
Gue Bukan P*****
Bab 2
Satu hari berlalu sejak kejadian itu, Dana sedang menonton tv di rumah sederhana miliknya sekarang.
Dia mulai berpikir kritis, dia gak mungkin begitu saja menjalankan perintah sistem tanpa persiapan, dia juga takut akan kegagalan perintah itu.
'Gue gak mau rugi anying, gue harus berpikiran terbuka dan jujur, berpikir bagaimana caranya agar hidup mulus misi selesai sempurna.' Dana membatin dalm pikirannya.
Mata Dana tetap tertuju pada serial tv yang menampilkan aktor dan aktris pemenang penghargaan bergengsi.
Pertama gue harus rubah tubuh ini agar seperti mereka, kedua gue harus jadi profesional.
"Gue harus profesional!" Kalimat dalam pikiran Dana beneran terucap seperti teriakan sumpah serap, bergema keseluruhan ruangan.
Dana mengambil laptop, tangannya bergerak cepat mengetik program yang sangat asing terdiri dari kode 010100110101 yang misterius, setelah serius memprogram dilayar itu selama lima jam penuh, Dana mengucek matanya yang merah dan bengkak," Hah, akhirnya selesai juga program jadi Miliander."
Dana melihat 4 data awal setiap sketsa game yang akan diluncurkan tersenyum puas.
"Pasti gue bakalan kaya setiap detiknya uang masuk rekening haya bermodalkan data." Dana akhirnya menguap, otaknya dibuat pusing oleh pemograman data.
Sayangnya perutnya tidak mengikuti kemauannya, perut ditubuhnya menjerit minta diisi. Daripada tidak bisa tidur karena kelaparan, akhirnya Dana menyeret tubuh kemahnya ke dapur untuk membuat masakan mengunakan bumbu paling inti dan sederhana saja.
Dana kemudian mengambil alih 9 bawang merah yang belum dikupas kulit luarnya, cabai tanpa menghilangkan batang cabai, kemiri, micin dan garam 2 sendok, kemudian memasukan semuanya setelah di cuci kedalam layah, menumbuknya sampai setengah lembut, Dana sengaja tidak mengupas kulit bawang, karna ini adalah resep khusus yang haya diperakatekan Dana asli dalam ingatan-nya.
"Oke, bumbu sudah siap", dia melanjutkan untuk memotong tempe menjadi kecil kecil sedang.
Dana membuat sambal goreng tempe dan tauge sederhana.
21 menit kemudian
"Selesai, huh. Beruntung ingatan Dana ada banyak resep khusus yang gak ada dipasaran, lumayan buat modal PDKT."
Dana berjalan kecil untuk menghilangkan makanan lezat di atas meja.
Hanya ada dua jenis, yaitu nasi putih dan sambal goreng tempe.
Dana makan menggunakan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya beroperasi pada ponsel, mengecek kondisi keseharian Dana asli.
Kau tau, walaupun dia dapat memori utuh dari pemilik sebelumnya, dia hanya melihatnya seperti menonton film, jadi beberapa detail ada yang hilang.
"Daftar kontaknya kosong, foto gak ada satupun di ponsel, orang tuanya meninggal 3 hari yang lalu sebelum gue datang." Dia terus menerus berucap tanpa arahan yang jelas, mungkin karena mulutnya penuh nasi.
'Bagusnya Dana asli sangat mandiri, tinggal di desa terpencil, jago masak hehehe. Gue gak perlu beli pesanan online.' Dana tersenyum penuh kemenangan.
Setelah selesai makan, Dana kembali keruang TV, dia duduk sambil memangku laptopnya, mengecek uang hasil pemasukan game seluler terbaru miliknya, dia juga melihat saldo rekening bersih miliknya.
Dana terdiam berucap menghina,"Tolol lo Dana, lo punya otak sistematis, kenapa gak membuat aplikasi seluler dari dulu,hah!" Dana melotot mengingat memorinya.
"Bodoh lo, lo cuma mau percaya sama uang hasil penjualan kebun buat hidup. Ah orang ini beneran gak bisa tertolong."
Dana akhirnya bisa melihat uang hasil pemasukan Game mencapai 100 juta $ dalam waktu lima jam.
"Haha adanya uang ini dan semua milik Dana, gue bakalan hidup bebas. Gue gak rugi jadi budak lo sistem." Dana tersenyum ala pisko, tangan kirinya menutupi sebagian wajahnya dan tertawa gila.
"Bua ha ha ha ha, misi sistem 9 tahun dari sekarang, jadi selama sembilan tahun ini gue bebas, jahaha haha."
Dana terlalu banyak tertawa, tawanya sangat menggelegar di dalam ruangan, sampai tersendat ludahnya sendiri.
"Uhuk Uhuk Uhuk Uhuk ehem, Oke gue khilaf."
Setelah tersendat selama 5 detik, Dana kembali kewajah canggungnya. Dia baru ingat kalo dirinya belum menemukan informasi apapun tentang targetnya. Dana mengetik di dalam laptopnya dalam waktu kurang dari 20 detik data data target misinya muncul dan tertera dilayar laptopnya.
Nama : Lanasia Luka
TTL : Brebes
Umur : 4 tahun
Sekolah : SD Negeri 2 Brebes.
Riwayat singkat:
Dia tinggal bersama kakek dan neneknya, dia yatim sejak umur 3 tahun.
Dana yang beranjak pergi diwaktu 20 detik itu untuk mengambil air mineral, tenggorokannya kering dan sakit karna tersendat, dia menengguk satu kali, kemudian mulai membaca data target.
Matanya melotot hampir keluar dari rongga matanya, air yang sedang dimimumpun dia semburkan kelayar laptop.
"Bufff. Bangset sistem anjing lo, orang dia masih bocil lo mau perawanin?!!!!"
Dana menghela nafas berat,"Gue buka pedofil anjay." Dana kembali memulai aksinya mengumpati sistem dalam benaknya.
Setelah dihitung dengan cermat, 9 tahun kedepannya dia baru berusia 12 tahun, masih SD dia, mungkin baru awal SMP .
"Bajingan kalo lo sistem. Tapi apa daya, diriku yang budak ini bisa apa!", Dana mengusap air matanya yang tidak ada sambil menggigit tisu.
.....
...............
Dalam kurun waktu empat bulan tinggal didesa terpencil itu Dana memutuskan untuk pergi ke kota untuk bersenang-senang sebagai orang kaya dadakan.
Dia jadi boros abis disana. Tapi tempatnya tinggal agak jauh dari tempat target misinya. Mendatanginya juga belum, apa lagi berpapasan, ini gak pernah terjadi secara kebetulan ataupun direncanakan.
Untuk menampilkan kesan sederhana yang elegan, Dana menjadi arsitektur dadakan.
Kau tau otak Dana itu serba bisa, soal apapun bisa mudah seperti membalikan telapak tangan hanya dengan mengunakan kapasitas otak supernya.
Sekarang Dana menginap dihotel bintang tujuh di kota Brebes. Sambil menunggu rumah minimalis cantik miliknya dibuat, Dana mulai gila gilaan melakukan berbagai olahraga ekstrim sesuai rancangan awal miliknya di desa itu.
Dana akan berangkat ke pantai untuk melakukan seluncuran ombak setinggi gedung 40 lantai.
Bisa atau nggak itu pasti bisa berkat bug sistem dan otak super Dana.
Kau tau selama 9 tahun kedepan Dana akan dilindungi dari semua bencana baik itu alami maupun buatan yang disengaja.
Bug sistem ini membuatnya makin nekat mencari kematian setiap harinya.
Dimalam hari Dana kembali ke hotel, karna ingin mencoba segala kelebihan di hotel ini Dana akhirnya menapaki sebuah bar didalam hotel.
"Ini Mr.Gie benar, anda mau melakukan 1 malam bersama, Mr mau bayar berapa?!", seru wanita berbadan modis, dadanya kelebihan beban, pantatnya terlalu montok, bibirnya seksi kali dan dia tidak memakai tanktop tanpa BH.
"Kau itu murah, jadi jangan sok jadi perawan mahal." Sinis pria tinggi bertubuh atletis, walaupun hanya duduk disofa dia sangat mendominasi sekali auranya.
Mukanya doang sangar abis hatinya mirip ibu ibu sebelah, 'Shit, Ni Tante kegirangan banget dia, dia gak lihat orang tampan kayak gue apa mau sama dia.'
Dana dah mengeluh keras abis, pikirannya sudah menjadi gelap, tapi mukanya kalem, seolah-olah dia itu pria yang serius dan sangat pantangan soal beginian.
"Oh.. hi hi hi dik Gie emang selalu galak,ya." Ucapan itu keluar dari mulut seksi Miss Rara, yuhu ini bukan nama aslinya, panggilan dia ini hanya nama samaran miliknya.
Miss Rara mencondongkan tubuhnya kedepan tepat di sebelah telinga Dana, berbisik menggoda.
__&&&&&&&&&&_
Akhirnya bab ini mengakhiri monolog Dana.
Lanjut esok lagi, oke.
Setan itu berbisik kehati
Manusia sendiri yang tergoda
Basuh duka dengan setengguk wiski
Mengumpat setan terlihat gila.
......
Kalo pacaran saja terhitung dosa
Lalu...Insan mana yang tak mencicipi Neraka.
.....
Yang tertawa, menghina
Yang marah, merasa.
Kaya menolong riya'
Fakir ditolong terhingga.
Anda Mungkin Juga Suka





