Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Nikmat Perselingkuhan

Gairah Nikmat Perselingkuhan

Dalam suasana yang sunyi, aku memberanikan diri untuk merengkuh tubuh Wiwik dengan penuh kelembutan. Meski sempat menanyakan keberadaanku, ia akhirnya luluh dan mulai menikmati kehangatan dekapan yang kuberikan. Suasana semakin intens saat Wiwik membalas pelukanku dengan erat. Tak berhenti di situ, kecupan di pipi hingga bibir pun disambutnya dengan penuh gairah. Desahan pelan darinya menjadi tanda bahwa ia telah hanyut dalam kemesraan ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku segera mengecup keningnya.. kemudian mencium bibirnya.. serta sekitar leher.

Cukup lama kami berciuman. Kuremas-remas kedua payudaranya yang mulai menegang.

Selanjutnya kutanggalkan jaketnya.. terlihatlah pemandangan yang indah karena Wiwik ternyata hanya memakai kaos singlet..

sehingga kedua bukitnya sedikit mulai.. kuning langsat.. bersih.. sangat menggairahkan.

"Dingin Wuk..?" Tanyaku.

"Ya dinginlah.. mana ada tempat yang panas di Tawangmangu.." katanya ketus.

"Oke.. tempat ini akan segera kubuat menjadi lebih panas.." kataku lagi.

Wiwik pun tak berkata lagi. Mulutku segera kuarahkan ke belahan dadanya.

Kucium.. kukecup.. dan kucupang hingga nampak merah dibeberapa tempat sekitar payudaranya.

"Berapa umurmu.. Wuk..?" Aku coba bertanya.

"Ngapain tanya umur segala..?" Wiwik balik bertanya.

"Ketika pacaran dulu.. cupangku di sekitar payudara dan pusar sebanyak umurnya.." sahutku nakal.

"Hmm.. begitu. Coba tebak.. ayo berapa..?

Kalau benar.. nanti selain boleh menyupang sejumlah umurku.. juga akan kuberi bonus..!" Perintahnya.

"Bonusnya apa..?"

"Eit.. Tebak dulu dong..!"

Aku sebenarnya tau umurnya.. karena waktu mendaftar kulihat biodatanya. Umurnya 25 tahun.. belum kawin.

Mungkin Wiwik sengaja bertanya atau memang tidak memperhatikan ketika pendaftaran ulang kulihat biodatanya.

Aku justru bertanya-tanya dalam hati. Ah.. persetan dengan itu.

"Duapuluh lima..!" Jawabku mantap.

"Kok Om tau..? Hayo.. dari mana..? Kalau ketauan curang.. nanti akan kutuntut..!"

"Lho katanya suruh menebak.. ya aku tebak saja.. betulkan jawabanku.. mana bonusnya..?"

"Bonusnya terserah Om.. pilih mana bagian tubuhku.." katanya membalas tuntutanku.

"Oke.. aku minta ini.. tapi nanti malam.." jawabku sambil memegang selangkangannya.

"Nanti malam Om..?" Tanya Wiwik bengong.

"Terus gimana.. nanti sore kan sudah selesai acaranya dan rombongan bus akan pulang..?"

"Begini aja.. kamu telpon do'i.. malam ini tidak pulang.. karena menyelesaikan tugas merangkum hasil-hasil Raker..

dan jangan kuatir aku bawa mobil sendiri kok.. besuk saya antar.. oke..!" kataku.

"Ngg.. Oke deh.. sudah terlanjur kalah taruhan sama Om.." lanjutnya seperti pasrah.

Perlahan-lahan kupelorotkan kaos singletnya.. kucopot kait BH-nya. Kini Wiwik sudah tidak memakai pakaian atas.

Pemandangan yang lebih indah kini terlihatnyata. Dua bukit kembar.. kuning langsat..

sangat menarik untuk segera kukecup dan kucupang sebagai tanda kemenanganku.

Tak berlama-lama aku memandangi kedua bukit itu.. segera kuemut-emut.. kugigit-gigit..

kutarik-tarik putingnya dengan gigiku.

"Oh.. Om.. jangan kuat-kuat gigitnya.. sakit.. Ouh.. trus Om.. teruuss Om.."

Wiwik mulai merengek-rengek menikmati permainan lidah dan bibirku di payudaranya.

Kuremas.. kukecup.. kuemut dan terus kuemut bagai bayi yang kehausan dan menetek ibunya.

Untuk beberapa lama kegiatan ini kulakukan.

Selanjutnya aku berdiri.. bersandar pada salahsatu tiang penyangga..

dan Wiwik pun jongkok di depanku terus melepas sabukku.. melepas kancing celanaku..

serta menarik ritsluitingnya.. segera memelorotkan celanaku.

Tuink..! Batang kemaluanku sudah berdiri menantang bagai tongkat komando.

Wiwik pun tanpa banyak bicara segera mengocok-ngocok dan mengemut-emut batang kontolku.

Menjilat-jilat mulai dari kedua buah pelir sampai pucuk kontol. Mengemut-emut lagi dan lagi.

"Oh.. Wuk.. terus Wuk.. teruuss.." aku meronta-ronta geli keenakan.

Segera kujambak rambutnya dan kumaju-mundurkan kepalanya.

"Oh.. Wuk.. terus Wuk.. teruuss.. aku akan keluar Wuk.."

Tak mampu kutahan lagi.. crot.. crot.. crot.. muncratlah spermaku dalam mulutnya lagi.

"Enak Om..?" Tanyanya. Aku hanya mengangguk. Kali ini aku bercumbu di tengah hutan.. di atas menara..

didiringi rintik hujan yang sudah mulai mereda. Dari arah tenggara sesekali terdengar deru mobil.

Hari semakin siang.. hujan suah reda.. beberapa pasang muda-mudi mulai berdatangan di hutan wisata dan sekitar menara.

Aku dan Wiwik segera membetulkan dan merapikan pakaian masing-masing dan segera turun kembali ke penginapan.

Sepanjang perjalanan menuju penginapan Wiwik kugandeng.. kadang kupeluk dengan mesra.

Sampai di penginapan hampir semua peserta telah berkemas-kemas..

Bahkan ada yang sudah meninggalkan penginapan menuju rumah masing-masing.

Kulihat Wiwik berjalan menuju Wartel dekat penginapan. Aku boleh merasa gembira.. karena akan dapat bonus dari Wiwik.

Aku segera bergegas menuju kantor penginapan.. menginformasikan kepada penjaga bahwa aku dan seorang peserta lagi pulangnya besok siang.

Pemilik penginapan pun mengizinkan aku tetap bermalam di penginapannya sampai esok hari.

Bahkan masih disediakan makan malam dan sarapan pagi.

Kulihat Wiwik telah selesai telpon di Wartel..

-Zaman itu masih pake WarTel..- namun tidak segera menuju penginapan.. tetapi mampir ke toko di seberang jalan.

Kiranya Wiwik membeli beberapa makanan kecil dan beberapa botol minuman suplemen.

Wiwik pun berjalan menuju tempat di lobby penginapan..

setelah dekat kuminta dia untuk memindah barang-barangnya ke kamarku.

Udara sore itu cukup dingin.. aku tidak berani mandi.. karena pemanas air di penginapan rusak.

Aku hanya membasuh muka.. tangan dan kaki saja. Wiwik pun demikian juga.

Jam ditanganku menunjukkan pukul 19.00.

Jatah makan malam yang biasanya di restoran kali ini kuminta pada petugas untuk diantar ke kamar saja..

karena akan kumakan setelah berita TV jam 21.00.. sebab sore ini aku telah makan bakso di seberang jalan.

Kini di kamarku hanya aku dan Wiwik.

"Wuk.. mana bonusnya..?" Tanyaku membuka percakapan dengan menagih janjinya.

"Nih.. ambil sendiri..!" Perintahnya sekenanya.

Dengan cepat aku segera memeluknya.. menciumnya.. dan mulai melepaskan pakaiannya satu per satu.

Tanpa perlawan berarti.. Wiwik telah berhasil kutelanjangi.. bulat-bulat. Ughh.. memeknya kelihatan kayak apem.. bulat.. empuk.

Payudaranya yang cukup besar.. kenyal segera kuemut-emut.. kesedot-sedot.

Wiwik pun mulai mengerang-erang. Kuhitung cupang yang ada di sekitar payudaranya.. ternyata baru 24.

"Wuk.. cupangannya baru 24.. belum genap 25 lho.." kataku.

"Mau genepin atau tidak terserah Om.." katanya pula.

"Nih. tak tambahi satu tempat lagi.. biar genap 25.." balasku.

Bukan langsung kembali mencerucup membuat tanda cupang di sekitar payudaranya.. melainkan kecupanku kuarahkan ke memeknya.

Kukecup-kecup memeknya.. kusedot-sedot lubang kewanitaanya.

Tak pelak hal itu membuat Wiwik menjerit-jerit.. dan tak lama kemudian mengalir lendir dari vaginanya. Wiwik telah orgasme.

Selanjutnya kupermainkan lidahku di bibir vaginanya.. menjilat-jilat klitorisnya dan lidahku terus mengobok-obok vaginanya.

Aku mengambil napas sebentar. Kutinggalkan dia yang telanjang bulat di tempat tidurku.

"Mau ke mana Om..?" Tanyanya bingung.

"Mau minum dulu.. kulihat tadi kamu beli minuman suplemen, ya..?" Aku balik bertanya.

"Oh.. iya.. tuh ambil di tas kresek hitam.." perintahnya. "Jangan lama-lama lho Om.. dingin nih.." katanya lagi seolah memancingku.

Aku segera mengambil sebotol dan meminum habis. Aku mulai menanggalkan pakaianku.

Kini aku dan Wiwik telah sama-sama telanjang bulat.

Segera kudekati dia dari arah kepala.. kucium mulai keningnya.. matanya.. bibirnya.. susunya.. terus turun ke pusar..

dan akhirnya tepat di vaginanya.. kuobok-obok lagi dengan lidahku.

Wiwik pun segera menangkap kontolku yang sudah tegang di atas mulutnya.

Lidahku kumainkan di lubang kewanitaanya.. Wiwik kembali mengerang-erang.. namun kurang jelas kata-katanya..

karena kini sudah tersumbat oleh batang kontolku.

Aku terus menjilat-jilat bibir vaginanya.. dan kontolku pun dikemot-kemot.. disedot-sedot.

"Ouh Wuk.. Oh.. Wuk.. terus Wuk.. teruuss.. aku akan keluar Wuk.." Crott.. crott.. crott..

Kembali tumpahlah spermaku dalam mulutnya untuk kesekiankalinya.. dan semua cairannya ditelan habis.

Setelah istirahat dan minum suplemen.. tak berapa lama aku segera berbalik dan melanjutkan mengambil bonus.

Perlahan-lahan kubuka pahanya yang putih mulus dengan selangkangan yang sangat menantang.

Slebb.. Perlahan-lahan kumasukkan batang kontolku ke liang senggamanya.

Rrrrbb.. Sedikit demi sedikit.. masuklah kumasukkan batang kontolku..

Jlebb.. akhirnya semua batang kontolku masuk ke dalam memeknya.

Kuangkat sedikit lalu kusodokkan lagi.. blessebb.. clebb.. clebb.. clebb.. terus dan terus.

Kuremas-remas susunya.. kuremas semakin lama semakin cepat. "Om.. perih om.. berhenti dulu Om" rintihnya.

Namun aku tak mempedulikannya.

Kuremas-remas susunya.. kuremas semakin lama semakin cepat.

Segera kugenjot lagi kontolku di dalam vaginanya.. terus dan terus..

"Ouh.. Ouh.. Omm.. Omm.. terus.. teruss Om.. aku akan keluar lagi Om.."

"Ouh Wuk.. Oh.. Wuk.. aku juga akan keluar Wuk.. Kita bareng-bareng Wuk..!!"

Akhirnya aku dan Wiwik mencapai puncak bersama-sama.

Malam itu kami bermain sepuas-puasnya.. dengan berbagai gaya dan posisi.

Kemudian kami tidur dengan satu selimut tebal masih dalam keadaan telanjang bulat sampai pagi.. lupa makan malamnya.

Paginya.. setelah kami berdua mandi dan sarapan.. segera berkemas meninggalkan penginapan.

Tak lupa kuberi tips pada petugas jaga pagi itu.

Kemudian kami menuju mobil dan segera melesat kembali ke kota.

Aku antar dulu Wiwik ke terminal bus. Sesampai di terminal bus.. kami segera berpisah.

Kujabat tangannya dengan erat. "Terimakasih ya Wuk atas bonusnya.." kataku.

"Terimakasih kembali.. Om. Sampai jumpa di lain kesempatan.." katanya sambil melambaikan tangannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LPD" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LPD
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Alice nyaris tewas terseret ombak sebelum diselamatkan oleh Archer, sosok pria misterius yang ternyata adalah seekor duyung jantan. Meskipun sempat tidak percaya, Alice akhirnya yakin setelah menyentuh langsung ekor Archer yang berotot. Pertemuan ajaib ini berujung pada sebuah permohonan bantuan dari Archer kepada Alice. Akankah kehidupan normal Alice berubah total setelah terlibat dalam takdir sang penghuni laut? Simak kisah fantasi romansa modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Dinodai Kakak Angkat
8.9
Dalam kondisi tak terkendali, Yugo melakukan tindakan keji terhadap Maheswari, adik angkatnya sendiri. Saat mengetahui Maheswari mengandung darah dagingnya, pria yang sangat mementingkan harga diri itu justru melarikan diri dari tanggung jawab. Kejamnya lagi, Yugo malah menjebak Junior sebagai kambing hitam atas perbuatannya. Kini, Maheswari terjebak dalam dilema besar mengenai masa depannya bersama Junior di tengah situasi penuh kekerasan dan ancaman yang menghimpit.
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Tak Punya Gelar
7.8
Rayhan, seorang dokter umum, ditinggalkan kekasihnya yang ambisius demi pria bergelar spesialis. Untuk menyembuhkan luka hati, ia menjalin hubungan virtual dengan wanita misterius bernama El. Namun, dunianya terguncang saat mengetahui identitas asli El. Ternyata, sosok yang membuatnya nyaman di dunia maya adalah Dr. Elvira Maheswari, Direktur Utama yang dingin di rumah sakit tempatnya bekerja. Kini, Rayhan terjebak dalam dinamika asmara dan profesional yang rumit.
Sampul Novel JALAN PULANG
8.0
Setelah dua dekade merantau, seorang wanita karier yang sukses memilih pulang ke tanah kelahirannya. Kepulangan ini memaksa dirinya menghadapi memori pahit terkait cinta pertama serta trauma masa kecil yang belum tuntas. Di sana, ia harus berhadapan kembali dengan mantan kekasihnya sembari menentukan pilihan besar yang akan mengubah arah hidupnya selamanya. Sebuah perjalanan emosional untuk berdamai dengan masa lalu yang sempat ia tinggalkan demi masa depan.
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Dalam mencari pasangan hidup, ketampanan atau kecantikan fisik bukanlah segalanya. Kisah ini mengingatkan kita bahwa paras menawan tidak menjamin kebahagiaan masa depan keluarga. Seorang pria harus menyadari bahwa anak-anaknya kelak tidak sekadar butuh ibu yang elok dipandang, namun sosok pendidik yang bijak. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan wanita yang mampu membimbing generasi penerus dengan nilai moral dan kasih sayang yang tulus.
Sampul Novel Pernikahan Tak Terduga: Kesempatan Kedua yang Manis
8.9
Evelin harus menelan pil pahit saat suaminya, Sandi, tega menggugurkan janinnya dan menceraikannya secara sepihak. Di tengah kehancuran itu, hadir sosok Dhani yang memberikan kenyamanan sekaligus luka mendalam. Meski Evelin tumbuh menjadi wanita yang lebih tangguh, rahasia besar di balik topeng karisma Dhani mengancam dunianya. Mampukah ia menghadapi kebenaran kelam yang tersembunyi? Sebuah kisah tentang pengkhianatan dan pencarian jati diri.