sangat indah.” Nick coba melepaskan bibir Shopia yang digigit sendiri cukup kuat.

“Ahhh emmm nik-mat sekali… ohhh Nick.” Shopia kembali menggigit bibirnya. Nick tarik lagi hingga terlepas. Dimasuknya ibu jari ke dalam mulut Shopia.

“Gigit ini jika Nona butuh pelampiasan.”

Shopia tak kuasa mengigit tangan yang selalu melindunginya itu. Ia masih ingat betul, tangan kekar itu pernah patah karena melindunginya. Jadilah, ia memilih menjilati dan menghisap tangan berotot itu.

Nick sedikit terkejut dengan dengan sikap nonanya. Hati menjadi senang melihat Shopia yang seakan tergila-gila padanya. Ia jadi lebigh bersemangat lagi, mengasah miliknya di bagian luar lembah surgawi Shopia.

Setelah beberapa menit bergerak, Nick menjauh. Ia kembali menyerang dada Shopia dengan hisapan dan gigitan-gigitan lembut.

Tak lama ia berada di dada Shopia, kecupannya menuruni perut dan lembah surgawi yang akan menjinakan miliknya segera.

“Nick lalukan sekarang,” pinta Shopia memelas. Ia sudah sangat tersiksa dengan hasrat liarnya sendiri.

“Belum, Nona. Masih ada yang ingin aku lakukan.” Nick menatap sejenak lembah bersih itu, ia yakin nonanya telah membersihkan dari bulu-bulu halus sebelumnya. Ya, meski pada awalnya diperuntukan untuk orang lain. Namun, pada akhirnya ia yang menikmati buah peach itu.

Lidah Nick menjulur cukup panjang, membelai inti Shopia dengan gerakan pelan dari bawah ke atas.

“Ahhh Nick ssttttt.” Lindah hangat Nick menimbulkan sensasi tersendiri pada tubuh Shopia. Wanita itu menggelinjang merasakan ombak kenikmatan yang ditimbulkan dari sentuhan-sentuhan sang bodyguard.

Nick mengulum daging kecil pada lembah Shopia setelah beberapa kali membelah lembah itu dengan lidahnya. Shopia semakin blingsatan dengan perbuatan Nick.

“NIck….” Jemari Shopia tenggelam pada rambut Nick yang lebat. Menjambak lembut sebagai pelampiasan.

Semakin lama, Nick semakin liar membuai inti tubuh nonanya. Maju-mundur menarik daging kecil dan menjilati seluruh bagian.

“Emm di situ iya… ohhh enak Nick….” Shopia paling suka ketika Nick menggigit-gigit.

Nick semakin lahap mencumbuii buah peach segar yang belum tersentuh siapapun. Dirinya lah pria pertama yang menikmati buah surga itu.

Suara kecapan dan sruputan berlomba dengan suara desahan di ruangan. Nick layaknya anjing kelaparan yang baru saja menemukan daging santapan.

“Ah!” pekik Shopia ketika lidah panjang Nick menusuk celah sempitnya.

Lidah itu merangsek masuk, menusuk dan mendorong-dorong sedalam mungkin.

“Ohhh Nick… emmm terus ahhh lebih cepat,” pinta Shopia yang merasakan dirinya telah terdesak. Sesatu dalam dirinya akan kembali meledak untuk kedua kalinya.

Nick terus memaju-mundurkan wajahnya, membuat lidah panjang dan lancipnya keluah masuk di liang kenikmatan Shopia. Semakin cepat dan terus semakin cepat.

“Ohh ah ah ah Nick emm Nick.” Racauan itu kian cepat seiringin kocokan lidah Nick yang keluar masuk.

Dicabut, tusuk, cabut, tusuk, gigit, cabut, tusuk lagi terus berulang sampai si pemilik lembah surga hampir gila. Partikel dalam tubuhnya memercik hingga bulu-kuduk merinding.

“Nick ohhhh.” Cairan kenikmatan kembali memuncrat dari liang sempit nona muda.

Shopia bisa mendengar suara sruputan cukup keras di bawah sana. Ternyata Nick tengah melahap cairan kenikmatannya dengan rakus.

“Benar-benar segar, Nona,” kata Nick setelah puas menghabisi cairan bening dari lembah itu. Jemarinya tengah menyusut sisa-sisa cairan di sudut bibir. Jemari yang digunakan untuk menyeka dimasukkannya kembali ke dalam mulut. Lalu, menarik keluar jarinya dari mulut sambil tersenyum lebar menatap Shopia.

Jiwa Shopia melambung di buatnya melihat hal itu. Kebahagiaan melihat ekpresi Nick sungguh tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Nick berbaring di samping Shopia. “Belum selesai Nona. Ini baru setengahnya,” bisik Nick lembut.

Shopia beringsut, tubuhnya dimiringkan menghadap Nick. “Kenapa semuanya terasa nikmat?”

“Maksudnya. Nona?”

“Jari, mulut juga milikmu itu semua sangat nikmat,” aku Shopia tanpa malu-malu.

“Aku berusaha memenuhi permintaan Nona mendapatkan pengalam pertama yang menakjubkan. Jadi aku melakukan yang terbaik secara bertahap.”

“Tapi ini jauh dari yang aku bayangkan. Sangat nikmat dari apa yang aku pikirkan.” Telunjuk Shopia bermain di dada liat Nick. Membentuk pola abstrak.

“Aku Senang Anda tak kecewa.”

“Aku sangat puas.”

Nick tersenyum melihat kepolosan nonanya. “Syukurlah kalau Nona puas. Lebih baik Nona beristirahat. Nona terlihat sangat kelelahan.”

Shopia menggeleng tak setuju. “Tidak! kamu yang bilang ini masih setengahnya.”

“Kita masih banyak waktu untuk melakuknnya Nona. Tubuh Nona yang kelelahan dan penuh luka itu sangat membutuhkan istirahat.”

Shopia menghela napas berat. “Kapan kita lanjutkan lagi?” tanya wanita itu dengan bibir mengerucut.

“Setelah luka-luka Nona sembuh.”

“Sampai kapan?”

“Beberapa hari, mungkin 4-5 hari.”

“Itu lama sekali, Nick,” protes Shopia.

“Kalau Nona sabar semua itu akan terbayar. Aku janji.”

Menghela napas kasar, “janji?”

Nick mengangguk sabar, bibirnya tersenyum dengan lembut. “Saat itu tiba, Nona harus dalam kondisi prima. Bersamaku memerlukan banyak energi.”

“Ck, kamu tidak malah membuatku tidak sabar.”

-tbc-

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kisah Sang Penguasa
9.4
Demi menyelamatkan ekonomi keluarga Vegas dan membalas budi Dimitri, Fugaku rela menikahi Vior dari klan Diningrat. Namun, pernikahan itu hanyalah jebakan kejam Vior untuk mencuri rahasia bisnis keluarganya. Di hari bahagia tersebut, Fugaku justru disiksa, diracun, hingga dibuang ke laut. Secara ajaib ia selamat dan bangkit menjadi bagian dari pasukan elite Celestial di Kota Kastiya. Kini, sang penyintas misterius ini memulai babak baru dalam hidupnya.
Sampul Novel Pembalasan Pada Keluarga Mantan Calon Suamiku
9.1
Azzalyn kini bangkit demi menuntut keadilan atas penderitaan dirinya dan sang ibu. Setelah kehilangan orang-orang tercinta akibat kekejaman musuhnya, rasa takutnya telah sirna dan berganti menjadi api dendam. Ia pun terkejut saat mengetahui bahwa ayahnya ternyata masih hidup, meski masa lalu kelam menyelimuti kenyataan itu. Di tengah badai masalah yang terus datang menghimpit, Azzalyn bertekad untuk bertahan dan membalas setiap perbuatan jahat mereka.
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Shua Xie adalah gadis dari dimensi lain yang terbangun di raga Putri Langit setelah tewas tertembak. Terlempar melintasi waktu, ia kini memikul beban sebagai Ratu segala Ratu. Takdir membawanya pada misi balas dendam demi merebut kembali haknya yang dirampas. Mengandalkan kecerdasan dan pengalaman, Shua menghadapi musuh penuh tipu muslihat. Ia bukan pahlawan suci; Shua berjuang menyelamatkan dunia yang tak menghargainya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel PESONA IBLIS MAFIA KEJAM
9.6
Meskipun berusaha keras menjauh dari dunia kriminal dengan melarikan diri dari sang ayah, darah mafia tetap mengalir deras di nadinya. Pria ini dikenal sangat dingin dan kejam, memiliki rupa menawan layaknya iblis Lucifer dengan gerak-gerik yang mematikan. Namun, watak keras dan berbahaya tersebut justru menjadi daya tarik yang tak tertahankan bagi para wanita serta orang-orang di sekelilingnya, menciptakan pesona gelap yang sangat memikat.
Sampul Novel Pesona Uncle Ji
8.9
Jimmy Hugo, seorang bos mafia yang sangat berpengaruh, terjerat dalam romansa rumit dengan Graziela. Sebagai putri mendiang sahabatnya, Graziela membawa warna baru dalam hidup Jimmy yang keras. Meski terpaut usia yang sangat jauh, keduanya harus menghadapi berbagai ancaman dari musuh-musuh berbahaya. Perjalanan cinta mereka menjadi perpaduan antara aksi menegangkan yang penuh risiko dan sisi romantis yang mendalam di tengah dunia gelap kriminalitas.
Sampul Novel Suamiku Nakal dan Liar
8.8
Dalam suasana kamar yang intim, Revi memanjakan suaminya dengan penuh gairah meski tubuhnya terasa lelah. Sambil berbaring santai di atas ranjang, sang suami membiarkan istrinya mengambil kendali penuh atas situasi tersebut. Revi dengan telaten memberikan rangsangan intens yang membangkitkan sensasi luar biasa. Meski sempat merasa kesulitan karena perbedaan ukuran yang kontras, usaha Revi tetap memberikan kepuasan mendalam bagi suaminya hingga desahan kenikmatan pun tak lagi terbendung.