Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi

Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi

Kehidupan Alfan Mananta sebagai dokter magang berubah drastis setelah ia dipaksa oleh direktur rumah sakitnya yang cantik untuk datang dan tinggal di kediamannya. Sejak langkah pertama di rumah wanita berkuasa tersebut, babak baru yang penuh dengan kedekatan intim tanpa batas pun dimulai di antara mereka. Novel modern bergenre fantasi romantis miliarder ini mengupas dinamika hubungan tak terduga yang menantang batas-batas profesionalisme mereka berdua dalam keseharian yang tak lagi sama.
Bab
Bagikan

Bab 1

Dokter magang bernama Alfan Mananta dipaksa oleh direktur rumah sakit yang cantik untuk ikut pulang ke rumahnya. Sejak saat itu, kehidupan mereka yang penuh kedekatan dan tanpa batas pun dimulai ....

Melalui kaca spion, Alfan melihat Rhea yang duduk di kursi belakang, hatinya dipenuhi kebingungan.

Direktur wanita yang biasanya sangat dingin itu, malah bertingkah tidak seperti biasanya hari ini. Dia duduk menyamping di kursi belakang. Wajahnya memerah dan pandangannya kacau. Lidahnya menjilat bibirnya sendiri, sementara tangannya terus meraba lehernya.

Melihat keadaan Rhea seperti itu, Alfan merasa ada yang tidak beres.

Alfan adalah seorang dokter magang di Rumah Sakit Prima. Untuk membelikan pacarnya, Charista, sebuah iPhone terbaru, dia memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk menjadi pengemudi ojek online demi menabung.

Siapa sangka, hari ini dia malah mendapatkan direkturnya sendiri sebagai penumpang.

Rhea memiliki tinggi sekitar 170 cm, kulit putih, wajah cantik, dan kaki jenjang. Penampilannya sangat menawan. Hanya saja, sifatnya biasa sangat dingin. Meskipun Alfan sudah setengah tahun berada di Rumah Sakit Prima, dia belum pernah benar-benar berbicara dengan Rhea.

"Bu Rhea, apakah kamu merasa nggak enak badan? Gimana kalau aku antar kamu ke rumah sakit?" Akhirnya dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

"Kamu ... kamu kenal aku?" Napas Rhea terdengar sedikit terengah.

"Aku dokter magang di Rumah Sakit Prima. Aku sering lihat Ibu waktu rapat."

"Aku nggak sakit. Antar aku pulang sesuai alamat."

Ketika Alfan kembali melihat ke kaca spion, tangan wanita itu sudah masuk ke dalam pakaiannya sendiri. Dia menggigit bibirnya yang merah dan kedua matanya setengah terpejam, tampak seperti menahan sesuatu yang sulit dikendalikan.

Meskipun hanya seorang dokter magang, dari kondisi yang ditunjukkan Rhea, Alfan merasa wanita itu kemungkinan mabuk atau tanpa sengaja mengonsumsi sesuatu seperti obat perangsang.

"Bu Rhea, menurutku kamu tetap perlu dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa."

"Apa maksudmu? Kamu nggak mengerti kata-kataku? Aku bilang antar aku pulang, secepat mungkin. Kalau terjadi sesuatu, kamu yang tanggung jawab!"

Alfan tidak berani menunda. Dia segera menginjak pedal gas dan mempercepat laju mobil. Lima atau enam menit kemudian, mobil itu berhenti di depan Vila Nomor 66, Jalan Champ.

Mobil baru saja berhenti, Rhea buru-buru membuka pintu dan turun. Namun belum sempat berjalan beberapa langkah, tubuhnya sudah oleng lalu terjatuh ke tanah.

Alfan segera turun dan menahan tubuh wanita itu.

"Bu Rhea, aku tekan saja belnya supaya keluargamu keluar jemput kamu."

Saat Alfan baru saja menopangnya berdiri, tiba-tiba Rhea memeluk lengannya dengan erat. Dengan suara gemetar dia berkata, "Cuma aku yang tinggal di sini. Kata sandinya 333666. Tolong bukakan pintunya dan antar aku masuk."

Setelah masuk ke dalam rumah dan membaringkannya di sofa, Alfan berbalik untuk mengambilkan segelas air. Ketika dia kembali sambil membawa air putih dan berdiri di depan wanita itu, jantung Alfan tiba-tiba berdegup keras.

Entah sejak kapan, Rhea sudah menarik ritsleting gaun panjang berwarna merah anggurnya. Bahu putihnya yang mulus, bra hitamnya, serta lekuk tubuhnya yang indah kini setengah terlihat. Tatapannya kacau dan kosong, lidahnya menyapu bibirnya perlahan.

"Bu Rhea, kamu lagi ngapain? Cepat minum air ini. Aku ... aku harus pergi."

Walaupun Alfan sudah punya pacar, hubungan dia dengan pacarnya hanya sebatas berpegangan tangan dan berpelukan.

Saat melihat pemandangan yang begitu menggoda di depannya, jantungnya berdegup sangat kencang. Rhea tidak menerima gelas air itu. Sebaliknya, dia tiba-tiba memeluk Alfan dengan erat.

"Tolong bantu aku. Suamiku memberiku obat perangsang. Kalau kamu nggak menolongku, malam ini mungkin aku nggak akan bisa bertahan."

Wanita itu melingkarkan kedua tangannya di leher Alfan, sorot matanya tampak lembut dan menggoda.

Alfan benar-benar panik. Dia sama sekali tidak menyangka, direktur wanita yang biasanya dingin itu hari ini malah memeluknya dengan sukarela.

Sejujurnya, dia sangat ingin mengikuti arus dan menidurinya saat itu juga.

Namun, Alfan adalah orang yang setia pada perasaannya. Pacarnya masih menunggu di rumah. Dia tidak ingin mengkhianati pacarnya.

"Bu Rhea, kamu terkena racun perangsang. Aku antar kamu ke rumah sakit untuk infus dan diberi penawar, nanti juga cepat sembuh."

Jari-jari Rhea meraba tubuh Alfan dan napasnya terengah-engah. "Aku direktur Rumah Sakit Prima. Semua tenaga medis di Provinsi Sargana mengenalku. Kalau mereka tahu aku terkena racun seperti ini, bagaimana aku bisa menghadapi mereka?"

"Kalau kamu bantu aku dengan tubuhmu untuk menetralisir racunnya hari ini, setelah itu aku akan mengurus agar kamu diangkat menjadi pegawai tetap."

Alfan ragu. Dia bisa bersama direktur yang cantik dan dingin itu, sekaligus membantu orang. Yang paling penting lagi, dia bisa menjadi pegawai tetap.

Kenapa tidak?

Namun, Alfan tetap tidak ingin mengkhianati pacarnya. Saat dia sudah memutuskan untuk pergi, tangan Rhea malah membuka ikat pinggangnya tanpa ragu.

Alfan sudah hampir lima tahun berpacaran dengan kekasihnya, tetapi dia belum pernah mengalami perlakuan seperti ini.

Dalam sekejap, pikirannya seperti meledak. Seluruh dirinya pun terlena begitu saja. Ketika dia benar-benar sadar kembali, mereka sudah berada di tempat tidur di lantai dua.

Entah siapa yang lebih dulu memulai. Yang jelas, semuanya berlangsung begitu intens sampai mereka melupakan segalanya.

Satu jam kemudian, keduanya terbaring lemas di atas tempat tidur.

Alfan memandang Rhea yang terbaring lemah di sampingnya, lalu bertanya dengan gelisah, "Bu Rhea, gi ... gimana perasaanmu sekarang?"

Wajah Rhea kembali menjadi dingin. Dengan susah payah dia berkata, "Racun di tubuhku sudah hilang."

"Bagus kalau begitu. Kalau sudah sembuh, aku juga harus pergi." Alfan segera bangkit dari tempat tidur dan buru-buru mengenakan pakaiannya.

"Kamu benar-benar dokter magang di Rumah Sakit Prima? Siapa namamu?"

"Alfan. Aku memang dokter magang di Rumah Sakit Prima."

"Untuk kejadian malam ini, aku berterima kasih padamu. Tapi, ada dua hal yang harus aku sampaikan. Pertama, kamu harus meninggalkan Rumah Sakit Prima. Kedua, kejadian malam ini nggak boleh kamu ceritakan kepada siapa pun. Kalau kamu sampai membocorkannya, aku akan membuat hidupmu sangat menderita."

Alfan telah menempuh lima tahun kuliah di fakultas kedokteran dan akhirnya berhasil magang di Rumah Sakit Prima. Setelah dia menolong direktur wanita itu, kini malah diminta untuk keluar dari Rumah Sakit Prima.

Alfan langsung merasa kesal.

"Bu Rhea, kamu ini seperti habis manis sepah dibuang. Kalau aku harus keluar dari Rumah Sakit Prima, berarti kuliah kedokteranku selama ini sia-sia?"

"Kamu nggak perlu khawatir. Aku akan merekomendasikanmu ke Rumah Sakit Ferrum. Nggak perlu magang, kamu bisa langsung masuk kerja. Fasilitas dan tunjangannya nggak kalah dari Rumah Sakit Prima."

Alfan merasa itu cukup masuk akal. Lagi pula, jika dia bertemu lagi dengan wanita ini di Rumah Sakit Prima, pasti akan terasa canggung. Namun, dia tetap berkata, "Pacarku juga dokter magang. Bisa nggak kamu sekalian bantu dia?"

"Nggak masalah. Ke Rumah Sakit Ferrum, nggak perlu magang, langsung diangkat menjadi pegawai tetap."

Dalam hati Alfan merasa bersyukur. "Terima kasih, Bu Rhea. Istirahat yang baik, aku pamit dulu."

"Kenapa terburu-buru? Tinggalkan nomor teleponmu." Rhea membuka selimut dan meraih ponsel di meja samping tempat tidur.

Sekilas, Alfan melihat noda merah di atas seprai yang putih bersih.

Bagaimana bisa? Rhea adalah wanita yang sudah menikah, kenapa masih ada tanda seperti itu?

"Bu Rhea, kamu ... kamu masih perawan?"

Rhea meliriknya dengan kesal. "Apa yang aneh? Siapa bilang kalau sudah menikah nggak bisa tetap perawan?"

Alfan semakin bingung. Setahunya, direktur cantik berusia 26 tahun itu sudah menikah dua tahun yang lalu. Setelah ratusan hari berlalu, dia ternyata masih menjaga dirinya tetap suci?

Sebenarnya, apa yang telah terjadi pada wanita ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Ceraikan Suami, Nikahi Adiknya
9.8
Setelah sepuluh tahun, Chloe Carlson memutuskan bercerai dari suaminya yang tidak setia, Vincent. Meski dituduh mengincar harta, Chloe pergi hanya demi membawa putri mereka, Mackenzie. Menjadi ibu tunggal tanpa kualifikasi membuatnya sulit mencari kerja. Terdesak, Chloe meminta bantuan adik iparnya, CEO muda Vernon Phoenix Gray. Namun, Vernon menawarkan posisi asisten pribadi dengan syarat pemuasan hasrat di ranjang. Kini Chloe terjebak antara rayuan Vernon atau kembali pada Vincent.
Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan kehadiran buah hati sebagai teman di masa senjanya kelak, namun ia enggan terikat dalam pernikahan. Demi mewujudkan keinginan gila tersebut, ia bertekad mencari pria yang bersedia memberinya keturunan tanpa komitmen. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO angkuh yang memiliki harga diri tinggi. Setelah pertemuan pertama mereka gagal membuahkan hasil, Athena secara terang-terangan meminta Arthur mengulangi malam panas itu.
Sampul Novel Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
8.9
Aryan Mada Kusumo, pewaris tampan Kusumo Grup yang gemar hidup bebas, mendadak terdesak saat orang tuanya menuntut pernikahan melalui perjodohan paksa. Di sisi lain, Nur Callia Maharani adalah chef profesional yang hanya ingin fokus pada kariernya. Tak disangka, sosok yang akan dijodohkan dengannya ternyata musuh bebuyutan masa kecil yang sangat ia benci. Akankah penyatuan antara wanita serius dan pria playboy ini berhasil di tengah konflik masa lalu mereka?
Sampul Novel Heal Me, Baby
8.1
Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Jebakan Cinta Sang Miliarder (Amata: Beloved).
7.9
Setelah tiga tahun, kepulangan Hwanhee ke rumah justru disambut paksaan nikah oleh ayahnya. Ia terjebak perjodohan dengan Ayda Hannah Elsworth demi ambisi keluarga besar mereka. Hannah yang keras kepala curiga bahwa rahasianya dimanfaatkan sebagai alat kendali, sehingga ia bertekad melawan status menantu boneka. Meski Hwanhee kewalahan menghadapi sifat Hannah yang rumit dan liar, kemandirian wanita itu mulai memicu dinamika benci tapi cinta yang sangat tak terduga.