Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Half You

Half You

Pasca tragedi keluarga, Haslyn Rubby Ozier membuang identitasnya demi menjauhi dunia hitam ayahnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Kenan Rexton, seorang Don mafia yang membenci kehadiran wanita. Meski Kenan terganggu oleh sikap Rubby yang genit, rahasia besar menyelimuti wanita itu. Di balik romansa yang tumbuh, mereka terikat misi berbahaya memburu pembunuh keluarga mereka. Rubby melanggar janji demi cinta, sementara Kenan takkan membiarkannya pergi begitu saja.
Bab
Bagikan

Bab 2

Rubby bernyanyi dengan suara nya yang khas, sedikit menggoyangkan badannya mengikuti irama dari musik DJ teman sekerjanya Evan. Sesekali Rubby melirik Evan dan memberikan senyuman kepada pria itu yang juga tersenyum.

"Oh I need some just real Freinds,......."

Rubby yang asik bernyanyi itu tanpa sengaja melihat seseorang yang dia kenal.

"Betty," gumamnya dalam hati tapi dia tidak percaya dengan penglihatannya itu. Tapi wanita itu tadi benar-benar mirip Betty dengan kaca mata tebal yang bertengger di hidung wanita berambut blonde sama sepertinya.

Setelah selesai gilirannya bernyanyi Rubby turun dari panggung dan digantikan temannya yang lain, mereka memang bergantian untuk meramaikan suasana di Bar itu.

Rubby mencari tempat duduk disisi sebelah kanan panggung, rok yang hanya sebatas paha nya itu memperlihatkan bentuk kakinya yang jenjang serta paha mulus nya. Beberapa pria melihatnya tapi Rubby tidak menanggapi, dia sibuk dengan ponselnya mengetikkan pesan untuk Betty.

Saat sedang asik membuka media sosial miliknya Rubby terkejut dengan kehadiran manager Bar nya.

"Rubby," panggil pria bernama Andreas itu.

"Ya pak," jawab Rubby berdiri dan tersenyum.

"Ikut saya sebentar." Rubby mengangguk dan mengikuti langkah bos nya itu masuk kedalam ruangannya.

"Rubby kamu ditawarkan job besar untuk besok malam, bayarannya sepuluh kali lipat dari gaji kamu saat ini. Apa kau mau menerima nya?" Rubby menaikkan alisnya dan keningnya berkerut, dia bingung pekerjaan semacam apa yang akan ditawarkan padanya. Dia bukan gadis bodoh yang langsung tertarik dengan embel-embel gaji besar.

"Rubby apa kamu mendengar saya?"

Rubby tersenyum dan mengangguk.

"Saya dengar pak, tapi saya bingung pekerjaan semacam apa yang akan bapak berikan. Saya tidak mau jika harus menjadi simpanan bapak." Andreas melotot dengan ucapan Rubby, bisa-bisanya dia memikirkan menjadi simpanan bos nya.

"Saya memang menyukai wanita cantik dan seksi, tapi sayangnya yang dirumah saya lebih nikmat dari kamu." Rubby tertawa didepan bos nya yang baik hati ini, ya Andreas memang adalah bos yang baik. Dia tahu kesulitan Rubby, Andreas lah yang menawari Rubby bernyanyi di Bar ini saat usianya sembilan belas tahun. Rubby yang tidak melanjutkan kuliahnya hanya bisa bekerja sebagai penyanyi di Bar ini, dan dia menjadi Diva di 'Zoo Bar & Club' bukan hanya karena suara nya yang indah, tapi Rubby adalah wanita yang ramah,cantik,dan selalu tersenyum. Banyak pria yang mengira Rubby adalah wanita penghibur seperti penyanyi lainnya tapi Rubby tidak sama seperti mereka, itu yang membuat Andreas pria berumur tiga puluh delapan tahun itu menganggap Rubby seperti adiknya sendiri.

"Kamu mendapatkan tawaran lagi seperti sebelumnya." Rubby mendengus dan duduk sambil menyenderkan punggung tubuhnya karena dia tahu tawaran apa itu, hanya saja kali ini gajinya yang begitu fantastis membuat Rubby tidak memikirkan hal itu.

"Apa tidak ada tawaran untuk menjadi istri dari para pria kaya itu."

"Kau sudah pernah mendapatkan tawaran seperti itu tapi kau tolak, apa kau lupa?"

Rubby merengut saat itu juga, dia menatap Andreas garang sedangkan Andreas tertawa.

"Aku bilang menjadi istri, bukan menjadi istri muda ataupun simpanan."

"Tetap saja ada istrinya," jawab Andreas lagi tak mau kalah.

"Pak bos bisakah berhenti menertawai hidupku yang malang ini?" Andreas diam karena tatapan Rubby yang akan mengamuk.

"Siapa pria hidung belang yang ingin aku menyanyi didepan nya secara live and private itu?"

"Dia salah satu teman bisnis pemilik tempat ini dan kau bukan hanya memanjakan mata mereka tapi semua rekan kerja yang datang kesana. Aku sudah memberikan tawaran ini kepada Sofia dan dia mau, hanya tinggal kau saja."

Rubby mengangguk tentu saja Sofia mau, ditiduri dua pria dalam satu malam saja dia mau.

"Aku tidak mau, aku hanya menunggu tawaran menikah dari pria tampan kaya raya dan juga tidak memiliki istri." Andreas tertawa lagi mendengar khayalan Rubby, tepat saat Rubby berdiri ingin pergi pintu ruangan Andreas itu terbuka Andreas tampak salah tingkah dan menunduk sopan Rubby tentu saja langsung membalik tubuhnya dan melihat sosok pria tampan yang pernah menolongnya itu.

"Andreas jika sudah selesai bermain dengan wanita ini kau bisa menyuruhnya keluar, ada yang harus aku bicarakan denganmu."

Andreas menyuruh Rubby keluar tapi Rubby hanya diam serta memicingkan matanya lalu kembali tersenyum.

"Baiklah permisi tuan yang terhormat, tapi saya belum pernah bermain-main dengan pria lain, kecuali anda ingin mengajak saya mungkin akan saya pertimbangkan."

Andreas memejamkan matanya akan perkataan genit Rubby sedangkan pria yang barusan masuk itu mengangkat wajahnya, menatap lekat wajah Rubby seakan menguliti wanita itu. Tatapan yang sama dengan tatapan pria itu di Mobil, dingin dan penuh ancaman.

####

Rubby di taksi masih memikirkan pria yang menolongnya itu, dia tersenyum saat pria itu menatapnya tajam.

"Kelu_ar," kata pria itu tadi kepadanya, membuat Rubby mengatakan hal konyol lainnya.

"Anda sangat suka menyuruh saya keluar tuan, apa anda takut jatuh cinta pada saya," Rubby terkekeh sendiri karena tingkahnya tadi dia besok harus bertanya kepada Andreas siapa pria yang membuatnya menjadi sedikit gila ini.

Rubby turun didepan gang menuju bangunan Flat nya, saat dia hampir sampai Rubby ditarik-tarik seakan pria dengan topi hitam itu ingin mengambil tasnya. Tas Rubby pun terlepas dan pria itu berlari dan tentu saja Rubby ikut mengejarnya masih menggunakan heels delapan centi nya.

Karena merasa tidak akan mampu mengimbangi pria dengan topi hitam itu Rubby mengambil asal kayu balok yang teronggok didekeatnya lalu melemparkan kayu itu dengan kuat, pria itu terjatuh akibat kayu yang mengenai kepalanya kuat.

Rubby berlari dan dengan cepat mengambil kayu tadi, dengan kesal dia memukuli pria kurang ajar yang membuatnya berkeringat malam begini.

"Dasar kau pencuri kurang ajar, mati saja kau. Huh...huh..." pukul Rubby dengan sekuat tenaga.

"Non,...nona Haslyn." Rubby berhenti saat dia mendengar suara itu, terlebih dengan nama yang disebutkan . Dia membalik tubuhnya terkejut dengan apa yang dia lihat.

"RON?" Rubby benar-benar terkejut, ada apa pria ini menemuinya tanpa pemberitahuan seperti ini.

"Nona Haslyn maafkan saya karena melanggar apa yang nona katakan, tapi saya menemui anda karena ada yang harus saya sampaikan."

Rubby melihat sekitarnya dan dia mengangguk.

"Ada Ron, apa semuanya berjalan lancar?" Tanya Rubby memastikan.

"Maaf nona, usaha kita tidak berjalan lancar satu persatu aset yang dimiliki keluarga anda sudah diambil oleh Bank dan sekarang hanya tersisa perusahaan."

Rubby menunduk dan dia mengerti kenapa Ron sampai nekat melanggar perintahnya.

"Katakan langsung caranya Ron, aku tidak punya banyak waktu."

"Satu bulan lagi kita mendapatkan tawaran dari rekan lama ayah anda di Rusia, mereka meminta shotgun yang biasa tuan Arlan dulu suply ke mereka, masalahnya kita tidak dapat membuatnya lagi karena Mr.Max sudah tewas terbunuh satu bulan yang lalu," kata Ron menjelaskan.

"Siapa pelakunya Ron," Rubby pening seketika mendengar Mr. Max salah satu manusia pintar sahabat ayahnya tewas terbunuh. Ayahnya dan Mr. Max bekerjasama membangun perusahaan senjata itu bersama dengan ide-ide mereka dan ayahnya lah yang memegang kekuasaan karena kepintaran ayahnya yang merakit berbagai alat luar nalar manusia serta sistem yang dibuat oleh Mr.Max.

"Hasil visum mengatakan Mr. Max terkena serangan jantung tapi anaknya Abigail yakin Mr. Max dibunuh saat pulang dari perusahaan." Jelas Ron dan Rubby menutup matanya.

Jantungnya lemas mendengar semua dunia hitam dari hidup ayahnya, tapi mau bagaimana lagi itu adalah pekerjaan ayahnya.

"Nona kita akan bisa menyelamatkan hidup orang-orang yang sudah lama mengabdi kepada ayah anda nona jika kita bisa menjual senjata-senjata itu."

Rubby mengangguk setuju.

"Terlebih lagi saya meyakini kalau musuh ayah anda ingin menghabisi semua yang bersangkutan dengan keluarga anda nona, termasuk perusahaan dan juga saya." Ron melihat kekhawatiran dimata Rubby, wanita yang sudah berubah menjadi jauh lebih cantik itu ternyata masih memikirkan perusahaan dan nasib orang-orang disekeliling ayah nya dulu.

"Ron, aku akan berusaha membuat permintaan orang Rusia itu kirimkan paket semua yang aku perlukan."

"Nona tapi barang yang mereka minta itu,"

"Aku tahu Ron, bagaimanapun aku adalah anak ayah ku juga apa kau lupa siapa pembuat robot pencuri itu?" Rubby mengedipkan matanya lalu dia melangkah mundur meninggalkan Ron dan seorang pemuda yang dia pukuli tadi.

"Ah satu lagi Ron, jangan pernah muncul lagi didepanku jika aku tidak memintamu. MENGERTI !!" Ron Menunduk memberi hormat dan Rubby pergi meninggalkan dua pria itu, dia menuju flat nya.

Saat Rubby ingin membuk pintu gedung dia melihat sosok yang melintas membuat keningnya berkerut karena memikirkan siapa yang melintas tadi.

Karena takut Rubby buru-buru membuka pintu lalu berlari menuju ruangan ternyamannya.

*****

Bersambung.....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
9.5
Di New York, dua pemuda kaya raya—seorang pembalap F1 dan seorang genius finansial—telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, persahabatan erat itu goyah saat Ella hadir dan merebut perhatian mereka, membuat keduanya membuang lencana Mia. Menyadari posisinya telah tergantikan, Mia memilih mundur tanpa suara. Dia menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik yang selama ini dihindarinya.
Sampul Novel I'm Not a Gangster
9.8
Seorang pemuda desa terpaksa merantau ke kota besar demi menyambung hidup. Dengan tekad sederhana, ia bercita-cita menjadi seorang pengawal profesional. Namun, takdir justru menyeretnya ke dalam gelapnya dunia kriminal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tanpa disadari, ucapan masa lalunya menjadi kenyataan pahit yang menuntunnya menjadi sosok gangster. Kini ia terjebak dalam pusaran konflik bawah tanah yang menguji prinsip serta keberaniannya.
Sampul Novel Jebakan Utang Mafia
8.8
Evelyn Rossi terjebak utang warisan kakeknya pada Riccardo Valentini, pemimpin Kartel La Sanguina yang kejam. Bekerja di kedai pizza yang menjadi kedok transaksi ilegal, Evelyn menjadi target obsesi sang mafia. Meski sempat kabur dan dilindungi bos mafia Rusia, Nikolai Volkov, selama empat tahun, Riccardo akhirnya menculik Evelyn kembali. Kini, Evelyn terperangkap dalam persaingan berdarah antara Riccardo yang posesif dan Nikolai yang mencintainya secara mendalam.
Sampul Novel Jerat Cinta Tuan Mafia Salvatore
8.4
Felix Salvatore dilingkupi dendam membara terhadap Veronica Reager, putri musuh yang ia tuduh sebagai penyebab kematian ibunya. Felix memberikan pilihan kejam pada Veronica: menikah dengannya atau menghadapi maut. Namun, niat menyiksa sang istri perlahan goyah saat benih cinta mulai tumbuh di tengah konflik. Akankah Felix tersadar bahwa ada kesalahpahaman besar di balik tragedi masa lalunya sebelum dendam menghancurkan segalanya?
Sampul Novel MAFIA DI KEJAR GADIS OBSESI
9.2
Dunia berlutut di hadapan bos mafia kejam yang dikenal sangat agresif dan tak kenal ampun. Namun, otoritasnya mendadak goyah saat menghadapi seorang gadis pemberani berjiwa pejuang. Berbeda dari orang lain, pebisnis tangguh ini justru berani membangkang, berdebat, hingga menggoda sang mafia tanpa rasa takut. Meski sang bos mencoba segala cara untuk mengintimidasi, keberanian gadis itu justru membalikkan keadaan. Akankah kekejaman sang mafia luluh oleh obsesi unik ini?
Sampul Novel Manis di Bibir, Pahit di Takdir
9.7
Devan Atmadja dikenal sebagai suami sempurna, namun Viona harus menerima kenyataan bahwa pria itu telah mengkhianatinya tiga kali. Devan menikahi Keira Maheswari, kekasih mendiang sahabatnya, dengan alasan tanggung jawab dan aliansi kekuasaan keluarga mafia. Meski Viona berulang kali memaafkannya, pengkhianatan terakhir berupa kehamilan Keira menyadarkannya bahwa janji suaminya palsu. Viona kini memutuskan untuk pergi dan meninggalkan hubungan tanpa masa depan tersebut.