
Gadis Simpanan
Bab 3
Ternyata apa yang dikatakan oleh Sari benar jika Daren akan memberikan baju untuk Rachel. Buktinya sopir Daren kini membawa beberapa paper bag yang berisi baju untuk Rachel. Sari menerimanya dan memberikannya pada Rachel. Sari kembali lagi ke kamar Rachel setelah dia selesai mengantarkan makanannya tadi. Kini Sari sudah berdiri di depan pintu dan ingin mengetuknya terlebih dahulu. Namun sebelum diketuk pintu itu sudah terbuka. Menampilkan sosok Rachel yang kini sedang berdiri dengan membawa nampan bekas tempat makanannya tadi. Sari merasa tidak enak, bisa-bisa Daren akan marah jika tahu Rachel memegang alat itu.
“Nona! Tidak usah dibawa keluar, biar saya saja yang akan membawanya ke dapur.” Sari langsung melarang Rachel yang sedang memegang bekas tempat makannya. Sari kemudian meletakkan paper bagnya terlebih dahulu ke dalam kamar yang saat ini ditempati oleh Rachel. Rachel hanya mengikuti kemana arah Sari akan melangkah. Dia masih berdiri tegak di ambang pintu.
“Maaf, itu apa ya Bi?” tanya Rachel lirih, dia penasaran dengan isi dari paper bag tersebut. Setelah itu nampan yang berisi tempat bekas makannya diambil alih langsung oleh Sari. Rachel pun menyerahkannya.
“Itu baju buat Nona. Tadi tuan yang belikan, silahkan dipakai Non. Nanti kalau tidak dipakai saya yang akan dimarahi tuan,” ucap Sari memberitahu. Dia kemudian membungkukkan badannya karena ingin pamit dari tempat tersebut dan akan meneruskan kegiatannya di dapur tadi. Sari teringat dengan pesan Dari tadi malam jika dirinya harus menjaga dan merawat Rachel Apapun kegiatan Rachel hari ini harus dilaporkan kepadanya. Sebab Daren tidak akan datang lagi ke tempat itu untuk sementara waktu. Dia akan tinggal di rumahnya sendiri bersama sang istri.
Sepeninggalnya Sari, Rachel langsung masuk ke dalam dan memperhatikan beberapa paper bag ynag berjejer rapi. Setelah mendekat, Rachel membukanya satu persatu. Ternyata berisi baju wanita dan ada make up, ada pakaian dalam juga. Rachel langsung mengambil pakaian dalam tersebut lalu melihat ukurannya yang ternyata sangat pas. Membuatnya langsung melotot tak percaya sehingga dia langsung memerah karena malu. Rachel heran, kenapa bisa Daren tahu jika ukuran pakaian dalam miliknya adalah segitu. Ukuran yang sangat pas. Rachel malu, karena ukurannya bukan kecil melainkan besar. Sehingga hal itu lah yang membuatnya malu. Ya, Rachel memiliki ukuran dada yang lumayan besar.
‘Kenapa dia bisa tau, bikin malu aja. Andai aku nggak di sini pasti nggak akan ada lelaki yang tau berapa ukuran braku. Sial, kenapa jadi seperti ini hidupku.’ Batin Rachel yang merasakan malu akibat Daren membelikan dalaman untuknya yang pas di tubuh.
Tak ingin memikirkan hal itu lagi. Kini Rachel segera melepas kemeja yang saat ini sedang digunakannya sejak tadi. Rachel tidak memakai apapun di dalamnya. Tangannya kemudian meraih benda yang sejak tadi membuatnya malu dan tak lupa setelah itu Rachel segera memilih baju-baju yang ada di paper bag tersebut. Semuanya berisi dress sehingga membuat Rachel merasa kurang nyaman. Apalagi dress yang digunakannya saat ini adalah dress simpel namun sangat pendek. Sehingga Rachel yang tidak biasa memakai baju seperti itu merasa tidak nyaman. Malu lebih tepatnya.
***
Malam harinya, di kediaman Daren saat ini sudah tampak sepi. Sepertinya anak Daren sudah terlelap. Daren merangkul tubuh istrinya begitu tiba di rumahnya. “Kamu baru pulang Mas? Tumben, biasanya kamu pulangnya sore, atau kamu lagi ketiduran di kantor Mas?” Sarah, sang istri Daren sedang mengomentari kepulangan suaminya tercinta.
“Tadi lagi lelah di kantor, makanya kerjaan aku serahkan ke Bayu. Dia mau. Tinggal dikit soalnya.” Daren menjawab pertanyaan istrinya tersebut seraya mengajaknya ke kamar. Lalu mereka berdua sudah ada di dalam kamarnya saat ini yang berada di lantai dua.
“Jangan terlalu memberi Bayu pekerjaan banyak, dia juga butuh untuk mencari pasangan Mas. Kamu enggak kasihan sama dia?” tanya Sarah sambil tangannya sibuk menata tas yang tadi dibawa oleh Daren dari kantornya. Daren bekerja di kantor peninggalan almarhum papanya. Kini dia yang bertugas untuk meneruskan perusahaan papanya.
“Kalau dia enggak disibukkan nanti malah pacaran terus, enggak bisa serius dengan wanita. Biarlah, lagian dia setuju aja kok,” sahut Daren sambil tangannya melepas kancing kemejanya satu persatu. Daren lalu meletakkannya ke tempat pakaian kotor. Karena jika tidak seperti itu maka Sarah akan marah. Sarah tidak mau melakukannya untuk Daren.
Sarah diam, kemudian dia duduk di depan meja rias. Melanjutkan rutinitasnya setiap malam, memakai krim malam dan juga hand body untuk merawat wajah dan tubuhnya. Sarah ingin sellau tampil cantik sehingga dia tidak ingin melewatkan hal itu. Daren yang melihat itu langsung mendekati istrinya yan terlihat sangat cantik. Sehingga membuat gairahnya timbul tanpa permisi.
“Kamu malam ini wangi banget sih, cantik lagi. Enggak bosen cantik terus?” ucap Daren sambil memeluk tubuh Sarah yang saat ini sedang sibuk membaluri tangannya dengan lotion. Daren sesekali mengecup tengkuk Sarah, namun hal itu membuat Sarah tak nyaman dan risih saat ini. Sebab dia sedang merawat dirinya. Tidak ingin diganggu.
“Mas! Minggir dulu, aku masih pakai lotion nih. Kamu nggak mandi dulu? Sana mandi dulu!” ucap Sarah sambil melepaskan tangan Daren dari tubuhnya. Daren terkekeh, dia pun langsung menuju ke kamar mandi untuk menghilangkan bau dan lengket di tubuhnya setelah seharian beraktifitas. Namun saat dia meraih handuk di dekat lemari, tiba-tiba pikirannya kembali teringat dengan gadis yang tadi malam sudah membuatnya dimabuk kepayang. Bahkan Daren tidak pernah bercinta senikmat tadi malam saat bersama Rachel, gadis yang ditolongnya dengan cara menebus dari pamannya sendiri. Hal itulah yang membuat Daren berbuat sesukanya pada Rachel.
‘Gila, kenapa bisa aku kepikiran gadis itu lagi. Dia hanya gadis yang aku tebus dari pamannya. Tidak lebih. Tapi kenapa dia bisa membangkitkan gairahku lagi saat membayangkan wajahnya saja.’ Daren membatin. Dia merasa hawa panas dingin di tubuhnya. Membuat Daren kesal dan buru-buru mandi. Setelah ini Daren akan bercinta dengan istrinya.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Daren sudah selesai mandi. Rambutnya terlihat basah dan bulir air sisa mandinya menetes dari wajahnya. Daren memiliki tubuh atletis sehingga Sarah yang sudah menjadi istrinya empat tahun saja masih terpesona dengan pemandangan yang saat ini ada di depan matanya.
Daren mengeringkan rambutnya, sesekali dia mencipratkan percikan air dari rambutnya ke wajah Sarah. Sehingga membuat Sarah menekuk wajahnya karena kesal. Tetapi hal itu malah semakin membuat Daren gemas. Dia langsung menerjang istrinya untuk melakukan percintaan panasnya. Dalam hatinya dia merasa bersalah sekali karena telah bercinta dengan wanita lain selain Sarah. Maka malam ini dia akan melakukan hal itu agar Sarah tidak tahu apa yang dia lakukan tadi malam dengan Rachel.
Anda Mungkin Juga Suka





