Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Nikmat Perselingkuhan

Gairah Nikmat Perselingkuhan

Dalam suasana yang sunyi, aku memberanikan diri untuk merengkuh tubuh Wiwik dengan penuh kelembutan. Meski sempat menanyakan keberadaanku, ia akhirnya luluh dan mulai menikmati kehangatan dekapan yang kuberikan. Suasana semakin intens saat Wiwik membalas pelukanku dengan erat. Tak berhenti di situ, kecupan di pipi hingga bibir pun disambutnya dengan penuh gairah. Desahan pelan darinya menjadi tanda bahwa ia telah hanyut dalam kemesraan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pada akhir tahun 2002.. saya mengikuti Rapat Kerja –Raker..– yang diselenggarakan oleh Group Perusahaan.

Kegiatan Raker seperti itu sebenarnya hampir setiap tahun diadakan..

Namun baru kali ini saya diajak sekaligus menjadi panitia dalam kegiatan tersebut.

Saya berharap dapat mengulang kejadian sebagaimana ketika mengikuti Kursus Kearsipan..

–baca: Bonus Mengikuti Kursus..– beberapa waktu lalu.

Pucuk dicnita ulam tiba.. begitulah peribahasa yang pas diucapkan.. karena dari daftar peserta yang masuk terdapat nama Wiwik..

Cewek yang pernah saya ajak kencan kira-kira 3 bulan yang lalu sebelum Raker ini.

---------------

Sebenarnya Rapat Kerja hanya diadakan selama 2 hari.. namun atas usul para peserta minta untuk diperpanjang 1 hari lagi..

guna memberi waktu bagi peserta berwisata menikmati pemandangan alam Tawangmangu..

suatu tempat rekreasi yang sejuk di kaki Gunung Lawu.

Rapat Kerja ini diikuti para manajer yang ada di Kantor Pusat maupun kantor perwakilan.

Selain para manajer dan pimpinan.. masing-masing kantor perwakilan boleh menyertakan seorang staf administrasi..

sebagai penghubung peserta dengan panitia..

dan juga sekaligus membantu panitia menyiapkan berbagai peralatan yang diperlukan peserta Raker.

Untuk berangkat menuju ke Tawangmangu.. perusahaan menyediakan sarana tranportasi berupa bus full AC.. full musik..

namun banyak diantara para peserta yang membawa kendaraan pribadi.. termasuk saya.

Tujuan adalah dengan membawa mobil pribadi maka mobilitasnya lebih tinggi.

Sebagai panitia.. saya datang lebih awal untuk menyiapkan segala keperluan Raker serta mengurus akomodasi bagi para peserta.

Sengaja saya memilih kamar yang agak mojok.. dan hanya single bed.

Karena hari Jum'at para peserta diharapkan sudah check in sebelum Jum'atan.. sedang Raker-nya sendiri baru akan dimulai setelah Jum'atan.

Rombongan bus telah datang.. nampak Wiwik dengan pakaian kantor yang cukup serasi kelihatan lebih seksi dan cantik..

daripada waktu dulu pertama ketemu.

Payudaranya nampak lebih montok dan menantang.

Hatiku jadi berdebar juga.. dag dig dug rasanya. Membayangkan seandainya punya kesempatan untul ML dengan Wiwik.

"Siang Wuk.." sapaku sambil mengulurkan tangan ketika Wiwik memasuki lobby.

"Oh.. siang Om.." jawabnya agak terkejut.

"Om di sini..? Sudah lama ya..?" Lanjutnya.

"Ya.. cukup lama juga.. kan aku ikut panitia.. jadinya datang lebih awal.." jawabku agak sombong.

Setelah mendaftar ulang.. kuberi tahu nomor kamar Wiwik ada beseberangan dengan kamarku.

Kebetulan pula bahwa peserta wanitanya ganjil.. sehingga satu kamar yang mestinya untuk 2 orang..

Maka kamar untuk Wiwik hanya satu orang saja. Ini memang sudah kuatur agar aku dapat mengulang berkencan dengan Wiwik lagi.

"Dasar buaya darat.." aku bergumam sendiri.. hehe..

Waktu menunjukkan pukul 11.45. Semua peserta yang akan ber-Jum'atan sudah meninggalkan penginapan menuju tempat ibadah.

Hanya beberapa peserta yang tidak Jum'atan.. termasuk aku dan Wiwik.

Tok.. tok.. tok.. kuketuk pintu kamar Wiwik.

"Masuk.. nggak dikunci kok.." terdengar jawaban dari dalam.

Aku perlahan-lahan membuka pintu.. dan ternyata Wiwik sedang santai saja menata barang bawaannya.

Wiwik sudah melepas blazernya dan hanya memakai atasan you can see serta nampak kalau tak memakai bra.

"Wuk.. aku kangen sama kamu lho.." kataku.

"Ngrayu nih ye.. siang saja sudah merayu.. gimana entar malam ya..?" Wiwik menggodaku.

"Kalau malam ya nggak perlu ngerayu.. kamu kan udah tanggap sendiri.. iya kan.. hehe..?" Balasku terkekeh.

"Idiih.. Om kok semakin nakal kelihatannya.." lanjutnya.

"Habis.. susu kamu itu lho.. yang bikin aku .." kataku lagi.

"Udahlah Om.. kalau hanya itu ambil sendiri aja.. tapi jangan lama-lama lho.." katanya lagi penuh teka-teki.

Jam di dinding kamar menunjukkan puul 12.00.. berarti ada waktu kurang lebih 45 menit untuk berkencan dengan Wiwik siang itu.

Ini waktu yang lumayan lama untuk satu permaninan panas.

Tanpa banyak cakap lagi mulai kukecup keningnya.. lalu kucium matanya.. hidungnya.. pipinya.. dan mulutnya.

Wiwik membalas dengan semangat pula. Makin lama makin intensif aku meraba-raba seluruh tubuhnya.. meremas-remas susunya..

Wiwik kelihatan semakin menikmati permainan ini.

Akhirnya mulai kulepas pakaian atasnya sehingga tampak dua bukit kembar yang montok menantang.

Segera kuemut-emut kedua bukit itu.. kupermainkan lidahku di putingnya.. kugigit-gigit.. dan kutarik-tarik dengan gigiku..

nampak Wiwik merintih-rintih menahan rasa antara sakit dan enak.

"Oh.. Om.. oh.." desahnya pelan.

"Oh.. Wuk.. kau semakin cantik dan menggairahkan.." rayuku pula.

"Oh.. Om.. terus-terusin Om.. Om.. teruus.." Wiwik terus merengek.

Kami berdua saling berpelukan.. saling berciuman.. melumat bibir.. saling meremas.. entah berapa lama.

Permainan terus berlanjut.. Wiwik pun segera mengarahkan tangannya ke daerah selangkanganku.. mengelus dari luar celanaku.

Tau bahwa 'Adikku' telah bangun.. Wiwik pun segera melepaskan sabuk dan selanjutnya memelorotkan celanaku.

Segera dikeluarkannya batang kemaluanku yang telah tegak dan selanjutnya Wiwik mengemot-emot..

Ia memainkan lidahnya di kepala kemaluanku dengan semangat.

Hal ini untuk sementara membuatku lupa dengan istri di rumah yang setia menungguku.

"Oh.. Wuk.. terus Wuk.. teruuss.. enak Wuk.. teruuss.. aku akan keluar Wuk..!"

Dan crot.. crot.. crot.. muncratlah spermaku dalam mulutnya dan sebagian lagi mengenai wajahnya yang cantik.

Aku hanya memejamkan mata keenakan. "Enak Om..?" Tanyanya retoris.

Aku hanya mengangguk.. mulutku rasanya sulit berkata.

"Aku bersihkan ya Om.." dan tanpa berkata lagi Wiwik mengulum-ulum batang kemaluanku..

menjilat-jilat membersihkan sisa-sisa sperma yang masih menempel sampai bersih.. sih.

"Ouch.. ouch.. Wuk.." aku mendesah keenakan.

Setelah merapikan pakaian aku segera meninggalkan kamar Wiwik dan menuju kamarku.

Kami telah duakali melakukan oral seks namun tidak berlanjut dengan ML.

Dan keinginan untuk meniduri cewek itu tetap terpatri dalam benakku.

Dua hari sudah.. –lebih tepat hanya satu setengah hari..– para peserta Raker berdiskusi..

membahas berbagai macam persoalan yang ada serta menyusun strategi untuk tahun mendatang.

Untuk melepas lelah pada hari Minggunya para peserta diberi kesempatan untuk rekrasi atau belanja oleh-oleh khas Tawangmangu.

Aku dan Wiwik pun juga turut jalan bersama teman-teman lain.

Sampai di pasar para peserta Raker pun menyebar mencari apa yang dibutuhkan. Aku dan Wiwik pun berjalan berdua untuk belanja.

"Wuk.. belanjanya nanti saja.. ya.." kataku.

"Kenapa Om..?" Wiwik pun bertanya.

"Kita naik ke Hutan Wisata dulu yuk..!" Aku mengajaknya.

"Di mana Om lokasinya..?" Wiwik balik bertanya.

"Ke sana itu lho.. dari sini menjuju Grojogan Sewu.. selanjutnya terus kita naik.. di sana ada pemandangan yang sangat indah..

kita bisa naik ke menara pengawas" lanjutku lagi.

"Tapi ada syaratnya lho Om.." Wiwik pun berkata lagi.

"Apa syaratnya..?" Aku balik bertanya.

"Nanti kalau aku kedinginan.. Om tanggungjawab lho..!" Pintanya.

"Oke.. kalau itu syaratnya.. saya akan cari korek api dulu.." sahutku.

"Untuk apa Om..?" Tanya Wiwik tak mengerti.

"Ya untuk menghangatkan.. kalau kamu kedinginan.." jawabku.

"Om mulai nakal ya..!" Wiwik pun berkata sambil mencubit lenganku.

Belum sampai lepas cubitannya.. tangannya kupegang.. dan kugandeng melanjutkan perjalanan.

Kami berdua kadang bergandeng tangan dan tidak berjalan menyelusuri jalan setapak menuju hutan wisata di atas grojogan sewu.

Setelah sampai di menara pengawas.. aku mengajak Wiwik naik ke puncak menara melalui tangga yang cukup tinggi.

"Hati-hati lho Wuk.. tangganya licin.. karena kena embun.." perintahku kepadanya.

Walaupun hari itu Hari Minggu.. namun kelihatannya tidak banyak pengunjung yang sampai ke hutan wisata..

sehingga suasana cukup sepi.

Hanya terlihat beberapa pasang muda-mudi yang agak jauh dari lokasi kami berada.

Terlebih lagi pada saat itu mulai turun hujan rintik-rintik.

Untuk waktu itu kami sudah ada di puncak menara.. sehingga tidak kehujanan.

Dari puncak menara ini kami bisa menikmati pemandangan sekitar hutan.

Di samping tidak kehujanan.. juga kecil kemungkinannya bertemu dengan binatang buas maupun yang lain.

Yang kami sangat senang pada waktu itu belum ada yang naik ke menara.. sehingga kami hanya bedua saja di menara pengawas itu.

"Gimana Wuk.. indah kan..?" Aku mulai membuka pembicaraan.

"Iya.. sungguh indah.. menakjubkan sekali pemandangan alam dari sini ya Om.." sahutnya.

"Iya.. sungguh indah terlebih ada kamu di sini.. hal Ini mengingatkan aku waktu pacaran dulu.. di sini di tempat ini juga aku melakukan kissing..

necking.. dan petting untuk pertamakali.." sambungku pula terus terang.

"Hayo.. Om mulai nakal ya..!? Kalau sekarang ada aku.. apa Om mau melakukan hal yang sama..?" Wiwik bertanya seperti menantang.

"Siapa takut..!" Sahutku tak mau kalah gertak.

Aku segera memegang kedua tangan Wiwik.. lalu mendekapnya.. selanjutnya kesentuh dengan jari bibirnya yang mungil.

"Aku ingin mengulangnya.. Wuk. Mau kan kamu..?" Bisikku di telinganya. Wiwik diam.. dia hanya menganggukkan kepalanya.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Because That Night
8.0
Dibalut rasa benci pada diri sendiri, Ariel Anata menyerahkan kesuciannya kepada Sean Rinadi di sebuah kelab malam dengan janji takkan bertemu lagi. Takdir berkata lain saat Sean ternyata adalah calon tunangan Vania, kakak Ariel. Pertemuan tak terduga ini dimanfaatkan Sean untuk mengejar cinta Ariel. Namun, Ariel justru memakai Sean sebagai alat balas dendam terhadap keluarganya yang selalu membandingkan dirinya dengan sang kakak yang dianggap lebih sempurna.
Sampul Novel Gadis Bangsawan
8.6
Seorang wanita menawan bergaun mewah menghina Amore Cardozo Pienza di depan umum pada hari ulang tahunnya yang ke-17. Ia mengejek Amore sebagai anak tiri manja yang hanya bisa menggambar bebek aneh. Ayah kandung Amore dan para tamu pun tertawa terbahak-bahak melihat coretan tersebut. Namun, dengan ketenangan luar biasa, Amore membungkam semua ejekan lewat satu pernyataan tajam yang mengungkap rahasia gelap sang ibu tiri sebagai seorang psikopat berbahaya.
Sampul Novel Gadis Imigran
8.8
Iris Barcova terpaksa menjalani kehidupan kelam sebagai PSK demi membiayai ayah dan adiknya. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius keturunan mafia menawarkan pernikahan kontrak sebagai solusi medis bagi ayahnya. Meski ada dokter tulus yang mencintainya, Iris justru terjebak dalam dilema hati. Namun, kenyataan pahit mulai terungkap bahwa pria yang ia anggap penyelamat mungkin adalah dalang di balik segala tragedi dan kesialan yang menimpa hidupnya selama ini.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Nina, lulusan terbaik yang penuh ambisi, harus menghadapi kenyataan pahit saat bekerja di bawah kendali Nathan. Sang bos yang dikenal kejam itu terus mempersulit langkahnya di kantor. Namun, suasana berubah drastis ketika sebuah lembur malam mengungkap sisi hangat Nathan yang tak terduga. Meski benih cinta mulai tumbuh, mereka terpaksa menjalin asmara secara sembunyi-sembunyi. Kini Nina terjebak dalam dilema antara karier, intrik kantor, dan rahasia besar.
Sampul Novel Hasrat Liar
8.8
Meski statusnya hanya anak angkat, Rey mendapatkan dukungan penuh dari orang tua serta saudara-saudaranya untuk bertransformasi menjadi sosok pria perkasa. Mereka mendorongnya untuk mengasah daya pikat yang tak tertandingi demi menaklukkan hati setiap wanita yang ia temui. Ikuti perjalanan hidup Rey dalam mengeksplorasi sisi maskulin dan pesonanya yang liar. Akankah ia berhasil memenuhi harapan keluarga dan menjadi sang penakluk ulung di dunia asmara?
Sampul Novel Hati Yang Terpilih
8.2
Dunia Nazwa Rengganis runtuh saat Rafi mendadak menceraikannya setelah dua belas tahun menikah. Meski terpuruk, ibu dua anak ini berhasil bangkit dan mulai membuka hati untuk Kafka, pria dari masa konselingnya. Namun, rahasia perceraian Rafi terungkap tepat saat sang mantan suami meminta rujuk. Terjepit di antara dua pria, Nazwa memilih menjauh demi ketenangan diri dan anak-anaknya. Akankah ia berani kembali meniti mahligai pernikahan atau tetap melangkah sendiri?