Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin

Goyangan Pohon Beringin

Persahabatan Adrian dan Wandi retak akibat kehadiran Hesta, gadis misterius yang mempesona Adrian namun tampak mengerikan bagi Wandi. Wandi berusaha keras menyadarkan Adrian bahwa pujaan hatinya adalah makhluk astral, sementara serangkaian kejadian buruk mulai menghantui sejak mereka mendatangi sebuah pohon beringin tua. Di tengah belenggu misteri dan bahaya, mampukah Adrian melihat kebenaran? Akankah cinta beda dunia ini bersatu atau justru membawa petaka bagi mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Wandi yang gelisah akhirnya teringat jika Adrian selalu menyiman dompetnya di dalam jok sepeda motor. Kemudian dia melihat ke arah meja saat dia makan, matanya bersinar melihat kunci motor Adrian tergeletak di sana. Pelan dia menerobos orang yang menghalangi untuk menjangkau tempat duduknya tadi dan mengambil kunci motor itu, "alhamdulillah akhirnya rejeki juga, dia lupa bawa kuncinya. Emang kalau anak baik pasti jodohnya juga orang baik.”

“Mas, ayo cepetan bayar!” ucap pemilik warung menatap tajam ke arah Wandi.

Pemilik warung laki-laki dengan sangarnya, berteriak. Tetapi untungnya tidak sampai membuat semua pengunjung warung heboh mengeroyok Wandi. Berkat pelayan seksi memegang tangannya dan memberikan kecupan di pipi si abang dan melumat bibirnya. Dadanya yang menonjol terlihat dia tempelkan dengan sengaja di tubuh kekar sambil mengerlingkan mata nakal. Tentu saja adegan ini hanya di tonton Wandi saja, karena terhalang tirai tipis dari balik pintu.

Degup jantung Wandi seketika bergemuruh menahan rasa panas melihat adegan yang menodai kedua matanya. Beruntung dia segera tersadar dan kembali membalas teriakan abang pemilik warung.

“Iyee ... dih gak sabar amat. Gue kagak bakalan kabur Bang, tenang saja. Gini gini, gue laki yee ... punya tanggung jawab,” ucap Wandi yang bertubuh kurus sambil keluar dari warung menuju ke arah motor yang terparkir di sisi warung.

“Hei, jangan kabur lu, bayar dulu!” teriakan pemilik warung sontak mengagetkan para pengunjung warung yang sedang makan saat itu. Muka Wandi terasa merah terbakar menahan malu mendengarnya. Hingga berhenti dan menoleh ke arah abang pemilik warung.

”Gue kagak kabur Bang, nih mo ambil uang di jok motor. Ayok ikutin kalo gue bohong!” Teriak Wandi tanpa memperdulikan orang-orang yang menatapnya curiga. Wajahnya sudah merah menahan malu dicurigai gak bisa bayar makanan. Apes benar nasib Wandi hari ini.

Dengan langkah lesu meskipun sudah makan semangkuk soto ayam, Wandi membuka jok motor. Perasaannya tidak karuan, tidak tahu apakah dompet Adrian ada di dalam atau tidak? Pikiran buruk mulai membayang jika tidak menemukan dompet Adrian di sana. Matanya menciut saat membuka jok motor, takut menerina kenyataan buruk. Wandi sering mendapat bom kejutan dari Adrian, jantungnya selalu berdetak setiap kali dia ditinggalkan teman baiknya itu sendirian.

Tetapi saat membuka jok motor ....

“Yess ... alhamdulillah, Tuhan masih berpihak pada gue, orang ganteng ini. Yes ... awas lu Yan! Sekali lagi ngerjain gue, gak bakalan gue ....”

Belum selesai Wandi bicara sendiri, pemilik warung sudah memanggilnya untuk cepat membayar tagihan makanan. Dan terpaksa tanpa sepengetahuan temannya, Wandi mengambil dompet Adrian yang selalu di letakkan di dalam jok sepeda motor. Dompet warna hitam kulit yang berisi uang seratus ribu rupiah dan STNK sepeda motor milik Adrian. Segera Wandi mengambil uaang dan memberikannya kepada pemilih warung yang terus mengawasinya sejak tadi.

“Nih Bang, gue gak bohong? Gue bayar lunas. Eh, tapi kog banyak amat nih tagihannya? Bukannya tadi cuma berdua? Jangan bilang gadis tadi juga mau dibayari?”

“Emang iya, lu nggak tahu kalo dia belum bayar? Tanya sono ama teman lu yang udah kabur duluan sama dia!” ucap mas pemilik warung sambil memberikan uang kembalian.

“Bang, tadi tau kemana temen gue pergi? Gara-gara Abang gue ditinggal nih.”

Abang pemilik warung melihat ke arah Wandi sambil membereskan meja yang penuh dengan mangkuk kotor. Dia meletakkan mangkuk-mangkuk itu di tempat pencucian, kemudian berjalan mendekati Wandi yang masih menatap ke arahnya. Untung suasana warung agak sepi, para pengunjung sudah mulai pergi, sebagian yang ada di gubuk juga tinggal dua orang yang duduk di sana.

“Lu kagak tau, kalo temen lu tadi jalan ke arah sono? Gue juga heran napa dia ikut cewek itu? Tadi mo ngingetin tapi warung gue masih rame trus lupa.”

“Ke arah mana Bang? Naik apa dia tadi? Motornya juga masih ada di sini? Kagak mungkin jalan kaki lah? Dia gak suka jalan kaki.”

Abang pemilik warung menunjuk ke arah jalan raya, arah balik Wandi dan Adrian datang ke warungnya. Membuat Abang sedikit bingung karena melihat tidak ada sosok yang dia maksud. Pandangannya masih lurus menatap ke arah jalan raya yang sudah banyak lalu lalang kendaraan. Kemudian dia melangkah diikuti Wandi yang masih menatap ke arah mas nya dengan mulut mengaga. Hampir saja mentes air dari mulutnya, orang yang ada di sekeliling menatap dan mengangkat bahu mereka. Bahkan ada yang sebagian memilih menjauh dari Wandi yang sedang berjalan ke arah pintu keluar warung.

“Heh Mas, tadi gue liat temen lu jalan ke arah sono. Tapi kagak tahu kemana lagi? Kog gak ada, hati-hati aja, karena daerah sini masih rawan makhluk beda alam. Jangan-jangan temen lu tadi kebawa sama makhluk itu.”

“Aduh Bang, jangan ngadi-ngadi deh. Gue merinding ini, oke gue susul dia tapi ... kog arahnya ke sono ya Bang? Bener ya?”

Tak ada jawaban dari pemilik warung, Cuma anggukan dan masuk ke dalam warung. Tinggal Wandi yang termenung di dekat sepeeda motot Adrian. Antara bimbang untuk mencari temannya itu, atau pulang ke rumah bilang ke orang tua Adrian. Dia melihat lagi ke arah yang di tunjuk Abang pemilik warung tak ada orang yang berjalan ke arah dia dan Adrian tadi datang. Aran pohon beringin yang bergoyang, maeskipun tidak ada angin yang datang.

Dengan langkah lunglai Wandi berjalan ke arah sepeda motor, dan menyalakan mesin motor. Meskipun dengan bimbang dan sesekai menatap ke arah waring dan jalan raya, akhirnya Wandi berangkat menuju arah pohon beringin tadi.

“Semoga Adrian tidak ada masalah. Ya Tuhan, tolong bantu gue, gak mau ditinggal kayak gini? Sumpah gue bingung gak punya SIM juga, nanti kalo ada polisi gimana? Dasar Adrian kampret lu napa ninggalin gue. Awas lu ya! Gue ....”

“Woi ... Bang ... cepetan minggir! Gue mo lewat, ngomong sama siapa sih? Udah gini kali nih orang.”

Seorang perempuan berteriak di samping Wandi dengan jari disilang di dahinya. Sepertinya dia kesal dengan Wandi yang menghalang jalannya untuk keluar dari tempat itu.

“Iye Mak ... ini juga mau berangkat, sial bener nasib gue hari ini. Adrian ... tunggu gue ... mo buat perhitungan sama elu ....”

Plakk ....

“Pergi enggak lu!”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk Farisa
8.1
Farisa, seorang gadis desa, memberanikan diri merantau ke kota demi menjalankan wasiat terakhir ibunya untuk mencari sang ayah. Di tengah perjalanan, ia bertemu sosok pria baik hati yang menolongnya. Meski berhasil menemukan ayahnya, Farisa terkejut karena posisinya telah direbut oleh orang lain yang mengaku sebagai anak kandung pria itu. Kini, Farisa harus memilih antara menyerah atau tetap berjuang demi mendapatkan kembali hak dan pengakuan yang seharusnya ia miliki.
Sampul Novel Ditolak oleh Alpha-ku, Diklaim oleh Mahkota-ku
9.2
Alpha Damian mengkhianati pasangannya demi Lyra, serigala liar yang membawa anak haram. Saat upacara pewaris, Damian justru menyerang pasangannya yang hamil dan menuduhnya melukai anak Lyra. Ia membiarkan pewaris aslinya sekarat demi menyelamatkan anak simpanannya. Namun, Damian tidak sadar bahwa wanita yang ia buang adalah putri dari kawanan terkuat di dunia. Kini, pasukan keluarganya telah tiba di perbatasan untuk menjemput sang putri pulang.
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
William Samsons MacRay, arsitek ternama berusia 37 tahun, tak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan saat tertimpa sial di bandara. Emmy, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta, ternyata adalah karyawan baru di perusahaan milik William. Ketertarikan mendalam membuat William selalu membawa Emmy dalam perjalanan bisnis dunianya hingga hubungan mereka berkembang menjadi sugar daddy dan baby. Namun, perjodohan dari orang tua William mengancam cinta beda usia ini.
Sampul Novel Iblis Suci
9.1
Limdong tumbuh dalam kesendirian setelah orang tuanya tewas demi publik. Ia dikucilkan karena kekuatan dahsyat di tubuhnya sering meledak tanpa kendali, membuat siapapun tak berdaya melawannya. Demi mencari perhatian yang tak pernah ia dapatkan, Limdong sering bertingkah jahil, namun hal itu justru membuatnya kian dijauhi. Di tengah pengasingan sosial tersebut, ia memendam ambisi besar untuk menjadi Raja. Mampukah sosok yang dianggap aneh ini meraih mimpinya?
Sampul Novel Indra, Reinkarnasi Tiga Dewa
9.6
Nobel adalah dunia sihir yang menjadi medan perang antara manusia dan iblis. Saat populasi manusia melonjak, Raja Iblis menyebarkan virus mematikan. Indra, pemuda yatim piatu yang dibesarkan ras Triton, kehilangan desanya akibat monster terinfeksi. Ia berkelana melawan kegelapan bersama Aruna yang penuh rahasia dan Rai, pendekar yang ingin memulihkan kerajaannya. Akankah Indra mengungkap asal-usulnya dan menghentikan teror iblis dalam petualangan epik ini?
Sampul Novel Misi 27 Hari Yura
9.8
Yura Anindita menolak keras perjodohan dari orang tuanya. Ia pun memulai misi nekat untuk mencari calon suami pilihannya sendiri dalam waktu 27 hari, tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Di tengah tekanan waktu, dua pria berbeda hadir dalam hidupnya: sosok dari masa lalu dan pria baru yang memikat hatinya. Akankah Yura berhasil menemukan pendamping hidup yang tepat untuk membatalkan perjodohan tersebut, atau justru misinya akan berakhir dengan kegagalan?