Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat

Dinodai Kakak Angkat

8.9 / 10.0
Dalam kondisi tak terkendali, Yugo melakukan tindakan keji terhadap Maheswari, adik angkatnya sendiri. Saat mengetahui Maheswari mengandung darah dagingnya, pria yang sangat mementingkan harga diri itu justru melarikan diri dari tanggung jawab. Kejamnya lagi, Yugo malah menjebak Junior sebagai kambing hitam atas perbuatannya. Kini, Maheswari terjebak dalam dilema besar mengenai masa depannya bersama Junior di tengah situasi penuh kekerasan dan ancaman yang menghimpit.

Dinodai Kakak Angkat Bab 1

"Selamat datang di rumah ini, Maheswari."

Sudibja memberi sambutan yang hangat padanya. Dia bahkan menyuruh para pelayan di rumah untuk membawakan tas dan juga barang-barang milik gadis itu ke kamarnya.

Maheswari mengikuti pelayan yang membawakan barang-barangnya, tetapi Sudibja meminta dia untuk meninggalkan saja.

"Biar itu Bi Asih yang urus. Kamu pasti capek, habis dari perjalanan jauh. Kita makan dulu sekalian saya mau kenalin kamu dengan anggota keluarga di rumah ini."

Maheswari--Mahes--masih banyak diam, tidak tahu harus bersikap bagaimana. Gadis itu sendiri masih syok dan bingung bagaimana bia dia berada di sini.

Bermula dari wasiat ibunya yang bilang kalau suatu saat nanti perempuan itu tidak ada di dunia ini lagi, Mahes harus mengirimkan surat ibunya pada Sudibja. Hanya selang satu minggu setelah pemakaman, Mahes mengirimkan surat itu dan beberapa hari setelahnya, Mahes dijemput oleh pengusaha dermawan dan kaya raya ini untuk tinggal di rumahnya.

Gadis itu tidak pernah tahu apa isi surat ibunya, yang jelas saat Sudibja mengatakn bahwa ini yang diinginkan ibunya, Mahes setuju aja untuk ikut.

Gadis desa tinggal di kota, dengan kehidupan yang snagat kontras dengan kehidupan sebelumnya tentu saja membuat sedikit bingung. Rumah yang ditemnpatinya sangat besar, apa mungkin dia akan jadi pembantu di sini

Sudibja mengajak Mahes ke ruang makan, gadis berusia enam belas tahun terebut diajaka bekernalan dengan anggota keluarga di sana.

"Mahes, ini istri saya. Namanya Amarta, kamu boleh panggil dia Ibu."

Amarta menatap sinis pada Mahes. "Saya nggak suka dipanggil ibu. Kalau kamu nggak perlu amat dengan saya mending jangan ajak nbgomong saya, ya!"

Maheswari jadi sungkan dengannya, sementara Sudibja menggeleng seakan tidak terima dengan sikap istrinya ini.

"Ini Yugo." Sudibja menunjuk pada lalik-laki berusia 28 tahuyn yang saat ini sedang ditugaskan untuk mengelola perusahaan. "Anak saya yang paling sulung. Dia jarang di rumah, khusus hari ini saja saya paksa pulang karena ada kamu."

Mahes mengulurkan tangan ingin bersalaman dengan Yugo.  Tapi, laki-laki itu tetap setia melipat tangannya, tidak memedulikan. Dia malah mencebik.

"Papa suriuh aku pulang cuma buat acara kenalan nggak penting begini?"

"Jangan pernah sebut apa yang Papa suruh ini nggak penting!" Sudibja membentak. Amarta yang berada di sampaing putranya mengusap pundak Yugo menyuruh agar anaknya diam tidak melanjutkan perdebatan.

Detik berikutnya Sudibja memikit pelipis. "Harusnya masih ada satu lagi anakku. Junior," jelas pria itu dengan nada kurang senang. "Dia si Bungsu yang paling sudah diatur. Umurnya sudah mau 20, tapi kalau kamu lihat kelakuannya nggak ada beda dengan anak TK, jangan kaget."

Gadis berkulit pucat dengan mata sendu itu akhirnyya bisa sedikit melengkungkan bibir ketika Sudibja membahas Junior.

"Pa, kita harus makan." Amarta berujar dingin, sekan sudah muak berkenalan dengan Maheswari.

Sudibja tampak jelas sedang berusaha untuk mengakrabkan mereka yang ada di ruang makan ini. Meski sikap Amarta dan Yugo dingin, dua terus membuat Mahes bisa nyaman.

"Ini Mahes, orang tuanya dulu teman akrab Papa. Bahkan, kalau bukan karena ibunya Mahes, Papa nggak mungkin bisa sampai di titik ini."

Amarta mendengkus. "Papa, udahlah berhenti mengagungkan jasa orang yang nggak seberapa. Toh, anaknya juga sadar, kok, kalau orang tuanya cuma punya jasa kecil."

Mahes semakin tidak berani bicara. Di jamuan makan siang itu, dia tahu kalau keluarga ini tidak menyukainya.

*

Selesai makan siang, Sudibja menyuruh Asih untuk merngurus gadis kecil tersebut. Dengan senang hati Asih melakukannya Dia punya anak di kampung yang umurnya tidak jauh dengan Mahes, mengurus anak ini sama saja seperti mengurus anak sendiri.

"Bi Asih sudah lama kerja di sini?" Mahes baru selesai mandi, rambutnya yang basah sedang dihanduki Asih selanjutnya disisir dengan lembut.

"Bibi sudah lama kerja di sini, Non."

"Biasanya, kerjaan Bibi di sini apa?"

Asih menggumam sejenak sebelum menjelaskan. "Biasanya Bibi beresin rumah sama periksa di dapur stok makanan apa yang habis. Kalau kerjaan yang lain, ada yang pegang, Non."

Mahes tidak meraa dirinya diangkat sebagai anak di sini. Dia akan ebih tahu diri.

"Kalau gitu, besok saya bantuin Bibi kerja, ya?'

"Eh, jangan." Asih menepuk pelan bahu Mahes. "Kerjaan Bibi, itu urusan Bibi. Bibi di sini sudah ada gaji, Non."

"Tapi, saya nggak tahu harus ngerjain apa, Bi. Di rumah ini.  Minimal kalau bantuin Bibi dulu, saya ada guna."

Asih terkekeh. "Non Mahes itu kata Pak Dibja mau diangkat anak, bukan jadi pembantu. Lagian, pembantu di rumah ini sudah ada banyak, Non. Kita benran nggak perlu dibantu lagi."

"Tapi ...." Mahes masih mendebat Asih, "saya lihat istri dan juga anaknya Pak Sudibja nggak suka dengan saya, Bi. Saya takut tinggal di sini."

"Bu Amarta itu memang sedikit galak. Tapi, tetap Pak Dibja yang punya kuasa di rumah ini. Pokokntya selama Pak Dibja baik ke Non, nggak akan ada yang berani usik, Non."

"Kalau anaknya, Bi?"

"Den Yugo sudah punya rumah sendiri. Dia jarang ada di rumah ini. Nggak perlu khawatir."

Mahes mengangguk pelan. "Kalau Junior itu, Bi?"

"Itu anak yang paling sering buat masalah, tapi Bibi paling sayang dengan dia. Nanti kalau kamu ketemu Den Junior, pasti kesal sendiri. Tapi, jangan khawatir dia aslinya baik, kok."

Mahes tersenyum lega. Setidaknya setelah rasa duka yang masih tersisa karena ditinggal ibunya dan harus hidup sebatang kara, Mahes masih bisa menemukan orang yang baik hati padanya.

Asih merasa sudah selesai mengurus Mahes, dia menyarankan pada gadis itu untuk istirahat saja kalau tidak ada yang dikerjakan kemudian dia pergi.

Mahes yang sendiri di kamar memilih untuk menyusun barang-baragnya di nakas. Sudibja bilang dia tidak perlu menyimpan barang yang sudah kumuh, besok semua akan dibelikan yang baru.

Beberapa barang peninggalan ibunya tidak bisa dia tinggalkan walau sudah kumuh. Mahes menyusunnya di nakas. Selesainya, dia tidur karena kelelahan.

Beberapa jam kemudian, Mahes yang bosan di kamnar memilih keluar, siapa tahu bisa bantu Asih.

Kaki kurus gadis itu melangkah menuruni anak tangga, begitu berada di lantai bawah, dia mencari keberadaan pembantu yang baik tadi.

"Kamu!" Suara laki-laki mengejutkannya hingga Mahes menoleh. "Ambilin gue minum, dong!"

"Saya?"

"Iya." Pemuda itu menjatuhkan tubuhnya di sofa. "Ambilin air dingin, buruan gue haus!"

Mahes bukannya tidak mau ambilkan. Dia cuma bingung kulkasnya ada di mana.

"Astaga!" Pemuda itu kesal. "Lo pembantu baru ya, di rumah gue! Kulkas sama dapur aja nggak tahu."

"Saya bukan pembantu."

"Lah, terus siapa lo? Maling apa setan gentayangan?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Dinodai Kakak Angkat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Hidup Kayra hancur setelah suaminya menghilang tanpa jejak pasca panggilan video terakhir mereka. Kini, ia berjuang sendirian membesarkan dua anaknya. Di tengah kesulitan, ia bertemu Damar, ipar yang membencinya karena skandal masa lalu terkait rahasia saudari kembarnya. Meski awalnya Damar menolak mengakui anak hasil hubungan tersebut, kemiripan sang bayi meluluhkan hatinya. Akankah pertemuan ini membawa Kayra menuju kebahagiaan yang selama ini hilang?
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil yang polos menemukan sebuah patung beruang di jalanan dan memutuskan untuk membawanya pulang. Ia merawat benda itu dengan penuh kasih sayang tanpa menyadari identitas aslinya. Tak disangka, patung tersebut merupakan inkarnasi sosok pria muda yang perkasa. Hingga Melinda tumbuh menjadi gadis cantik, wujud beruang itu tetap bertahan sampai muncul ketegangan yang mengubah segalanya. Akankah hubungan unik antara manusia dan dewa ini berakhir bahagia?
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Mira Aditya terjebak dalam perjodohan orang tuanya dengan Rafiq Jaya. Alih-alih bahagia, ia justru menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah menikahi kekasih lamanya, Elena Faris, secara rahasia. Menjadi sosok yang terpinggirkan dalam rumah tangganya sendiri, Mira harus menanggung luka batin yang mendalam. Di tengah kehampaan dan rasa kecewa yang kian menggunung, Mira kini dihadapkan pada pilihan sulit antara terus bertahan atau pergi mencari kebebasan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan