Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Terlarang

Gairah Terlarang

Bab
Bagikan

Bab 1

Saat ini, Alan sedang bersiap-siap di dalam kamarnya, karena sebentar lagi, Alan harus secepatnya berangkat ke sekolah.

Di Sekolah, Alan mendapatkan julukan dari gurunya. "Tampang Konglomerat Tingkah Laku Melarat."

Alan tidak tahu kenapa gurunya menjuluki Alan seperti itu, mungkin karena Alan sering bolos dan zonk soal pelajaran Matematika.

Perjalanan dari rumah ke sekolah hanya memakan waktu 10 menit.

Setibanya disekolah, Alan masuk ke ruang kelas lalu duduk di pojok paling belakang.

Alan sangat membenci pelajaran matematika, karena setiap pelajaran matematika, Alan selalu di panggil ke depan oleh gurunya yaitu Bu Elissa.

Tak lama terdengar suara Bell masuk.

Kriiing... Kriiing...! Begitulah kira-kira suara Bell nya.

Mendengar suara Bell, semua murid kembali duduk di kursinya masing-masing, sehingga terlihat sangat rapi.

Beberapa saat kemudian, Bu Elissa masuk keruangan lalu duduk di kursi kebesarannya.

"Selamat pagi ibu guru." Sapa semua murid keroyokan.

"Pagi juga semuanya." Balas Bu Elissa dengan senyum manisnya.

Bu Elissa langsung memulai pelajarannya, lalu menulis soalnya di Papan tulis.

Setelah selesai menulis soalnya, Bu Elissa meminta semua muridnya untuk menyelesaikan tugasnya.

"Baik anak-anakku kalian salin di buku, setelah itu kalian kerjakan soalnya, kalau sudah selesai tolong kumpulkan tugasnya di meja saya." Kata Bu Elissa lalu duduk kembali di kursi kebesarannya.

Bu Elissa, terkenal guru yang paling cantik di sekolah, banyak sekali siswa yang membicarakan Bu Elissa, bukan hanya cantik, Bu Elissa juga memiliki body yang sangat aduhai.

Setiap pelajaran matematika. Semua anak pria otaknya mesum semua, dan tidak pernah fokus dengan pelajarannya, karena yang mereka lihat isi di dalam seragamnya Bu Elissa.

Setelah selesai mengerjakan soalnya, Alan mengumpulkan tugasnya. Walau hasil contekan dari temannya.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara Bu Elissa memanggil Alan. Dan Alan sudah langganan di panggil Bu Elissa, karena Alan terkenal sering menyontek setiap pelajarannya.

"Alan, coba kedepan dulu." Pinta Bu Elissa yang sudah siap mengintrogasi Alan.

"Benarkan dugaanku, dia benar-benar sentimen. Masa setiap pelajarannya, aku terus yang dipanggil, siap-siap deh dipermalukan di depan publik." Batin Alan.

"Alan, kamu nggak denger saya ngomong?" Tanya Bu Elissa lalu matanya melotot menatap Alan, karena Alan tidak mengikuti perintahnya.

"Iya bu." Alan bangkit dari kursinya, lalu pergi ke depan menghadap Bu Elissa.

Alan pun sudah pasrah dipermalukan, karena ini bukan pertama kalinya Alan dipanggil ke depan, dan hampir setiap pelajaran matematika, Alan selalu di panggil ke depan.

Setelah di depan, Alan berdiri menghadap semua teman-temannya.

Alan melihat semua teman-temannya terus tersenyum mengejek Alan, karena ia sudah tahu, sebentar lagi Alan akan mendapatkan hukuman dari Bu Elissa.

Bu Elissa kembali bicara.

"Barusan saya lihat jawabannya benar semua, Kamu sekarang sudah banyak kemajuan ya." Kata Bu Elissa lalu tersenyum manis menatap Alan, yang sedang berdiri di dekat papan tulis.

Alan sudah merasakan tanda-tanda bencana sudah mulai mendekat, sedikitpun Alan tidak senang mendengar pujian dari gurunya, Karena Alan merasa, sebentar lagi Bu Elissa akan membombardir nya di depan teman-temannya.

Alan hanya diam saja sambil menundukan kepalanya menatap lantai keramik, karena Alan tidak tahu harus berkata apa kepada gurunya.

Bu Elissa kembali berkata.

"Coba sekarang kamu kerjakan disini, agar teman-teman kamu bisa melihat cara perhitungannya dari mana." Ucap Bu Elissa, sukses membuat Alan jantungan.

Saat ini tubuh Alan terasa panas dingin, bahkan jantungnya sudah hampir lepas dari tempatnya, karena sebentar lagi bom atom akan segera meledak.

Bu Elissa menulis kembali soalnya di Papan tulis, setelah selesai, Bu Elissa mempersilahkan Alan untuk mengisi soalnya.

"Coba kamu kerjakan soal yang ini." Pinta Bu Elissa lalu kembali duduk di kursinya.

"Rasanya ingin secepatnya berakhir pelajaran ini, karena setiap pelajaran Matematika, sangat menguras sekali energiku." Batin Alan.

"Alan, cepat kerjakan." Kata Bu Elissa, karena melihat Alan terus berdiri mematung.

"I_iya Bu." Ucapnya sangat gugup.

Alan tidak tahu harus gimana, karena Alan sama sekali tidak mengerti pelajaran matematika, karena tidak ada cara lain, Alan terpaksa berpura-pura asal menghitung.

"Udah Bu." Ucap Alan, setelah selesai mengisi soalnya.

Bu Elissa langsung melihat hasilnya, namun setelah melihat hasilnya, Bu Elissa menggelengkan kepalanya.

Beberapa saat kemudian, semua murid berbondong-bondong menertawakan Alan. Bahkan saking gelinya, ada yang sampai menumpahkan iler nya ke mejanya.

"Aku sudah menduga hal itu akan terjadi, dan aku tetap tabah menghadapi cobaan ini." Batin Alan frustasi.

Bu Elissa kembali berkata.

"Di buku kamu jawabannya benar semua. Kenapa disini salah?" Tanya Bu Elissa sambil menggelengkan kepalanya, karena kecewa melihat Alan yang hanya dikaruniai memori 2 GB. Sehingga Alan selalu Loading saat pelajaran Matematika.

Mendengar itu, Alan hanya diam saja, karena tidak mungkin Alan mengatakan kalau semua itu ia dapatkan dari hasil google.

Bu Elissa kembali berkata.

"Ya sudah setelah pulang sekolah kamu menghadap keruangan saya, sekarang kamu boleh duduk." Ucap Bu Elissa penuh kecewa.

Alan terpaksa harus mengikuti perintahnya, Karena Bu Elissa sudah mengancam Alan, kalau sampai Alan tidak menuruti keinginannya, Alan tidak akan lulus sekolah.

Alan kembali duduk di kursinya, dan melanjutkan kembali pelajarannya.

4 jam kemudian terdengar suara Bell pulang...

Kriiing.... Kriiing... Suara bell.

Alan pun bersiap-siap, karena Bu Elissa sudah menunggunya diruangannya.

"Asik nih bisa berduaan sama Bu Elissa." Ucap Hendi mengejek Alan.

"Ah elu hen bisanya ngejek doang, bantu gua kek." Sahut Alan frustasi, karena Alan sudah tahu akan mendapatkan hukuman dari Bu Elissa.

"Gimana cara bantunya Lan?" Tanya Hendi sahabat Alan sambil cengengesan, karena merasa lucu melihat sahabatnya selalu di zolimi oleh Bu Elissa.

"Ia juga sih, nyesel gua pas pembagian otak nggak dateng, jadinya gini deh Loading terus." Ucap Alan penuh penyesalan.

"Hahaha... Salah elu sendiri main mulu." Sahut Hendi sambil tertawa.

Tiba-tiba trio macan datang mengejek Alan.

"Wiiiih.... Alan mau berduaan dengan guru terpopuler di sekolah kita nih." Kata Anna sambil berjalan menghampiri Alan.

"Apaan sih datang-datang malah ngejek, bukan nya bantuin kek." Sahut Alan merasa kesal, karena dari dulu Trio macan selalu mengejek Alan.

"Hati-hati loh Lan, dia kan janda." Sekarang Mela yang bicara.

"Gila lu ah, ya udah gua mau keruangan Bu Elissa dulu, takut dia nungguin gua." Ucap Alan lalu pergi menuju ruangannya Bu Elissa.

Saat ini semua murid dan Guru sudah pulang semua, yang tersisa hanya Alan dan Bu Elissa saja di sekolah.

Saat Alan tiba di depan ruangannya Bu Elissa, jantungnya berdetak sangat cepat. Alan pun sangat ragu untuk masuk ke ruangannya.

"Kalau terus-terusan seperti ini, sekolah seperti kayak di neraka." Batin Alan sambil mengatur nafasnya.

Alan terpaksa masuk ke ruangannya, karena ia ingin secepatnya pulang ke rumah.

Tok..tok..tok.. "Permisi Bu." Ucapnya sambil mengetuk pintu.

"Masuk." Teriak Bu Elissa di seberang pintu.

Setelah mendapatkan izin, Alan langsung mendorong pintunya, lalu masuk ke ruangannya Bu Elissa.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema moral saat menjalin hubungan gelap dengan Fabian, kekasih sahabatnya sendiri, Aurel. Setelah berjuang sembuh dari luka masa lalu, Kiren justru kembali merasakan kepedihan yang lebih dalam. Ia harus menutupi perselingkuhan ini rapat-rapat karena perannya hanyalah sebagai wanita simpanan. Bagi Fabian, Kiren adalah pelampiasan nafsu yang memberikan kepuasan yang tidak didapat dari Aurel, meski itu menghancurkan hati Kiren.
Sampul Novel Alisha: Wanita yang Kau Sia-siakan
9.1
Alisha hancur saat Rama, suami yang ia cintai, berselingkuh dengan seorang aktris. Tanpa kata maaf dari Rama, ia pergi membawa luka dan mulai mencari kerja bermodal ijazah SMA. Alisha akhirnya menjadi pengasuh anak Damar, seorang CEO muda. Ketulusan Alisha memikat hati bosnya, namun tiba-tiba Rama muncul kembali untuk meminta rujuk. Kini, Alisha bimbang memilih antara Damar yang tulus atau mantan suaminya yang datang membawa penyesalan mendalam.
Sampul Novel Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
8.7
Setelah tiga tahun menjalani biduk rumah tangga, hubungan suami istri ini berakhir di ambang kehancuran. Sang istri yang kini telah mencapai puncak kesuksesan memilih untuk melayangkan gugatan cerai. Dia memandang rendah suaminya, menuduhnya sebagai pria pemalas yang tidak memiliki masa depan dan tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, wanita itu sama sekali tidak menyadari sebuah kenyataan besar: seluruh pencapaian, kekayaan, dan kesuksesan yang ia banggakan saat ini sebenarnya adalah pemberian rahasia dari suaminya sendiri.
Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
7.9
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa. Di dunia modern yang penuh dengan perebutan kekuasaan, ia memegang kendali mutlak atas hidup dan mati seseorang. Tidak peduli seberapa kaya atau berkuasanya seseorang hingga mampu menyaingi sebuah negara, kesombongan mereka tidak akan berarti di hadapan Ewan. Dengan kemampuan medis luar biasa dan aksi yang mematikan, ia bisa menjadi penyelamat nyawa sekaligus pencabut nyawa bagi siapa saja yang berani menentang otoritasnya.
Sampul Novel Suamiku Meminta Restu Untuk Menikahi Wanita Yang Menyakitiku
8.0
Citra dipaksa menikahi Bagas yang difabel setelah Maya, kakak tirinya, kabur di hari pernikahan. Empat tahun berlalu dengan penuh kasih hingga Maya kembali muncul. Sang ayah mendesak perceraian demi ambisi harta, dan Bagas secara mengejutkan meminta izin untuk berpoligami. Meski hancur, Citra setuju dan memilih pergi meninggalkan segalanya. Namun, di balik senyum getirnya, Citra telah menyiapkan sebuah kejutan besar yang akan membalikkan keadaan bagi mereka.
Sampul Novel Jesslyn Terpaksa Menikah
9.1
Jesslyn menolak keras keinginan ayahnya untuk menjodohkannya secara sepihak. Di tengah luka hati yang belum pulih akibat baru putus cinta, ia justru dipaksa menikah dengan pria asing yang kabarnya sudah memiliki kekasih. Tanpa rasa cinta dan kepercayaan yang tersisa, Jesslyn harus merelakan masa mudanya demi rencana orang tua yang tak bisa ia hindari. Akankah pernikahan tanpa perasaan ini membawa kebahagiaan atau justru menambah penderitaan baru bagi hidupnya?