Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GODAAN BIRAHI

GODAAN BIRAHI

Alex Spencer hanyalah pria pengangguran yang menggantungkan hidup pada istrinya, Tracy. Namun, ia justru terobsesi pada Tessa, istri dari seorang kapten pasukan elit bernama Leo Willborwn. Meski Leo unggul dalam segala hal, kesibukannya bertugas membuat Tessa sering merasa kesepian. Celah inilah yang dimanfaatkan Alex untuk menjerat Tessa dalam pusaran nafsu yang berbahaya. Akankah Tessa mampu bertahan dari godaan birahi yang terus menghimpit kesetiaannya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dua pencuri berhasil diringkus. Polisi mengucapkan terima kasih pada Alex dan memuji aksi heroik pria itu. Tessa tersenyum kagum mendengarnya.

Sambil berdiri bersisian di depan teras, Tessa dan Alex memandangi mobil-mobil polisi melaju pergi meningalkan pelataran.

"Pak Alex, terima kasih atas bantuanmu. Jika kau tidak datang, entah apa yang akan terjadi padaku." Tessa bicara pada Alex setelah mobil-mobil polisi tak lagi kelihatan di ujung jalan.

Alex mengangguk. "Tak masalah. Aku mau kembali ke rumah. Selamat malam," ucapnya pada Tessa, lantas dia segera melenggang pergi menuju rumah sebelah.

Tessa yang masih berdiri di teras memandangi Alex.

Pria itu sempat menatap ke arahnya sebelum kemudian menutup pintu. Tessa memberinya senyuman canggung, dan Alex hanya mengangguk pelan.

Setelah pintu dikunci dari dalam, Tessa berjalan menuju kamar sambil menguap.

Saat melewati ruang tamu, dia menoleh ke arah jendela. Dari sana terlihat balkon rumah Alex.

Namun, sepertinya pria itu sudah kembali tidur. Dia tidak melihat Alex di sana.

Ini memang aneh. Entah mengapa Tessa ingin melihat Alex sebelum dia kembali tidur.

Pria itu menghajar para pencuri dengan gagah perkasa. Sambil berbaring di tengah ranjang, Tessa kepikiran pada Alex dan aksi macho pria itu saat menolongnya.

Tendangan tungkai panjang Alex, tinjunya yang kuat. Bahkan tatapan matanya yang tajam. Tanpa sadar Tessa mengulas senyum mengingatnya.

Paginya saat matahari baru setinggi tombak pasukan Romawi. Tessa dikejutkan saat melihat suaminya di depan pintu rumah.

"Aku dengar ada pencuri. Makanya aku pulang. Aku mencemaskanmu, Sayang!"

Tessa yang biasanya bawel hanya diam saja saat Leo merangkum wajahnya dengan cemas.

Entah mengapa, hatinya tidak begitu senang melihat suaminya pulang.

"Leo, aku baik-baik saja. Tak usah lebay! Mereka hanya pencuri celana dalam. Polisi sudah menangkapnya!" ucap Tessa sambil menurunkan lengan Leo dari kedua pipinya.

"Meski begitu, aku tetap saja kuatir. Ah, iya ... Kau bilang Pak Alex yang menolongmu. Di mana dia? Aku harus bilang terima kasih padanya, bukan?" Leo bicara lagi.

Tessa menggeleng tampak bosan. "Aku sudah bilang terima kasih padanya. Kau pergilah bertugas, tak usah menemuinya."

Leo mengernyitkan dahi, heran. "Hei, ada apa ini? Mengapa kau menyuruhku pergi?"

Tessa kelabakan. "Bukan begitu. Tapi kau 'kan sedang bertugas. Nanti bagaimana jika kepala pimpinan mengetahui kau pulang?"

"Tak masalah. Aku sudah meminta izin kok!" Leo masih tampak keheranan melihat sikap Tessa yang menurutnya tak biasa.

Ting tong!

Suara bel pintu mengejutkan Leo dan Tessa yang sedang bertatapan di ruang tamu. Keduanya menoleh serempak ke arah pintu.

Alex Spencer?

Mata Tessa membulat penuh melihat siapa yang datang.

Alex dengan t-shirt ketatnya sedang berdiri di depan pintu. Mata Tessa turun pada kotak makanan yang dibawa pria itu.

"Maaf, jika aku mengganggu. Aku bawakan pie buah untuk kalian." Alex tersenyum manis usai bicara seperti itu.

Senyuman Alex yang mengalahkan manisnya rasa pie buah yang dibawanya, nyaris membuat Tessa hilang kesadaran detik itu juga.

"Pak Alex, tak usah repot-repot! Aku sangat berterima kasih padamu. Tessa bilang, kau menghajar para pencuri begitu bringas. Wah, kau jago berkelahi juga ya?"

Leo dengan senyum di wajahnya merangkul bahu Alex, lantas menggiring pria itu masuk rumahnya. Tessa menyambut dengan tersenyum manis. Alex melirik diam-diam.

"Anda terlalu pandai memuji, Pak Kapten. Aku hanya kebetulan lewat saja. Kudengar istri Anda menjerit ada pencuri." Alex bicara dengan santai saat duduk berhadapan dengan Leo di teras samping.

Segelas espresso buatan Tessa menemani ngobrol santai mereka. Leo menepuk bahu Alex sambil tertawa kecil.

Sementara mata Alex melirik pada Tessa diam-diam. Wanita itu sedang memperhatikannya dari balik jendela.

"Kau suka kopinya? Kopi buatan Tessa sangat nikmat dan disukai oleh para tentara di San Alexandria loh!" Leo memicingkan alisnya sambil tersenyum pada Alex.

Pria itu manggut-manggut. "Aku sendiri tidak begitu menyukai kopi. Namun, kopi ini terasa sangat berbeda."

"Itu karena Tessa-ku yang meraciknya. Kau akan menyukai kopi setelah ini, Bung!" Leo tertawa kecil, lantas menyeruput kopinya.

Alex turut tersenyum tipis melihatnya, lantas ekor matanya kembali melirik ke arah jendela diam-diam. Tessa memberinya senyuman termanis.

"Alex, apa kerjaanmu? Kau punya postur yang bagus. Tidak tertarikkah untuk menjadi tentara?" Leo bertanya setelah meletakkan cangkir kopinya kembali pada meja. Dia menatap pria di depannya kemudian.

Alex mengecap rasa kopi di bibirnya sebelum menjawab, "Aku seorang pelukis. Menjadi tentara, kurasa aku tidak cocok."

"Mengapa harus merasa cocok? Semua orang bisa menjadi tentara asal ada kemauan. Namun, kau memang lebih cocok menjadi seniman." Leo tersenyum sambil menepuk bahu Alex.

Alex hanya tersenyum tipis menanggapi. Diam-diam dia kembali melirik Tessa.

Wanita itu sudah tidak ada di balik jendela. Entah kemana dia. Mungkin ke toilet. Mata Alex mencari-cari.

"Aku akan kembali bertugas. Jaga dirimu baik-baik ya? Jika butuh bantuan, kau boleh meminta tolong pada Alex. Kurasa dia bisa diandalkan."

Leo mengusap pipi licin Tessa sambil menatap istrinya dengan lembut. Insident pencuri di rumah membuatnya khawatir pada Tessa. Namun, tugasnya sebagai tentara tak bisa ditunda.

Tessa mengangguk. "Kau jangan cemas. Aku akan baik-baik saja. Pergilah."

Leo tersenyum lega. Dia lantas mengecup kening Tessa, lalu turun ke pipi dan bibirnya.

Cukup lama mereka betciuman. Dari tepi teras balkon, Alex memandangi dengan tatapan geram.

Mobil dinas melaju meningalkan pelataran rumah. Tessa segera memutar tubuhnya hendak masuk rumah. Tak sengaja dia menoleh ke rumah sebelah. Tatapan Alex membuatnya ngeri.

Tak berpikiran buruk, Tessa hanya tersenyum tipis pada Alex lalu masuk rumah.

Pria di teras balkon mengepalkan buku-buku jemarinya. Melihat Tessa dan Leo betciuman begitu mesra, dia tidak suka. Entah apa alasannya. Alex sendiri tidak paham.

"Sayang! Kau di mana?!"

Suara Tracy mengejutkan Alex. Pria itu segera menoleh.

Wanita cantik dalam balutan stelan kantor warna cream tersenyum manis untuknya.

Senyuman itu pernah membuatnya jatuh cinta. Namun, mengapa sekarang terlihat biasa saja. Bahkan tidak menarik. Alex lebih suka senyuman Tessa.

Ya, senyuman Tessa jauh lebih manis dan membuat hatinya bergetar dalam perasaan yang sulit diartikan. Terasa bergelora. Entah apa. Namun, dia menyukainya.

"Sayang, aku pulang cepat hari ini. Bisakah kita keluar untuk makan malam?"

Tracy bergelayut pada tengkuk leher Alex. Dia tersenyum amat manis sambil menyentuh hidung mancung suaminya yang tampan.

Alex yang sedang sibuk dengan cat warna dan kuasnya tampak acuh-acuh saja.

Hal itu membuat Tracy semakin gemas. Segera diraih cat dan kuas dari tangan Alex. Pria itu diam saja saat dia duduk di pangkuannya.

"Alex, aku merindukanmu," bisik Tracy dengan manja.

Alex masih bergeming tanpa suara. Hingga saat ciuman Tracy menyapu bibirnya yang kering, dia tak merespons dengan cepat.

Tracy menatapnya heran. Tak biasanya Alex begitu dingin seperti ini. Bahkan, dia tidak membalas ciumannya?

"Aku akan bersiap-siap." Alex bicara ke wajah Tracy.

Wanita itu mengangguk dan segera bangkit dari pangkuannya.

Alex dan wajah yang dingin segera melenggang pergi begitu saja. Tracy menatap punggung suaminya dengan perasaan heran.

"Alex ..."

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexa
9.2
Alexandra Delacroix Adams, si tomboy dari klan ternama, dihukum menjadi Jamilah di Desa Pelem selama setahun. Ia harus menukar jaket kulitnya dengan kebaya sambil berjuang mengubah pola pikir kolot wanita desa tentang dominasi pria. Di sana, Alexa terlibat konflik sengit dengan Jenggala Buana Sagara, petani modern yang meremehkan kecerdasan gadis kota. Meski dituduh sebagai provokator, Alexa tetap teguh memperjuangkan kemandirian ekonomi bagi kaum perempuan.
Sampul Novel "Gita Cinta dari Gadjah Mada"
8.1
Gita Cinta dari Gadjah Mada menyajikan kisah asmara antara Gita, mahasiswi penuh talenta, dan Mada, pemuda yang sangat ambisius. Berlatar di lingkungan Universitas Gadjah Mada yang dinamis, hubungan mereka menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkuliahan. Pembaca akan diajak menyelami perjuangan cinta yang emosional di tengah atmosfer kampus yang berwarna. Sebuah narasi tentang romansa masa muda yang harus bertahan melewati segala rintangan dunia akademik.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Penyiksaan yang tiada henti selalu terbayang di mata Elle, seorang Ayah yang seharusnya mengayomi malah sebaliknya dia dipaksa bekerja untuk mencari uang. Ayahnya semakin hari semakin gila. "Ayah, aku mohon hentikan!" isaknya sambil memohon. "Kamu menginginkan ini! Kamu seharusnya sudah menyiapkan uang yang aku butuhkan?!" "Ayah, hentikan! Sakit!" Elle seorang gadis berusia dua puluh dua tahun harus menanggung kehidupan yang pahit. Elle si gadis penari telanjang itulah profesinya saat ini. Kini ia bertekad untuk mengakhiri semua ini dia tidak ingin dijadikan budak lagi oleh Ayahnya, dia ingin keluar dari kehidupan yang kotor dia tidak ingin menjual tubuhnya lagi, malam ini adalah malam terakhir dia bekerja sebagai penari telanjang disebuah club.
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.
Sampul Novel Permainan Cinta Dokter Muda
8.1
Trauma atas penderitaan pernikahan adiknya membuat Sonya Anastasya skeptis terhadap laki-laki. Baginya, semua pria adalah perayu ulung, termasuk Dokter Tomy Surya Atmaja yang menawan. Meski Tomy telah berkeluarga dan putrinya adalah murid Sonya, sebuah insiden tak terduga di satu malam memicu gairah terlarang di antara mereka. Sonya terjebak dalam dilema antara logika dan hasrat membara yang sulit ditolak, meski ia tahu hubungan ini adalah kesalahan besar.
Sampul Novel Rahim Pengganti
8.6
Selly Widya mengira hidupnya telah sempurna saat memiliki suami dan putra yang tampan. Namun, kenyataan pahit terungkap bahwa dirinya hanyalah mesin penghasil keturunan bagi sang suami. Pria itu ternyata memiliki istri lain dan hanya menikahinya demi mendapatkan anak. Dalam kepedihan yang mendalam, Selly harus menghadapi pengkhianatan keji ini. Harapan akan kebahagiaan keluarga yang ia impikan hancur seketika saat ia menyadari posisi sebenarnya.