Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT

GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT

Ghaffar memutuskan merantau ke Jakarta demi menimba ilmu. Namun, kehidupan pemuda ini berubah total saat ia mulai berinteraksi dengan deretan wanita di ibu kota. Perjalanan yang semula fokus pada pendidikan justru membawanya ke dalam lika-liku hubungan yang tak terduga. Kisah romansa modern ini mengandung konten dewasa yang ditujukan bagi pembaca bijak. Ikuti bagaimana Ghaffar menghadapi dinamika sosial dan godaan di tengah kerasnya kehidupan Jakarta.
Bab
Bagikan

Bab 2

Esok harinya, ketika di kampus pun Ghaffar mulai berani menegur sapa Aisyah. Meskipun Aisyah ingin membalas sapaanya, tapi ia tetap manjaga imagenya sebagai akhwat alim yang menjaga pandangannya dari ikhwan lain yang bukan mahramnya.

Hari itu Ghaffar pulang lebih awal, karena Aisyah ada kuliah hingga malam, akhirnya hasrat Ghaffar untuk menjamah tubuh Aisyah pun tak bisa terpenuhi. Aisyah hanya bisa menyepong kontol Ghaffar di toilet sekretariat BEM Fakultas, itupun hanya sebentar karena harus ada kuliah lagi. Sebelum pergi Aisyah sempat memberinya ciuman sambil meminta maaf. Hari ini Aisyah tetap tampil cantik dengan cadar tali, jilbab hitam besar dan jubah panjang hitamnya. Kacamatanya menambah kecantikan diirinya.

Ketika sampai di kos, Ghaffar segera membuka HP dan mendapati chat dari Ummi atau Bu Amira. la adalah ibu dari Aisyah.

Bu Amira : Dek Ghaffar sudah pulang? Kalau sudah tolong segera ke rumah ya.. penting

Ghaffar : Iya sudah bu... inshaa Allah ini segera kesitu bu

Tanpa berburuk sangka pun Ghaffar segera ganti baju, mandi dan segera menuju rumah Aisyah. Sesampainya disana, Ghaffar langsung masuk. Sementara bu Amira sudah menunggunya di ruang tengah.

Ghaffar : Assalamualaikum bu... ada perlu apa ya?

Karena hari ini bukan hari kerja Ghaffar sehingga Ghaffar pun agak bingung.

Bu Amira : Ohh gak papa... Cuma mau ngobrol sebentar.

Hari ini pun bu Amira terlihat cantik dengan jilbab instan antem panjang sepaha berwarna marun membalut indah wajahnya yang putih bersih mirip Zaskia Adya Mecca. Gamis panjang hitam kombinasi marun pun menghiasi lekuk tubuhnya yang indah. Akhwat berumur 37tahun ini memang merawat tubuhnya dengan baik. Sejak bercerai dengan suaminya setahun lalu, kini bu Amira lebih memperhatikan perawatan tubuhnya. Meskipun berbaju syar'i, namun itu tidak bisa menyembunyikan toketnya yang luar biasa besar. Ghaffar pun merasa mungkin lebih besar dari Aisyah.

Di ruang tengah ada 1 sofa besar cukup panjang, muat untuk 5 orang, 1 TV LED ukuran 60an inch dan home theatre. Ruangan itu juga dipenuhi pernak pernik hiasan dan juga karpet yang membuat suasana ruangan terlihat mahal.

Bu Amira duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya di atas kakinya yang lain, bibir merah alaminya membuat setiap laki-laki yang melihat pasti ingin melumatnya. Matanya menggunakan kontak lens dan eye liner sehingga menyempurnakan kecantikan wajahnya.

Bu Amira : Sini duduk sebentar

Ghaffar : Ohh iya bu

Ghaffar pun memberanikan diri duduk di sofa dengan bu Amira. Pandangannya tak bisa lepas dari gundukan raksasa di dada bu Amira.

Bu Amira : Mmm... dek Ghaffar ini satu fakultas sama Aisyah ya?

Ghaffar : Iya bu...

Bu Amira : Cantik gak anak saya? Tanya bu Amira bercanda.

Ghaffar : I... iya bu... cantik... tapi kan anak ibu pakai cadar, jadi saya juga belum tau betul.

Bu Amira : Ahh... masa sih?

Ghaffar : Iya bu... masa saya bohong...

Bu Amira : Ohh... ibu jadi kepikiran deh nanti waktu cariin jodoh dia... jawab bu Amira sambil tertawa kecil

Bu Amira : Ehh... ibu ada video bagus... mau coba lihat?

Ghaffar : Video apa bu?

Ghaffar berfikir itu video produk baru bu Amira, karena bu Amira punya bisnis busana muslim akhwat.

Bu Amira : Sudah... coba dilihat dulu...

Ghaffar pun mulai menonton video yang ada di HP bu Amira. Betapa kagetnya Ghaffar ketika yang ada di video itu adalah video persetubuhan nya dengan Aisyah. Wajah Ghaffar langsung pucat, tangannya gemetar, kini dia pun sudah tak bisa lagi berfikir. Pikirannya sudah kalut membayangkan apa yang akan di katakan bu Amira.

Bu Amira : Aisyaahh... sini, nih ditungguin mas Ghaffar

Kulihat Aisyah pun keluar dari kamarnya dengan tertunduk. la hanya menggunakan cadar tali dengang jilbab sedang dan gamis panjang tanpa kaus kaki dan manset. Mungkin ia pulang awal karena mau disidang oleh ibunya.

Bu Amira : Situ... Duduk di bawah! Perintah bu Amira pada Aisyah. Aisyah pun hanya menunduk dan mengikuti perintah ibunya.

Ghaffar pun tak berani menatap Aisyah, wajahnya pucat, pikirannya tak tentu arah. Kini mereka berdua seperti orang yang tengah menunggu hukuman mati.

Bu Amira : Jadi gini? Sudah saya pekerjakan! Malah kamu zinahi anak saya?! Mau kamu apa?!!

Ghaffar hanya terdiam.

Bu Amira : Oke!! Hanya 2 pilihan!! Kamu ikuti semua apa yang ibu mau! Atau ibu laporkan ke kepolisian! Pilih !!

Ghaffar : Afwan bu... Ghaffar gak bermaksud...

Bu Amira : Heh!! SURUH MILIH KOK MALAH NGOMONG GAK JELAS!! PILIH!!

Ghaffar : I... iya bu... Ghaffar pilih yang pertama...

Ghaffar pun tak punya pilihan, daripada hancur di penjara, mending coba opsi lain meskipun harus kerja rodi selamanya. Aisyah pun terlihat pasrah tak bisa berkata apa-apa.

Bu Amira : Oke sekarang kamu berdiri hadap kesini

Ghaffar pun berdiri menghadap Bu Amira.

Bu Amira : Aisyah! Kamu juga harus tanggungjawab!! Lihat kesini!!

Aisyah pun mulai mengangkat kepalanya. Matanya berkaca-kaca dan terlihat bengkak.

Bu Amira : Sekarang kamu telanjang!! Seperti waktu kamu zinahi anakku!!

Ghaffar pun tak berfikir panjang, ia pun segera melucuti semua pakaiannya hingga tak tersisa sehelai benang pun di tubuhnya. Kini tubuhnya yang atletis terpampang di depan akhwat janda cantik itu dan juga kontolnya yang panjang itu menggelantung seperti terong yang lemas.

Bu Amira : Sini maju lebih deket!! Kamu juga Aisyah!! Lihat baik-baik orang ini!!

Ghaffar pun maju mendekati bu Amira.

Bu Amira : Ohh... ini yang bikin kamu rela dizinahi? Gitu Aisyah? Sambil tangan kiri Bu Amira meremas telur Ghaffar.

Meskipun dalam perasan kalut, mendapat perlakuan seperti itu dari akhwat janda cantik pun membuat Ghaffar terangsang. Tanpa sadar kontol Ghaffar pun mulai keras dan membesar.

Bu Amira : Ehh dasar gatau malu ya!? Udah salah masih aja nafsu!? Dasar Binatang Kamu!! Bentak bu Amira ada Ghaffar dibarengi dengan remasan kuat di telur Ghaffar yang membuatnya sedikit ngilu tapi nikmat.

Bu Amira : Aisyah!? Apa yang kamu lakuin sama benda ini ha?! Jawab!!

Aisyah : Em... emmut... mi... diemut... Jawab Aisyah sambil menahan malu tapi tetap memandang ke arah kami.

Bu Amira : JADI INI HUKUMAN KALIAN!! AISYAH HARUS LIAT APA YANG IBU LAKUIN SAMA GHAFFAR!! DAN KAMU GHAFFAR HARUS MENURUTI SEMUA PERINTAH IBU!!

Kemudian Bu Amira pun mulai mendekatkan wajahnya ke kontol Ghaffra dan mulai menciumi dan menjilati kontol Ghaffar dari pangkal hingga ke ujung. Ghaffar yang menerima perlakuan itu makin bingung tak karuan. Disisi lain ia malu dengan kelakuannya, disisi lain ini surga dunia yang ia dambakan. Ghaffar pun hanya bisa memejamkan mata merasakan permainan bu Amira di kontolnya.

Bu Amira : Umm... Slurrrpp... Cup... Cup... Aisyah harus lihat gimana caranya nangani kontolllh...

Aisyah pun terlihat kaget dengan perlakuan ibunya pada Ghaffar. Rasa takut dan risih yang dirasakannya kini berganti rasa penasaran dan terangsang atas aksi yang terjadi di depannya.

Bu Amira pun mulai menyibakkan jilbabnya dan menarik resleting gamisnya kemudian menurunkan gamisnya hingga sepinggang. Otomatis bukit raksasanya tumpah keluar dari sarangnya. Toket berukuran 40H itu pun membuat mata Ghaffar terbelalak. Tak pernah terbayangkan akan melihat toket sebesar itu dalam hidupnya. Bahkan urat nadi hijau dan biru nampak menghiasi kulit putih mulus toketnya.

Bu Amira : Kenapa? Pengen pegang toket ibu??

Ghaffar pun kaget dengan bahasa 'toket' yang bu Amira gunakan. Sebelum Ghaffar sempat menjawab, kini Bu Amira melakukan Deepthroat ke kontol Ghaffar. Dalam satu gerakan maju semua kontol Ghaffar yang berukuran 25cm dan diameter 5cm itu pun masuk ke tenggorokan bu Amira. Tangannya pun masih dengan aktif memainkan telur Ghaffar sehingga membuat Ghaffar semakin terangsang hebat.

Aisyah yang melihat permainan ibunya pun mulai terangsang. Tak pernah terbayangkan olehnya kalau ibunya sebegitu mahir dalam memanjakan kontol laki-laki. Selama ini Aisyah hanya tau kalau ibunya seorang akhwat yang begitu menjaga diri dari ikhwan yang bukan mahramnya.

Bahkan ibunya sudah sering menjadi pemateri di kajian- kajian kemuslimahan. Tapi kini yang ada dihadapan Aisyah adalah sisi binal ibunya. Kontol yang besar panjang itupun ibarat permen lolipop bagi ibu Aisyah. Bu Amira kini mulai memaju mundurkan kepalanya, mengocok kontol Ghaffar dengan mulutnya.

Kadang mundur hingga hanya kepala kontolnya saja yang masih dikulum, kemudian dengan cepat bu Amira memajukan kepalanya hingga mentok ke pangkal kontol Ghaffar. Kurang lebih 7 menit bu Amira men - deepthroat kontol Ghaffar sambil terus meremas - remas telurnya. Tangan kanan bu Amira pun aktif meremas toketnya yang berayun mengikuti irama sodokan kepalanya.

Bu Amira : Ungh... Ugh... Ugh... cpok... cpok... Ughh... Ughh... slurrpp... uGhhh...

Suara benturan kontol dan tenggorokan becek bu Amira membuat rangsangan hebat pada Aisyah yang tanpa sadar mulai meremas-remas toketnya. Ghaffar yang mendapatkan perlakuan luar biasa itu pun tak bisa mempertahankan pertahanannya dan akhirnya pun ia mencapai klimaks.

Ghaffar : Aghh bu Amira... ana mau keluarr...

Bu Amira yang mengetahui datangnya klimaks Ghaffar bukannya menghentikan sodokannya malah mempercepat gerak kepalanya maju mundur seolah-olah ingin menelan habis semua kontol Ghaffar.

Crrtt... crrttt... CRRRRRTTTTTTT...

Luapan sperma Ghaffar pun semuanya kini tumpah di dalam mulut bu Amira karena kontol Ghaffar masih sepertiga di dalam mulutnya. Selesai ejakulasi, Bu Amira terlihat menyedot - nyedot kontol Ghaffar yang membuat Ghaffar merasa geli.

Kemudian bu Amira menumpahkan sperma dimulutnya ketangannya dan memanggil Aisyah.

Bu Amira : Aisyah... sini... buka cadarmu...

Aisyah pun yang sudah didera birahi hebat tanpa pikir panjang langsung melepas cadarnya. Bu Amira kembali memasukkan sperma tadi ke mulutnya seperti adegan-adegan di film porno.

Kemudian ia membuka mulut Aisyah dan melakukan cum-swap ke Aisyah. Benar-benar pemandangan yang erotis ketika ibu dan anak melakukan Cum Swap dan dilanjutkan dengan ciuman layaknya lesbian. Aisyah pun terlihat menikmati sperma dimulutnya, mungkin karena sudah terlanjur terangsang hebat. Kini keduanya sama - sama menelan sperma Ghaffar.

Bu Amira : Gimana dek? Enak mana ibu sama Aisyah nyepongnya?

Ghaffar : Eee... enak... ibu... Aisyah pun merasa tertantang. Mukanya terlihat sedikit kesal dengan jawaban ku. Walaupun kesal, tapi kecantikannya tetap tidak hilang.

Bu Amira : Eitz... hari ini Aisyah ga boleh ngapa-ngapain sama Ghaffar. Hari ini Ghaffar jadi pemuas ibu dan Aisyah harus nonton kita sampai selesai.

Ghaffar pun sudah tak berpikir yang lain-lainnya yang ada hanya ia ingin segera mensetubuhi akhwat janda super cantik ini.

Bu Amira : Nah sekarang dek Ghaffar lakuin apa yang dek Ghaffar lakuin sama Aisyah. Buat ibu menjadi kuda binal! Seru Bu Amira.

Mendapat perintah itu, bak kesetanan Ghaffar pun langsung menyerbu badan sintal akhwat beranak satu ini. Gamis yang ada di tubuh bu Amira pun langsung di lucutinya dan ia lemparkan entah kemana.

Kini hanya tinggal jilbab antem marun yang menempel ditubuhnya. Vaginanya terlihat agak tembem tanpa bulu. Toketnya yang ultra besar dihiasi puting berwarna coklat sedang. Ghaffar pun langsung mencumbu leher Bu Amira yang sudah mulai terlentang di sofa.

Sofa yang ada di ruang tengah ini bagian sandarannya bisa di rebahkan sehingga berbentuk seperti kasur. Tangan kanan Ghaffar dengan liarnya meremas toket bu Amira sebelah kiri sementara tangan kirinya meremas toket kanannya.

Bu Amira mendesah tak karuan. la pun sudah tak peduli lagi dengan suara desahannya yang cukup keras. Aisyah yang melihat percumbuan Ghaffar, kini semakin terangsang dan mulai memainkan vaginanya dari luar CD dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya meremas-remas toketnya yang masih tertutup gamis.

Ghaffar yang kesetanan kini mulai turun ke arah gunung raksasa bu Amira dan mulai mengulum putingnya yang sudah mengera sejak tadi. Bu Amira yang sudah lama mendambakan sentuhan laki-laki ditubuhnya pun makin blingsatan menerima terpaan birahi. Tangannya meremas - remas kepala Ghaffar seakan ingin agar kepala Ghaffar amblas seluruhnya di toketnya. Kadang Ghaffar menampar-nampar toket bu Amira membuat bu Amira kelojotan girang. Ternyata bu Amira menyukai Hardcore seks.

Bu Amira : Ouuhh iyaahh Ghaffaaarrr... tampar lagi toket ibuu... UHHH.. ISEP JUGAAA... OUUHHH... OUHH...

Kontol Ghaffar yang tadinya lemas sudah kembali tegang dan keras. Ghaffar pun semakin menjadi - jadi melumat kedua bongkahan gunung itu yang kali ini mengulum kedua puting bu Amira bersamaan. Puas bermain dengan toket, Ghaffar menyusuri tubuh sintal nan indah akhwat anak satu itu dengan jilatan hingga tiba di liang surgawi bu Amira.

Nampak Vaginanya mulai basah oleh cairan kenikmatan yang memberikan aroma rangsangan pada Ghaffar. Tak perlu dikomando lagi, Ghaffar pun segera membenamkan mukanya ke Vagina bu Amira. Kadang ia jilat, kadang di sedot-sedot, kadang ia pilin-pilin klitorisnya, dan kadang ia tampar - tampar vagina bu Amira. Bu Amira yang mendapatkan pelecehan itu malah semakin liar bak cacing kepanasan. Tubuhnya blingsatan kesana kemari.

Bu Amira : Aaahhh... Ouhh... GHAFFAAARRR... JANGAN BERHENTII... AHHH TERUSSHHH... ΜΜΗΗ... KONTOL KAMU SAYAAANNGG... IBU MAU KONTOL KAMUUUHHH... Racau Bu Amira merasakan gelora birahi yang memuncak.

Ghaffar pun serasa seperti raja dan mulai memanggil bu Amira semaunya.

Ghaffar : HEH LONTEE!? KAMU MAU KONTOL HAH??? MAU!?? SINI NUNGGING KAYAK ANJING!??

Merasa dilecehkan bu Amira yang sudah kalap oleh birahi pun malah semakin liar.

Bu Amira : OHHH IYAH SAYANG... IBU MEMANG LONTE... IBU MEMANG ANJING HAUS KONTOOOLL.. racau bu Amira sambil merasakan kenikmatan di vaginanya.

Ternyata Ghaffar kini mengocok liang vagina bu Amira dengan jari- jarinya. Memberikan rangsangan hebat ke seluruh tubuh bu Amira.

Ghaffar : LONTE SINI KAMU! MAU KONTOL HAH?! BURUAN NUNGGING KAYAK ANJING!!

Ghaffar pun kini tidur telentang, bu Amira yang paham dengan situasi pun langsung bangun dan mengubah posisinya menungging layaknya anjing. Ibarat sapi yang dicolok hidungnya, bu Amira pun bergerak merangkak dengan posisi nungging hingga wajahnya mendekati kontol Ghaffar.

Ghaffar : SIAPA NAMAMU LONTE?!! LONTE SYARI YA?? ATAU ANJING SYAR'I?!

Bu Amira : AHH IYA SAYANGG... AKU ANJING SYAR'I SAYANG... UHH MAU KONTOLMU SAYAAANNNGG... ANJING SYAR'I INI HAUS KONTOL!!!

Tangan kanan Ghaffar menahan kepala bu Amira yang masih terbalut jilbab antem marun itu supaya tidak menyentuh kontolnya. Tapi bu Amira dengan sekuat tenaga mendorong kepalanya sambil membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya ibarat anjing kelaparan.

Ghaffar : OOHH DASAR ANJING!! PENGEN BANGET KONTOL?! NIH HADIAH BUAT KAMU!!

Ghaffar pun melepas tangannya, dan bu Amira langsung melahap habis kontol Ghaffar bak anjing kelaparan yang mendapat makanan kesukaannya. Dengan liar ia mengocok kontol Ghaffar dengan mulutnya. Suara decak becek tenggorokan dan liur bu Amira mewarnai ruang tengah rumah mewah itu.

Kadang bu Amira terbatuk - batuk ketika kontol Ghaffar terlalu dalam memasuki tenggorokannya. Setelah puas membuat becek kontol Ghaffar, bu Amira pun mengambil posisi Woman On Top. la segera berjongkok di atas kontol dengan kaki kanannya agak diangkat sedikit.

Bu Amira : AHHH SAYANG... BERI ANJING SYAR'I INI KENIKMATAN KONTOL JANTANMU SAYAANG... PLEASEE... pinta bu Amira memelas.

Ghaffar pun hanya mengangguk. Sejurus kemudian bu Amira mulai menekan kepala kontol Ghaffar ke arah vaginanya dan blessshh kontol besar nan panjang itu masuk tanpa ada kesulitan apapun.

Bu Amira : OUUUHHHΗΗΗΗ... ΚΟNNTOOOLLLHH...

Lenguhan panjang bu Amira diiringi dengan gerakan maju mundurnya memburu nafsu kini semakin menderu. Bak kesurupan, bu Amira bergerak maju mundur dengan liar membuat bongkahan gunungnya melambai-lambai dan bersuara plak plak ketika toketnya menghantam badannya.

Ghaffar pun merasakan kenikmatan yang luar biasa mendapatkan pelayanan hebat dari akhwat janda binal. Tak mau melepaskan kesempatan, tangan Ghaffar kini aktif meremas dan memainkan puting bu Amira.

Bu Amira yang mendapatkan serangan birahi dari 2 arah pun tak sanggup berlama-lama menahan klimaksnya. Kontol Ghaffar yang besar dan panjang terasa sesak dan nikmat di liang surgawinya ditambah puntiran nakal Ghaffar di puting toket membuat bu Amira melenguh hebat sambil mengangkat tubuhnya hingga kontol Ghaffar terlepas

Bu Amira : ΜΜΜΜΜΜΗHHOOOOOOOOHHHHH... CRRRTT... SEERRRRRRRRR.. SEERRRRR..

Luapan air mancur cairan surgawi bu Amira pun menyebar ke segala arah di ruang tengah itu. Setelah beberapa detik klimaks, nampak bu Amira mulai lemas, namun bukan berarti selesai. la kembali memasukkan kembali Kontol dahsyat Ghaffar dan mulai bergerak naik turun. Ketika naik terlihat vagina bu Amira seperti kempot kebawah, dan ketika turun, blesshh kontol Ghaffar menghujam dalam - dalam vagina bu Amira hingga menghantam rahimnya. Posisi ini bertahan sekitar 8 menit sampai akhirnya bu Amira klimaks untuk kedua kalinya.

Bu Amira : Hhhh... Hhhh... Anjing syar'i ini capek... kamu belum keluar sayang?

Ghaffar : hah? Lawan anjing kok keluar cepet? Ga mungkin lah...

Bu Amira : Uhhh... yaudah pakai Anjing Syar'i ini semau kamu sayaaangg...

Ghaffar : Ya Pastilah!! Emang kamu anjing! Bentar aku mau kasih makan anakmu!

Ghaffar pun turun ke Aisyah yang ternyata sudah telanjang bulat tinggal menyisakan jilbabnya saja. Nafasnya terengah-engah tapi matanya masih menatap kontol Ghaffar dengan penuh nafsu. Karpet yang Aisyah duduki kini sudah banjir dengan cairan surgawinya. Entah berapa kali dia orgasme.

Ghaffar : Uhhh sayang... pengen banget kontol ya? Tunggu aku kelarin ibu kamu ya... ntar aku entot ukhtiku sayang ini...

Ghaffar pun menjulurkan kontolnya yang masih mengkilap dan Aisyah pun langsung melahap kontol Ghaffar. Ia menyepong kontol Ghaffar dengan liar, menjilatinya hingga bersih. Kemudian Ghaffar cabut kontol dari mulut Aisyah, nampak wajah kecewa Aisyah. Namun sekejap saja Ghaffar langsung mencium mesra bibir merahnya. Ghaffar pun kini kembali ke sofa tempat bu Amira terkapar lemas.

Ghaffar : PLAK!!! BANGUN WOE ANJING!! SIAPA SURUH BOLEH TIDUR HA!?! NUNGGIN CEPAT!!

Ghaffar menampar keras pantat bu Amira, yang langsung membuat bu Amira terangsang lagi. Dengan sisa-sisa tenaganya kini bu Amira mengambil posisi doggy style. Ghaffar yang sudah kesetanan langsung mengarahkan kontolnya dan dengan satu sodokan kuat blesss kontolnya menancap dalam-dalam di liang surgawi bu Amira. Ghaffar dengan liar menggenjot pantat sekal nan putih bersih bu Amira. la mencengkram kuat pantatnya sehingga berwarna kemerahan dan menageniotnva sekuat tenaga.

SPLOK... SPLOK... SPLOK...

Suara benturan kedua pasangan yang saling memburu nafsu itu menggema di ruangan. Bu Amira hanya bisa mendesah-desah merasakan nikmat di genjot vaginanya. Lama sudah ia mendambakan vaginanya diobok-obok oleh kontol garang lelaki. Beberapa menit kemudian Ghaffar merasakan himpitan kuat di vagina bu Amira, ia segera mempercepat genjotannya dan seketika menarik keluar kontolnya secara tiba-tiba.

Bu Amira : OOOUUUUUNGGGHHHHHH...

SSEEEERRRRRRR... SSSEEEEEERRRRRRRRR...

Suara lenguhan panjang bu Amira yang diterpa orgasme dahsyat memenuhi ruangan, dibarengi dengan squirting yang tak kunjung usai. Kini sofa pun basah kuyup oleh orgasme akhwat janda ini.

Belum selesai tubuh bu Amira mengejang akibat orgasme, Ghaffar segera memasukkan lagi kontolnya ke vagina bu Amira. la menarik kedua tangan bu Amira ke belakang sehingga badan bu Amira agak condong kedepan. Ghaffar mulai lagi menggenjot bu Amira dengan sisa-sisa tenaganya. Semakin cepat dan liar. Suar peraduan tubuh kedua insan itu menjadi alunan musik erotis di seluruh ruangan.

Bu Amira seperti sudah mau kehilangan kesadaran ketika Ghaffar semakin liar menggenjot vagina basahnya. Ghaffar pun merasagelombang kedua ejakulasinya segera datang. la melepaskan tangan bu Amira sehingga bu Amira kepalanya tertelungkup di sofa dengan pantat yang masih menungging. Ghaffar mencengkeram kuat pantat akhwat janda itu dan menyodokkan kontol besarnya sedalam - dalamnya.

Ghaffar : DASAR ANJING SYAR'I KONTOOOLLL!!! CRRTT... CRRTT... CRTTTT...

Ghaffar menumpahkan semua spermanya di rahim bu Amira. Sebelum mencabut kontolnya ia memberi Aisyah isyarat untuk tiduran dibawah selakangan ibunya. Aisyah pun segera memposisikan kepalanya tepat dibawah liang surgawi bu Amira. Perlahan Ghaffar menarik keluar kontolnya dan langsung saja sperma Ghaffar tumpah dari vagina mungil janda syar'i itu. Dengan sigap Aisyah menarik pinggul ibunya ke bawah, dan dengan mulutnya Aisyah melahap habis setiap tetes sperma yang keluar dari vagina bu Amira. Tak puas dengan itu, Aisyah menyedot-nyedot liang surgawi ibunya berharap bisa mendapatkan semua sperma yang tersisa.

Sembari masih menahan sperma di mulutnya, kini gantian Aisyah yang melakukan cum-swap ke ibunya yang disambut antusias oleh Ibunya meski sudah nampak kelelahan. Persenggamaan itu ditutup dengan adegan ibu dan anak saling berbagi sperma satu sama lain.

Ghaffar pun terkulai lemas di antara mereka berdua. Raut wajah kesal masih nampak di wajah cantik putih Aisyah.

Aisyah : Uhhh... tadi janji mau entot Aisyah... kok udahan mas Ghaffar?

Ghaffar : Iya Ehhh... capek banget... maaf ya sayang... besok lagi ya atau tar malem...

Aisyah : Uuhhh... iya deh... tapi janji yaa??

Ghaffar : Iyaa...

Kemudian keduanya berciuman dan terlelap tidur begitu pula bu Amira. Tangan kanan Ghaffar menjadi bantalan untuk tidur Aisyah, sementara tangan kirinya untuk ibunya. Disaat tidur kedua tangan akhwat syari itu sama-sama menggenggam kontol Ghaffar.

Ghaffar pun mulai merasakan kehidupannya semakin menyenangkan.

JANGAN LUPA KOMEN, VOTE DAN FOLLOW, AYOO MARI BANTU ADMIN SUPAYA BISA LANJUTIN KARYA INI...

KALO ADA LEBIH REJEKI BOLEH DONASI KE ADMIN SUPAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE NYA...

JANGAN LUPA JUGA FOLLOW SOSIAL MEDIA ADMIN

INSTAGRAM : @IDN.NETWORK & @WIDASU.ID

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta & Obsesi SANG PSIKOPAT Cantik
9.5
Via terjebak dalam obsesi buta terhadap abangnya, Fatih. Namun, kehadiran Kenan yang telah memujanya sejak SMP mulai menggoyahkan hatinya. Di tengah dilema tersebut, Via menyadari bahwa perasaannya pada Fatih bukanlah cinta sejati. Akhirnya, ia memilih menerima Kenan tanpa menyadari bahwa mereka berbagi kegilaan dan obsesi yang serupa. Akankah ketulusan Kenan mampu menaklukkan sisi gelap Via yang ternyata menyimpan kepribadian seorang psikopat?
Sampul Novel Di Bawah Rintik Hujan
8.9
Kehidupan pernikahan Juan Malvin dan Azalea kini berada di ambang kehancuran. Di tengah peliknya badai rumah tangga yang tak kunjung usai, muncul sosok Marissa, seorang karyawan baru yang menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka. Kesetiaan dan kepercayaan pasangan ini diuji secara hebat oleh berbagai konflik yang terus melanda. Mampukah Juan dan Azalea mempertahankan ikatan suci mereka dari godaan serta masalah yang kian rumit? Ikuti perjuangan cinta mereka.
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Gideon Mosha adalah mahasiswa cerdas yang hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya. Sang ibu memutuskan menyewa pengasuh pribadi, namun sifat jahil Gideon membuat tak ada yang bertahan lama. Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak dalam pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Bianca terjepit utang satu juta dolar akibat penggelapan dana ibunya. Demi membebaskan sang ibu dari penjara, ia menemui Steve Dvalton, CEO pusat di Singapura. Namun, negosiasi itu berubah menjadi tawaran gelap: Bianca harus menjadi pemuas nafsu Steve. Di tengah dilema antara kesetiaan pada kekasihnya dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa memulai hubungan panas yang penuh tipu daya. Steve merasa tertantang oleh kegilaan Bianca yang menggairahkan di ranjangnya.
Sampul Novel My Perfec Husband
9.6
Avril dihadapkan pada situasi yang tidak terduga saat seorang pria memberikan penawaran mutlak yang mustahil untuk dihindari. Pria itu hanya memberinya dua pilihan sulit: menjadi miliknya sepenuhnya atau bersedia menjadi istrinya. Nada bicara yang dingin dan penuh otoritas membuat Avril terdesak dalam kebimbangan. Apakah dia akan menyerah pada paksaan ini karena memang tak punya pilihan, atau justru karena hatinya menginginkan tawaran tersebut?
Sampul Novel Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya
8.2
Demi kesembuhan ibunya, Aera Jung Jun terpaksa menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun saat baru berusia tujuh belas tahun. Keputusan berat ini diambilnya atas desakan Tuan Besar Hyun yang menjanjikan biaya pengobatan. Empat tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Aera melamar sebagai pengasuh anak di kediaman Dae Hyun. Tanpa disadari, bocah yang ia rawat adalah darah dagingnya sendiri. Akankah rahasia masa lalu ini terungkap di tengah romansa mereka?