Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Get Pregnant Please!

Get Pregnant Please!

Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Bab
Bagikan

Bab 1

Jakarta,

Megapolitan Indonesia.

Sebuah club yang berisik itu, riuh dipenuhi dengan pria dan wanita yang sedang memutar pinggang dan melepaskan emosi mereka di lantai dansa, di bawah sorot lampu strobo warna-warni.

Se-sosok menerobos kerumunan, mengenakan kaos putih dan celana jins biru muda dengan rambut kuncir kuda sederhana, lebih terlihat seperti seorang mahasiswa berusia awal dua puluhan.

Namanya Risa Dewi, dia hampir roboh oleh suara dentuman musik DJ itu begitu masuk.

Ini jelas bukan kebiasaannya, tidak pada tempatnya Dia berada di lingkungan seperti ini. Pertama kali berada di sini, butuh beberapa menit bagi Risa Dewi untuk menyesuaikan diri dengan tempat ini.

Sebelum kemari, Dia sudah menggunakan alat tes ovulasi untuk memastikan Dia akan berovulasi dalam 24 jam 48 menit ke depan, yaitu sekarang!

Ya, tujuan dia datang ke tempat seperti ini hari ini adalah untuk punya bayi.

Dia tahu "lelaki tua" itu tidak bisa membuatnya hamil, Lelaki itu bahkan telah meninggalkannya sendirian di rumah selama setahun penuh, jadi Dia harus mencari orang lain untuk bisa hamil.

Meski harus memiliki anak dengan jalan seperti ini, setiap orangtua pasti ingin anaknya terlihat menarik, sehingga ia harus mencari bibit unggul dari seorang target yang tepat.

Risa Dewi atau yang akrab dipanggil Caca, menggigit bibir bawahnya, sepasang mata indahnya mengamati setiap pria di sekitarnya dan keelokan seorang pria yang duduk di depan bar terpantul di matanya.

Karena pria itu duduk menyamping, Caca hanya bisa melihat satu sisi wajahnya.

Hanya satu sisi wajah saja sudah membuat jantung Caca berdebar-debar.

Bagai fitur tiga dimensi yang sangat halus, dengan hidung mancung dan bibir tipis, lalu bulu mata panjang yang meninggalkan bayangan samar di bawah mata.

Sepertinya itu bibit unggul yang ia cari!

Satu anting biru safir di telinga kiri terpancar dengan kilau menawan dalam cahaya, langsung merayu jiwanya.

Caca menarik napas dalam-dalam, hanya untuk merasakan hatinya yang akan mencuat dari mulutnya. Dia gugup, ini pertama kalinya Dia melakukan hal seperti ini.

Caca menepuk bahu pria itu seperti cara para senior di sekolah memukul adik tingkatnya, "Hai!"

Pria itu membalikkan wajahnya, melihat wajahnya dari samping saja sudah cukup untuk membuat Caca terpikat dari awal, apa lagi menatap seluruh wajahnya, Dia sangat tampan!

Sepasang mata coklat, yang menggoda.

Caca benar-benar asyik mengagumi pria tampan itu dan tertegun sejenak:

“Kenapa lama sekali?” pria itu tampak sedikit marah, langsung bangkit, meraih pergelangan tangan Caca dan membawanya berjalan keluar.

Caca masih tidak tahu apa yang terjadi, yang Caca tahu hanyalah bahwa pria itu begitu kuat mencengkram pergelangan tangannya seolah tulangnya akan hancur dalam genggamannya.

Pria itu langsung pergi ke hotel sebelah, yang tampaknya telah dipersiapkan sebelumnya, pergi ke kamar presidensial di lantai tiga, mengambil kartu kamarnya dari dompet dan membuka pintu, seluruh proses selesai dalam sekali jalan.

Begitu masuk, pria itu menanggalkan kaos putihnya untuk memperlihatkan dadanya yang berwarna madu.

Caca menarik napas, tubuh pria ini terlalu bagus!

Dada yang lebar, setiap ototnya berada di tempat yang tepat, tidak ada sedikitpun lemak di tubuhnya, setiap garisnya begitu sempurna, terutama bagian perutnya yang kekar berbantal.

Bukan hanya wajah pria ini yang merasukinya seperti iblis, tetapi tubuhnya juga iblis!

Rasanya Caca seperti akan mimisan dibuatnya.

Pria itu sudah melepas kaosnya dan kini mulai melepas ikat pinggangnya.

Caca menatap area di bawah pinggangnya lalu sadar bahwa dia akan melihat bagian paling sensualnya, dia segera melangkah ke depan, meraih tangan pria yang sedang melepaskan ikat pinggangnya itu, "Tunggu sebentar!"

Sementara itu, mata coklat pria itu menunduk, "Ada apa?"

"Apa ini tidak terlalu cepat?" Caca menegur dengan pipinya yang memerah.

"Terlalu cepat?" Pria itu memeta wajah Caca, wajah kecil yang bening dan cantik mengembang dengan cahaya merah pada pipinya, semakin Pria itu menatapnya, semakin Caca menjadi malu, segera mengalihkan pandangannya ke samping.

“Oh, aku lupa, seharusnya kita berkenalan lebih dulu.” Pria itu menjauhkan tangannya dari pelepas ikat pinggangnya dan berjalan ke tempat tidur, “Katakan saja apa yang ingin kamu katakan!"

Lampu tidur dinyalakan oleh pria itu, dan Caca dengan sedikit takut masih berdiri di sebelah tempat tidur.

Baru kemudian keduanya diam, pria itu mulai mengamati Caca dengan serius.

Wajah V-shape standar, agak kurus, dagu lancip, dengan sedikit lemak bayi di pipi, imut, polos, tipe wajah yang nyaman dipandang dan tidak membosankan.

Di bawah alis yang tipis ada sepasang mata yang begitu jernih, seperti batu obsidian, memancarkan cahaya menawan, bulu matanya seperti sayap kupu-kupu yang berkedip, sangat menggoda.

Hanya saja ukuran dadanya cukup kecil.

Meskipun ini juga pertama kalinya bagi laki-laki ini, tapi, Dia sering mendengar tentang hak laki-laki untuk mengoreksi perempuan bookingannya, ibaratnya sebelum makan daging kambing, lihat kambingnya dulu! Jika dirasa si kambing tidak layak konsumsi, masih bisa melarikan diri! Untuk hubungan seks antara pria dan wanita, Bram cukup tau beberapa kriteria mengevaluasinya.

"Dasar si John, dia bilang dia akan memilihkan yang terbaik, tapi akhirnya yang menurutnya baik itu dia ambil sendiri," gumam Bram.

"Hei, apa yang kamu katakan?" Caca tidak mendengar kata-kata pria itu dengan jelas.

"Tidak apa-apa, jangan hanya berdiri di sana dan memanggilku, “Hei!” suara pria itu penuh momentum, semacam suara penguasa yang telah terbiasa menginstruksi banyak anak buahnya dengan nada pengintimidasian besar.

Tapi dia memang punya modal untuk itu.

Namanya Bramasta Moses.

Nama tersebut pastilah sudah tidak asing lagi bagi banyak orang dikalangan elit politik dan pengusaha kelas atas.

Ayahnya seorang pendiri Kerajaan bisnis yang bergerak di banyak bidang, Pertambangan, Migas, Properti, Infrastruktur, Media, dan Telekomunikasi, Majapahit Group adalah salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia, dengan 10 anak usahanya yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta, pendirinya juga merupakan salah satu elit politik kuat dan berpengaruh. 

Sedangkan Bram sendiri, di usia yang masih terbilang muda ia sudah memiliki perusahaannya sendiri yang bergerak di bidang pertambangan.

Dikutip dalam majalah Forbes Indonesia, mereka mengatakan bahwa Bramasta Moses adalah seorang pengusaha jenius yang kemampuannya sangat mumpuni, dengan mengandalkan sepak terjangnya sendiri melalui bakat bisnisnya yang luar biasa. 

Caranya membidik target dengan menciptakan memonopoli hampir seluruh lini bidang pertambangan dalam maupun luar negeri, membuat Kerajaan bisnisnya sendiri mulai berkembang secara dramatis, secara bertahap men-sohorkan namanya di dunia bisnis hingga ke bidang politik.

Semua itu adalah kesuksesan yang menyebabkan pertumbuhan pesat kekayaan seorang Bramasta Moses.

Di usia tiga puluh dua tahun, dia sudah menjadi orang yang memiliki kekuatan finansial besar, belum lagi ditambah sokongan segelintir tokoh nasional, juga internasional yang berada di garda depan pertahanan hidupnya.

Hanya saja, dia tidak pernah muncul di depan umum dan tidak ada yang pernah melihatnya.

Caca menelan ludah, "Itu ... A—Aku punya satu permintaan hari ini!"

“Katakan!" Bram tampak sedikit tidak sabar.

"Jangan pakai kondom!" Ucap Caca cepat.

Mendengar ini, rahang Bram rasanya hampir jatuh ke lantai karena terkejut!

John berkali-kali memperingatkannya untuk memastikan Bram memakai kondom.

Alasan pertama, karena Bram bukanlah orang sembarangan, jika tanpa sengaja Dia benar-benar menghasilkan anak, itu akan menjadi Malapetaka. Kedua, para wanita tidak hanya berhubungan dengan satu pria, mereka rentan menularkan berbagai penyakit.

Tatapan tajam Bram menyapu ke arah Caca, yang membuatnya semakin gugup.

"Karena ...." Caca ragu-ragu mengatakan alasannya, Dia tidak ingin memberitahu siapapun tentang rencananya, Dia hanya ingin menjalani kehamilannya dengan tenang, tidak ingin ada keterikatan apapun dengan siapapun.

"Kalau kamu tidak memberitahuku alasannya, aku tidak akan menyentuhmu hari ini!" Mata Bram menatapnya dingin.

Caca benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan ini, jika Dia melepaskan pria di depannya ini, kemana lagi Dia akan pergi mencari bibit unggul untuk memproduksi bayinya?

"Tenang saja ... Karena Aku hanya ingin punya bayi." Jawab Caca.

Bram kembali terkejut.

Wanita ini sepertinya masih berusia awal dua puluhan, tapi Dia ingin punya bayi.

Apa dia sudah gila?

"Untuk?"

“Tenang saja, Aku tidak akan pernah mengganggu Anda soal apapun tentang anak Anda. Saya akan membesarkannya sendiri. Dia tidak akan ada hubungannya dengan Anda."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Mantan
9.6
Kehidupan Diandra berubah drastis saat ia terpaksa terikat dalam pernikahan dengan Dave Airlangga, sang pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, hubungan mereka hancur akibat kesalahpahaman fatal yang berujung pada perceraian. Di tengah bayang-bayang masa lalu dan ego yang terluka, mampukah keduanya memperbaiki keretakan tersebut? Simak perjuangan mereka untuk membangun kembali puing-puing rumah tangga yang sempat runtuh dalam kisah penuh emosi ini.
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dahulu, aku percaya pada cinta palsu keluarga Adhitama hingga mereka membiarkanku terpanggang api. Di saat terakhir, hanya paman dingin bernama Gilang yang rela mati demi melindungiku. Kini, takdir memberiku kesempatan kedua seminggu sebelum tragedi itu terjadi. Untuk menguasai warisan triliunan dan membalas dendam pada tiga kakak yang berkhianat, aku menolak menikahi mereka. Di depan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Permainan dimulai.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO
9.3
Danendra Danu Atmaja, pengusaha sukses, tiba-tiba menawarkan untuk melunasi biaya pengobatan ibu Arana Salingga. Namun, bantuan tersebut datang dengan syarat yang mengejutkan: Arana harus menikahinya. Meski Arana sudah memiliki kekasih dan merasa asing dengan Danendra, pria itu tetap bersikeras. Arana terjebak dalam dilema besar karena perbedaan status sosial mereka yang sangat jauh. Mengapa sosok CEO ternama tersebut memilih gadis biasa sepertinya?
Sampul Novel Istriku Punya Nama
7.9
Hananan, gadis mandiri berusia 25 tahun, terkejut saat mengetahui dirinya bukan anak kandung keluarga petani yang membesarkannya. Hidupnya berubah drastis ketika dijemput paksa ke sebuah rumah mewah, bukan untuk disambut hangat, melainkan dipaksa menggantikan adik kembarnya, Nazia, yang kabur demi cinta. Ia harus menikahi pengusaha kaya sebagai pengganti. Tanpa kasih sayang orang tua kandungnya, mampukah Hananan menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Zoya Raveena, gadis muda yang gemar bertaruh, terpaksa menyatakan cinta kepada Danu Atmadja demi memenuhi hukuman taruhannya. Danu adalah pewaris bisnis kaya raya yang sengaja berpenampilan kuno meski aslinya sangat tampan. Saat perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka, sosok dari masa lalu muncul mengancam hubungan tersebut. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan ikatan mereka dari badai konflik yang siap menghancurkan kebahagiaan yang baru saja dimulai.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi CEO
9.7
Niat Chayana mendatangi pesta pernikahan Ray, CEO di kantornya, hanyalah untuk membuktikan perselingkuhan Damian. Namun, hatinya hancur saat melihat kekasihnya bermesraan dengan wanita hamil. Di tengah kekacauan itu, Ray justru menarik paksa Chayana ke altar untuk menikahinya. Kehidupan Chayana berubah total dalam sekejap setelah ijab kabul selesai. Kini ia terikat dengan suami yang tak pernah ia duga, tanpa menyadari sisi gila yang tersembunyi di balik sosok Ray.