Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Terlarang

Gairah Terlarang

Bagi yang belum cukup umur, DILARANG KERAS Membaca Cerita ini, karena banyak sekali adegan Dewasa. Mohon Bijak Dalam Membaca.⚠️ Menceritakan seorang anak muda, yang terjerumus kedalam lubang hitam, hingga akhirnya, pemuda tampan kecanduan seks dengan Guru dan keluarganya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah di dalam ruangan, Alan duduk di kursi menghadap Bu Elissa.

Bu Elissa bangkit dari tempat duduknya, lalu duduk diatas sofa yang ada di sebelah kiri mejanya.

"Alan, cepat duduk disini." Pinta Bu Elissa yang masih kesal karena Alan selalu tidak bisa mengerjakan tugasnya.

"Ia bu." Ucap Alan patuh, lalu duduk diatas sofa menghadap Bu Elissa.

Saat Alan duduk di sofa, tak sengaja Alan melihat pahanya Bu Elissa yang terlihat putih dan mulus, Alan juga melihat dengan sangat jelas celana dalamnya Bu Elisa berwarna merah jambu.

Saat Alan sedang melamun memikirkan warna merah jambu, Bu Elissa kembali berkata.

"Kamu mau sampe kapan nyontek terus?" Tanya Bu Elissa sukses membuat Alan kaget bukan main, karena otak Alan terus memikirkan isi di dalam warna merah jambu.

"E_enggak tau Bu." Jawab Alan sangat gugup, karena warna merah jambu sudah merusak otaknya, bahkan penis Alan sudah terbangun.

"Kamu kenapa gugup sekali?" Tanya Bu Elissa merasa heran, karena melihat Alan terlihat sangat aneh.

"E_enggak papa Bu." Lagi-lagi hanya itu yang dapat Alan katakan, karena Alan sangat gugup duduk berhadapan dengan Bu Elissa.

"Kamu sakit?" Tanya Bu Elissa merasa khawatir, karena wajah Alan terlihat sangat pucat.

"Nggak kok Bu." Lagi-lagi hanya itu yang Alan katakan.

"Coba kamu bangun." Pinta Bu Elissa sukses membuat Alan semakin ketakutan.

Karena kalau sampai Alan bangun, burung gagaknya pastinya terlihat sangat jelas menonjol, karena burungnya sudah terbangun dan ingin segera masuk ke dalam sangkarnya.

Alan kembali bicara.

"Ja_jangan Bu." Ucapnya sangat gugup, karena Alan sangat takut membuat kesalahan.

"Saya minta kamu bangun." Bu Elissa terus memaksa Alan, agar Alan menuruti perintahnya, karena Bu Elissa melihat sikap Alan terlihat sangat aneh. Sehingga membuat Bu Elissa semakin penasaran.

Alan tidak punya pilihan lain, akhirnya Alan pun terpaksa bangun dari tempat duduknya.

Saat Alan terbangun dari tempat duduknya, mulut Bu Elissa langsung menganga, dan matanya melotot menatap celana Alan yang terlihat menonjol.

"Kamu kenapa kok itunya bangun?" Tanya Bu Elissa sangat syok, melihat burung Alan tiba-tiba terbangun.

"Yaa... elah pake segala nanya kenapa. Orang pelakunya ada di depan gua." Ucap Alan dalam hati.

Alan kembali bicara.

"E_enggak tau Bu." Jawab Alan sangat gugup, sambil terus menundukan kepalanya karena merasa malu.

Karena merasa malu, Alan langsung membalikan tubuhnya, kemudian merapikan burungnya, agar tidak terlalu terlihat menonjol, karena kalau sampai di biarkan, urusannya bisa berabe.

Setelah merasa rapi, Alan kembali membalikan tubuhnya.

Saat ini otak Bu Elissa sudah mulai tidak waras, karena yang menonjol di dekat resleting celana Alan, sudah membuat otaknya terasa pusing.

Apalagi Bu Elissa sudah cukup lama kebunnya tidak pernah ada yang menyiramnya, sehingga kebun nya kembali kering dan rapat kembali.

Bu Elissa bangkit dari tempat duduknya, kemudian melangkah menghampiri Alan, yang masih berdiri mematung menunggu instruksi darinya.

Melihat Bu Elissa mendekat, jantung Alan berdetak semakin cepat, Alan terpaksa mundur satu langkah, karena takut membuat masalah.

"Kamu kenapa menjauh?" Tanya Bu Elissa sambil mendekati Alan.

"A_aku nggak papa Bu." Jawab Alan sangat gugup, karena takut membuat kesalahan.

"Kamu kesini maju, jangan jauh-jauh." Kata Bu Elissa memanggil Alan, Alan tidak berani terlalu dekat dengan Bu Elissa, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mendengar Bu Elissa berkata seperti itu, tubuh Alan terasa panas dingin, bahkan jantungnya terus berdetak sangat cepat.

"Sebenarnya apa yang akan Bu Elissa lakukan, kenapa sikapnya sangat aneh." Ucap Alan dalam hati, yang merasa heran melihat sikapnya Bu Elissa.

Karena Alan terus mematung, Bu Elissa kembali mendekati Alan.

Melihat Bu Elissa kembali mendekat, jantung Alan berdetak semakin cepat, bahkan tubuhnya terasa panas dingin.

Namun Alan tidak bisa berbuat Apa-apa, karena takut membuat kesalahan, dan Alan juga sangat penasaran, apa yang akan Bu Elissa lakukan kepadanya.

Setelah saling berhadapan, tak lama tangan Bu Elissa menyentuh resleting celana Alan, lalu menarik resletingnya, hingga terlihat celana dalamnya Alan yang ada gambar badaknya.

Bu Elissa mengelus penisnya Alan yang masih terbungkus rapi celana dalamnya, hingga membuat tubuh Alan semakin panas dingin, bahkan Alan kesulitan untuk bernafas, karena ini pengalaman pertamanya Alan merasakan kenikmatan di dalam tubuhnya.

Alan sangat tidak menyangka, orang yang selama ini Alan takuti, ternyata sangat liar.

Saat ini tubuh Alan sudah mulai terangsang. Karena sentuhan itu sudah membangkitkan gairah di dalam tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa pergi ke depan untuk mengunci pintu ruangannya, karena takut ada orang yang tiba-tiba masuk ke ruangannya.

"Anjir... gila..gila..gila..! mimpi apa gua semalem." Gumannya merasa tidak percaya apa yang dilakukan oleh Bu Elissa.

Saat Bu Elissa pergi mengunci pintu, Alan kembali menutup resleting celananya.

Tak lama Bu Elissa kembali menghampiri Alan, yang masih berdiri di dekat sofa.

Bu Elissa kemudian duduk diatas sofa, lalu tangannya menarik kembali resleting celana Alan.

"Ja_jangan Bu, aku malu." Ucap Alan lalu mundur satu langkah, karena Alan belum terbiasa melakukannya, apalagi saat ini pelaku utamanya gurunya sendiri.

Bu Elissa sudah kehilangan akal sehatnya, karena otaknya terus memikirkan yang menonjol di dalam celana Alan.

Dan Alan sudah berhasil membuat Bu Elissa kehilangan akal sehatnya.

"Jangan jauh-jauh Alan, dan kenapa harus malu, kan disini cuma kita berdua saja." Ucap Bu Elissa yang sudah mulai Oleng.

"Ta_tapi Bu." Sahut Alan sangat gugup, bahkan tubuhnya terasa sangat panas, dan jantungnya berdetak sangat cepat.

Bu Elissa maju satu langkah, lalu membuka gespernya Alan yang masih menempel di tubuhnya Alan, kemudian Bu Elissa melepaskan celananya Alan.

Alan hanya diam saja, tak tahu kenapa tubuhnya tidak bisa digerakan, bahkan Alan merasa tubuhnya terasa merinding.

Setelah celananya terlepas, Bu Elissa kembali membuka celana dalamnya Alan yang ada gambar badaknya.

Saat Bu Elissa melepaskan sempaknya, dengan cepat Alan menutupi kanjutnya dengan kedua tangannya.

"Nggak usah di tutup Alan, Ibu mau lihat sebentar burungmu." Kata Bu Elissa yang mulai gacor.

"Aku malu Bu." Ucap Alan dengan perasaan campur aduk. Karena ini pengalaman pertamanya, memperlihatkan benda pusaka nya di depan orang dewasa, apalagi orang pertamanya itu gurunya sendiri.

"Yaudah kalau kamu malu, kamu tutup mata saja." Sahut Bu Elissa yang sudah tidak sabar ingin melihat benda pusakanya Alan.

Karena takut membuat kesalahan, akhirnya Alan melepaskan tangannya, karena Bu Elissa terus memaksanya.

Setelah tangan Alan terlepas, Bu Elissa kembali melanjutkannya.

Bu Elissa menarik sempaknya Alan kebawah, hingga terlihat benda ajaib itu terlihat sudah terbangun, bahkan sudah sangat keras.

Bu Elissa sontak kaget melihat penisnya Alan yang sudah sangat keras, dan menurut Bu Elissa, penis Alan lumayan cukup besar dan panjang, sehingga membuatnya semakin penasaran dan ingin mencobanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Di Ujung Lelah
9.3
Lima tahun membina rumah tangga justru membawa Mirna ke titik nadir. Farid, sang suami, tak kunjung berubah dan malah terus memberikan tekanan mental yang memicu rasa takut serta kesedihan mendalam. Tiada hari tanpa pertengkaran hebat dan adu mulut yang menguras emosi. Di tengah keputusasaan ini, Mirna merasa telah mencapai batas kemampuannya. Ia pun mulai membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan beracun tersebut demi melepaskan diri dari penderitaan.
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi dikenal sebagai pria kaya yang gemar bersenang-senang, berbeda jauh dari Fachmi, kembarannya yang kaku. Karena obsesi memiliki sang kakak, Farrel bertekad menggagalkan pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, rencana sabotase ini berbalik saat Farrel justru jatuh cinta pada wanita tersebut saat menyamar menjadi Fachmi. Kini, ia terjebak dalam dilema besar jika rahasia tentang identitas aslinya terbongkar.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang terjebak dalam dilema besar saat ia terpaksa menikahi Huri untuk melunasi utang ibunya kepada orang tua gadis itu. Padahal, Elang sudah memiliki istri sah bernama Kiya. Kini, hidupnya berubah drastis karena harus menyeimbangkan tanggung jawab di antara dua wanita. Akankah Elang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya dan menjalankan perannya sebagai suami bagi dua istri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam kehidupan pernikahannya?
Sampul Novel Janjinya, Penjaranya
9.6
Kebebasan yang dinanti justru menjadi awal derita baru bagi sang protagonis. Tujuh tahun mendekam di penjara demi menanggung dosa Keysha, kakak angkatnya, ia justru dibuang oleh orang tua kandung dan tunangannya, Dion. Alih-alih disambut hangat, ia diasingkan ke gudang berdebu demi kenyamanan Keysha. Namun, sebuah email rahasia berisi tawaran kerja dan identitas baru muncul sebagai penyelamat. Tanpa ragu, ia memilih pergi demi membalas segala pengkhianatan.