
Gairah sang gadis hiper
Bab 3
( pov bagas ) keributan
( pov bagas)
Hari ini aku sangat senang walaupun ada sedikit rasa menyesal kenapa aku meninggalkan revi? Padahal tubuh nya sangat menggiur kan.
Ada banyak tamu yang datang untuk menyaksikan aku dan sisil yang akan bertunangan .
Tapi ada 2 tamu yang masuk dan berhasil mencuri pandangan ku ' re- revi dan kylie ngepain mereka kesini? Atau jangan jangan sisil yang mengundang mereka? Aish untuk apa dia mengundang mereka bagaimana jika revi mengatakan semua nya.. ' batin ku
Meskipun aku dan revi sudah tak ber hubungan lagi tapi aku akui dia memang sangat cantik bahkan aku belum bisa melupakan nya ...
Revi dan kylie mendekat jantung ku semakin berdegup kencang.
Aku menatap ke arah ayah calon mertua ku ' kenapa ayah sisil kelihatan gugup?' Batin ku.
" selamat ya sisil semoga kamu sama bagas bahagia oh ya kalo bisa kau juga harus buat ADIK nya senang ya " ucap revi kepada sisil.
" oh tenang aja aku dan bagas pasti bahagia " ucap sisil yang melihat kearah ku.
Aku mencoba untuk tenang huuft ku hela nafas aku agar bisa lebih tenang.
Sekarang revi sudah di hadapan ku dia sangat cantik seketika aku mengingat tubuh nya yang seperti body gitar spanyol.
" selamat ya gas "
" nanti kalo sisil ga bisa senangin adik mu tenang ada aku kok" ucap revi sambil berbisik dan mengedipkan satu mata nya kepada ku
Mata ku menatap ke arah gundukan dada nya rasanya ingin menerkam nya di sini
" i - iya makasih ya revi."
Revi pergi dan sekarang kylie
" gas nanti jangan lupa ya datang ke rumah mami jovi " kylie
" iya ky " ucap ku
syukur lah revi dan kylie tak membongkar semua nya kalau tidak bisa habis aku
" oh jadi ini yang sekarang udah jadi lonteh " ucap ibu sisil yang seperti ingin membahas tentang revi.
" ish ma jangan ngomong gitu malu tau " ucap sisil berusaha untuk menyuruh ibu nya berhenti
" loh kenapa biar aja dia yang malu biar dia ga ke kegatelan!" Ucap ibu nya sisil
Astaga ibu sisil mengatakan nya dengan begitu kencang? Apa kah dia tak tahu kalau sisil yang telah merebut ku dari revi? Tapi biar lah mungkin saja sisil masih perawan.
" tante punya bukti untuk membuktikan perkataan tante? Kalau tak punya jangan asal fitnah! " ucap kylie.
" heh! Dasar tak punya sopan santun"
" saya yakin dia itu seorang lo*teh putri saya yang bilang. " lanjut bu ida ( ibu sisil)
" benar kah? Dia bilang saya lonteh terus dia apa! " ucap revi yang tak terima.
" heh lonteh! Jangan asal ngomong ya! " ucap sisil.
" jangan asal menuduh anak saya " bu ida
" saya tak menuduh coba tanyakan pada anak ibu gimana cara dia bisa dapatin bagas mantan saya! " ucap revi.
" sisil bilang ke dia kalo kamu sama bagas itu sama sama mencintai" bu ida.
" i - iya bu kami saling mencintai. " sisil
" tuh -.. "
Belum selesai bu ida berbicara seorang wanita tiba tiba datang dan berteriak sementara 2 pria membrantakan sekitar dan membuat keributan para tamu berlarian
" PELAKOR DIMANA KAMU! "
Teriak wanita itu, siapa yang dia cari atau .. dia mencari revi? Atau sisil?.
Kami terdiam di tempat.
Wanita itu berjalan ke arah... sisil dan menjambak rambut nya " aahhhkk " rintih sisil.
" lepasin anak saya " ucap bu ida yang berusaha melepas kan cengkraman wanita itu , tapi sepertinya wanita itu begitu marah dan seperti kesetanan.
Kami ikut membantu bu ida kecuali revi dan kylie
Akhir nya tangan wanita itu bisa lepas dari rambut sisil tapi ... ada banyak rambut sisil yang tertarik pasti itu sangat sakit
Bukan hanya rambut nya tapi penambilan nya juga sudah acak acakan.
" kesini kamu pelakor! " ucap wanita itu yang seperti orang kesurupan.
Apa? sisil pelakor? Berarti dia sudah tak perawan dong..
Apakah akan ada babak ke dua dalam pertengkaran ini?
Wanita itu berhasil lepas dari tangan bu ida dan berlari ke arah sisil, sisil berlari mereka tampak seperti tom and jery, yang satu tampak kesetanan dan yang satu ketakutan
Sisil berhasil di tangkap kini wanita itu menampar wajah sisil tak hanya menampar tapi juga memukul nya.
" aaa tolong bu " rintih sisil meminta tolong pada ibunya
" ayok pak bantu ibu bapak tarik sisil anak kita! " bu ida
Aku dan keluarga tak bisa menolong lagi bukan karena apa tapi wanita itu terlihat sangat marah dan kuat.
" BERHENTI! " teriak pria bertubuh gendut yang tiba tiba datang.
Wanita itu langsung terdiam,sisil berlari ke arah ayah nya
" ma papa mohon jangan seperti ini." Ucap pria itu
Sepertinya dia suami dari wanita itu.
" diam kamu! " ucap wanita itu.
" bu, sebenar nya ada apa? Kenapa ibu menyerang calon menantu saya " ucap ibu ku
" biar kamu tahu ya, perempuan itu adalah selingkuhan suami saya " ucap wanita itu sambil menunjuk ke arah sisil
Benar dugaan ku.
" tidak mungkin kamu pasti berbohong! "
" Sudah bu ningsih tak perlu mempercayai wanita gila itu " lanjut bu ida sambil menunjuk wanita itu
" saya gila? Coba tanya pada putrimu!"
" sisil apa benar kata wanita itu " bu ida.
Sisil tak menjawab tapi menangis
" saya punya bukti kalau putrimu adalah seorang pelakor, bahkan dia juga sudah memeras uang suami saya! "
Wanita itu mengambil tas nya yang di pegang salah satu pria berbaju hitam.
" ini apa kalian liat! "
" wanita itu seorang pelakor! ." Ucap wanita itu sambil berteriak
Bu ida mendekati sisil dan membalikan badan sisil sehingga mereka ber hadap hadapan
Bu ida menampar sisil saking kuat nya pukulan nya sampai sisil terjatuh
" bu.." sisil
" jangan panggil saya ibu saya malu punya anak seperti kamu!" Bu ida
Sepertinya bu ida tak kuat dengan kenyataan kalau putri nya seorang pelakor ...
Bruk
Bu ida jatuh pingsan, pak yanto langsung menangkap tubuh istri nya
" ya Tuhan"
" buu "
Semua nya langsung mendekati bu ida yang tengah pingsan
Namun revi dan kylie langsung pergi dan tampak sangat senang
Apa mereka dalang dari semua nya? ...
Bu ida langsung di bawa kerumah sakit
( Rumah sakit)
Semua suster langsung membantu membawa bu ida
Sisil terus menangis, ibu berusaha menenang kan nya
" ibuuu " ucap sisil sambil menangis
" tenang kan dirimu nak ibumu pasti baik baik saja " ibuku
" kamu memang anak kurang ajar, lihat karenamu ibumu sampai sakit! " pak yanto
" pak maafin sisil pak " ucap sisil sambil bersimpuh di kaki bapak nya
Aku sudah tak perduli lagi aku langsung keluar dan duduk di kursi rumah sakit
" haaah" ku hela kan napas ku
Rasanya sangat lelah kenapa aku harus meninggalkan revi padahal revi jauh lebih baik dari sisil ya walau dia...
BERSAMBUNG
Anda Mungkin Juga Suka





