
Gadis Simpanan
Bab 2
"Nona!" Pelayan yang berada di Villa tersebut tampak panik saat tidak ada sahutan sama sekali dari Rachel. Karena dia ditugaskan untuk mengurus Rachel oleh tuan Daren. Rachel tidak diizinkan keluar dari Villa itu. Oleh sebab itu tersebut ditugaskan untuk menjaga dan mengurus Rachel agar tidak kabur dari vila tersebut.
"Nona!" Panggilnya sekali lagi karena masih saja tidak ada sahutan sama sekali. Membuat pelayan yang bernama Sari tersebut merasa sangat takut akan terjadi sesuatu pada Rachel.
Untuk menghilangkan rasa ketakutannya, Sari lalu mencoba untuk membuka pintu kamar tersebut yang ternyata tidak dikunci sejak tadi. Andai dia tahu sejak tadi tentu saja dia tidak akan menunggu jawaban dari Rachel. Hingga dia merasa sangat cemas.
"Nona! Apakah anda baik-baik saja?" tanya Sari saat tidak melihat adanya Rachel di dalam kamar tersebut. Namun dia mendengar ada suara air dari kran di kamar mandi. Sari menduga jika Rachel ada di dalam. Karena di atas ranjang tidak ada Rachel.
Kemudian Sari berinisiatif untuk membuka pintu kamar mandi. Ternyata dikunci dari dalam, membuat Sari panik dan takut terjadi sesuatu pada Rachel. Lalu Sari keluar dari kamar tersebut untuk mencari kunci cadangan kamar mandi agar bisa dibuka dan tahu keadaan Rachel di dalam kamar mandi.
Selang beberapa menit akhirnya Sari berhasil menemukan kunci dan dia bergegas untuk membuka pintu kamar mandi tersebut. Jantungnya berpacu lebih cepat dari biasanya saat mengetahui Rachel ada di dalam kamar mandi dan tidak mau menjawab. Namun saat tangannya baru saja mau memasukkan kuncinya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Sari terkejut tentu saja. Ada Rachel yang sedang menggunakan bathrobe mandinya. Dengan rambut yang dibungkus handuk karena basah.
"Nona, kenapa anda tidak menjawab saya? Saya panik tau saat Nona tidak mau menjawabnya," ucap Sari seraya menatap panik pada Rachel yang kini sedang berdiri di hadapannya.
"Memangnya ada apa Bu?" tanya Rachel yang baru pertama kali bertemu dengan wanita paruh baya yang terlihat sangat ramah padanya. Rachel tidak tahu jika wanita yang ada di hadapannya itu adalah kepala asisten rumah tangga yang bertugas di Villa mewah itu.
"Maaf Nona, jangan panggil saya Bu. Saya pembantu di sini. Jadi panggil saja saya bibi!" seru Sari yang merasa tidak enak hati saat Rachel memanggilnya dengan sebutan Bu. Sebab Sari hanya takut jika sampai terdengar dengan tuan Daren yang sangat dingin.
"Jadi Bibi kerja di sini? Kalau begitu apakah saya bisa minta tolong pada anda agar saya bisa keluar dari sini?" tanya Rachel seakan memohon pada Sari agar mau membantunya keluar dari Villa mewah tersebut. Rachel merasa takut saat tadi malam Daren menghajarnya di atas ranjang tanpa ampun dan jeda sehingga membuat kesuciannya terenggut begitu saja. Harapannya untuk dipersembahkan pada suaminya kelak sudah tidak gagal sebab Daren yang melakukannya. Rachel tidak menyangka jika dia malah masuk ke kandang buaya. Dia pikir dia akan selamat dari jerat pamannya yang suka berjudi. Rachel salah sangka.
Sari terkejut saat mendengar permintaan Rachel barusan. Baru kali ini dia melihat wanita yang dibawa ke Villa tersebut oleh Daren. Dia tidak menyangka jika Rachel akan meminta hal tersebut yang tentu saja tidak bisa dia kabulkan.
"Maaf Nona, saya tidak bisa mengabulkan permintaan anda. Sebab tuan Daren memerintahkan pada saya agar menjaga anda dan menyediakan segala macam yang anda inginkan selama berada di sini," jelas Sari agar Rachel sadar jika dirinya tidak bisa pergi dari tempat itu. Perasaan takut seketika muncul begitu saja.
"Berarti saya dikurung di sini Bi? Tapi saya takut." Rachel mengatakannya dengan lirih. Dia takut sekali jika bertemu dengan Daren lagi. Kemudian Rachel melangkah untuk berpindah tempat dari pintu kamar mandi. Sari pun lantas mengikuti Rachel dari belakang.
"Nona tidak perlu takut. Tuan Daren baik kok. Saya ke sini tadi ingin bertanya pada Nona ingin makan apa pagi ini?" tanya Sari. Dia ingin memastikan jika Rachel ingin makan apa agar tidak kelaparan. Sebab jika Rachel kelaparan pagi ini maka Daren akan sangat marah. Tadi Daren sudah mewantinya agar segera menemui Rachel di kamar. Sari merasa heran, bukankah tuan Daren sudah memiliki istri. Apakah wanita yang saat ini dibawanya ke Villa adalah istri tuan Daren? Karena Daren tidak pernah membawa istrinya ke Villa tersebut. Sehingga Sari tidak bisa mengenal lebih jelas.
"Apa aja Bi, akan saya makan." Rachel pun langsung duduk di sisi ranjang. Dia bingung harus memakai baju apa. Sebab bajunya yang tadi malam telah dirobek oleh Daren, lagipula dia tidak bisa memakai itu lagi.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Nona," ucap Sari seraya meninggalkan Rachel sendirian yang kini sedang berdiam diri di kamarnya karena bingung harus memakai baju apa. Sedangkan di kamar itu sepertinya tidak ada baju wanita satu pun.
Rachel merasa jenuh, dia ingin sekali memakai baju. Dia segera beranjak dari ranjang yang masih terlihat berantakan bekas pergulatannya dengan Daren tadi malam. Sejenak membuat Rachel kembali teringat, betapa beringasnya seorang Daren saat menyetubuhinya tanpa ampun. Rasa kagumnya pada sosok Daren sebelumnya yang telah menolong dirinya dari jeratan sang paman pun mendadak berubah menjadi rasa benci.
'Aku mau pakai baju apa coba, di sini nggak ada baju wanita sama sekali. Huh, menyebalkan. Andai saja hidupku tidak susah pasti aku tidak akan terjebak di tempat Villa mewah ini.' Rachel bergumam sendiri sambil tangannya sibuk memilah-milah isi lemari yang baru saja dibuka. Hanya ada pakaian kemeja lelaki di dalamnya yang berukuran besar. Lalu, dengan terpaksa Rachel mengambil kemeja berwarna putih yang Rachel tebak milik Daren. Rachel sendiri tidak tahu namanya siapa pria yang sudah merenggut kesuciannya itu.
'Pakai ini aja deh, dari pada nggak pakai baju sama sekali. Tapi aku nggak punya dalaman. Ah, kenapa hidupku selalu menyusahkan seperti ini. Apa yang sebenarnya pria itu inginkan. Kenapa juga dia mengurungku di sini.' Rachel kembali bergumam sambil menutup kembali lemari tersebut sambil membawa kemeja yang sudah dipilih untuk dipakai.
Hingga akhirnya terdengar suara pintu dibuka, membuat Rachel mengalihkan atensinya sejenak lalu dia menyelesaikan memasang kancing kemejanya tersebut. Setelah selesai Rachel berjalan untuk membuka pintu kamarnya. Tangannya terulur meraih handle pintu. Terlihat ada Sari yang sedang membawa nampan yang berisi sarapan untuk Rachel. Sari ditugaskan untuk mengawasi dan menyiapkan kebutuhan Rachel.
"Ini sarapan untuk Nona. Oh ya nanti akan ada baju buat Nona Rachel. Tuan Daren sedang membelikan untuk anda." Sari memberitahu pada Rachel seperti yang diucapkan Daren melalui ponselnya tadi.
Anda Mungkin Juga Suka





