Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Terlarang

Gairah Terlarang

Bagi yang belum cukup umur, DILARANG KERAS Membaca Cerita ini, karena banyak sekali adegan Dewasa. Mohon Bijak Dalam Membaca.⚠️ Menceritakan seorang anak muda, yang terjerumus kedalam lubang hitam, hingga akhirnya, pemuda tampan kecanduan seks dengan Guru dan keluarganya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Woow... bagus sekali burungmu Alan." Kata Bu Elissa, sambil mengelus batang penisnya yang sudah sangat keras.

Saking kerasnya, burung Alan sampai manggut-manggut, menandakan burung itu sudah ingin segera masuk ke dalam sangkarnya.

Alan hanya diam saja, karena Alan sangat malu burungnya dilihat oleh gurunya sendiri.

Alan pun sangat penasaran, apa yang akan Bu Elissa lakukan dengan burungnya, Alan juga mulai menikmati sentuhan tangan nya Bu Elissa.

Karena rasanya sangat nikmat, akhirnya Alan pun membiarkannya.

"Alan kok bengong." Ucap Bu Elissa membuyarkan lamunannya.

Alan kembali sadar, lalu berkata.

"A_aku nggak tau bu, ini bawaan pabriknya Bu." Jawab Alan sangat gugup, karena tangan Bu Elissa terus mengelus-elus batang penisnya, sehingga membuat tubuh Alan terasa panas dingin dan merinding.

"Ibu boleh menyentuhnya kan?" Tanya Bu Elissa sambil terus memainkan burungnya.

"Aneh, udah tau dia lagi pegang-pegang burungku. Pake segala sok-sok izin" Ucap Alan dalam hati.

Mendengar Bu Elissa berkata seperti itu, Alan hanya menganggukkan kepalanya, karena Alan juga sangat penasaran, apa yang akan Bu Elissa lakukan selanjutnya.

Setelah mendapatkan izin, Bu Elissa mengocok pelan batang penisnya.

Alan mulai merasakan kenikmatan yang sesungguhnya, saat penisnya di kocok oleh Bu Elissa, hingga tubuh Alan semakin merinding.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa mendorong tubuhnya Alan hingga terjatuh di atas sofa.

Alan sangat kaget melihat Bu Elissa mendorong tubuhnya.

Bu Elissa berjongkok di depan Alan, hingga terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna merah jambu.

Seketika penis Alan semakin mengeras dan membesar, karena warna merah jambu sudah membuat Alan semakin terangsang.

"Kok bisa tambah besar Alan?" Tanya Bu Elisa cukup kaget, karena penis Alan tiba-tiba membesar begitu saja.

"E_enggak tau Bu, mungkin karena aku liat warna merah jam...! huup." Alan langsung menutup mulutnya, karena hampir saja keceplosan.

"Kamu barusan bilang apa?" Tanya Bu Elissa sembari memastikan, padahal Bu Elissa mendengar dan tahu apa yang baru saja Alan katakan.

"E_enggak papa bu." Alan sangat gugup, bahkan perasaannya sudah tidak karuan.

"Kamu liat celana dalam Ibu ya?" Tanya Bu Elissa lalu tersenyum liar menatap Alan yang terlihat sangat gugup.

"Ma_maaf Bu sedikit, tapi sekarang udah nggak liat kok." Ucap Alan ketakutan, lalu mengalihkan pandangannya karena merasa malu.

Bu Elissa kembali berkata.

"Kamu mau lihat nggak?" Tanya Bu Elissa berhasil membuat Alan semakin gila.

Belum sempat Alan bicara, Bu Elissa langsung menarik rok nya keatas, hingga terlihat jelas celana dalamnya yang berwarna merah jambu.

Alan tidak berani melihatnya, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Tak lama, Bu Elissa kembali berjongkok di depan Alan. Tanpa hitungan 123, Bu Elissa langsung melahap benda ajaib Alan dengan sangat lahap.

Haapp... Aarghh... Alan pun mendesah karena rasanya sangat nikmat, saat Bu Elissa mengulum penisnya.

Alan merasa tubuhnya seperti tersengat listrik bertekanan tinggi, bahkan, tubuh Alan sesekali bergetar karena Alan sudah sangat terangsang.

"Bu.. Ja_jangan Bu, itu kan jijik." Kata Alan terbata-bata, hingga mata Alan merem melek menahan nikmat.

Bu Elissa tidak memperdulikannya, Ia terus mengulum penisnya Alan, karena Bu Elissa sudah sangat terangsang.

Clook...Clook. Aarghh...Hhmmm.. Alan terus mendesah karena terasa sangat nikmat, saat Bu Elissa mengulum penisnya, hingga tubuh Alan sesekali bergetar menahan rasa nikmat.

Karena terasa nikmat, akhirnya Alan pun membiarkan Bu Elissa bekerja keras, karena Alan sangat penasaran, Apa yang akan terjadi selanjutnya.

Setelah merasa puas mengulum penisnya Alan, Bu Elisa bangkit lalu menurunkan celana dalamnya, sehingga terlihat jelas vagina Bu Elisa yang membahana.

"Gilaaaa...mimpi apa gua semalem." Ucap Alan dalam hati, sambil melihat Bu Elisa melepaskan celana dalamnya.

Setelah melepaskan celana dalamnya, Bu Elissa mendorong tubuhnya Alan, hingga Alan terlentang di atas sofa.

Bu Elissa mengoleskan ludahnya kelubang intimnya, agar lebih mudah saat memasukan penisnya kedalam lubangnya, setelah lubangnya basah, Bu Elissa berjongkok di atas kedua pahanya Alan, kemudian memasukan penisnya kedalam lubangnya.

Bleeess... Aawww.. Bu Elissa sedikit kesakitan, saat lubangnya terisi penisnya Alan, karena memang lubangnya sudah lama menganggur.

Alan merasa sangat nikmat saat burungnya masuk ke dalam sangkarnya, hingga matanya merem melek menahan rasa nikmat.

Bu Elissa terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur, hingga terdengar suara.

Plook...plook...plook...Aarghh..Hhmmm.

Bu Elissa sudah mulai mendesah, karena lubangnya sudah mulai menyesuaikan ukuran penisnya Alan. Hingga mulutnya menganga menahan rasa nikmat.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa membuka kancing bajunya, hingga membuat Alan semakin terangsang.

Setelah kancingnya terbuka semua, Bu Elissa mengeluarkan payudaranya yang masih terbungkus bra nya.

Melihat payudara Bu Elissa, mata Alan langsung melotot, dan Alan terus menelan ludahnya, karena ini pengalaman pertamanya melihat keindahan tubuhnya Bu Elissa.

Tak lama Bu Elissa menarik kedua tangannya Alan, lalu menempelkan tangannya ke payudaranya.

"Ayo Alan remas-remas payudaranya." Kata Bu Elissa sambil terus menggoyangkan pinggulnya maju mundur.

"Ba_baik Bu." Alan sangat patuh karena Alan juga sangat menikmatinya.

Plook...plok...Aarghhh....Hhmmm.. "Terus Alan... Ee_naak bangeet." Uurghh.. Dengan susah payah Bu Elissa mengatakannya, karena tubuhnya sudah sangat terangsang.

Mendengar desahan Bu Elissa, nafsu Alan semakin terbakar, hingga tubuh Alan sesekali bergetar, menahan rasa nikmat.

Bu Elissa semakin kencang menggoyangkan pinggulnya, sampai desahannya terdengar sampai keluar ruangannya.

Plook..ploook.. Aarghh...Hhmmm... Uurghhh... Bu Elissa langsung menutup mulutnya, karena takut desahannya terdengar oleh orang lain.

Tak lama Bu Elissa menarik kepala Alan, lalu menempelkan kepalanya ke payudaranya.

Alan hanya diam saja saat Bu Elissa menempelkan bibirnya ke payudaranya, karena memang ini pengalaman pertamanya.

"Aa_lan...ayo jilatin putingnya." Kata Bu Elissa terbata-bata, karena tubuhnya sudah sangat terangsang.

"Ba_baik Bu." Setelah mendengar instruksi dari senior, Alan langsung melakukan tugasnya.

Alan langsung menjilati putingnya Bu Elissa dengan sangat nafsu, lalu tangan kirinya terus meremas-remas payudara Bu Elisa yang sebelah kiri.

Aarghhh...Hhmmm...Uurghh.. "Ee_nak banget Alan." Uurghh.. Bu Elissa tak henti-hentinya mendesah, karena Alan sudah membuatnya semakin terangsang.

Saking nikmatnya, tubuh Bu Elissa terus mengejang, dan tubuhnya sudah mengeluarkan keringat.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa sukses mencapai puncak kenikmatannya.

Aarghhh...Crooottss...Uurghhh... Desah nikmat Bu Elissa karena sudah mencapai puncaknya, hingga tubuhnya bergetar menahan rasa nikmat.

Alan bisa merasakan penisnya terasa sangat hangat, karena Bu Elissa sudah mengeluarkan cairan cintanya, dan bahkan, Alan bisa merasakan denyutan vaginanya Bu Elissa, yang lumayan cukup kencang.

Karena terasa lemah, Bu Elissa langsung memeluk tubuhnya Alan, sambil mengatur nafasnya yang masih terengah-engah.

Huuhh..Haahh..Huuhh..Haahh... Nafas Bu Elissa ngos-ngosan.

Sampai saat ini, Alan masih tidak menyangka, bisa menikmati tubuhnya Bu Elissa, orang yang selama ini ia takuti di sekolahnya.

Dulu, Alan hanya bisa berkhayal, bisa menikmati tubuhnya Bu Elissa, sekarang Alan bisa merasakannya langsung kenikmatan tubuhnya Bu Elissa.

Beberapa menit kemudian, setelah nafasnya kembali pulih, Bu Elissa kembali melanjutkannya, karena Bu Elissa belum melihat Alan mengeluarkan cairan cintanya.

Bu Elissa kembali menggoyangkan pinggulnya maju mundur, hingga membuat Alan kembali merem melek menahan rasa nikmat.

Plok...plok... Uurghh...Hhmmm.. Aarghhh.. Alan dan Bu Elissa mendesah, karena terasa sangat nikmat.

Melihat Alan terus mendesah, Nafsu Bu Elissa semakin terbakar.

Bu Elissa mempercepat goyangannya, hingga tubuh Alan langsung bergetar, karena Alan akan segera terbang ke awan.

Plok...plok...Aarghh...Uurghhh.. "Aa_waas.. Bu.. Aa_ku mau kencing." Dengan susah payah Alan mengatakannya, karena tubuhnya sudah sangat terangsang.

Karena sangat nikmat, Bu Elissa membiarkan Alan membuang spermanya di dalam lubang intimnya, karena Bu Elissa sudah tahu cara mengatasinya.

Aarghh...Crooot...croot..croot.. Uurghhh.. Desah Alan karena sudah mencapai puncak kenikmatannya.

Saking nikmatnya, tubuh Alan sampai bergetar hebat.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan emosional antara David dan Arina saat mereka menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah mekarnya bunga musim semi yang sangat berharga, keduanya belajar untuk saling memahami dan mengisi kekosongan hati satu sama lain. Hubungan mereka berkembang dengan indah seiring berjalannya waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam ikatan cinta yang tulus dan sangat mendalam bagi mereka.
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Nasib malang Prasasti kian pelik saat terlibat dengan tiga putra keluarga Adisurya yang kaya raya. Cintanya pada si bungsu, Prasetya, harus kandas setelah sulung keluarga itu, Pramudya, nyaris menodainya hingga Sasti dicap buruk. Demi nama baik, Prahara sang putra kedua justru menikahinya. Namun, pernikahan ini mengundang amarah wanita lain yang nekat mencelakainya. Di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras, mampukah Sasti bertahan dalam rumah tangganya?
Sampul Novel Di Ujung Lelah
9.3
Lima tahun membina rumah tangga justru membawa Mirna ke titik nadir. Farid, sang suami, tak kunjung berubah dan malah terus memberikan tekanan mental yang memicu rasa takut serta kesedihan mendalam. Tiada hari tanpa pertengkaran hebat dan adu mulut yang menguras emosi. Di tengah keputusasaan ini, Mirna merasa telah mencapai batas kemampuannya. Ia pun mulai membulatkan tekad untuk mengakhiri hubungan beracun tersebut demi melepaskan diri dari penderitaan.
Sampul Novel Is This Love?
8.7
Farrel Aditama Effendi dikenal sebagai pria kaya yang gemar bersenang-senang, berbeda jauh dari Fachmi, kembarannya yang kaku. Karena obsesi memiliki sang kakak, Farrel bertekad menggagalkan pertunangan Fachmi dengan seorang wanita lembut. Namun, rencana sabotase ini berbalik saat Farrel justru jatuh cinta pada wanita tersebut saat menyamar menjadi Fachmi. Kini, ia terjebak dalam dilema besar jika rahasia tentang identitas aslinya terbongkar.
Sampul Novel Istri Muda
8.7
Elang terjebak dalam dilema besar saat ia terpaksa menikahi Huri untuk melunasi utang ibunya kepada orang tua gadis itu. Padahal, Elang sudah memiliki istri sah bernama Kiya. Kini, hidupnya berubah drastis karena harus menyeimbangkan tanggung jawab di antara dua wanita. Akankah Elang mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya dan menjalankan perannya sebagai suami bagi dua istri sekaligus tanpa memicu kehancuran dalam kehidupan pernikahannya?
Sampul Novel Janjinya, Penjaranya
9.6
Kebebasan yang dinanti justru menjadi awal derita baru bagi sang protagonis. Tujuh tahun mendekam di penjara demi menanggung dosa Keysha, kakak angkatnya, ia justru dibuang oleh orang tua kandung dan tunangannya, Dion. Alih-alih disambut hangat, ia diasingkan ke gudang berdebu demi kenyamanan Keysha. Namun, sebuah email rahasia berisi tawaran kerja dan identitas baru muncul sebagai penyelamat. Tanpa ragu, ia memilih pergi demi membalas segala pengkhianatan.