
GHAFFAR PENAKLUK AKHWAT
Bab 3
Malam itu, Ghaffar terbangun karena merasakan sensasi nikmat dan hangat di kontolnya. Benar saja ternyata Aisyah sedang menyepong kontol Ghaffar yang masih lemas. Tapi tak butuh waktu lama, permainan mulut Aisyah kini pun telah meningkat setelah melihat permainan ibunya tadi.
Kocokan mulutnya dikontol Ghaffar kini semakin cepat dan akhirnya kontol Ghaffar kembali keras dan tegang. Aisyah segera mengangkangi kontol Ghaffar dengan posisi WOT dan mengarahkan kontolnya ke arah liang surgawinya. Dengan sedikit tekanan Blesss masuklah kontol raksasa Ghaffar ke vagina akhwat syar'i itu.
Ghaffar hanya tersenyum sambil telentang memandangi tubuh Aisyah yang indah sedang mengejar orgasmenya. Gerakan maju mundurnya kini semakin cepat tanda ia sudah semakin dekat dengan klimaksnya. Tanpa disadari, ternyata bu Amira pun sudah bangun dari tidurnya dan langsung melumat bibir Ghaffar dengan liarnya. Sementara tangan kanannya sibuk meremas - remas toket Aisyah. Mendapat rangsangan dari kontol dan remasan di toket, Aisyah pun akhirnya menyerah dan mencapai orgasme tertingginya. la menghimpitkan kakinya rapat - rapat dan tangannya mencengkram erat perut Ghaffar sementara kepalanya mendongak ke atas dibarengi dengan lenguhan panjang.
Aisyah : UUUUNNGGHHHΗΗΗ... ΕΕΝΝAAAAKKK MMMMAAAASSSSS... SERRRRR.. SEEERRRRR...
Cairan surgawi Aisyah pun meleleh melewati sela kontol dan membanjiri sofa yang belum kering. Aisyah pun langsung lunglai dan tergeletak di sisi kanan Ghaffar.
Bu Amira : Aisyah jangan langsung tidur... ibu mau kasi tau cara layani laki - laki kalau pas haid.
Bu Amira pun beranjak menuju kamarnya, tak lama berselang ia kembali membawa seperti gel ditangannya. Ghaffar pun diminta untuk berposisi berlutut di sofa, kemudian bu Amira mengambil posisi doggy dan melahap kontol Ghaffar seluruhnya. Kembali bu Amira melakukan Deepthroat ke kontol Ghaffar yang membuat Ghaffar menikmati kenikmatan tiada tara.
Sementara tangan kanan bu Amira seperti menyodok - nyodok lubang anusnya. Dia memasukkan cairan pelumas ke lubang anusnya lumayan banyak. Puas menyepong kontol Ghaffar, kini posisi bu Amira berputar 180 derajat. Pantatnya yang sekal putih mulus tanpa cela kini sudah siap dihantam kontol raksasa Ghaffar.
Bu Amira : liat baik - baik Aisyah... besok kamu harus bisa puasin laki - laki kapanpun dimanapun.
Aisyah pun penasaran dengan apa yang akan terjadi, ia pun terus memandangi kami untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Bu Amira menggenggam kontol Ghaffar, dan diarahkan menuju lubang anusnya sambil tangan kanannya menarik pantatnya kesamping sehingga lubang anusnya sedikit terbuka. la gesek - gesekkan kepala kontol Ghaffar di pelumas yang belepotan di sekitar anus bu Amira. Ghaffar pun faham, kemudian ia cengkeram pantat sintal bu Amira dan mulai melesakkan kontolnya kedalam lubang anus akhwat janda cantik itu. Perlahan tapi pasti kontol Ghaffar mulai masuk. Sesekali ditarik keluar kemudian ditekan lagi lebih dalam karena masih terlalu sempit dan seret anus bu Amira. Terus begitu hingga akhirnya terbenam seluruhnya kontol Ghaffar di liang surgawi kedua bu Amira.
Bu Amira pun hanya merem melek sambil menahan erangannya ketika Ghaffar mulai bergerak maju mundur secara perlahan. Terlihat jelas ketika Ghaffar menarik keluar kontolnya, anus bu Amira seperti ikut tertarik keluar, kemudian Ghaffar hantamkan maju lagi hingga terbenam dalam - dalam. Tangan kanan bu Amira kini sibuk memainkan vaginanya, sementara tangan kirinya meremas dan memilin puting toketnya.
Bu Amira : OUUHH... MMHH... NGHHH... AYOOK SAAYAAANNGG... LEBIH CEPET NYODOKNYAAA... OUHHH... ANJING SYAR'I INI SUKA DISODOMIII... UGHHH...
Mendengar perkataan bu Amira, Ghaffar langsung mempercepat gerakannya.
PLOK... PLOK... PLOK... suara hantaman perut Ghaffar ke pantat sintal bu Amira.
Bu Amira : AGHH!! AGHH!! OUHHH... NGHHHH... IYAAAHHΗΗ... ΑΚΗΗΗ... TERUUSSS...
Aisyah yang baru pertama kali melihat anal sex pun terpana ketika mengetahui kontol Ghaffar yang sebesar itu bisa masuk ke liang mungil anus ibunya. Sodokan Ghaffar pun semakin liar dan kuat. Sensasi anal sex pun masih baru bagi Ghaffar sehingga ia pun tak bisa lama menahan diri. Kontolnya serasa dipijat kuat oleh dinding anus bu Amira membawa kenikmatan luar biasa pada Ghaffar. Bu Amira pun mulai semakin liar permainan tangannya di vaginanya pun semakin cepat.
Bu Amira : AGHH!! AGHH!! ANJING INI MAU KELUAR SAYAAANNGG... OUUHHH NIKMAAATTTNYAAA... KONTOOOLLLLHΗΗΗΗ... SEERRRRRRRRR... SEERRRRRRRRR... SEERRRRRRRRR...
Cairan surgawi menyembur dengan kencang dari vagina bu Amira dan terlihat seperti tak ada hentinya. Hingga sofa yang mereka gunakan menjadi benar - benar becek, bahkan mengalir hingga menetes ke lantai. Sepertinya memang bu Amira lebih enjoy dengan anal sex. Ghaffar pun yang sudah mencapai klimaksnya akhirnya mengubur dalam - dalam kontolnya di lubang anus Bu Amira dan menyemburkan semua sisa sperma yang ada di dirinya. Ghaffar langsung tergeletak lemas, dan dengan sigap Aisyah segera membersihkan sisa sperma di kontol Ghaffar dengan mulutnya. Selesai dengan kontol Ghaffar, kini Aisyah berbaring dan membuka mulutnya menanti sperma dari anus ibunya. Bu Amira pun mengarahkan lubang anusnya dan crrtt crrttt... sperma mulai mengalir keluar memenuhi mulut cantik Aisyah. Dan kembali malam itu ditutup dengan adegan cum-swap antara ibu dan anak. Mereka pun kembali tertidur hingga subuh.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pagi harinya Ghaffar pun segera kembali ke kosnya setelah mendapatkan servis blowjob dari kedua anak dan ibu tadi ketika mandi pagi di rumah Aisyah. Tak menyangka keputusannya untuk kuliah di PTN di Jakarta malah menjadi mimpi yang nyata.
Hari ini akan ada perkenalan dari kakak angkatan di KMI Fakultas sekitar jam 4 tan sore kata Aisyah sebelum berangkat ke kampus. Ghaffar yang sudah diterima di KMI Fakultas itu ternyata satu divisi di bagian media sama dengan Aisyah. Seharian kuliah Ghaffar tidak bisa fokus dengan kuliah, ia masih terngiang - ngiang dengan kejadian selama 2 hari ini, bahkan kejadian semalam adalah yang paling luar biasa dalam hidupnya. Dulu memang Ghaffar sempat berpacaran, tapi tidak sampai berhubungan badan, hanya ciuman saja.
Kemudian ia berpisah dengan pacarnya karena harus kuliah di Jakarta. Seharian itu sambil kuliah, Ghaffar dan Aisyah saling chat melalui WA, bahkan pembicaraan dan bahasa mereka sudah tidak ada batasan lagi. Aisyah yang terkenal santun dan pemalu, yang selalu berpakaian syar'i ala akhwat bercadar dan selalu menundukkan pandangan dari ikhwan yang bukan mahramnya, kini telah menunjukkan sosok aslinya yang binal dan haus kontol. Bahkan ia sempat memfoto toketnya di dalam kelas ketika kuliah berlangsung. Ghaffar pun membalas dengan foto kontolnya di belakang kelas ketika kuliah masih berjalan.
Sore harinya, Ghaffar segera menuju sekretariat KMI Fakultas, sesampainya di sana hanya ada Aisyah dan ukhti Atika, ketua divisi media di KMI Fakultas. la satu angkatan di atas Ghaffar. Sambil menunggu yang lain, Ghaffar pun memandangi ukhti Atika yang berkulit putih bersih. Ukhti Atika hari itu mengenakan jilbab pashmina warna olive senada dengan gamisnya yang juga berwarna olive. Wajahnya yang putih bersih itu tertutup masker, memang ukhti Atika belum Istiqomah bercadar, tetapi tetap saja kecantikan wajahnya terlihat dari mata nya yang indah di balut oleh kacamata. Tubuhnya yang langsing, terlihat match dengan gamis dari bahan yang halus itu.
Atika : Dek Ghaffar ya? Mana yang lain?
Ghaffar : Afwan kak... ana ga tau... kan ana juga masih baru
Atika : Ohh iya lupa... hemm gimana nih ya dek Aisyah? Sampai jam segini belum ada yang datang... padahal sudah jam setengah 5 sore...
Keluh ukhti Atika yang daritadi menunggu kader baru di sekre KMI.
Aisyah : Ya sudah kak, seadanya aja dimulai
Atika : Hemm... oke deh... jadi begini dek Ghaffar dan dek Aisyah...
Kemudian ukhti Atika menjelaskan semua tentang divisi media di KMI dari mulai visi misi, job desk, hingga proker bulanan. Tak terasa waktu sudah menjelang maghrib, karena ukhti Atika menjelaskan semuanya dengan santai dan kadang dengan candaan yang membuat kecantikannya semakin bersinar. Setelah sholat maghrib, Ghaffar pun hendak kembali ke sekre. Ketika ia membuka HP, ada chat WA dari Aisyah yang melarang Ghaffar untuk ke sekre sekarang.
Dia bilang untuk menunggu saja di masjid karena Aisyah lagi menyiapkan ukhti Atika. Ghaffar yang bingung, akhirnya hanya bisa menunggu di selasar masjid. Kali ini ia chatting mesum dengan bu Amira, ibu dari Aisyah.
Sekitar 13 menit berlalu, Aisyah pun mengirim chat ke Ghaffar.
Aisyah : "Sini mas buruan ke sekre... tapi ntar buka pintunya sepelan mungkin yaa... ada hadiah buat mas Ghaffar sayang.."
Ghaffar yang penasaran segera menuju sekre KMI yang tepat berada di belakang masjid fakultas. Perlahan dan hati-hati Ghaffar membuka pintu sekre kemudian menguncinya. Terlihat Aisyah dan ukhti Atika sedang menonton video persenggamaan Ghaffar dan Aisyah. Ukhti Atika dengan posisi duduk dengan kaki sedikit mengangkang tengah di rangsang oleh Aisyah. Aisyah yang sudah tak bercadar itu mencumbu leher ukhti Atika yang masih terbalut pashmina sambil tangannya meremas - remas toket ukhti Atika dari balik gamisnya.
Sementara tangan kanan ukhti Atika menahan tubuhnya dan tangan kirinya kini memainkan bagian kewanitaannya dari luar CD nya. Gamis ukhti Atika sudah dinaikkan hingga ke pinggang dan nampak paha mulus putih bersih dan kaki yang jenjang seksi menghiasi tubuhnya. Tinggal kaos kaki sebetis saja yang masih menempel di kakinya. Desahan berat ukhti Atika semakin menjadi ketika adegan Aisyah tengah menyepong kontol Ghaffar yang berukuran besar itu.
Aisyah : Ummhh... pengen rasain kemaluan ikhwan kak? Enak loohh... goda Aisyah di kuping ukhti Atika.
Atika : Uhhh... Mmhhh... ta... tapi kan gak boleh deekk... tapi pengeeenn... unghh...
Aisyah : Kan nyoba dulu kak... kalau ga nyoba kan gatau rasanya kak... sambil Aisyah terus merangsang ukhti Atika.
Aisyah yang menyadari keberadaan Ghaffar segera memberi kode untuk Ghaffar duduk mendekat.
Aisyah : Sini kak... Aisyah bantuin biar tambah nikmaat...
Tangan Aisyah pun kini menyeruak masuk ke CD Ukhti Atika yang berwarna putih. Tangannya mulai bergerilya memainkan kemaluan akhwat yang terkenal alim dan santun itu. Desahan ukhti Atika pun semakin keras ketika merasakan desiran birahi dari permainan Aisyah.
Aisyah : Enak kan kaaakk??
Atika : He'emhh... enak bangeett dekk... uhh... beruntung banget yaahh kamu dekk... bisa ngrasain kemaluan ikhwaann... ahh...
Aisyah : Kemaluaan apa siihh kaak?? Ga seru deh... namanya kontol kaakk... kontollhh...
Atika : Aahh... iyaaahh... kontolllhh... ouhhh...
Aisyah kini berada dibelakang ukhti Atika, menopang tubuh ukhti Atika yang mulai lemas didera birahi yang selama ini tak pernah ia rasakan. Akhwat cantik yang selalu ikut kajian ini kini hanya pasrah merasakan rangsangan di sekujur tubuhnya. Pikirannya menolak karena ini dilarang agama, tapi tubuhnya sudah terlalu jauh mendambakan tombak panjang Ghaffar untuk segera menggagahinya.
Aisyah kini memasukkan tangan kanannya ke dalam gamis ukhti Atika dan meremas toket kirinya, sementara tangan kirinya masih asik menstimulasi vagina suci akhwat cantik itu.
Aisyah : Kakak mau kontol ikhwan?? Mau banget kak??
Atika : Mmhh... Unghhh... he'emhh deekk... uhh...
Aisyah : Mau bangeett kak? Mau diapain kak kontolnyaaa??
Atika : Uhhh... mau ituu... mau kakak iseepp... ahh mau kakakk masukiin ke kemaluan kakakk... ahh mau semuanyaa deekk... mau kontoollhh...
Kini Aisyah yang sudah menguasai ukhti Atika kemudian sedikit menggeser badannya dan meminta ukhti Atika untuk menahan badannya sebentar. Ghaffar pun langsung menggantikan posisi Aisyah dan langsung memasukkan tangannya ke gamis ukhti Atika sambil mulai meremas toketnya yang tak sebesar Aisyah. Mungkin berukuran 34D. Tangan kiri Ghaffar pun juga langsung menuju ke dalam CD ukhti Atika yang sudah mulai becek dan melanjutkan permainannya. Ukhti Atika hanya terpejam menikmati permainan Ghaffar, ia tidak sadar kalau sekarang seorang ikhwan yang bukan mahramnya tengah menjelajahinya tubuh sucinya.
Aisyah : Mau kontol banget kaakk? Tanya Aisyah di dekat telinga ukhti Atika sehingga merangsang hebat ukhti Atika.
Atika : Iyaaahh dekk... iyaaa... kontoolll...
Ghaffar : Oke ukhti Atika sayangg...
Mendengar suara asing ikhwan, ukhti Atika terperanjat, tapi dengan sigap Ghaffar mendekap Ukhti Atika sehingga ia pun tak berkutik.
Atika : Hah...!? Siapa kamu!?
Ghaffar : Lhoo tadi katanya kak Atika pengen kontol? Nih uda datang...
Atika : Jangan berani-berani kamu yaa!?
Aisyah : Udah lah kak... yuk lanjut aja... toh ga ada siapa - siapa disini... emang kakak ga mau cobain kontol ikhwan? Rayu Aisyah
Ukhti Atika ingin berontak tapi dekapan Ghaffar yang terlalu kuat tak bisa ia lawan, ingin teriak tapi kampus sudah sepi. Akhirnya ukhti Atika pun hanya bisa pasrah. Meskipun sebenarnya hatinya menginginkan untuk bisa segera menikmati kontol Ghaffar.
Atika : Tapi janji jangan bilang siapa-siapa yaa...?
Ghaffar : Kakak ini aneh... ga mau lah ana bagi - bagi tubuh cantik akhwat ke orang lain
Aisyah : Iyaa kaaak Atika...
Ukhti Atika pun kini mulai melemaskan perlawananya.
Ghaffar : Dilanjut kak Atika nontonnya... tuh ana lagi mulai masukin kontol ke memek Aisyah.
Aisyah : Uuhhh... jadi pengen lagi maas Ghaffarrr... pengen kontolmu masuk memek Aisyah lagi... enak bangett loohh kaak...
Ukhti Atika yang sudah kembali terbakar birahi karena Ghaffar kembali membuat becek vagina dan memainkan putingnya, kini sudah tak mempedulikan image dirinya yang seorang akhwat suci dan aktifis islam. Ukhti Atika membalikkan tubuhnya dan kini Ghaffar dan ukhti Atika saling berhadapan. Ghaffar pun terkesima dengan kecantikan wajah ukhti Atika yang selama ini tertutup masker atau cadar.
Ghaffar : Cantiikknya kaaakkk Atik...
Belum selesai Ghaffar berbicara, ukhti Atika langsung melumat bibir Ghaffar dengan ganasnya. Begitu kuat dorongan dari ukhti Atika hingga membuat Ghaffar terlentang di karpet sekre KMI. Ukhti Atika pun terus melumat bibir Ghaffar, Ghaffar pun membalas ciuman ganas darinya pula. Aisyah yang melihat permainan mereka pun kini terangsang. Tanpa pikir panjang, ia segera melucuti celana sirwal Ghaffar dan menarik keluar kontol Ghaffar dari sarangnya.
Aisyah : Mass Ghaffaarr... ini buat Aisyah yaaaa...
Aisyah pun langsung melumat kontol Ghaffar yang besar dan keras itu. Kini di sekre KMI tengah terjadi percintaan antara dua ukhti dan seorang ikhwan aktifis islam yang saling memburu kenikmatan surga dunia. Tangan Ghaffar pun tak tinggal diam, kini tangannya mulai aktif membuka resleting gamis ukhti Atika. Ukhti Atika pun tampaknya sudah rela ditelanjangi. Dengan bantuan ukhti Atika, akhirnya gamis berhasil dilepaskan. Ukhti Atika pun kembali melumat bibir Ghaffar. Aisyah sendiri masih sibuk melumat kontol Ghaffar yang sudah tegang sejak tadi.
Ghaffar kini menurunkan ciumannya ke arah leher jenjang ukhti Atika yang putih bersih. Cupangan demi cupangan di daratkan sehingga membekas merah di lehernya. Lenguhan dan desahan menahan nikmat ukhti Atika terdengar begitu erotis. Kini ukhti Atika hanya tinggal BH dan CD saja yang menutupi tubuhnya. Untuk sementara Ghaffar menghentikan ciumannya dan menelanjangi tubuh ukhti Atika yang putih langsing tanpa cela itu dengan matanya.
Atika : Uhhh jangan diliatin dek... maluu ahh...
Ukhti Atika berusaha menutup toketnya dengan kedua tangannya, dan merapatkan kedua pahanya supaya CDnya tidak terlihat.
Ghaffar : Hemmhh... beneran cantikk... indah... bak bidadari dunia wahai kak Atika...
Ukhti Atika yang dipuji itu pun menahan malu, mukanya sedikit memerah. Aisyah pun kini sudah berhenti mengulum kontol Ghaffar. Nampak kontol Ghaffar yang berukuran panjang 25 cm dan diameter 5 cm itu tegak menjulang dan mengkilap. Ukhti Atika yang melihat langsung ukuran kontol Ghaffar terbelalak sembari menggigit bibir bawahnya.
Aisyah kini tengah sibuk melepas gamis nya dan juga dalamannya sehingga kini Aisyah telanjang bulat, hanya jilbabnya saja yang masih ada dikepalanya. Toketnya yang berukuran 36F itu terlihat membusung indah dengan puting yang mulai mencuat. Aisyah kini mendekati ukhti Atika dan membimbing tangan ukhti Atika untuk menggenggam kontol Ghaffar.
Aisyah : Ayuk kak... sini... ga usah malu -malu...
Atika : Ihhh... tapi kan kakak belum pernaahh...
Perlahan tapi pasti dengan bantuan Aisyah akhirnya ukhti Atika berhasil menggenggam kontol untuk pertama kalinya. Rasa penasaran dan haus akan birahi kini membanjiri tubuh akhwat cantik itu. Ghaffar kini dengan posisi terduduk dan kaki mengangkang hanya terdiam menanti aksi dari ukhti Atika. Perlahan ukhti Atika mulai menggerakkan tangannya naik turun sambil dipandu Aisyah. Makin lama makin cepat. Ghaffar pun merem melek merasakan lembutnya genggaman tangan ukhti Atika.
Melihat Ghaffar keenakan menahan kocokan, ukhti Atika kini memberanikan diri untuk mencium kepala kontol Ghaffar. Aisyah pun dengan sigap segera mengabadikan momen itu dengan merekamnya. Dijilatnya ujung kepala kontol Ghaffar yang sudah mengeluarkan pre - cum, bukannya jijik malah ukhti Atika semakin terangsang. Kini tangan kanan Ghaffar mulai menekan kepala ukhti Atika, sehingga ukhti Atika pun membuka mulutnya selebar - lebarnya untuk memasukkan kontol itu ke mulutnya.
Atika : Aghh... Ummmhhh... ummphhh...
Kontol Ghaffar mulai melesak masuk mulut perawan ukhti Atika. Mulut mungil ukhti Atika terlihat sesak tersumpal kontol Ghaffar yang besar. Kini ukhti Atika mulai menggerakkan kepalanya naik turun. Hanya seperempat bagian kontol Ghaffar yang bisa ia sepong.
Atika : Unghh... ummhh... sluurrpp... ummhh... nghkk...
Tangan kanan ukhti Atika pun sekarang meremas - remas telur Ghaffar, membuat Ghaffar makin merasa nikmat.
Ghaffar : Ouuhh... mantab kak Atika... panggil Atika aja gimna kak?
Atika : He...he'mhhphh... mmfhh... sluurpgg...
Setelah sekitar 5 menit menyepong kontol Ghaffar, kini giliran Ghaffar yang beraksi. Ditariknya ukhti Atika, kemudian ia rebahkan di karpet sekre. Kacamata ukhti Atika mulai terlihat berembun akibat deru nafas nya menahan birahi. Jilbab pashmina olivenya kini mulai terlihat agak kusut, tapi tetap saja wajah cantik putih ukhti Atika begitu mempesona.
Ghaffar kini berada di atas tubuh ukhti Atika, ia mulai mencupangi leher jenjang ukhti Atika kemudian langsung turun ke tengah belahan dada ukhti Atika yang cantik. Seperti professional, Ghaffar dengan cepat melucuti BH yang membungkus toket ukuran 34D milik ukhti Atika. Kini terpampang dua buah bukit ondah dengan puting pink muda, Ghaffar yang tak kuasa menahan birahi langsung melumat puting ukhti Atika yang telah mencuat tegang.
Atika : Ouuhh... mhhh... Sshhh... desah ukhti Atika merasakan sensasi geli dan nikmat di putingnya.
Tangan kiri Ghaffar pun tak kalah sibuk dengan meremas - remas toket kanan ukhti Atika. Ghaffar terus menerus bergantian menyerang bagian sensitif toket ukhti Atika, membuat ukhti Atika blingsatan menahan gejolak birahi. Tangannya menjambak - jambak rambut Ghaffar sambil ia menggigit bibir bawahnya. Dan seperti biasa Ghaffar mengakhiri serangannya dengan menyedot - nyedot kuat - kuat kedua puting ukhti Atika secara bersamaaan. Ukhti Atika yang mendapatkan rangsangan hebat tak kuasa menahan orgasme pertamanya.
Atika : OOOUUUNGGGHHHHHHHH...
Ukhti Atika menekan kuat kepala Ghaffar di toketnya dan melengkungkan punggungnya ke atas merasakan nikmat yang baru kali ini ia rasakan. Ghaffar memandangi wajah sayu ukhti Atika yang masih merasakan sisa - sisa orgasmenya. Ia pun tersenyum puas bisa menaklukkan akhwat suci kakak angkatannya itu. Ghaffar pun kembali melanjutkan cupangan - cupangannya turun dari dada hingga perut bawah ukhti Atika. Dengan kedua tangannya, Ghaffar menarik turun CD ukhti Atika yang sudah basah kuyup berbau khas cairan surgawi wanita.
Ditariknya dengan perlahan hingga akhirnya terlepas dari kaki jenjang putih nan mulus milik ukhti Atika. Liang surgawi ukhti Atika dihiasi bulu - bulu lembut kemaluannya. Tidak terlalu lebat namun tertata rapi. Warna pink vaginanya semakin terlihat menggiurkan karena basah oleh cairan surgawinya. Ghaffar pun kini berposisi menungging, kedua tangannya mendorong paha ukhti Atika ke arah perutnya dan agak dibuka sehingga kini vagina perawan akhwat kadiv media KMI itu terekspose di hadapan Ghaffar. Ibarat dapat durian 1 truk, Ghaffar pun langsung memulai aksinya memanjakan vagina ukhti Atika dengan permainan lidahnya.
Posisi Ghaffar yang menungging menyebabkan kontolnya menggantung bak terong yang siap dipanen. Aisyah yang melihat kesempatan itu meletakkan kameranya setelah di set sedemikian rupa, dan langsung mengambil posisi doggy dibelakang Ghaffar. Kini wajah Aisyah tepat menghadap pantat Ghaffar dan langsung Hap! Aisyah melumat kontol Ghaffar sedalam - dalamnya. Ghaffar sedikit terkejut merasakan sepongan Aisyah dan kini ia mulai menjilati liang surgawi ukhti Atika. Dari pangkal ke atas, kadang ia hisap - hisap klitoris ukhti Atika yang membuat ukhti Atika gelagapan menahan sengatan birahi di sekujur tubuhnya.
Atika : OUHHH... AGHHH... MMHHHH... ISHHH... SHHH... AHHHH.. GHAFFAARRR SAYAANGHHH...
Tangan putih cantik ukhti Atika menekan - nekan kepala Ghaffar hingga Ghaffar semakin liar menjilati vagina akhwat cantik berkacamata itu. Kali ini Ghaffar melesakkan lidahnya ke vagina ukhti Atika dan menjilati bagian dalamnya. Ukhti Atika yang merasakan benda hangat dan lembut memasuki liang surgawinya semakin blingsatan diterpa rangsangan seksual yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Tak perlu waktu lama untuk mencapai orgasmenya yang kedua.
Atika : AAAAGHH... OUUHNNGGHHHHHHHH...
Ukhti Atika melenguh panjang merasakan sensasi dahsyat orgasme keduanya dan langsung terkulai lemas. Kontol Ghffar yang dari tadi sudah di oral seks oleh mulut Aisyah kini tampak makin siap merenggut keperawanan akhwat suci itu. Dibukanya paha ukhti Atika dibantu oleh Aisyah yang dengan sigap memegang kedua paha ukhti Atika. Ghaffar segera menempelkan ujung kontolnya ke bibir vagina ukhti Atika. Perlahan Ghaffar menekan bagian yang paling di jaga oleh akhwat itu. Meski sudah banjir oleh cairan surgawi ukhti Atika, tetap saja liang surgawi ukhti Atika masih terlalu sempit untuk kontol raksasa Ghaffar.
Atika : Mmmhhh... Ouuhh... Sshhh... Pelaann... Pe... Lan... yah Ghaffar sayaanghhh...
Ghaffar : Iya Atika sayaang...
Ghaffar semakin menekan kontolnya semakin dalam ke liang vagina ukhti Atika. Baru 1/3 kontol yang masuk, Ghaffar merasakan selaput keperawanan milik ukhti Atika.
Ghaffar : Atika sayang... sebentar lagi kamu akan jadi wanita sepenuhnya...
Ukhti Atika yang masih kelelahan merasakan orgasmenya yang kedua hanya bisa pasrah menanti setiap aksi Ghaffar. Ghaffar pun dengan sekuat tenaga mendorong kontolnya semakin melesak masuk hingga hampir seluruh kontolnya tenggelam di vagina ukhti Atika.
Perrrtttt... Hilang sudah hal yang paling penting dalam tubuh perawan seorang akhwat. Sore itu juga ukhti Atika telah resmi menjadi budak kontol.
Atika : AKHHH!! AAGHHHH!! SAKIITTT... GHAFFAARR UGHHH!!
Ghaffar menghentikan gerakannya. Kedua tangannya kini meremas - remas bongkahan pantat ukhti Atika. Aisyah pun turut membantu dengan menjilati dan mengkulum puting ukhti Atika secara bergantian kiri dan kanan. Setelah beberapa saat, nafas ukhti Atika kembali memburu. Seakan menginginkan kenikmatan yang jauh lebih tinggi. Ghaffar mulai menggenjot kembali vagina ukhti Atika. Mulai dari pelan hingga cepat. Ghaffar sering mengganti - ganti tempo kecepatan genjotannya sehingga membuat ukhti Atika semakin liar mendesah merasakan serangan kenikmatan dari kontol perkasa Ghaffar.
Atika : OUUHH... AHHH... IYAAHH... TERUSSHH SAYAANGHH... SODOK TERUUSSSHH... OUUHHHH... ΜΜΜΗΗΗΗ...
Ghaffar semakin meningkatkan kecepatan genjotannya.
Plak... plak... plak... paha ukhti Atika berubah kemerahan karena hantaman badan Ghaffar. Toket ukhti Atika berayun - ayun mengiringi persetubuhan kedua aktifis islam kampus itu. Beberapa saat, ukhti Atika merasakan desiran darahnya begitu cepat. Matanya mulai seperti orang kehilangan kesadaran. Tangannya mencengkram erat karpet sekre.
Atika : AAAHHHH... GHAAFFAAARRRR SAYAAANGHHHH...
Ukhti Atika kini mendapatkan orgasmenya yang ketiga dan langsung lemas. Ghaffar tak tega melanjutkannya setelah melihat wajah sayu ukhti Atika yang begitu kelelahan.
Atika : Hhhh... Ahh... Ghaffar... sayanggghh... afwan... aku capek bangethh...
Ghaffar : Hahaha... tapi nikmat banget kan?
Atika : He'emhh... kontol kamu emanghh nikamaathh... hhh... hh... Kok kamu masih kuat gituuhh...??
Ghaffar : Iya kan aku belum keluar nihh...
Atika : Ke... keluar apanyahh??
Ghaffar : Yaa belum keluar pejuhnyaa jadi yaa belum lemes...
Atika : Ohh... trus gimana donghh... aku uda ga kuat lagiihh... hhhh...
Aisyah : Tenang aja kak Atika... biar Aisyah yang jadi pemuas tuan Ghaffar ini...
Aisyah yang sudah telanjang dan hanya mengenakan jilbab saja kini langsung melumat bibir Ghaffar. Ghaffar yang masih duduk mengangkang pun membalas ciuman liar Aisyah. Tak puas dengan berciuman, Aisyah yang sedari tadi menahan luapan birahi langsung mendorong Ghaffar hingga terlentang di lantai. Aisyah segera berjongkok dengan membelakangi Ghaffar. Punggung Aisyah berada di depan dada Ghaffar. Dengan dibantu tangannya, Aisyah mengarahkan kontol Ghaffar ke vaginanya yang sudah banjir dan langsung Blesshhh semua kontol Ghaffar masuk hingga mentok ke rahim Aisyah yang dibarengi dengan lenguhan panjang Aisyah.
Aisyah : OUUHHHHHHHH...
Kedua tangan Aisyah ke belakang menyangga badannya. Dengan posisi Reverse - cowgirl Aisyah mulai menggerakkan pinggulnya naik turun. Kontol Ghaffar terlihat seperti menarik keluar vagina Aisyah ketika Aisyah menaikkan pinggulnya. Ukhti Atika pun tercengang melihat kejadian yang baru pertama kalinya ia lihat secara langsung. Sebuah kontol besar laki - laki tengah mengobok - obok vagina akhwat.
Splok... splok... splok... Aisyah merem melek merasakan sensasi kenikmatan di vaginanya. Ghaffar pun membantu dengan mencengkram pinggul Aisyah dan menggerakkannya naik turun sesuai irama gerakan Aisyah. Keringat mulai membasahi sekujur tubuh Aisyah, dan benar saja tak perlu waktu lama Aisyah mendapatkan orgasmenya yang pertama.
Aisyah : OOOOOUUUNNGHHHHHH...
SERRRRR... SERRRRRRR... cairan surgawi Aisyah mengucur deras ibarat air mancur dan membasahi sekujur tubuh ukhti Atika. Ukhti Atika terperanjat ketika menyaksikan Aisyah, akhwat yang santun itu memuntahkan begitu banyak 'air seni' ketika orgasme. Ghaffar segera mengganti posisi Aisyah ke doggy - style. Pantat Aisyah kini menghadap ukhti Atika. Ghaffar mengarahkan kepala Aisyah sehingga menempel ke karpet. Dengan posisi ini membuat semoknya pantat Aisyah semakin terekspose. Ghaffar dengan posisi sedikit mengangkang mulai melesakkan kontolnya dari atas.
Aisyah : AAOOOOOOUHΗΗΗΗΗΗ...
Posisi ini membuat Aisyah bisa merasakan detik kontol Ghaffar yang melesak masuk menyumpal seluruh ruang vaginanya. Posisi Ghaffar yang berada di atas tubuh Aisyah membuat mereka berdua terlihat seperti anjing yang sedang kawin.
Splok... splok... splok... ukhti Atika bisa dengan jelas melihat besarnya kontol Ghaffar bergerak keluar masuk seperti ingin menghancurkan vagina kecil Aisyah. Pemandangan itu membuat ukhti Atika kembali terangsang dan membayangkan apabila dia yang ada di posisi Aisyah merasakan sodokan kontol besar Ghaffar dari belakang.
Ghaffar semakin cepat menggenjot vagina Aisyah ketika merasakan jepitan kuat dari liang surgawi Aisyah.
Aisyah : AGHH... AGHH... OHH... OOOUNNGHHHHHHH... SEERRRRRRRRR... SEERRRRRRRRR...
Cairan surgawi Aisyah mengalir deras membasahi karpet sekre. Ghaffar yang masih belum puas membisikkan sesuatu di telinga Aisyah yang disambut dengan anggukan Aisyah. Sembari merasakan sisa-sisa orgasme, Aisyah kemudian mendekati ukhti Atika.
Aisyah : Kak Atika... temenin Aisyah main bentar ya?
Atika : Main apa dek?
Tanpa menjawab pertanyaan ukhti Atika, kini Aisyah dengan posisi 69 berada diatas tubuh ukhti Atika yang terlentang di karpet. Vagina Aisyah kini tepat berada di atas wajah ukhti Atika yang putih cantik berkacamata itu. Ukhti Atika pun bisa melihat jelas vagina Aisyah yang bersih tak berbulu itu terlihat merekah dan becek. Tanpa di kode , Aisyah segera melumat vagina ukhti Atika yang membuat ukhti Atika menggelinjang.
Atika : OUUHHH... DEK AISYAAHHH...
Ukhti Atika yang tak sengaja membuka mulutnya karena merasakan kenikmatan jilatan Aisyah, kini langsung disumpal oleh Ghaffar dengan kontolnya.
Atika : NGHHH... GHHH... NGGGGHHH...
Ukhti Atika hanya bisa mengerang - erang tertahan meskipun ia juga menyukai perlakuan Ghaffar itu. Setelah merasa cukup dengan mulut ukhti Atika, kini Ghaffar langsung melesakkan kontolnya ke vagina Aisyah. Dengan genjotan kuat dan liar, Ghaffar mengejar klimaksnya. Ukhti Atika kini semakin takjub melihat tayangan Live kontol laki - laki menghajar vagina akhwat. Tak kuat menahannya lagi, Ghaffar menghujamkan kontolnya sedalam - dalamnya ke liang surqawi Aisyah dan memuntahkan semua spermanya di rahim Aisyah.
Ghaffar : AARGGHHHH... SAYAAANGHHH...!! MAKAN NIH PEJUHHH AISYAH
Selama beberapa detik kontol Ghaffar mengejut - ngejut. Perlahan Ghaffar menarik keluar kontolnya sambil memerintahkan ukhti Atika untuk membuka mulutnya. Ukhti Atika seperti sapi yang sudah di colok hidungnya, mau menuruti semua yang diperintahkan Ghaffar.
Spurtt... spurtt... crrrttt...
Sperma Ghaffar tumpah membanjiri mulut ukhti Atika yang menganga. Ukhti Atika yang baru pertama kali merasakan sperma sedikit terbatuk - batuk tanpa menutup mulutnya karena dalam hati ia juga penasaran dengan apa yang akan Ghaffar perbuat selanjutnya. Aisyah kini membalikkan badannya dan langsung mengulum kontol Ghaffar yang mulai lemas sembari membersihkan sisa - sisa sperma di kontolnya.
Kini Aisyah jongkok di atas kepala ukhti Atika dan mengeluarkan sisa - sisa sperma yang ada di liang surgawinya. Terlihat mulut ukhti Atika penuh dengan cairan putih laki - laki yang bukan mahramnya dan beberapa ada yang berceceran di wajah mulus putih cantiknya. Jilbab pashmina yang ia kenakan sudah tak beraturan lagi, kini dengan posisi duduk, Aisyah dan ukhti Atika saling berciuman, saling berbagi sperma Ghaffar. Ghaffar yang sudah kehabisan tenaga duduk menyandar di tembok sekre sambil memandangi kedua akhwat cantik bak bidadari itu tengah berciuman. Keduanya terlihat rakus ingin mendapatkan sperma Ghaffar dan menelannya. Rasa lelah dan nikmat yang mereka alami pun membuat mereka tertidur di sekre dalam keadaan telanjang. Ghaffar pun tidur dengan rasa bangga bisa memperawani akhwat - akhwat cantik yang selama ini hanya menjadi fantasinya belaka.
Adzan isya membangunkan ketiga anak adam itu. Mereka pun segera berbenah - benah diri. Ukhti Atika kembali mengenakan set gamis dan pashmina olive nya, sementara Aisyah sudah rapi dengan gamis hitam dan jilbab antem hitam. Tak lupa cadar tali Hitam dan kacamata ia kenakan sebelum akhirnya meninggalkan sekre. Sebelum pergi, ukhti Atika melayangkan ciuman hangat ke bibir Ghaffar dan Ghaffar juga membalas ciumannya sambil tangan kiri Ghaffar meremas bongkahan pantat ukhti Atika dari balik gamisnya.
Atika : Ummhh... makasih yaa Ghaffar sayang... besok lanjut lagi yaah...
Sambil ukhti Atika membelai pipi Ghaffar dan tersenyum ia kemudian meninggalkan Ghaffar dan Aisyah di parkiran sekre.
Ghaffar : Hoaahh... gak nyangka ukhti Atika gitu ya sayang...
Aisyah : Hihihi. Tapi mas Ghaffar seneng kan bisa dapet akhwat secantik kak Atika?
Sambil Aisyah tanpa malu memeluk Ghaffar. Aisyah memang tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 158 cm tingginya, sementara Ghaffar 178 cm sehingga mudah bagi Ghaffar untuk merangkulnya.
Ghaffar : Ahahahah... iyalah... ehh mas boncengin pulangnya ya?
Aisyah : Boleh
Jarak antara kampus dengan rumah Aisyah memang tidak jauh, tapi ia memilih bermotor supaya lebih cepat dan lebih aman apabila pulang kampus larut malam.
Sesampainya di rumah Aisyah, bu Amira sudah menunggu kami di depan pintu dengan senyum penuh makna.
Bu Amira : Hayoo... tadi ngapain aja di kampus kok jam segini baru pulang??
Aisyah : Emmm... tadi ada rapat di KMI umi...
Bu Amira : Rapat tapi sambil ngentot yaa?? Kok umi ga diajakin sihh...
Aisyah : Ihhh umi apaan sih... malu lah... masuk dulu yuk...
Aisyah kini tak malu lagi menggenggam tangan Ghaffar dan membawanya masuk ke rumah.
Bu Amira : Ghaffar sayang... malam ini tidur sini aja... tinggal pilih, mau sama ibu atau Aisyah?
Ghaffar : Heee... hee... terserah yang mana aja... tapi ga masalah nih?
Bu Amira : Udaah tenang aja... ibu uda laporan ke RT kalau kamu ini ponakan ibu.
Aisyah : Waahh... gercep banget umi nih kalau udah kayak gini.
Bu Amira : Hahaha... toh Aisyah juga seneng kan? Ehh... makan dulu yuk, uda ibu siapin makanan.
Akhirnya malam itu Ghaffar tidur serumah bersama dengan mereka. Bu Amira pun tak menyia - nyiakan kesempatan dan langsung mengoral Ghaffar ketika Aisyah sedang makan. Terpaksa Aisyah hanya bisa menyaksikan Ibunya sendiri menikmati genjotan Ghaffar di meja makan. Malam itu pun mereka tidur bertiga dalam 1 kamar.
JANGAN LUPA KOMEN, VOTE DAN FOLLOW, AYOO MARI BANTU ADMIN SUPAYA BISA LANJUTIN KARYA INI...
KALO ADA LEBIH REJEKI BOLEH DONASI KE ADMIN SUPAYA LEBIH SEMANGAT LAGI UPDATE NYA...
JANGAN LUPA JUGA FOLLOW SOSIAL MEDIA ADMIN
INSTAGRAM : @IDN.NETWORK
Anda Mungkin Juga Suka





