Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Game Maya

Game Maya

Purple adalah wanita panggilan menawan yang hidupnya berubah total setelah menerima tawaran dari pelanggan setianya, Gery. Alih-alih menjadi kekasih, Gery justru memanfaatkan Purple untuk menjebak sepupunya yang bernama Logan. Namun, misi penggoda itu malah membawa Purple terjebak dalam pusaran emosi yang rumit. Di tengah bayang-bayang kebohongan dan ketakutan akan kehilangan, permainan cinta yang awalnya tampak sederhana kini berubah menjadi konflik hati yang menyiksa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Purple melangkah masuk kedalam rumahnya wanita itu merebahkan tubuhnya di sofa sekedar beristirahat sejenak sebelum ia membersihkan dirinya

Beberapa minggu sudah berlalu semenjak terakhir kali dia bertemu Gery. Purple menghela nafasnya untuk apa juga ia harus perduli toh masih banyak pelanggan lain yang menyewanya

Walau...

Tidak ada yang bisa membuatnya senyaman saat bersama Gery lelaki itu benar-benar membuatnya merasakan hal aneh serta pelukan terakhir mereka waktu itu benar-benar membuat Purple kepikiran.

"Sial!! Untuk apa juga aku peduli, sadarlah hubungan ini hanya sebuah keuntungan belaka aku butuh uang dia butuh tubuhku." guman Purple pada dirinya sendiri. Hal itulah yang selalu ia lakukan saat perasaanya mulai keluar jalur sedangkan dalam pekerjaan nya ini tidak boleh ada perasaan lebih selain gairah dan nafsu jika tidak dia akan hancur.

"Aku lapar....ada baiknya aku makan di luar, aku juga lama tidak jalan-jalan." Ucap Purple yang kembali bangkit kemudian bergegas keluar rasa lapar dan jenuh sedang menganggu maka ini waktunya untuk makan ayam goreng dan beberapa kaleng bir.

Purple berjalan menyusuri area rumahnya sambil sesekali merasakan hembusan angin malam yang terasa lebih hangat dari biasanya

"Tidak!!! Lepaskan aku?" Jerit seorang gadis di jalan dengan penerangan minim. Awalanya Purple tidak perduli toh itu bukan urusannya juga sering ia dapati pasangan yang bertengkar di sana lalu kemudian berdamai  pada akhirnya

"Kumohon jangan, tolong aku...biarkan aku pergi." Jerit gadis itu berganti tangisan putus asa membuat langkah kaki Purple terhenti

Perlahan purple memperhatikan apa yang terjadi ternyata ada beberapa bajingan yang sedang mencoba melecehkan seorang gadis kecil...

"Dasar brengsek miskin, apa tidak mampu menyewa jalang sampe harus melakukan hal menjijikan seperti ini." Guman Purple dengan nada kesal

"Hei....!!!" Teriak Purple dengan nada berani

Gadis dan beberapa lelaki itu menoleh kearahnya tatapan mata lelaki itu berkilat saat melihat Purple yang hanya menggunakan celana pendek dengan t-shirt crop, apa itu aneh? Tidak aneh hanya otak mesum para lelaki itu saja yang sudah akut

"Ada apa cantik? Ingin bergabung," ucap salah satu lelaki itu

Purple menyeringai siapa juga yang mau dengan lelaki seperti mereka

Hello..aku Purple tarif ku bahkan yang paling mahal di antara yang lain

"Tidak aku hanya ingin kalian lepaskan gadis itu." Ucapnya dengan wajah datar.

***

Tuk..tuk..tuk..

Suara ketukan jari lelaki yang kini tengah duduk di sebuah restoran mewah

"Maaf aku terlambat." Ucap seorang lelaki yang langsung mendudukan dirinya di hadapan Gery

"Selalu seperti itu," ucap Gery dengan raut kesal

"Maaf bro kau tau kan aku sedikit kesulitan beradaptasi di sini." Jawab lelaki itu

Gery melirik kearah Logan lelaki yang berpura-pura polos yang ceroboh sungguh membuat Gery muak.

"Kau harus terbiasa, kau tau betapa pentingnya posisi itu kan? Banyak yang menginginkan nya." Ucap Gery dengan raut datar sedangkan Logan hanya tersenyum kecil

"Tenang-tenang...kau tau kan aku tidaklah sebodoh itu." Jawab Logan seolah menganggap remeh semua yang Gery katakan

"Aku tau,maka dari itu aku disini...untuk mengawasimu." Ucap Gery dengan nada serius

"Kenapa kau harus mengawasia aku? Kau kan punya pekerjaan sendiri." Jawab Logan dengan nada yang membuat Gery kesal

"Apa kau merasa hebat? Karena kakek memilihmu sebagai penerus perusahaan?" Cetus Gery membuat tatapan mereka saling bertemu

"Kenapa kau merasa tidak suka dengan pilihan kakek?." Jawab Logan dengan nada dingin kini raut wajah lelaki itu serius

"Ya...pilihan kakek selalu melukaiku."

"Kau selalu menyalahkan kakek, padahal ketidak mampuanmu lah yang melukaimu." Gery meremas sendok ditangannya dengan kuat untuk menahan emosinya

"Apa kau tidak lelah hidup dengan topeng." Cetus Gery

"Maksudmu?" Tanya Logan menelaah apa yang sepupunya itu katakan

"Mengapa kau selaku berpura-pura polos dan lugu?" Tanya Gery

Logan tertawa mendengar apa yang Gery katakan lelaki itu menenggak anggur  dan menatap Gery dengan tatapan yang sulit di jelaskan

"Aku melakukannya untuk bertahan hidup," jawab Logan.

Logan bangkit dari kursinya dan melempar senyum kearah Gery yang hanya menatapnya dingin

"Jadi kau mengundangku makan hanya untuk interogasi, kau membuat selera makanku hilang saja, baiklah aku pergi dulu sampai jumpa di kantor sepupu." Ucap Logan sesaat sebelum pergi meninggalkan Gery

Gery menatap kepergian Logan dengan penuh rasa kesal, Logan selalu   menjadi duri dalam kehidupannya,

****

Purple melangkah santai sambil bersenandung dengan seorang gadis yang setia mengikutinya

"Sudah sampai, setelah ini akan ramai   dan mereka juga tidak akan ada yang mengganggumu lagi." Ucap Purple pada gadis yang masih terlihat takut itu

"Itu...terima kasih kak, kau sudah mau menolongku." Ucap gadis itu

"Tidak perlu berterima kasih, lain kali jangan nekat melewati jalan yang gelap kau tidak tau apa yang ada di sana dan saat kau terjebak mungkin kau tidak akan bisa keluar lagi." Ucap Purple

"Baik...aku hanya sedang mencari ayahku ibuku sedang sakit tapi dia malah membawa pergi uang tabungan utuk berjudi." Ucap Gadis itu sambil menangis,

Purple merasa prihatin dan menepuk pundak gadis itu terkadang hidup memang kejam di saat gadis seusia ini harusnya fokus belajar dan bermain kehidupan malah membawanya ke tempat ini

"Aku harus bagaimana ibuku butuh obat..hikss,hikss dia selalu mengatakan sakit dan aku hanya menjadi orang yang tidak berguna." Rengek gadis itu

"Ini untuk berobat ibumu."ucap Purple sambil menyodorkan

Sejumlah uang kepada gadis itu,

Gadis itu menatap uang dan Purple bergantian

"Uang ini..."

"Ambilah kesehatan ibumu yang terpenting." Ucap Purple. Namun reaksi gadis itu membuat Purple heran dia terlihat takut dan melangkah menjauhi Purple

"Kenapa?" Tanya Purple heran

"Apa..apa kau akan menjualku?" Purple melongok sesaat sebelum akhirnya tertawa dan membuat gadis itu keheranan

"Kau...kau kan." Perkataan gadis itu terhenti saat ia merasa tidak mengatakan apa yang ingin ia katakan

"Kau pikir aku mucikari?" Ucap Purple sambil tertawa wanita itu mengacak pucuk kepala gadis itu

"Aku bukan, tapi aku mengenal seseorang yang seperti itu mau aku kenalkan?" Gurau Purple yang di tanggapi serius oleh gadis itu

"Tidak,aku tidak mau!!"

"Aku hanya bercanda, pergilah ibumu pasti menunggumu simpan uang jangan sampai ayahmu tau." Ucap Purple penuh ketulusan

"Apa kakak serius?" Tanya gadis itu

"Aku serius...dan ingat jangan pernah datang ke tempat seperti itu lagi, yang bisa melindungi masa depanmu hanyalah dirimu sendiri,mengerti."

Gadis itu mengangguk dan perlahan berjalan menjauh meninggalkan Purple

"Jika bukan mucikari lalu apa pekerjaan kakak?" Tanya anak itu dengan raut wajah penasaran

"Aku hanya seorang jalang." Ucap Purple dengan senyum tipis di bibirnya

Ya itulah dirinya...wanita yang terjebak dan tidak memiliki jalan kembali adalah dia sendiri

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicerai Suami, Dipinang Sultan
9.2
Dunia Asha runtuh saat Raka, suaminya yang model terkenal, menceraikannya demi karier. Pernikahan tiga tahun itu berakhir karena Asha dianggap beban. Di tengah rasa sakit, hadir Rafael Adiwangsa, duda konglomerat sekaligus wali murid di sekolah tempat Asha mengajar. Rafael menawarkan kasih sayang yang jauh berbeda dari masa lalu Asha yang kelam. Mampukah Asha menyembuhkan luka hatinya dan menerima cinta pria berkuasa ini saat dirinya merasa tidak punya apa-apa lagi?
Sampul Novel I Love You Daddy
8.4
Michaela memilih kabur demi menolak kembalinya Bianca, ibu kandung yang dulu meninggalkannya. Sang ayah, Agam, awalnya mengira pelarian ini karena perjodohan dengan Dilan, namun alasan sebenarnya jauh lebih pelik. Konflik ini membongkar rahasia asal-usul Michy, wasiat keluarga, hingga perasaan terlarang yang terpendam. Di tengah intrik warisan dan penculikan yang mengancam, Michy dan Agam harus berjuang mempertahankan ikatan mereka demi memulai babak baru.
Sampul Novel Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif
9.1
Amber kerap dipandang sebelah mata sebagai anak haram yang tidak diakui keluarganya. Nasibnya kian rumit saat dipaksa menjadi istri dadakan bagi Reyvan, CEO angkuh nan dingin. Reyvan memberi peringatan keras agar Amber tidak jatuh cinta padanya dan menetapkan batasan waktu sebelum mereka bercerai. Namun, kehidupan pernikahan kontrak ini berubah di luar kendali. Sang CEO yang awalnya menolak kehadiran Amber justru berbalik sangat bergantung dan tidak bisa hidup tanpa wanita itu di sisinya.
Sampul Novel Menjadikanmu milikku
9.3
Kafka terpaksa mundur saat wanita impiannya justru bersanding dengan kakak kandungnya di pelaminan. Namun, sebuah kejadian tak terduga pada malam pengantin mengubah segalanya. Kafka kini bertekad merebut kembali cintanya meski harus berhadapan dengan saudaranya sendiri. Baginya, dialah yang pertama kali mencintai wanita itu. Tak peduli siapa pun pasangannya saat ini, Kafka bersumpah akan menjadikan perempuan itu miliknya kembali seutuhnya.
Sampul Novel Penyesalan Lebih Murah Dari Debu
9.5
Dr. Ethan Caldwell dikenal dingin dan menjauhi wanita. Sepuluh tahun mendampinginya, aku tak pernah diizinkan menyentuhnya. Puncaknya, ia malah menjebakku dengan pria lain demi kepuasan fisikku. Setelah aku nyaris mengakhiri hidup, Ethan sempat melunak. Namun, aku justru memergokinya bermesraan dengan wanita bernama Clara. Ia menghinaku kotor demi membela wanita itu. Akhirnya, aku memilih menyerah dan mengakhiri hubungan kami yang menyakitkan ini.
Sampul Novel Ratapan Kekasih: Kembalilah padaku
8.2
Tiga tahun menikah tak membuat Karin dicintai Arya. Di titik terendah hidupnya, ia memilih menyerah dan meminta cerai. Pasca berpisah, Karin bangkit menjadi desainer ternama dan mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris takhta bisnis perhiasan. Sambil membesarkan anak kembarnya, ia kini dikelilingi banyak pria. Hal ini membuat Arya dirundung penyesalan mendalam. Ia kini memohon dimaafkan demi bisa menemui anak-anak mereka dan kembali ke pelukan Karin.