Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI

GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI

Demi membiayai operasi sang nenek, Belia Anastasya terpaksa menerima tawaran Bianca untuk menjadi pengantin pengganti. Ia harus menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris takhta Haditama Group, dengan syarat mutlak: dilarang jatuh cinta. Arkan yang dingin awalnya membenci perjodohan ini, namun sebuah malam intim mengubah segalanya. Belia kini terjebak dalam dilema perasaan saat identitas aslinya terancam ketika Bianca menuntut posisinya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Aku ingin kamu menjadi diriku untuk sementara waktu,” pinta wanita yang menatap angkuh ke arah Belia.

Belia langsung terkejut dan merasa belum mengerti dengan permintaan wanita di depannya. Tatapan keduanya sejenak saling menyorot dengan penuh pertanyaan.

“Apa maksudmu?”

“Apa kamu nggak sadar? Lihat dirimu, kamu sangat mirip sekali denganku. Tak ada perbedaan sedikitpun di wajah kita,” jawab Bianca mengajak Belia memandang ke arah cermin yang ada di depan mereka.

Keduanya lalu memperhatikan diri masing-masing. Memang benar kalau mereka mirip sekali, seperti pinang dibelah dua. Belia juga heran, kenapa bisa terjadi hal seperti ini. Karena ia tahu, kalau dirinya tak memiliki saudari. Ia hanya anak tunggal dalam keluarganya.

“Seminggu lagi, akan menikah dengan pria kaya. Tapi aku sama sekali nggak mencintainya. Aku hanya menginginkan hartanya aja. Jadi aku minta, kamu yang menggantikanku dalam pernikahan itu. Bagaimana?” tanya Bianca.

“Nggak, aku nggak akan melakukan itu,” tolak Belia. Ia tak akan mengambil resiko dengan menjadi orang lain dan menipu banyak orang. Itu bukanlah sifat Belia, sehingga ia menolak dengan tegas tawaran Bianca.

“Aku nggak suka ditolak. Jadi kamu pikirkan baik-baik soal itu. Jangan sampai aku bertindak kejam,” ancam Bianca.

Seketika Belia merasa takut dengan ancaman itu. Ia tahu siapa wanita di depannya. Dari penampilannya, ia tahu kalau Bianca adalah anak keluarga kaya yang bisa melakukan apapun untuk menghancurkannya.

Akan tetapi, ia tetap teguh dengan pendiriannya. Ia tak akan melakukan apapun yang diminta oleh Bianca. Menurutnya, hal itu adalah senuah kejahatan. Karena jika sampai ia ketahuan, maka ia harus siap menekam di jeruji besi.

“Aku nggak peduli, biarkan aku pergi,” pinta Belia. Ia mencoba untuk pergi dari hadapan Bianca dengan cepat. Namun, tangan Bianca lebih dulu menangkap tangan Belia, lalu wanita itu berhenti dengan paksa.

“Ingat ya. Nggak ada yang bisa menolak keinginanku. Kamu nggak akan pernah lolos dariku,” ancam Bianca lagi.

“Maaf, aku nggak peduli. Biarin aku pergi,” titah Belia yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Bianca.

“Baiklah, aku akan melepaskanmu. Aku tunggu keputusanmu dalam waktu satu kali dua puluh empat jam. Aku akan menemuimu di sini lagi,” kata Bianca, bernada ancaman. “Oh iya, aku akan memberikan apapun yang kamu minta kalau kamu bersedia,” sambungnya.

Belia tak menggubris kalimat yang baru saja dikatakan oleh Bianca. Ia memilih untuk pergi dari hadapan wanita itu.

Perasaan Belia begitu takut. Tetapi ia mencoba tenang di depan rekan kerjanya. Kebetulan Samuel sedang santai di bar kecilnya.

“Kenapa, mukamu kusut amat. Lagi sebel?” tebak Samuel.

“Iya, Sam. Nenekku harus operasi. Aku harus pinjam di mana? Nggak mungkin di bos, ogah,” jawab Belia.

“Lalu di mana lagi? Rentenir?”

“Nggaklah. Jangan sampai itu terjadi.”

Belia sejenak merenung perkataan terakhir Bianca tadi. Ia mencoba memikirkan tawaran tersebut, karena ia tak memiliki pilihan lain sekarang selain menjadi Bianca. Meski ia tahu resikonya akan membuatnya menekam di jeruji besi.

“Semoga kamu mendapatkan pinjaman ya, Ana.”

“Thanks ya, Sam.”

“Sorry, aku nggak bisa bantu.”

“Santai aja.”

Beberapa waktu kemudian, ia telah selesai bekerja. Ia bergegas menggantikan pakaiannya. Ia berangkat ke rumah sakit lagi menemui neneknya. Ia belum tenang karena belum mendapatkan bantuan dan pinjaman. Sementara dokter sudah memberikan peringatan kalau neneknya harus segera dihadapi.

Sesampainya di rumah sakit, ia melihat neneknya yang sudah sadarkan diri. Ia cukup lega bisa melihat neneknya sekarang. Ia duduk disamping wanita tua itu.

“Nek, sebentar lagi nenek akan dioperasi. Nenek pasti sembuh,” ungkap Belia.

“Operasi? Bukankah biayanya mahal sekali. Kamu nggak usah melakukan itu untukku. Aku baik-baik aja,” ujar Indira.

“Nenek. Aku cucumu, aku punya kewajiban untuk mengurusmu. Kamu udah membesarkanku dari kecil hingga dewasa, jadi bagaimana mungkin aku membiarkanmu menderita. Kamu tenang aja, aku akan mengurus biayanya. Aku mau Nenek sembuh,” harap Belia.

Indira tak kuasa menolak keinginan sang cucu. Ia merasa bersalah karena sudah merepotkan cucunya. Ia tahu biaya operasinya sangat mahal.

***

Keesokan harinya, Belia masih bimbang di samping ranjang neneknya. Kebetulan bibinya sudah pulang, sehingga menyisahkan mereka berdua.

“Apa aku harus menerima tawaran wanita itu?” gumamnya, bimbang.

Ia masih menatap neneknya yang sedang tertidur di ranjangnya. Ia benar-benar kasihan dengan keadaan neneknya saat ini. Ia tahu, wanita itu sedang menikmati penderitaannya. Meski terus menunjukkan senyum di depannya. Tetapi ia tahu kalau neneknya sedang menderita karena sakitnya.

“Tapi kalau aku menerima tawaran itu, maka resikonya nanti akan sangat besar. Apa yang harus kulakukan. Aku bingung. Ya Tuhan, tolong aku,” lirih Belia.

Ia tak kuasa menahan kesedihannya, sehingga air matanya secara tak langsung menetes, lalu dengan cepat ia menyeka air matanya. Ia tak ingin kalau neneknya akan melihatnya menangis.

“Maafin aku ya, Nek. Selama ini selalu merepotkanmu. Tapi aku janji, aku pasti akan membahagiakanmu kalau aku berhasil suatu hari nanti,” gumam Belia.

Air matanya tak terbendung lagi. Terus saja mengalir membasahi pipinya dengan deras, ia juga terus berusaha menyeka air mata itu.

Tak lama berselang, ia menyandarkan kepalanya di tepi ranjang neneknya, dengan tangan mengalasi kepalanya. Ia terlelap bersama kesedihan dan keresahannya. Ia berharap, hatinya akan tenang saat tertidur.

Keesokan harinya, ia kembali ke rutinitasnya di restoran. Meski ia merasa lelah sekali, karena tidur sedikit. Tetapi ia tetap bertanggung jawab dengan tugasnya.

“Kamu sehat, kan?” tanya Samuel.

“Iya, Sam. Aku hanya kurang tidur.”

“Kamu istirahat aja dulu. Biar aku yang mengurus semua ini. Lagipula, tamu juga masih sedikit. Aku bisa atasi, santai aja,” kata Samuel.

Ia begitu peduli dengan Belia. Tentu ia tak ingin Belia mendapatkan masalah karena bekerja dalam keadaan sakit.

“Makasih ya, Sam.”

“Sama-sama.”

Belia lalu duduk santai. Ia mencoba untuk menenangkan dirinya seraya berpikir santai. Meski pikirannya kini terus tertuju pada sosok Nenek.

Beberapa saat kemudian, Bianca datang lagi ke restoran itu. Ia langsung meminta Belia untuk berbicara dengannya empat mata.

Belia langsung menuruti permintaan Bianca. Ia ikut bersama Bianca dan duduk bersama di meja nomor 12. Keduanya tampak serius akan membicarakan sesuatu yang penting. Bianca tersenyum kepada Belia, seolah ia yakin kalau kali ini Belia akan menuruti permintaannya.

“Nenekmu sedang membutuhkan biaya operasi, kan?” tanya Bianca seraya menyodorkan tagihan dari rumah sakit.

Belia tentu saja terkejut dengan hal itu. Ia tak menyangka kalau Bianca akan ke rumah sakit bertemu dengan sang dokter.

“Bagaimana kamu tahu hal ini?” tanya Belia.

“Hahaha. Itu bukan sesuatu yang sulit bagiku. Jadi kamu menerima tawaranku?”

Sejenak Belia terdiam. Ia bingung harus menjawab apa sekarang. Ia hanya menatap Bianca dengan lirih.

“Aku akan membayar semua tagihannya, asal kamu mau menjadi pengantin minggu depan. Gimana?”

Belia bimbang dan bingung. Ia tampak dilema dengan keputusannya.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader
9.2
Ivy Anderson terjebak dalam nasib buruk setelah melakukan kesalahan kecil di hadapan Ben Clayton, CEO berkuasa di New York. Ben yang terobsesi mulai menggunakan taktik licik untuk menjerat Ivy, termasuk mendekati anak kembarnya, Terra dan Terry. Demi keselamatan buah hatinya, Ivy dipaksa tunduk pada ancaman Ben yang kejam. Akankah Ivy mampu meloloskan diri dari cengkeraman pria berbahaya ini, atau justru terperangkap selamanya dalam dominasi Ben yang gelap?
Sampul Novel Berlian yang Tersamarkan
9.3
Dahulu pewaris manja, Evelyn jatuh miskin setelah dijebak putri asli dan diusir orang tua angkatnya. Namun, ia bangkit dengan mengungkap identitas rahasianya sebagai peretas, desainer, dan dokter jenius. Saat orang tua angkatnya menuntut hartanya, Evelyn menolak dengan tegas. Ia pun mencemooh mantan tunangannya yang memohon kembali. Di tengah kemenangannya, seorang pria berkuasa datang melamar, menawarkan masa depan baru yang tak terduga bagi sang berlian.
Sampul Novel Dibuang Suami Diratukan Boss
8.6
Delapan tahun menikah, Alya justru dikhianati suaminya sendiri karena dianggap mandul. Ia bahkan dijual kepada penguasa kota demi melepaskan beban tanggung jawab. Namun, takdir berkata lain saat Alya dinyatakan hamil setelah pertemuan malam itu. Kini ia terjebak di antara masa lalu yang menyakitkan atau memulai hidup baru dengan pria asing yang merupakan ayah biologis bayinya. Mampukah Alya menuntut keadilan atas segala penderitaan yang ia alami?
Sampul Novel Dosa Dalam Pelukan Brondong
7.9
Sheana, istri pengusaha kaya berusia 35 tahun, terjebak dalam pernikahan dingin yang hampa. Kesepian membawanya bertemu Ellandra, pemuda 23 tahun yang memikat di sebuah klub malam. Meski awalnya hanya pelarian, Sheana mulai mempertaruhkan rumah tangganya demi pesona Ellandra yang menggoda. Namun, hubungan ini terancam oleh rahasia besar sang suami, kehadiran kekasih Ellandra, serta masa lalu kelam. Di tengah gairah terlarang, Sheana harus memilih sosok yang benar-benar menghidupkan jiwanya.
Sampul Novel Istri Di Atas Kertas Sang CEO
8.1
Demi kesembuhan ibunya, Shania yang baru berusia 19 tahun terpaksa menjadi istri kontrak Steven, seorang CEO perusahaan limbah kimia yang dingin. Steven sebenarnya enggan berurusan dengan wanita, namun ia tak kuasa menolak tuntutan adiknya. Ia pun menawarkan satu miliar rupiah kepada Shania dengan syarat sang gadis bersedia diperbudak melalui perjanjian tertulis. Kini, Shania harus bertahan menghadapi berbagai taktik kejam Steven dalam pernikahan formalitas mereka.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Sania terjebak dalam kesepakatan pernikahan dengan Devandra Adiwiyatama demi memenuhi wasiat sang ayah. Meski ditentang keras oleh ibu Devan, Nyonya Hartati, Devan tetap memaksa Sania memenuhi kewajibannya sebagai istri untuk memberikan keturunan. Sania yang gugup tak berdaya melawan kontrak yang telah ia tandatangani. Akankah benih cinta tumbuh di tengah tuntutan ini, ataukah Devan akan melepaskan Sania setelah tujuannya memiliki ahli waris tercapai?