Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Ranjang CEO Kejam

Gairah Ranjang CEO Kejam

Alice Morrigan terpaksa menggantikan posisi kakak kembarnya, Berenice, yang menghilang saat pernikahan dengan Nicholas Chevalier. Sebagai istri pengganti, Alice diperlakukan layaknya pelayan oleh Nicholas yang kejam. Ia kerap menerima kekerasan fisik dan cambukan menyakitkan saat berhubungan intim. Nicholas yang posesif terus mengekang tubuh serta kebebasan Alice tanpa ampun. Di tengah penderitaan ini, mampukah Alice bertahan atau justru berhasil melarikan diri?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tuan Nicholas adalah pria yang gagah. Telah banyak wanita malam yang tidur dengannya. Tak jarang, Alice mendengar kekejaman Nicholas di pasar saat berbelanja.

Edmund menjelaskan, "Tuan Nicholas menyukai seks yang bergairah dan dapat membuatnya puas."

"Dia sangat kuat, juga pemaksa. Kurasa, setiap wanita yang tidur dengannya, akan selalu terluka."

"Kabarnya yang tidur dengannya beberapa waktu lalu memiliki kerusakan di retina mata. Tak sengaja Tuan Nicholas melemparkan vas karena wanita itu tak bisa memuaskannya."

Edmund menyerahkan lingerie seksi kepadanya, "Kuharap kau berhati-hati, Nona Alice."

Alice mengetahui kalau kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Edmund tidak main-main. Edmund, sekretaris seumuran dengan Nicholas yang telah mendampinginya sejak lama. Bermula dari sahabat kecil, diangkat jadi sekretaris.

Pendapat Edmund tidak dapat dikatakan sebagai omong kosong. Apa yang bisa dilakukan Alice malam ini? Setidaknya, Alice tak ingin terluka.

"Kau tahu ... aku bahkan tak kenal dengannya. Kami hanyalah orang asing yang saling mengetahui nama sebelum aku menikahinya." balas Alice terus terang.

Edmund mendengus, entah mengapa itu membuat Alice sedikit tenang. Ia menaikkan sebelah alisnya. "Daripada memberontak, mengapa kau tidak menjadi kucing yang manis untuknya?"

'Kucing yang manis, ya ....' Alice meragukan itu. Namun, alih-alih mengemukakan perasaannya yang khawatir, dia menganggukkan kepala dan berterima kasih.

Tugasnya sederhana. Hanya perlu mandi, memakai satu set lingerie berwarna hitam ini, lalu membuka tubuhnya seutuhnya.

Alice mengira akan semudah itu. Akan tetapi, mana mungkin.

Begitu Alice keluar dari kamar mandi, Nicholas sudah menatap dengan tatapan beringas, jelas tak enak dipandang. Matanya tajam. Tutur katanya juga mengerikan. "Lama sekali kau mandi. Rasanya sudah satu abad aku menunggu."

Alice menunduk. Ia keluar dari kamar mandi bahkan telah menggunakan lingerie ini. Ia berdiri, penuh kekakuan.

Bagian dalam pahanya saling bergesek satu sama lain, terasa tak nyaman. Alice belum pernah mengenakan pakaian setipis ini. Belum lagi dengan celana g-string yang tak diketahui apa fungsinya. Menerawang, hanya menempel saja.

Sekalipun Nicholas kesal, serigala tetaplah serigala. Melihat wanita yang siap dimangsa, nafsunya naik juga.

Ia berdiri dari tempat duduknya, melihat seksama isterinya yang masih harum beraroma bunga.

Nicholas mengelilingi Alice, menimbang penampilan wanitanya. "Sudah kuduga. Kau dan kakakmu Berenice memang punya tubuh yang bagus. Omong-omong, di mana kau meletakkan borgol dan rantai itu?"

"Ini, Tuan ..." Alice menyerahkan borgolnya dengan kedua tangan.

"Kau mengatakan kalau kau masih perawan, bukan? Bagaimana jika kau melakukan ini untuk pertama kalinya dengan mata tertutup?"

Bola mata Alice melebar. Ia tak bisa mengelak.

Nicholas mendadak saja memborgol tangan Alice ke setiap ujung ranjang, tak cukup di situ saja ia juga menutup mata Alice dengan sehelai kain berwarna hitam.

Alice tak bisa melihat apa pun. Seluruh keringat dinginnya mengucur deras. Rasa takut membanjir.

Ini jelas bukan pengalaman yang menyenangkan.

Semua wanita mengetahui jika pengalaman pertama adalah hal yang mengerikan. Terasa sakit tak tertahankan.

Ketika Alice ingin meronta, ia teringat dengan perkataan Edmund. Ia harus menjadi kucing yang manis. Setidaknya Nicholas tidak akan melemparkan vas atau benda tajam lain kepadanya. Setidaknya dia tak terluka. Ya, benar.

Alice menanamkan itu dalam hatinya.

Alice merasakan Nicholas sudah duduk di atas perutnya, dia menghirup aroma tubuh Alice. Ujung rambutnya yang panjang nan lurus.

"Aku mengaku, tubuhmu sangat indah. Membuatku kian bergairah saja."

"Aku harap kau tak mengecewakanku,"

Alice sempat bergetar pada sentuhan itu. Jangankan bercinta, berpacaran saja belum pernah. Ia adalah wanita kutu buku dan tak pernah bergaul dengan pria selama di kampus.

Ironisnya, Nicholas pria brengsek ini justru menjadi pria pertama yang menyentuh Alice.

Wanita itu sempat menghela napasnya, terasa sekali Nicholas mengecup bibirnya. Mata Alice yang tertutup merasakan setiap sentuhan bibir Nicholas.

Apakah ini yang dinamakan dengan berciuman? Terasa sangat hangat ... dan sensual.

Awalnya ciuman itu cukup pelan, tetapi ritmenya semakin cepat. Pria itu melumatnya tanpa henti, seakan membabat napas Alice seketika.

"Ciumanmu tidak menyenangkan. Sepertinya aku harus mengajarimu lama untuk membuat french kiss yang enak kunikmati,"

"Tapi itu kapan-kapan saja. Aku lebih suka hidangan utama daripada pendukung," Pria itu tersenyum smirk. Ia telah menyentuh bagian puncak milik Alice.

Wanita itu melenguh, tubuhnya terasa lebih sensitif saat matanya tertutup.

"Bagaimana caramu untuk menjaga kekenyalannya, hm? Ini berbeda dengan kupu-kupu malam sialan yang sudah menurun. Milikmu terasa tepat sekali di tanganku."

Napas Alice bergemuruh. Ini bukan sentuhan yang menyenangkan. Jelas bukan. Sentuhannya teramat cepat, serasa menghancurkan.

Tangan besarnya itu kalap memeras tanpa ampun. Alice menggigit bibirnya sendiri. Menahan untuk tidak berteriak, sekalipun matanya telah memanas di balik helai kain.

"Kenapa? Kau kesakitan? Kau pikir aku akan lemah lembut padamu?"

Nicholas malah menyeringai senang. "Ah, lingerie ini memang membuatmu seksi. Tetapi, lama kelamaan mengganggu juga."

Suara robekan terdengar oleh Alice. Pakaiannya telah dirobek seutuhnya oleh Nicholas. Alice secara otomatis merapatkan pahanya. Ia takut, sungguh takut.

"Aduh, Istriku. Daripada kau seperti itu, mengapa kau tidak merasakan tempo permainanku? Rasakanlah permainanku ini! Kurasa semua wanita juga suka dengan permainan!"

"Bukankah begitu?"

Jemari besar Nicholas mulai menjamah bagian yang tak seharusnya. Alice meremas seprainya. Apa pun itu, jangan ....

Nicholas tak akan berhenti pada permainannya. Ia mulai pada bagian terintimnya. Merasakan puncak kenikmatan antara pria dan wanita.

Alice menitikkan air matanya. Sungguh, ini menyakitkan. Ini sakit sekali ....

Saat rasa sakit menghujam, tiba-tiba Nicholas merenggut miliknya. Mendadak saja Nicholas berteriak. "Shit! Apa-apaan ini! Kau tidak perawan?!"

Alice tergagap. 'A ー aku ....'

Nicholas menyudahi permainannya dengan cepat, ia berbalik dan mencopot penutup kepala Alice. Sangat cepat. Hampir mencakar matanya.

"Lihatlah! Tidak ada darah di sini!"

Alice ternganga. Mendapati betapa besarnya benda yang menohok miliknya tadi. Tak ada darah sama sekali di sana.

Beralih melihat ke arah seprainya. Bersih. Tanpa darah. Alice bersumpah kalau Nicholas adalah pria pertamanya.

"Fuck! You are liar! Amber mengatakan kalau kedua anaknya masih perawan! Aku hampir tak percaya karena seluruh wanita dua puluhan di New York tak ada yang masih perawan. What the hell, mereka bahkan berpesta dengan kekasihnya di umur 17 tahun!"

"Tetapi, Amber meyakinkanku sampai aku percaya pada kebohongan palsu keluarga kalian!"

Nicholas mengempaskan kemarahannya sampai napasnya tumpang tindih. Mukanya memerah. Mendidih.

"Tu ー Tuan ... Aku sungguh masih perawan. Aku belum pernah tidur dengan siapa pun."

"Kau pikir kau bisa membohongiku?! Nicholas Chavelier?! Aku pernah tidur dengan seorang perawan, dia benar-benar mengeluarkan darah! Rasanya sangat sempit dan legit, kau tahu! Kau jelas tak mengeluarkannya!"

"Kau tahu apa artinya? Selaput daramu sudah robek!"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun membangun CiptaKarya, aku dikhianati Baskara tepat saat kontrak 800 miliar di depan mata. Di tengah kehamilan, posisiku direbut Saskia, si anak magang, sementara Baskara bersikap dingin. Namun, mereka lupa bahwa algoritma inti perusahaan adalah milikku secara hukum. Aku pun memutuskan pergi dengan menuntut hak penuh. Untuk membalas dendam, aku menghubungi Revan Adriansyah, rival terberat yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Cinta dan Gairah 21+
8.1
Cinta dan Gairah 21+ menyajikan antologi kisah romantis dewasa dengan beragam latar belakang karakter yang memikat. Mulai dari dinamika kehidupan ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pesona CEO dan manajer, setiap cerita dirancang untuk mengeksplorasi sisi emosional yang mendalam. Pembaca akan dibawa melintasi berbagai profesi, termasuk kuli bangunan dan para suami, dalam narasi yang memuaskan fantasi. Nikmati setiap alur cerita unik yang penuh gairah di buku ini.
Sampul Novel Cinta Satu Malam
7.9
Niat Miranda untuk sekadar bersenang-senang berakhir petaka setelah ia terjebak dalam malam panas bersama Athes Russel. Situasi kian pelik karena pria itu ternyata rekan bisnis ayahnya sendiri. Meski Miranda berusaha keras menjauh dan menolak kehadirannya, Athes justru terus mengejar karena terobsesi dengan memori pertemuan mereka. Kini, Miranda terjepit di antara skandal terlarang dan bayang-bayang pria yang seharusnya tidak pernah ia sentuh.
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin adalah gadis polos yang malang. Akibat hutang sang ayah, ia dipaksa menjadi barang penebusan dan menikah dengan Avram, seorang penguasa bisnis misterius yang dikenal sangat tertutup bahkan kejam. Hidup Lavira penuh penderitaan karena ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dengan pria haus darah tersebut. Mampukah Lavira bertahan menjalani takdir barunya bersama sang penguasa gelap?
Sampul Novel On CEO's Bed
8.6
Demi meloloskan diri dari kejaran penagih utang ayahnya, Alyssa mendatangi kediaman Assa Zachary. Berbekal sebuah surat wasiat, ia berharap pria itu bersedia melunasi seluruh beban finansial keluarganya. Namun, kenyataan pahit justru menghampiri saat Alyssa malah disekap di rumah mewah tersebut. Akankah ia sanggup bertahan menanti kepastian janji Assa, atau justru semakin terperangkap jauh ke dalam kehidupan sang miliarder yang penuh dengan misteri gelap?