
GAIRAH CINTA PARTNER KERJA
Bab 2
Setelah kepergian Ozzie, seorang cowok datang ke rumah Avanty dengan mobil mewah. Avanty menantinya dengan senyum manis. Cowok itu langsung memeluk Avanty dan mencium bibir gadis itu dengan penuh gairah. Seluruh hasrat yang tadi bisa lepas, bisa dilepaskan pada cowok yang barusan datang.
*
Ozzie tiba di rumah belum terlalu sore. Ia membersikan rumah dan memasak makan malam karena makanan yang tadi pagi sudah habis dimakan oleh adik-adiknya siang tadi. Meski hanya telor dadar, namun mereka tidak pernah mengeluh. Ibunya pulang menjelang malam dan biasanya mereka langsung makan bersama.
Sambil menunggu ibunya pulang Ozzie langsung bekerja di depan laptopnya untuk menulis cerita atau apa pun juga. Ia harus bisa melakukannya setiap hari agar bisa menghasilkan rupiah yang dapat membantu ibunya.
Selesai melakukan pekerjaan rumah lainnya ia langsung masuk ke kamar untuk belajar. Ia harus bisa mendapatkan beasiswa penuh supaya bisa kuliah. Jika tidak, ia terpaksa harus menunda satu tahun sambil bekerja. Ozzie sebenarnya tidak perlu bersusah payah dalam belajar, karena sebentar saja ya sudah bisa menghafal dan ia termasuk cepat dalam berhitung. Ia selalu menjadi juara umum di sekolah tapi tetap kalah pamor sama orang kaya yang ganteng.
♥♥♥
Sepulang sekolah Ozzie dan teman-temannya nongkrong di warteg belakang sekolah. Hari ini Avanty pulang sendiri dan Ozzie memilih untuk nongkrong sebentar sebelum sekolah.
“Zy, apa rencana lo selesai sma?” tanya temannya.
“Belum tau. Kalau dapat beasiswa kuliah, tapi kalo nggak dapat cari kerja dulu deh.”
“Zy, lo mah pinter, pasti bisalah dapat beasiswa,” sahut temannya.
“Eh lo nggak pulang sama cewek lo ya?” tanya teman yang lain.
“Nggak, dia pulang sendiri.”
“Lo tuh harus hati-hati sama tuh cewek Zy. Dia cuma manfaating kepinteran lo doang. Gue pernah ngeliat dia jalan berduaan sambil gandengan sama Roy, playboy kaleng krupuk itu,” kata temannya itu membuat Ozzie tidak suka.
“Jangan macem-macem lo. Dia langsung pulang kok,” sahut Ozzie.
“Lo nggak percaya sama gue? Noh tanya anak-anak lain, kita ngeliatnya rame-rame bukan sendiri.” Teman di sebelahnya melingkarkan tangannya di pundak Ozzie seperti ingin menenangkan Ozzie. Ia justru merasa tidak suka dan bergerak melepaskannya.
“Lo tau lah, cewek lo kan tajir, mungkin dia pengen cari yang tajir juga. Paling-paling setelah lulusan, dia minta putus.”
Ozzie berdiri dan ingin menonjok si mulut lancip itu, tapi temannya yang lain menahan Ozzie dan menenangkannya. Ia segera pamit pulang, karena tidak tahan mendengar kata-kata si mulut lancip.
Termakan oleh omongan si mulut lancip Ozzie tidak mengarahkan motornya pulang, ia justru sengaja melewai rumah Avanty. Ia melihat mobil mewah yang biasa terparkir di sekolah. Ozzie tahu siapa pemilik mobil tersebut. Darahnya langsung mendidih. Ia memutar balik dan memarkir motornya agak jauh dari rumah Avanty dan berjalan kaki ke sana. Ia melihat pintu rumahnya terbuka dan tanpa mengucapkan salam ia masuk ke rumah Avanty. Di ruang tamu tidak ada, orang Ozzie melangkahkan kakinya perlahan ke kamar Avanty. Pintu kamar itu tertutup, padahal biasanya jika Ozzie ada di sana pintu itu selalu terbuka. Pikiran Ozzie tidak tenang, emosinya meningkat. Ia berusaha mengendalikan semuanya agar ia tidak melakukan hal-hal bodoh. Ia mencoba membuka pintu kamar Avanty dan berharap itu tidak terkunci. Ia membukanya perlahan agar tidak mengagetkan orang yang sedang berada di sana. Matanya membulat sempurna demi melihat Avanty dan cowok paling playboy di sekolah sedang bermesraan. Setengah baju sekolah Avanty sudah terbuka dan salah satu dari bukit kembarnya sedang berada di mulut cowok itu. Avanty membelai rambut cowok itu dan mengeluar suara yang sangt menjijikkan.
“Avanty!” panggil Ozzie dengan nada tinggi. Kedua orang itu terkejut.
Avanty yang tidak menyangka Ozzie muncul di sana segera merapikan bajunya dan turun dari pangkuan cowok brengsek itu. Cowok itu hanya menyeringai dipergoki oleh Ozzie. Ozzie meninggalkan pintu tempatnya berdiri dan menunggu di ruang tamu. Avanty mengejar Ozzie dan menatap cowok itu yang berdiri menunggunya.
“Apa yang kamu lakukan?” Ozzie mentap Avanty dan mengepalkan tangannya. “Apa kamu sudah gila?”
Avanty mencoba menyentuh Ozzie tapi ditepis langsung olehnya karena ia merasa jijik.
“Ozzie, gue minta maaf.” Avanty berusaha meminta maaf dan mencoba memegang tangan Ozzie.
“Kamu nggak perlu minta maaf Avanty!” kata cowok yang tadi bersama Avanty. “Dia nggak pantas untuk kamu. Cowok miskin kayak dia nggak akan bikin bahagia!” tambahnya dengan pongah.
“Diem lo bangsat!” Bentak Ozzie.
“Berani lo sama gue pengemis!” cowok itu maju beberapa langkah dan bersiap melawan Ozzie.
Avanty menarik tangan Ozzie keluar dari rumah, ia tidak ingin ada perkelahian di rumahnya.
“Gue minta maaf, dan gue pengen kita putus.”
Ozzie memandang Avanty sinis.
“Kita beda status Zie, nggak bisa dilanjutin. Gue nggak bisa pacaran sama lo lagi. Sorry.” Kepala Ozzie mendadak pusing. Ia merasa terhina. Beda status.
Ozzie tidak terima. Ia segera melangkahkan kakinya keluar dari teras rumah yang biasa ia datangi. Dengan motor bututnya ia pergi meninggalkan tempat itu. Ozzie meluncur ke rumah sahabatnya. Ia berharap sahabatnya sudah pulang dari sekolah.
Arsa sedang bermain gitar di samping rumah saat Ozzie tiba. Ia langsung membanting tasnya dan menonjok tembok rumah Arsa.
“Roboh rumah gue coy!” tegur Arsa.
“Anjing. Roy Anjing!” gerutu Ozzie dan mengacaukan rambutnya.
Arsa tertawa. “Pasti lo udah tau kan.”
“Beneran Anjing!”
“Udah bro, lebih baik lo tau hari ini, dari pada nanti-nanti. Santai aja bro!” Arsa menarik tangan Ozzie untuk duduk di sebelahnya. “Udah lupain deh. Avanty bukan orang yang tepat buat lo. Orang kaya macam dia pasti mikir seribu kali buat pacaran lama-lama sama lo.”
“Lo udah lama tau soal Roy sama Avanty?”
“Lama sih nggak. Cuma udah dua kali gue sama anak-anak mergokin dia naik mobil sama Roy, sambil gelayutan kayak monyet.”
“Bangsat itu bilang gue pengemis. Dan gue diputusin karena beda status. Anjir, pacaran udah lebih dari 6 bulan, baru hari ini dia sadar kalo kita beda status.”
Arsa menepuk pundak Ozzie. “Lo ganteng bro, pinter lagi, tapi nggak cukup buat bikin cewek beneran jatuh cinta sama lo. Lo tetep butuh duit yang banyak. Udah nggak usah cengeng. Orang susah kayak kita gini, realistis ajalah. Nih nyanyi.” Arsa menyerahkan gitar pada Ozzie yang menerimanya malas-malasan. Ia mulai memetik senar gitar dan menyanyikan lagu patah hati.
*
Tak terasa waktu berlalu. Masa patah hati Ozzie dilewati hanya seminggu. Ia merasa bukan dirinya yang rugi melainkan Avanty. Ia jauh lebih menghargai Avanty dari pada Roy yang hanya mengandalkan nafsu. Ozzie bisa lebih fokus pada pelajaran dan berusaha mendapatkan nilai-nilai bagus. Ia mengejar beasiswa dari mana saja, supaya pendidikannya tidak berhenti. Ozzie berharap salah satunya akan memberikan ia beasiswa penuh sehingga ia tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali.
Ozzie sangat bersyukur ia masuk ke universitas negeri yang ada di kotanya dengan beasiswa penuh dari sponsor. Ozzie tidak perlu meninggalkan keluarganya, hanya butuh waktu yang lebih panjang saja dari rumah ke kampus. Ozzie tidak peduli, ia sangat bangga bisa diterima di universitas itu sehingga ia bisa membangun harga dirinya dan keluarganya.
Beasiswa penuh yang diterima Ozzie membuatnya tidak perlu pusing akan biaya apa pun. Dari hasil menulisnya ia mempunyai tambahan uang dan tidak perlu lagi meminta pada ibunya. Ia tidak lagi hanya menulis cerita pendek atau novel, tapi juga menulis artikel sehingga ia bisa mendapatkan uang lebih banyak lagi. Dunia digital memudahkannya untuk mengembangkan bakatnya sekaligus memberikan penghasilan yang lumayan.
Ozzie masuk ke fakultas tehnik, di mana mayoritas mahasiswanya adalah laki-laki. Sangat minim perempuan di sana, jika ada pun pasti sudah jadi pacar orang. Ozzie bersama teman-temannya biasanya menghadiri acara fakultas lain yang mahasiswinya lebih banyak. Ozzie sebenarnya malas patah hati, ia memilih sabar sampai bisa bekerja kantoran dan punya penghasilan untuk pacaran lagi.
Ditahun kedua, juniornya jatuh hati pada Ozzie. Ia mendekati Ozzie dengan cara yang amat dapat diketahui oleh siapa pun. Ozzie juga tertarik pada gadis itu, dan Ozzie tidak mau melakukan kesalahan yang sama. Ia memberitahu dulu keadaannya kepada gadis dengan sejujur-jujurnya. Ozzie tidak mau ditinggal pas sedang sayang-sayangnya. Prisa siap menerima Ozzie apa adanya. Dan akhirnya mereka jadian. Setelah menjalani pacarana beberapa bulan, Ozzie menyadari bahwa Prisa bukan gadis biasa. Ayahnya pengusaha terkenal dan keluarga sangat kaya raya. Lebih kaya dari Avanty. Ozzie merasa sedikit minder, namun Prisa sangat baik dan tidak memedulikan status Ozzie.
Anda Mungkin Juga Suka





