Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Terkutuk

Gairah Terkutuk

Liana memaksa Hart masuk ke dunianya dan menjadikannya budak tanpa menyadari bahwa pria itu berasal dari masa lalunya. Hart sengaja menyembunyikan identitas aslinya demi sebuah rencana besar. Pertemuan mereka yang tampak kebetulan di hidup Veronica ternyata telah diatur rapi oleh Hart sejak awal. Di balik kepatuhannya, Hart menyimpan rahasia gelap dan ambisi tersembunyi yang menjadi tujuan utamanya mendekati Liana dalam jeratan gairah penuh misteri.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Jadi, perjanjian apa yang dimaksud wanita itu?" tanya Hart, pikiran yang segar kini siap menerima jawaban dari setiap pertanyaannya.

"Liana sudah cerita tentang perjanjiannya, ya," cetus Ali.

"Owh, jadi namanya Liana," sambung Hart, kini ia tahu nama wanita itu setelah apa yang mereka lalui bersama semalam.

Hart kembali teringat saat pertama kali melihat Liana. Kejadian singkat yang berlangsung di klub tempat kerjanya.

Waktu itu Hart baru saja tiba, menghampiri atasan yang sedang duduk menunggu, ditemani seorang wanita serta beberapa pengawal.

"Jadi ini orangnya," ungkap Liana saat pertama kali melihat sosok Hart.

Seorang pengawal mendekati Hart, menyemprotkan cairan seperti parfum tepat di hadapan wajahnya. Sejak saat itu Hart tak lagi ingat apa pun dan tiba-tiba telah terbaring di atas ranjang dengan kondisi tubuh terikat.

"Ya ... dia bicara tentang perjanjian, tapi hanya sebatas itu saja, 'Ali akan menjelaskan semuanya', katanya," terang Hart tentang ucapan Liana padanya.

Ali membuka koper, mengeluarkan beberapa lembar kertas lalu menyerahkan kepada Hart, "Bacalah," katanya.

Sambil menikmati kopi dan roti tawar yang disiapkan pelayan, Hart membaca setiap baris kalimat yang tertulis di kertas dengan saksama.

Hart masih membaca.

Ali mengamati, menunggu tanggapan Hart.

Hart meletakkan kertasnya, ia telah selesai membaca isinya. Sekali lagi pria penikmat minuman bernikotin itu menyeduh kopi kemudian merapatkan tubuh pada sandaran sofa.

"Saya bersyukur kalian melunasi hutangku di sana, aku tak perlu lagi berurusan dengan pria kurang ajar itu," papar Hart dengan napas lega melepaskan beberapa bebannya.

"Terus terang saya prihatin padamu. Kau tidak akan mampu melunasi hutangmu di sana, bahkan jika kau bekerja seumur hidup di tempat itu," ungkap Ali sembari merapikan kertas yang telah selesai di baca Hart.

"Aku tahu itu, aku hanya bisa membayar bunganya saja setiap bulan dengan gajiku." Hart memperbaiki posisi duduknya. 

"Tapi ... kenapa kalian tidak meminta persetujuanku dulu," sesal Hart. Ada sesuatu yang membuatnya kurang nyaman.

"Apa kau akan setuju? Jelas tidak," timpal Ali membalas.

 "Kami tahu kau orang seperti apa, karena itulah Liana memilihmu, ia tidak pernah suka dengan penolakan," lanjut Ali.

Hart adalah seseorang yang selalu berusa menjaga kehormatan dan harga diri. Pria ini tidak suka menjilat, karena itu Hart tak pernah suka dengan wanita dengan kedudukan tinggi.

Mendekati wanita kaya untuk mendapatkan kekayaannya, Hart tidak ingin dianggap sebagai orang yang seperti itu. Dia lebih memilih menderita untuk mendapatkan sesuatu dengan usaha sendiri.

Sebagai seorang host di klub tempatnya bekerja, Hart selalu menolak melayani wanita kaya raya. Ia lebih senang dengan tamu yang benar-benar membutuhkan seorang teman untuk meringankan sedikit kesedihannya, bukan wanita yang hanya ingin bersenang-senang semata.

"Jadi aku tak bisa mundur lagi, ya?" Hart kembali bersandar.

"Betul sekali." Ali membenarkan dengan tegas.

Dalam surat perjanjian yang Hart baca, persetujuannya memang tidak diperlukan, karena itu ia berharap mendapatkan kabar sebelumnya. Namun, atasan Hart myarankan pada Liana agar hal itu tidak perlu dilakukan, sebab ia tahu bahwa Hart pasti akan menolak.

Di sana dijeslaskan bahwa pihak Liana telah membayar seluruh hutang Hart, dengan kata lain hutang Hart telah dipindahkan kepada Liana. Penebusan yang harus Hart lakukan adalah menjalani status sebagai kekasih Liana selama 2 tahun, dan setelah itu ia bebas.

Beberapa orang pasti berpikir jika itu adalah penawaran yang sangat menguntungkan Hart, tapi tidak demikian bagi Hart. Lelaki ini mungkin lebih memilih bekerja seumur hidup sebagai host ketimbang menjadi kekasih wanita kaya yang angkuh seperti Liana.

"Dua tahun," gumam Hart, ia membayangkan hari-hari berat selama itu.

Hart bisa saja lari meninggalkan semuanya, tapi banyangan wajah seorang wanita terlintas di benaknya, memberinya semangat dan bertekad untuk menjalani kehidupannya sebagai kekasih Liana selama dua tahun.

Limosin putih perlahan masuk pekarangan rumah, mengalihkan perhatian Hart yang sedang berbincang dengan Ali sambil menikmati kopi dia balkon lantai dua.

"Permisi," pamit Ali, ia harus segera turun untuk menyambut Liana.

"Akhirnya, dia datang juga," gumam Hart, ia terlihat sudah siap untuk segalanya.

"Ali, suruh pelayan menyiapkan satu kamar untukku!" Liana berlalu di hadapan Ali, wanita itu langsung menuju sofa dan membuang tubuhnya di sana.

Ali melangkah mendekati ujung sofa di mana Liana duduk. "Anda ingin kamar yang mana, Nona?" tanyanya.

"Bekas kamarku. Cepatlah! Aku ingin istirahat." Liana meregangkan seluruh tubuhnya yang kelelahan.

Rumah yang mereka tempati sakarang adalah rumah lama milik almarhum orang tua Liana, terletak cukup jauh dari hiruk-pikuk kota Olympus. Sudah lama Liana tidak berkunjung, bangunan itu ditinggal dan dibiarkan kosong begitu saja.

Tempat yang kemudian menjadi pilihan untuk menawan Hart atas saran Ali. Malam itu Liana kembali setelah cukup lama tidak menginjakkan kakinya di rumah masa kecilnya.

"Maaf, Nona. Saya tidak tahu kalau Anda akan menginap di sini malam ini," pinta Ali.

"Aku berniat untuk kembali dan tinggal." Liana bersandar dengan mata tertutup, meluruskan kakinya yang diletakkan di atas meja. "Oh, iya? Mana pemuda itu?" lanjutnya bertanya.

"Aku di sini," sela Hart dari ujung tangga.

Liana sedikit terkejut membuka mata dan berbalik menatap ke arah suara berat itu berasal, begitu pun dengan Ali.

"Hart," tegur Ali yang tak menyadari pemuda itu saat turun dari atas.

"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Hart dengan rasa sesal.

"Ya ... kau mengganggu tidurku." Liana kembali memejamkan matanya.

"Maaf, tapi aku kehabisan kopi. Aku selalu membutuhkannya jika tidak sedang melakukan apa-apa." Hart membalik cangkirnya yang kosong.

"Mintalah pada pelayan di sana, jangan minta padaku!" saran Liana ketus, masih dengan mata tertutup.

"Sejujurnya, aku mau mencoba kopi buatanmu, tapi tampaknya saat ini kau terlalu lelah untuk meracik secangkir kopi. Mungkin lain kali saja." Hart melangkah ke arah dapur.

"Lupakan keinginan anehmu itu!"

"Mau kubuatkan juga untukmu? Kopi bisa membuatmu lebih tenang," tawar Hart berseru dari arah dapur.

"Ali, kenapa tidak suruh pelayan saja membuat kopi untuknya?" bisik Liana.

"Mereka baru selesai menyiapkan kamar untukmu, Nona," jawab Ali tepat saat ia melihat kedua pelayannya baru saja turun lewat tangga.

"Oh iya! Aku lupa," gumam Liana seraya bangkit dari duduknya yang lusuh.

Hart melihat wanita itu beranjak dan akan ke atas, "Bagaimana dengan tawaranku, Nona!" teriaknya.

Liana menghentikan langkahnya sesaat sebelum kakinya mendaki anak tangga pertama, ia berbalik dan kembali ke tempat duduk semula.

Hart tersenyum melihatnya kembali, ia mengerti jika wanita itu siap untuk mencicipi kopi buatannya, meskipun jelas dipaksakan.

"Cepatlah!" lirih Liana, tapi suara kecilnya masih dapat didengar Hart.

"Bersabarlah, Nona. Tidak ada kopi nikmat yang instan." Hart yang masih sibuk meracik kopi dengan espresso tua.

"Beres," gumam Hart, lima cangkir kopi telah selesai dibuatnya.

Dengan langkah tegas dan penuh percaya diri, Hart membawa semuanya ke ruangan tengah menggunakan nampan berbahan kayu.

"Silakan dicicipi, Nona." Hart menyuguhkan cangkir pertama pada Liana.

"Ini untukmu, Paman." Hart menatap ke arah Ali saat meletakkan cangkir kedua.

Lalu Hart berjalan mendekati dua wanita yang juga berdiri di sana, "Silakan," tawarnya.

Kedua pelayan saling menatap, lalu memandang ke arah Ali yang kini duduk dan bersiap mencoba kopi buatan Hart.

"Ambillah," kata Ali mengizinkan.

"Yang terakhir milikku." Hart mengambil cangkir terakhir, meletakkan nampan di atas meja lalu duduk di samping Liana.

Liana meliriknya.

"Sempurna," ungkap Hart puas.

"Jika hanya menatapnya, bagaimana kalian bisa menikmati rasanya." Hart menguk seduhan kedua.

Seketika mata Liana menyala, Ali terpejam dan kedua pelayan kembali saling menatap setalah mencicipi kopi hasil racikan Hart.

Ekspresi merka menunjukkan jika rasanya memang sempurna seperti yang diungkapkan Hart.

"Ngomong-ngomong, saya belum melihat ayah dan ibumu," tutur Hart polos.

Ali maupun Liana tidak menanggapi ucapannya sama sekali. Sepertinya mereka tidak ingin membicarakan hal itu.

"Bersiaplah! Malam inj akan ada pesta di kediaman Veronica," uangkap Liana setelah mencoba satu teguk kopi buatan Hart kemudian berdiri dan bergegas pergi.

"Bangunkan saya jam 7 malam," pesannya sebelum langkahnya menjauh.

"Apa saya akan bertemu orang tuanya di pesta itu?" tanya Hart yang masih penasaran.

"Tidak, kau tidak akan bisa bertemu mereka. Keduanya terbunuh sepuluh tahun yang lalau."

Kabar itu cukup mengejutkan untuk Hart, "Maaf," pintanya.

"Saya akan ke tempat Anda untuk mengambil pakaian. Kau tidak perlu ikut, tunggu dan bersiaplah!"

"Hemm, baiklah."

"Permisi," pamit Ali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahku Menikahi Pelakor
9.1
Elvira harus merelakan kehidupan glamornya usai perceraian pahit kedua orang tuanya. Ia memilih tinggal bersama Miranda, ibunya yang terluka, sementara sang ayah hidup mewah dengan wanita yang menghancurkan keluarga mereka. Dari sosialita manja, kini Lia harus berjuang hidup sederhana di pinggiran kota. Bersama pelayan setia, Mbok Rini, ia belajar memasak dan berjualan kue. Di tengah kesulitan ekonomi, Lia justru menemukan arti kebahagiaan sejati yang tak terbeli.
Sampul Novel Berpaling Darimu
8.2
Aris mencoba sabar menghadapi sikap dingin Bella di tengah hubungan rahasia mereka yang terhalang restu. Perseteruan abadi antar keluarga memaksa keduanya bersembunyi, namun Bella justru semakin abai. Di titik jenuhnya, Aris justru menemukan kehangatan dari sosok Ana. Perhatian tulus yang diberikan Ana perlahan mulai mengikis perasaan Aris pada Bella, hingga hatinya kini beralih sepenuhnya pada wanita lain yang lebih menghargai kehadirannya.
Sampul Novel Dikhianati Di Hari Pernikahan
9.2
Aurelia Callista tidak menyangka hari tidurnya berakhir tragis saat ia dipaksa menjadi mempelai wanita Kaelan Castor. Awalnya mengira hanya menjadi penerima tamu, Rhea terkejut saat namanya disebut dalam ijab kabul oleh sang direktur muda. Ia ternyata hanyalah pengantin pengganti dalam pernikahan megah yang penuh dengan tipu daya keluarga. Kini, Rhea terjebak dalam ikatan tanpa cinta dan harus menghadapi intrik serta rahasia besar di balik status barunya.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Pernikahan Altair Nanggala dan Zoe Zivana tampak harmonis, namun sebenarnya hambar karena keterpaksaan demi keturunan. Bayang-bayang masa lalu muncul saat Naura Zoffany, mantan istri Altair yang dicintainya, kembali. Dulu mereka bercerai karena Naura dianggap mandul, padahal ia sedang mengandung tanpa diketahui Altair. Naura merahasiakan itu demi melindungi bayinya dari mertua. Kehadiran Naura kini menguji kesetiaan Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Guruku Adalah Istriku
8.6
Kehidupan seorang murid berubah total saat ia harus terikat dalam tali pernikahan dengan gurunya sendiri. Hubungan yang awalnya bermula dari perjodohan kedua orang tua ini memaksa mereka untuk menyeimbangkan peran di sekolah dan di rumah. Bagaimana cara mereka menyembunyikan rahasia besar ini dari teman-teman dan rekan kerja? Ikuti perjalanan asmara unik mereka yang penuh lika-liku dari bab awal hingga akhir dalam kisah romansa masa muda ini.
Sampul Novel Kronik Kenikmatan Abadi
9.6
Di balik harapan tinggi dan persahabatan baru, ia menyembunyikan sisi manipulatif yang luar biasa. Meski terlihat mendukung orang-orang di sekitarnya, ia sebenarnya mengendalikan setiap aspek kehidupan mereka melalui rangkaian pesta mewah dan perjalanan panjang. Dengan mendominasi festival serta hari libur di kotanya, ia mengubah tatanan dunia demi kepentingan pribadi. Bagi para mantan penjahat, ia adalah mimpi buruk nyata yang mengatur takdir mereka dalam kendali absolut.