Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Guard You

Guard You

Kania Raiza, gadis sombong putri pemilik sekolah, kehilangan segalanya saat ayahnya wafat dan ibunya jatuh sakit. Hidupnya berbalik drastis dari penguasa sekolah menjadi rakyat jelata yang menderita akibat karma perundungan masa lalunya. Di tengah kehancuran dunianya, muncul seorang pemuda misterius yang berjanji menjadi pelindung setianya. Mampukah sosok ini menjaga Kania saat ia harus menebus semua kesalahan yang pernah ia lakukan?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Papa!"

Kania masuk ke ruangan kepala sekolah yang tidak lain adalah ruangan papanya sendiri. Gadis itu lalu duduk di kursi di hadapan meja kerja papanya tersebut, menatap papanya yang sedang fokus menatap layar laptop, entah apa yang papanya lihat disana sampai kehadiran anaknya tidak dia gubris.

"Pa, denger nia gak sih?!" sungut Kania kesal karena papanya tak juga mendengarkan keluh kesahnya.

"Ah, tadi kamu ngomong apa nak?" tanya Tommy Pradana balik. Mengalihkan pandangannya sedikit lalu kembali fokus ke arah laptop. Sepertinya papanya sedang fokus dengan apa yang dia kerjakan.

Kania mendengus kasar, tetapi berusaha sabar di depan sang ayah.

"Gini, loh, Pa. Vika makin lama makin ngelunjak! Masa gara-gara dia aku dibenci sama Michael. Modal muka sok polos sama bisu aja sok sok an mau nandingin aku. Bisa bayangin gak sih, sebenci apa aku sama dia sekarang. Dan aku pengen dia hancur saat ini juga!"

Mendengar kalimat terakhir anaknya, sontak Tommy menghentikan aktifitasnya lalu menatap anaknya dengan tatapan terkejut. Apa ada hal lain lagi yang harus dia bereskan sekarang?

"Apa maksud kamu tadi? Kamu mau Vika hancur?" tanya pria setengah baya itu memastikan pendengaran nya tidak salah. Kania mengangguk mantap sebagai tanggapan atas pertanyaan papanya.

"Iya, Pa. Aku pengen dia hancur dan beri pelajaran biar dia gak main- main sama aku. Orang kek gitu harus dikasih pelajaran!"

Tommy menghembuskan nafasnya perlahan, kemudian bertopang dagu menatap anaknya yang sedang dirasuki keinginan untuk balas dendam.

"Kali ini kamu mau papa ngelakuin apa lagi? Keluarin dia dari sekolah?" terka Tommy.

Kania menggeleng cepat. "Enggak, Pa. Ada hal lebih yang harus papa lakukan lebih dari itu."

Walaupun terkadang ia malas meladeni keinginan anaknya yang selalu aneh- aneh dan di luar nalar, Tommy berusaha untuk mendengarkan apa yang diinginkan anaknya dan mewujudkannya. Kania adalah segalanya baginya. Apapun akan ia lakukan demi kebahagiaan sang anak.

Karena Kania adalah hadiah terindah yang Tuhan berikan padanya setelah hampir sepuluh tahun membina rumah tangga bersama istrinya. Saat itu ia dan istrinya memang sangat menantikan hadirnya si buah hati dan berusaha untuk mendapatkan anak setelah berbagai cara mereka lakukan. Dan Kania adalah jawaban dari doa mereka yang terkabulkan.

17 tahun pun berlalu, Kania sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sedangkan ia sendiri sudah sangat tua. Karena itulah, di masa tuanya ini ia ingin memanjakan dan memberikan kasih sayang penuh untuk anak satu- satunya itu. Karena ia takut di umurnya yang sudah menginjak kepala enam, kematian datang menjemputnya. Dan dia belum sempat membuat Kania bahagia.

Kematian ya? Eh. Mendengar kata itu saja sudah membuat dirinya seakan dekat dengan kematian itu sendiri.

"Papa harus ngelakuin apa, Nak?"

Tangan Kania mengepal kuat dan bibirnya melengkungkan senyuman tipis yang hampir tidak tampak. Sebuah ide gila muncul di kepalanya yang sedang dikuasai amarah dan rasa benci. Tommy membelalakkan matanya lebar ketika mendengar permintaan anaknya itu.

"Sediakan Kania tempat yang aman untuk menyiksa Vika, Pa. Nia mau semua ini tidak tercium oleh polisi."

***

Seorang gadis bisu terpojok saat Kania maju mendekati nya dengan tatapan seperti ingin memangsanya. Ia sungguh tidak berpikir kalau semua ini ternyata akal bulus Kania untuk menjebaknya. Betapa niat gadis bermata biru terang itu untuk menyiksa dirinya.

Kata-katanya tempo hari seakan merupakan ancaman yang bukan sekedar omong kosong.

"Kenapa, bisu? Kaget ya gue tiba- tiba ada disini?!" suara Kania memecah keheningan. Bertolak pinggang menatap Vika yang terpojok di sudut ruangan. Berjalan semakin mendekati nya.

"Udah lama gue mau lakuin ini ke lo." Kania mengambil pisau lipat di kantung celana jeansnya, menunjuk kannya pada Vika tepat di depan matanya. Vika semakin ketakutan dibuatnya.

"Gimana ya, kalo muka lo yang sok cantik ini gue lukain pake pisau ini? Pasti bagus."

Vika menggelengkan kepalanya cepat,  matanya refleks menutup tak ingin melihat penyiksaan terhadap dirinya sendiri. Kania benar- benar gelap mata saat itu, dan dia tak mempunyai pikiran apapun kecuali membalaskan dendamnya pada gadis bisu yang selama ini ia benci.

Zratt.

Malam itu menjadi malam yang akan Kania ingat sampai kapanpun. Segala dendam dan rasa tidak sukanya pada Vika terbalaskan pada malam itu, of course. Namun, apakah setelah ini hidupnya akan damai dan tenang? Belum tentu.

Karena saat itu terjadi, diam- diam Tuhan telah menyiapkan skenario untuk Kania yang terkenal sebagai gadis angkuh dan merasa pusat dunia berada di tangannya hanya karena ada Papanya yang selalu bisa membereskan semua masalahnya.

Bahkan menuruti dan mendukung perbuatan bejad anaknya sendiri.

***

"Breaking news! Seorang siswi sma berisinisial RA ditemukan tak sadarkan diri dengan luka sayatan di sekujur tubuh di gudang tak terpakai dengan dekat pabrik gula. Kini korban sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat dan telah mendapat perawatan medis. Belum ada yang tahu pasti siapa yang melakukan semua ini.

Berita itu sudah tersebar kemana-mana bahkan menyebar luas dengan cepat. Alika yang menonton acara berita pagi hari itu sungguh sangat shock sampai menangis. Ia tidak menyangka kalau pertemuannya dua hari lalu dengan gadis itu adalah pertemuan terakhir untuknya.

Ia pun kini menyesal. Mengapa saat hari itu dia tidak curiga sama sekali dengan ucapan gadis bisu itu 2 hari lalu? Mengapa ia membiarkan saja sahabatnya pergi seorang diri hingga kejadian yang tidak diinginkan itu terjadi?

Alika pun bersumpah akan membalaskan dendam pada orang yang telah mencelakai sahabatnya itu.

"Kalau sampai nanti aku tahu siapa orang yang telah mencelakaimu, akan aku pastikan dia akan merasakan rasa sakit yang sama sepertimu bahkan lebih!" ucap Alika bersungguh sunguh sembari menatap foto kebersamaannya bersama sang sahabat. Tak sadar foto itu telah basah akan airmata.

Sementara itu, di tempat lain, Kania terlihat shock saat mendapat berita tentang Vika di televisi. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pemberitaan ini akan menyebar kemana-mana dan bocor. Kania menggigit jari jemarinya kalut. Lantas dia harus bagaimana?

"Gue gak nyangka beritanya akan cepat kesebar kek gini," gumam Kania sembari berjalan mondar-mandir di kamarnya. Isi kepala memaksanya untuk overthingking meskipun ia berusaha untuk tetap tenang. "Kalau sampe penyelidikan  ini berjalan, gue pasti bakal dipenjara."

Kania menarik rambutnya frustasi, berteriak sekencang mungkin untuk membuatnya sedikit merasa lega walau hanya sesaat.

"Gak! Gue gak mau dipenjara. Gue harus buru-buru menyembunyikan buktinya sebelum terlambat!"

Kania pun langsung berlari keluar dari kamarnya. Berusaha untuk melakukan apa yang dia bisa untuk meminimalisir kecurigaan semua orang terhadap dirinya kelak. Dia harus cepat sebelum polisi yang menangani kasus ini bertindak duluan.

"Setelah ini gue harus bicarain ini ke Papa. Semoga papa bisa beresin kasus ini."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Demi melunasi utang pengobatan ayahnya, Risa terpaksa menikahi Dhimas. Namun, suaminya itu menyimpan rahasia kelam dengan kepribadian ganda yang drastis di luar pengawasan ibunya. Risa pun terkejut saat mengetahui adanya wanita lain dalam hidup Dhimas. Di tengah tekanan mertua yang menuntutnya segera memberikan keturunan, Risa terjebak dalam pusaran konflik dan misteri. Mampukah ia bertahan dan mencari kebahagiaan di tengah pengkhianatan serta tuntutan keluarga ini?
Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Pernikahan Syafitri dan Guntur terus dihantam badai konflik sejak tahun pertama. Campur tangan serta provokasi dari keluarga Guntur membuat sikap sang suami kian memburuk terhadap istrinya. Meski telah berupaya bertahan dengan segala kesabaran, Fitri akhirnya mencapai titik jenuh. Ia memutuskan menyerah dan mundur dari rumah tangga yang penuh tekanan tersebut. Kini, keduanya menempuh jalan hidup masing-masing demi mencari kebahagiaan yang baru secara terpisah.
Sampul Novel Because of Mistake
9.6
Akibat kesalahpahaman fatal, Eudora terperangkap dalam penderitaan sebagai tawanan Legolas yang haus akan balas dendam. Kehidupannya hancur dalam siksaan hingga ia merasa maut lebih baik daripada bertahan hidup. Namun, kebenaran akhirnya terkuak bahwa Eudora adalah sosok penyelamat nyawa Legolas di masa lalu. Kini, rasa benci dan kekecewaan mendalam menyelimuti hati Eudora. Akankah cinta bersemi kembali atau mereka justru terjebak menjadi musuh abadi?
Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun aku diperbudak sebagai penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, atas perintah Permadi. Puncaknya, suamiku itu tega mencurangi penghargaanku demi Zara yang hamil. Saat kutemukan nama Zara di cincin nikahku, sadarlah aku hanya alat. Aku pun memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Saat Permadi mencari jasadku, video plagiarisme Zara tersebar luas. Dari kejauhan, aku tertawa melihat kehancuran mereka dengan identitas baru.
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel Foto Suamiku Diruang Keluarganya
8.7
Dua tahun membina rumah tangga, Ane akhirnya menemukan kenyataan pahit bahwa dirinya hanyalah istri kedua Farel. Rahasia besar ini terungkap secara tidak sengaja saat Ane berkunjung ke rumah salah satu wali muridnya. Ketika sang ibu menjatuhkan foto keluarga yang selama ini ia simpan rapat-rapat, Ane terkejut melihat sosok suaminya ada di sana. Kini, Ane terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan cintanya atau memilih pergi meninggalkan Farel.