Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Harakat Cinta

Harakat Cinta

Insiden di jalan raya menjadi awal takdir yang mempertemukan Jingga dengan Langit. Jingga adalah gadis tulus yang kerap menghadapi kemarahan ibunya, sementara Langit merupakan pemuda baik hati dari keluarga konglomerat yang akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Perjalanan asmara mereka tidaklah mudah, karena keduanya harus menghadapi berbagai ujian hidup yang rumit dan menguras emosi demi mempertahankan ikatan cinta yang telah terjalin kuat.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Eeemmm cantik juga," decit mami sambil berjalan melingkari Jingga dan melihat dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Ini anak Kamu, Sukma?" tanya mami.

Mami mengedipkan mata kepada para pengawalnya. Hal itu ditanggapi dengan cepat oleh para pengawalnya. Lalu para pengawal mami sigap untuk segera menangkap Jingga.

"Jangan pernah Kalian sentuh anakku!" teriak Bu Sukma.

Mami dan para pengawalnya tidak menghiraukan ancaman Bu Sukma. Bagi mereka, teriakan itu hanyalah dicitan kecil yang tidak berarti.

Salah satu pengawal menyergap Jingga dengan mencengkeram erat tangannya. Dipeganginya dengan sangat kuat supaya tidak lari. Jingga meronta dengan tenaga ekstra melawan pria gagah besar dan berotot kekar.

"Ada apa ini sebenarnya, Bu?" tanya Jingga sambil terus melawan dan berusaha melepaskan diri dari cengkraman pengawal mami.

"Hei, anak ingusan! Diam Kamu! Ibu Kamu ini adalah perempuan liar. Dia bekas wanita penghuni lokalisasi milikku," tukas mami dengan nada bicara yang tidak enak didengar.

Jingga terus menggerakkan tubuhnya agar bisa lepas dari jerat kasar preman pengawal mami.

"Sukma, jika Kamu tidak sanggup membayar hutangmu maka anakmu ini yang akan menjadi jaminan atau setidaknya DP. Dia punya barang berharga bernilai jual tinggi," ucap mami dengan gertakan tegas.

"Hutang apa lagi Mami? Semua sudah Saya lunasi," kata Bu Sukma datar.

"Kepergian Kamu tanpa ijin dari lokalisasiku itu adalah hutang terbesarmu padaku. Sampai kapan pun, Aku akan menagihnya," jelas mami seorang mucikari di rumah tempat maksiat.

"Pengawal! Bawa Jingga masuk ke mobil untuk ganti membayar hutang ibunya!" perintah Mami pada pengawalnya.

"Jangan Mami! Dia tidak tahu apa pun. Biarkan Saya yang akan menanggungnya sendiri," ujar Sukma Ibu Jingga.

"Ibu, ini kenapa Bu? Jingga mau diapakan? Tolong Jingga, Bu!" ronta Jingga.

"Diam Kamu! Kamu akan Saya bawa ke lokalisasi untuk melayani tamu-tamu Saya sebagai ganti rugi atas diri Ibu Kamu," ucap mami dengan binar mata melotot.

"Aku tidak mau!" jawab Jingga berani.

Mami memegang dagu Jingga dan mendongakkan ke atas sambil berkata , "Kamu tidak akan bisa menolaknya."

Mami segera memerintahkan pengawalnya untuk membawa Jingga masuk ke dalam mobil.

"Cepat bawa anak gadis itu ke mobil! Cepat!" perintah Mami.

Jingga meronta-ronta sambil terus berzikir di dalam hatinya. "Diam Kamu!" kata Mami

Jingga menghentakkan kepalanya hingga membuat mami kaget dan melepaskan dagu Jingga. Jingga meludah sebagai bentuk perlawanan.

"Kurang ajar!" hardik Mami sambil menampar pipi Jingga.

Jingga yang dari tadi mengawasi gerak gerik para pengawal Mami bisa mengambil celah untuk kabur. Jingga menginjak kaki orang yang mencengkram dirinya dan menendang kemaluannya sehingga tangan pengawal mami melepaskan Jingga. Jingga kemudian berlari sangat kencang. Nafasnya memburu untuk menghindari ancaman Mami. Terlalu pedih hidupnya jika terjebak oleh Mami lokalisasi. Jingga bertekad agar jangan sampai dirinya tertangkap dan jatuh ke lembah menjijikkan. Menghadapi ibunya saja membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Terkadang ingin menyerah tetapi nikmat Tuhan akan hidup jauh lebih indah dari segalanya.

"Lari yang jauh Jingga! Jangan pikirkan Ibu!" pekik Ibu Jingga yang meskipun galak dengannya tapi masih punya hati nurani.

"Dasar pengawal teledor!" ucap Mami marah dan pergi meninggalkan Sukma. Para Pengawal mami lari mengejar Jingga. Mami masuk mobilnya dan melajukan kendaraannya secepat mungkin. "Dasar anak ingusan! Bisa-bisanya meludahiku. Tunggu pembalasan dariku!" hardik Mami.

Jingga berlari kencang tanpa arah yang jelas. Kekuatan dari Tuhan mampu menyelamatkan Jingga dari orang keji. Dalam pikiran Jingga, dia hanya ingin menyelamatkan diri dari kejaran preman pengawal mami lokalisasi tersebut. Jingga terus berlari kencang hingga nafas terasa sesak. Sesekali Jingga melihat kebelakang. "Oh masih jauh di belakangku ternyata preman jahanam itu. Aku harus berhenti sejenak. Kalau tidak aku bisa mati," gumam Jingga sambil perlahan mengambil nafas dalam-dalam. Keringat mengucur deras di wajahnya. Jingga merasa hari ini sangat sial. Dalam hati, Jingga masih ingat Tuhan. Mulutnya terus beristighfar dan berdoa kebaikan untuknya dan juga ibunya. "Kemana lagi aku harus berlari. Ini sudah terlalu jauh aku lalui," Jingga bermonolog sambil mengernyitkan dahi. Sejenak dia berhenti dan berjongkok. Perutnya mulai terasa mual. Efek berlari sekaligus karena lambungnya kosong. Jingga belum sarapan sejak pagi. Jingga melihat kanan kiri untuk mencari tempat persembunyian sejenak. Matanya memandang sebuah lorong kecil yang cukup untuk dia beristirahat sejenak. Jingga masuk dan merundukkan tubuhnya sambil mengawasi sekitar.

"Ibu, bagaimana keadaan Ibu dirumah? Bu, kenapa Ibu tidak pernah terbuka kepadaku. Aku ini anak siapa jika Ibu pernah tinggal di lokalisasi. Aku jijik sebenarnya mengetahui kenyataan pahit ini. Tapi Engkau adalah Ibuku. Surgaku ada di bawah telapak kaki Ibu," kata Jingga lirih.

"Itu Dia. Gadis tadi yang melarikan diri. Ayo kejar," kata pengawal mami yang ternyata sudah mendekati Jingga.

Jingga menoleh ke arah sumber suara lalu berkata, "Oh tidak, sedikit lagi mereka akan menangkapku." Jingga tetap berlari sekuat tenaga. "Tolong Saya, Tuhan!"

Tiba-tiba salah seorang preman itu sudah berdiri di hadapannya. Jingga kaget dan panik. "Hah, mau kemana Kamu? Sudah tidak bisa melarikan diri," kata preman yang menghadang Jingga.

"Jangan macam-macam ya! Ini jalan raya. Aku akan teriak minta tolong," kata Jingga tegas.

"Diam anak ingusan!" hardik salah seorang preman tersebut.

Jingga dikepung para preman. Jingga berteriak," Tolong! Tolobg! Tolong!"

"Hahahaha, mana ada orang yang akan iba pada gadis cantik jutek dan sombong sepertimu," kata salah seorang pengawal mami.

"Aku punya Tuhan. Pasti Tuhan akan mengabulkan pintaku. Dasar manusia biadab!" hardik Jingga.

Situasi jalan raya tersebut ramai tetapi pengguna jalan memilih cuek dari pada harus berusan dengan peristiwa berat. Jingga merasa orang-orang sekarang ini sudah hilang hati nuraninya. Buktinya, tak seorang pun mau menolong Jingga.

Beberapa saat setelah Jingga disergap dan tangannya akan diikat ke belakang menggunakan tali kalar, Jingga pasrah.

Pria yang nyaris menabrak Jingga masih mengendarai montor melewati jalan yang juga Jingga lewati. Takdir mempertemukannya kembali dengan Jingga di jalan raya.

"Gadis yang aku tabrak tadi. Dia kenapa dikeroyok sama banyak preman. Kasihan aku harus menolongnya," ucap pria itu.

Pria itu tadi menghentikan laju kendaraannya. Dia berhenti sejenak untuk menolong Jingga.

"Hei, hentikan!"

Para preman kaget sehingga reflek melepaskan tangan Jingga yang sedari tadi dipegangnya.

"Kamu siapa? Tidak usah turut campur!" hardiknya pada sekelompok preman brutal tersebut.

"Pergi! Pergi Kalian dari hadapan Kami!"

Para preman tersebut menyerang pria itu tadi. Mereka berkelahi dan mengeluarkan jurusnya masing-masing. Pria bermotor itu sangat piawai berkelahi dengan beragam jurus pencak silat. Para preman bisa dikalahkan oleh pria muda itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Di Balik Topeng Cinta Pertama
8.1
Suami wanita ini tega menyuap dokter untuk memberikan jantung putri mereka kepada anak dari teman masa kecilnya. Akibatnya, sang putri meninggal dalam pelukannya, sementara sang suami merayakan keberhasilan operasi itu dengan membagikan bonus. Di duka mendalam saat divonis leukemia stadium lanjut setelah muntah darah, ia pulang membawa guci abu anaknya. Namun, suaminya justru berencana pergi keliling dunia bersama teman masa kecil dan putrinya untuk merayakan kehidupan baru mereka.
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Megan White, seorang penulis naskah ternama, mengalami kecelakaan tragis yang menjungkirbalikkan hidupnya dalam semalam. Saat terbangun, ia mendapati dirinya berada di kediaman mewah milik miliarder Riley Charles. Tanpa peringatan, pria berwajah dingin itu mengklaim bahwa Megan adalah istrinya. Kini, kedamaian hidup Megan lenyap sepenuhnya saat ia terperangkap dalam status baru sebagai nyonya di istana Riley yang penuh misteri dan kemegahan.
Sampul Novel My Husband Is My CEO
7.9
Aghata tidak bisa menerima keputusan pasangannya untuk bertunangan dengan seorang karyawan biasa. Dengan penuh obsesi, ia mendekat dan menegaskan bahwa cintanya tak boleh dimiliki orang lain. Meski ditolak mentah-mentah, Aghata justru menangis tersedu, merasa sakit hati karena telah dibuang demi wanita yang dianggapnya rendah. Ketegangan memuncak saat ia berusaha menggoda kembali pria yang dicintainya di tengah penolakan yang sangat keras.
Sampul Novel My Posesif Ceo
7.8
Terjebak dalam situasi sulit, seorang karyawan terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi bosnya yang keras kepala. Ancaman pemecatan membuatnya tak berdaya selain menyetujui pernikahan kontrak di atas materai. Status ini hanya berlaku sementara hingga Celine, kekasih sang CEO, menyelesaikan studinya. Di tengah sandiwara sebagai istri atasan, mungkinkah benih cinta tumbuh secara tak terduga? Inilah kisah pengabdian yang penuh dilema dan perasaan yang mulai goyah.
Sampul Novel Perangkap Cinta Mafia Queen
8.8
Christina Morgan, putri mafia terkuat di Eropa, kabur ke Korea Selatan demi hidup baru dengan identitas palsu sebagai Kim Ara. Namun, himpitan ekonomi memaksanya kembali ke dunia kriminal. Ia menerima misi berbayar mahal untuk membunuh CEO muda, Lee Joon Woo. Menyamar jadi sekretaris, rencana Christina goyah saat Joon Woo tulus mencintainya hingga mempertaruhkan nyawa. Akankah cinta sang CEO meluluhkan hati dingin sang pembunuh sebelum misinya tuntas?
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun menjalin kasih, Kristian Dobson justru mengkhianatiku demi menikahi Laura Clarke, sang pewaris kaya. Berdalih ingin diakui keluarga, dia malah mengurungku dalam kemewahan yang menyesakkan. Puncaknya, Kristian tega memaksaku melompat dari lantai tujuh belas demi memuaskan istri barunya. Mereka mengira aku lemah dan bisa dihancurkan begitu saja. Namun, mereka tidak sadar bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar di kota ini yang sesungguhnya.