
Game Maya
Bab 3
Gery tersenyum saat wanita berambut ombre itu sudah datang dan duduk di depannya,
"Ada apa?." Tanya Purple ketus membuat Gery mengerutkan keningnya
"Tidak biasanya kau bertanya seperti itu kalau kita bertemu." Jawab Gery heran
Purple berdeham menutupi salah tingkahnya buat apa juga dia kesal karena Gery baru menghubungi nya sekarang
"Sadarlah Purple berhenti mempermalukan dirimu sendiri." Batin wanita
"Oke lupakan, apa yang membuatmu meminta bertemu denganku terlebih di restoran bukannya di hotel." Tanya Purple
"Aku hanya ingin bertemu saja, apa tidak boleh?."
Kali ini Purple yang menyeringit dengan tingkah laku Gery
"Kenapa menatapku seperti itu?." Ucap Gery
"Tidak aku hanya rasa kau bertingkah aneh,"
"Aneh? Apanya yang aneh?" Tanya Gery
"Selama ini kau tidak pernah mengajak bertemu selain di hotel, wajar bukan aku merasa heran." Jawab Purple
"Rachel..." Panggil Gery dengan raut wajah serius kedua tangan lelaki itu terulur dan menggenggam lembut tangan Purple,
"Apa?." Tanya Purple dengan wajah bingung, Purple mencoba menarik tangannya namun lelaki itu mengeratkan genggamannya
"Ada apa denganmu?." Purple merasa tidak nyaman dengan sikap Gery bukan dia tidak suka hanya saja dia takut terbawa perasaan dan berakhir jatuh hati pada lelaki ini.
"Aku membutuhkanmu.." ucap Gery dengan wajah putus asa, di saat bersamaan jantung Purple berdebar kencang
Apa maksudnya? Apa dia merindukanku? Atau menyukaiku?
Kilat mata Purple berubah terbesit harapan besar akan perasan Gery untuknya
"Apa? Kau membutuhkanku, katakan dengan jelas." Pinta Purple
"Aku membutuhkanmu, aku tidak memiliki siapapun yang bisa aku percayai hanya kau. Maka itu kumohon Rachel.." Gery menatap wajah Purple dalam sedangkan wanita itu tanpa sadar semaki larut alam perasaan dan harapan nya
"Jadilah orangku." Ucap Gery
"Orang mu?"
"Jadilah senjataku, maka aku akan membayar mu dengan sangat mahal." Lanjut Gery
Sedangkan saat itu juga pikiran Purple terhenti seakan tidak ingin memahami apapun yang lelaki itu katakan
"Rachel...apa kau mendengarkan aku." Seru lelaki itu saat melihat tatapan kosong wanita yanga ada di depannya itu
"Katakan apa yang kau inginkan agar kau mau membantuku." Tidak ada jawaban apapun wanita itu hanya diam mematung seolah rohnya entah pergi kemana
"Rachel... Rachel.... Purple." Panghilan Gery akhirny menyadarkan Purple dari segala pikirannya
"Ya aku Purple.." guman Wanita itu tanpa semangat
Sebenarnya apa yang ia harapkan dari hubungannya dan Gery, dia hanya wanita hina dari tempat kotor apa yang membuatnya begitu percaya diri bahwa lelaki ini menyukainya
Bagi wanita sepertinya tidak ada kepercayaan bahwa ada yang akan menyukainya dengan tulus, semu hanya menginginkan tubuhnya.
"Ada apa denganmu,kau sakit." Ucap Gery khawatir. Tangan lelaki itu terulur hendak memeriksa kening Purple namun dengan cepat wanita itu mengelak
Tidak lagi,dia tidak ingin menyakiti dirinya dengan harapan palsu sekali lagi, semu yang lelaki itu lakukan tidaklah tulus itu semua hanya kepalsuan itulah yang coba Purple tanamkan di pikirannya saat ini
"Aku baik-baik saja." Jawab wanita itu
"Bagaiman apa kau menerima permintaanku, aku akan bayar berapapun agar kau mau membantuku." Ucap Gery
Purple menatap dalam manik lelaki itu,sebelum akhirnya mengulas senyum manisnya
"Tentu saja, tapi bisakah katakan lebih jelas apa yang sebenarnya kau rencanakan.?." Jawab Purple. "Aku harus tau lebih dulu apa yang akan kau lakukan agar aku bisa menaruh tarif ku." Lanjut wanita itu.
"Aku ingin kau menaklukan seorang lelaki dan buat dia jatuh cinta padamu." Ucap Gery
"Hanya itu?."
Gery menyeringai seolah memberi jawaban lain atas pertanyaan yang Purple berikan.
"Tentu tidak sesederhana itu."
***
Purple melangkah masuk kesebuah restoran mewah yang sudah Gery siapkan untuknya. Purple melangkah anggun membuat beberapa pelanggan disana menatap takjub kearahnya
"Siang Nona," sapa salah satu pelayan restoran
"Aku ada janji di meja 6 atas nama Logan." Ucap Purple tanpa melepas senyum anggunnya tidak ada lagi rambut ombre ungu dan abu-abu kini wanita itu berubah 180°
Riasan elegan, pakaian yang anggun serta rambut berwarna coklat yang tanpa terpikirkan sangat cocok untuknya
"Baik, silahkan ikut saya Nona."
Purple berjalan sambil sesekali mengamati interior restoran itu. Gila! Ini sangat mewah bahkan meja yang dipesan untuknya ternyata adalah sebuah ruangan khusus
Purple duduk dengan anggun sambil sesekali tersenyum kecil ia penasaran seperti apa Seorang Presdir dari sebuah perusahaan sebesar LzT. Jika Gery yang hanya seorang direktur saja bisa sekaya itu apa lagi seorang Presdir kini pikiran Purple beralih pada sosok Logan jika dia masih kerabat Gery maka pastilah dia sangat Tampan mengingat Gery saja sudah seperti dewa Yunani dengan wajah tampan dan tubuh atletis.
Sial!!
Bisa-bisanya dia membayangkan tubuh polos Gery di saat seperti ini.
Purple mengipas wajahnya yang memanas akibat pikiran kotornya
Sendiri dan tanpa dia sadari seorang lelaki sedang melangkah masuk dan duduk di depannya...
"Nona..Rachel?" Ucap lelaki itu penuh keraguan
Sedangkan Purple hanya menatap bingung kearah lelaki yang sedang duduk di depannya itu
"Anda?"
"Itu....saya,.."
"Apa anda salah satu bawahan Tuan Logan?" Ucap Purple pada lelaki berhodie hitam dengan kacamata itu
"Apa?"
"Apa Tuan Logan sibuk," ucap Purple
"ah sayang sekali kupikir aku bisa menemui nya." Sambung Purple dengan nada kecewa
"Maaf Nona Rachel, tapi saya adalah Logan," ucap lelaki itu sambil menyodorkan tangannya
Sedangkan Purple menatap lelaki itu dengan tatapan tidak menyangka
Holy shit!!
Dia Logan? Dia? Lelaki yang sedang duduk di depanku ini?
"Senang bertemu denganmu Nona Rachel." Ucap Logan
Purple tersenyum kecil tidak ada salah satupun dari ekspetasi nya yang ada pada Logan bagaimana bisa Gery dan lelaki di depannya ini bersaudara
"Maaf, saya pikir anda bukan Tuan Logan." Ucap Purple dengan canggung
"Oh iya saya belum memperkenalkan diri saya secara formal, Saya Rachel Aghata senang bisa bekerja. Mulai hari ini saya akan bekerja sebagai asisten pribadi anda." Ucap Purple sambil sedikit membungkuk dan sengaja memperlihatkan belahan dadanya pada Logan.
" Nona Rachel..." Panggil Logan
"Ya Tuan."
" Itu .... kancing bajumu terlepas." Ucap Logan sesaat sebelum ia pergi meninggalkan Purple yang hanya melongo melihat sikap cuek dan datar Logan seolah lelaki itu tidak tertarik pada belahan dada Rachel
"Apa...apa,Dia Homo?" Guman wanita itu
Rachel berjalan membuntuti Logan dari belakang sambil menilai lelaki itu dari atas sampai bawah
"Tubuhnya tinggi,kakinya panjang dan bahunya juga lebar,kulitnya kecoklatan tapi seksi...sayang wajahnya tidak terawat apa dia jarang mandi?" Batin Rachel
"Nona Rachel,"
Duk...
"Aww..."pekik Rachel saat menabrak dada bidang Logan yang tiba-tiba berhenti dan berbalik kearahnya hanya sesaat sebelum Rachel malah kagum dengan beberapa otot keras lelaki itu no
"Wah,dadanya keras berotot,apa dia sering fitness,aku penasaran apa perutnya juga keras? Ah aku raba saja mumpung dalam posisi seperti ini." Pikiran kotor wanita itu kembali bersarang.
"Maaf Nona Rachel, tapi mau berapa lama kau bersandar di sana?" dengan cepat Rachel membenarkan posisinya dan bersikap seolah tidak terjadi apa-apa
"Maaf Tuan, silahkan lanjutkan apa yang ingin anda katakan."
"Apa kau berpengalaman?"
"Pengalaman?"
Rachel terlihat sedikit berpikir jika di pikir-pikir dia sangatlah berpengalaman dalam "pekerjaanya"
"Saya sangat berpengalaman." Jawab wanita itu dengan penuh keyakinan
(Sudah hampir 5 tahun aku menjadi PSK tentu saja aku sangat berpengalaman)
***
Anda Mungkin Juga Suka





