Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega

Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega

8.4 / 10.0
Kebahagiaan Omega ini hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan seorang putra rahasia. Ternyata, pernikahan mereka hanyalah alat politik yang dirancang oleh Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan disebut pajangan, ia tetap tenang saat Baskara berpura-pura rindu. Di balik amarah yang membeku, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka akan segera mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.

Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega Bab 1

Setelah tiga puluh enam jam shift di pusat penyembuhan, aku membawakan makanan kesukaan pasanganku, Alpha Baskara. Aku sudah tidak sabar untuk menikmati waktu tenang berdua dengannya.

Tapi aku malah menemukannya di sebuah vila rahasia di ujung wilayah kami, tertawa bersama wanita lain dan seorang anak laki-laki yang bahkan tidak pernah kuketahui keberadaannya.

Bersembunyi dalam bayang-bayang, aku mendengarnya menyebutku "Omega pajangan", sebuah alat politik yang akan dia campakkan di depan umum setelah perjanjian baru ditandatangani. Orang tua angkatku, sang Alpha dan Luna, juga terlibat dalam rencana busuk ini. Seluruh hidupku, ikatan takdirku, ternyata adalah sebuah kebohongan yang dirancang dengan sangat rapi.

Tepat pada saat itu, dia mengirimiku pesan lewat ikatan batin, "Aku merindukanmu, Sayang."

Kekejaman yang dilontarkan dengan begitu santai itu membuat air mataku mengering, hanya menyisakan amarah yang dingin dan membeku.

Mereka merencanakan penghinaan publik untukku di sebuah makan malam akbar. Tapi aku sudah menyiapkan hadiah untuk pesta ulang tahun putranya, yang akan diantarkan pada waktu yang bersamaan.

Di dalamnya ada sebuah kristal data yang berisi semua rahasia mereka.

Bab 1

Kirana POV:

Aroma antiseptik dan rempah kering yang sudah kukenal menempel di pakaianku, sebuah parfum yang akrab setelah tiga puluh enam jam berjaga di Griha Sehat milik kawanan. Otot-ototku terasa pegal, rasa nyeri yang dalam namun memuaskan setelah menyembuhkan ligamen yang robek dan memasang kembali tulang yang patah akibat pertempuran patroli perbatasan. Tapi kelelahan ini bukan apa-apa. Yang ada di pikiranku hanyalah dia.

Baskara. Pasanganku. Alphaku.

Makanan kesukaannya, bistik wagyu tebal setengah matang dengan jamur truffle, masih hangat di dalam wadah yang kubawa. Dia seharian ini terjebak dalam rapat dewan tingkat tinggi, merencanakan ekspansi perusahaan kawanan kami berikutnya. Aku membayangkan senyum penuh penghargaan yang akan menerangi wajah tegasnya saat aku masuk. Sebuah kejutan kecil, sebuah momen damai hanya untuk kami berdua.

Para penjaga di luar pintu kayu jati besar ruang dewan berdiri kaku, wajah mereka tanpa ekspresi.

"Aku di sini untuk bertemu Alpha Baskara," kataku, sambil tersenyum lelah namun penuh harap.

Salah satu penjaga, seorang prajurit bernama Marko, menghindari tatapanku. "Alpha sudah pergi satu jam yang lalu, Kirana."

"Pergi?" Kehangatan dari wadah makanan itu tiba-tiba terasa seperti beban mati di tanganku. "Rapatnya dijadwalkan sampai lewat tengah malam."

"Dia bilang ada urusan mendesak," gumam Marko, pandangannya terpaku pada satu titik di atas bahuku.

Rasa cemas yang mencekik mulai mengikat perutku. Mendesak? Dia pasti akan memberitahuku. Dia selalu memberitahuku.

Kami memiliki Ikatan Batin, sebuah hubungan suci yang dianugerahkan oleh Dewi Bulan kepada pasangan yang ditakdirkan. Itu adalah tempat perlindungan pribadi kami, aliran pikiran dan emosi yang seharusnya hanya mengalir di antara kami. Selama bertahun-tahun, aku merasakan cintanya seperti arus yang konstan dan stabil di bawah permukaan pikiranku sendiri.

Aku memejamkan mata, masuk ke dalam keheningan pikiranku dan mencoba menghubunginya.

*Baskara? Apa semuanya baik-baik saja?*

Hening.

Bukan hanya hening, tapi sebuah dinding dingin yang sengaja dibangun. Ikatan itu ada, tapi rasanya seperti berteriak ke dalam gua yang kosong. Rasa dingin yang tajam merayap di tulang punggungku. Ini terasa berbeda. Lebih dingin. Selama bertahun-tahun, aku salah mengira jarak mentalnya sebagai stres kepemimpinan, tapi ini adalah pintu yang sengaja dikunci rapat.

Kepanikan mulai bergejolak di dadaku. Aku menekannya, mencoba fokus. Aroma seorang pasangan adalah tanda tangan jiwa mereka, unik dan tak terbantahkan. Aku menarik napas dalam-dalam, menyaring bau tanah lembap dan pinus dari hutan di sekitarnya, mencari aromanya.

Itu dia. Samar, tapi tidak salah lagi. Kayu aras setelah badai, dengan sentuhan tajam angin musim dingin yang bersih. Itu adalah aroma yang pertama kali memberitahuku bahwa dia adalah milikku, aroma yang membuat serigala dalam diriku mendengkur dengan rasa nyaman seperti di rumah.

Tapi aromanya tidak mengarah ke rumah kami. Aromanya menjauh, menuju ujung wilayah Kawanan Candra Kencana.

Kakiku bergerak sebelum pikiranku sempat memprosesnya, mengikuti jejak samar itu. Jalan setapak itu membawaku menjauh dari rumah-rumah kawanan dan lapangan latihan yang sudah kukenal, masuk ke bagian hutan terpencil yang belum pernah kujelajahi. Tersembunyi di sebuah tanah lapang ada sebuah bangunan modern yang megah dari kaca dan kayu gelap, sebuah vila yang memancarkan kekayaan dan kerahasiaan. Vila ini tidak ada di peta kawanan mana pun.

Cahaya terang benderang dari dalam, tumpah ke halaman yang terawat rapi. Jantungku berdebar kencang di dada, genderang ketakutan yang panik. Aku merayap mendekat, bersembunyi di balik bayang-bayang pekat sebatang pohon beringin tua.

Melalui jendela besar dari lantai ke langit-langit, aku melihatnya.

Baskaraku.

Dia tidak mengenakan pakaian formal Alpha-nya. Dia mengenakan sweter kasual yang lembut, dan dia sedang tertawa. Tawa yang dalam dan tulus yang sudah bertahun-tahun tidak pernah kudengar. Di pundaknya, sambil berteriak kegirangan, ada seorang anak laki-laki, mungkin berusia empat atau lima tahun.

Kemudian, seorang wanita masuk ke dalam bingkai jendela, tangannya bertumpu di lengan Baskara dengan keintiman yang begitu wajar.

Laras.

Putri dari Alpha Kawanan Batu Perkasa. Lima tahun yang lalu, kawanannya konon hancur dalam serangan serigala liar. Kami diberitahu bahwa dia adalah satu-satunya yang selamat, dikirim ke wilayah netral untuk pulih dari luka parah. Tapi sekarang dia sama sekali tidak terlihat terluka. Dia bersinar, memesona, matanya terpaku pada Baskara dengan tatapan memuja yang posesif.

Geraman rendah dan serak keluar dari tenggorokanku sendiri, suara serigalaku yang mencakar-cakar dari dalam dadaku, putus asa ingin merobek kaca dan menghancurkan pemandangan di depanku.

Aku bergerak tanpa suara di sepanjang dinding rumah, sepatu bersol lembutku sebagai penyembuh tidak menimbulkan suara. Sebuah pintu teras sedikit terbuka, membiarkan udara malam yang sejuk masuk dan suara mereka keluar.

"...sabar sedikit lagi, Sayang," kata Baskara, suaranya rendah saat dia menurunkan anak itu. "Begitu perjanjian merger dengan Batu Perkasa selesai, kita akhirnya bisa menjadi keluarga yang sesungguhnya."

"Aku lelah bersembunyi, Baskara," suara Laras terdengar tajam, tidak sabar. "Aku ingin menjadi Lunamu. Di depan semua orang. Bukan meringkuk di sangkar emas ini sementara Omega pajangan itu memakai gelar yang seharusnya menjadi milikku."

*Pajangan.*

Kata itu menghantamku dengan kekuatan pukulan fisik, membuat napasku sesak.

"Kirana sudah menjalankan perannya," lanjut Baskara, nadanya dingin dan pragmatis. "Ikatan takdirnya membuat serigalaku tenang. Itu adalah kebutuhan politik untuk mengamankan transisiku menjadi Alpha. Tapi kau, Laras, kau dan Bima... kalian adalah masa depanku. Dinastiku."

Anak laki-laki itu, Bima, berlari ke arah Laras. "Bunda, boleh Ayah membacakan cerita untukku malam ini?"

Pandanganku kabur. Putra mereka. Orang tua angkatku—Alpha dan Luna dari kawanan kami—mereka tahu. Mereka pasti tahu. Dana untuk tempat seperti ini, kerahasiaan ini... semua ini hanya bisa disetujui dari tingkat paling atas.

Duniaku, yang tadinya merupakan rumah yang stabil dan penuh kasih, hancur berkeping-keping. Cinta yang kukira kumiliki, keluarga yang kusayangi, pasangan yang kupuja—semuanya adalah kebohongan. Sebuah sangkar yang dibangun dengan hati-hati untuk membuatku tetap jinak dan berguna.

Tepat pada saat itu, kehadiran yang hangat dan akrab menyentuh pikiranku. Ikatan Batin.

Itu Baskara.

*Baru selesai rapat. Lelah sekali. Aku merindukanmu, Sayang.*

Kebohongan itu, begitu santai, begitu kejam, adalah tusukan terakhir dari belati perak di hatiku. Rasa sakitnya begitu hebat hingga air mataku mengering, hanya menyisakan sesuatu yang dingin, keras, dan sangat jernih.

Di reruntuhan hatiku yang hancur, benih balas dendam mulai tumbuh.

---

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Desain Cinta Kedua
9.4
Tiga tahun Jessica mengabdi sebagai istri, namun pengorbanannya dibalas luka mendalam. Setelah resmi menceraikan Aaron, ia bangkit secara mandiri menjadi desainer ternama dan pengusaha sukses tanpa bantuan harta keluarga. Saat Jessica menikmati puncak karier dan kebebasannya, Aaron justru datang kembali dengan penyesalan besar. Sang mantan suami memohon kesempatan kedua untuk memperbaiki segalanya. Akankah Jessica luluh atau tetap teguh pada pilihannya?
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya mengira pernikahannya dengan Adnan akan membawa kebahagiaan abadi, namun realitanya justru menjadi neraka penuh kekerasan. Adnan melampiaskan dendamnya terhadap mertua dengan menyiksa istrinya secara keji setiap hari. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang mendalam, sosok dari masa lalu Saschya tiba-tiba muncul kembali. Akankah kehadiran mereka membantu Saschya lepas dari belenggu Adnan, atau justru menambah konflik baru dalam hidupnya yang hancur?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi menyelamatkan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang bersedia mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Sebagai imbalan, ia memaksa Anthony menikahinya. Anthony setuju, namun dengan syarat identitas Alicia sebagai istrinya harus dirahasiakan dari publik. Menjalani peran sebagai istri yang disembunyikan layaknya simpanan, akankah ikatan kontrak ini bersemi menjadi cinta sejati atau justru berakhir dengan luka mendalam bagi keduanya?
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Fatma menghadapi cobaan berat saat divonis menderita kanker rahim stadium lanjut yang memupus harapannya memiliki anak. Demi kebahagiaan Satria, ia rela meminta suaminya menikah lagi. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa Satria selama ini tidak pernah mencintainya. Meski Satria sempat menolak karena enggan menyakiti hatinya, Fatma tetap memohon dengan penuh air mata agar permintaan terakhirnya dipenuhi sebagai bentuk pengorbanan cinta yang tulus.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan