Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Mengalami gangguan gairah parah membuat wanita ini harus diperiksa di atas ranjang pasien. Namun, proses medis itu terasa janggal saat sang pemeriksa terus meraba tubuhnya dengan intim. Di tengah keputusasaan dan permohonan ampun yang diabaikan, ia memutuskan menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia saat menyadari sosok itu bukanlah dokter, melainkan dosennya sendiri. Belum sempat mencerna situasi tersebut, sang dosen justru merangsek maju dan mendesaknya dengan kasar tanpa ampun.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Nggak ... jangan, bagian bawahku sudah nggak muat lagi, huhuhu!"

Di atas ranjang pasien, aku menunggingkan bokongku yang putih bersih. Dokter sedang membantuku memeriksa masalah gangguan gairah parah yang kuderita.

Namun, dia seolah sedang mempermainkanku. Telapak tangannya tak henti meremas bokong kencangku, bahkan memasukkan jarinya ke dalam.

Semakin aku memohon ampun, dia tampak semakin bergairah.

Tak tahan lagi, aku menoleh ke belakang. Siapa sangka, dia bukan dokter! Bukankah dia itu dosenku?

Detik berikutnya, dia mendesak maju ke arahku dengan kasar!

Namaku Lidia Yerdi. Sejak kecil, aku tersiksa oleh gangguan gairah tubuh.

Orang-orang selalu menganggapku gadis baik-baik, padahal hanya aku yang tahu betapa kuatnya hasratku terhadap pria.

Hanya dengan melihat pria bertubuh kekar, celanaku bisa mendadak basah tak tertahankan.

Sejak kuliah, gangguan ini semakin tidak terkendali.

Terkadang, gesekan saat berjalan saja bisa membuatku "klimaks" tanpa sengaja.

Orang lain mungkin mengira aku mengompol.

Penyakit ini benar-benar mengganggu kehidupanku sehari-hari.

Aku pun menceritakan keluhanku pada dosenku, dan dia menyarankan agar aku memeriksakan diri ke rumah sakit.

Hari ini, aku datang ke rumah sakit ginekologi. Setelah mendaftar, aku pun berbaring di ranjang periksa.

Melihat ruangan yang kosong dan mencium aroma hormon maskulin yang memenuhi udara, aku mulai merasa gatal lagi.

Di antara kedua kakiku rasanya seperti ada semut yang merayap masuk. Isi kepalaku penuh dengan bayangan pria.

Rasanya menyiksa sekali ....

Mumpung tidak ada orang, aku tak tahan untuk tidak memasukkan tangan ke balik rok.

Aku memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang berkembang dengan sangat seksi.

Kaki-kakiku jenjang dan ramping, terutama sepasang "bukit" ini. Bahkan saat berbaring pun rasanya hampir meledakkan pakaianku.

Sungguh sangat cantik, tapi malah punya penyakit seperti ini.

Tepat saat itu, pintu kamar rawat terbuka.

Seorang pria mengenakan jas putih dokter masuk. Dia menunduk, sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

Aku segera menarik tanganku, jemariku masih bersimbah noda lengket.

Sejujurnya, sangat memalukan jika penyakit ini sampai diketahui orang lain.

Bahkan di depan dokter pun, aku masih merasa sungkan.

"Berbaring, tengkurap dan nunggingkan bokongmu. Aku akan memeriksa bagian bawahmu," perintah dokter itu.

Aku berbalik dan tengkurap di ranjang, mengangkat pinggulku tinggi-tinggi.

Pose ini membuatku semakin malu, karena aku belum pernah melakukannya di depan lawan jenis.

Area di antara kedua kakiku sudah sedikit basah.

Yang lebih membuatku tersipu adalah saat dokter tiba-tiba menarik celanaku dan menyentaknya ke bawah dengan kuat.

Seketika, dua belah bokong yang putih dan bulat pun terpampang nyata.

"Ah ... apa harus buka celana juga?"

Mungkin karena merasa lucu dengan pertanyaanku, dokter itu terkekeh.

"Bagaimana aku bisa memeriksa kalau kamu nggak buka celana?"

"Tapi, tapi ...." Melihat bagian bawahku terekspos sepenuhnya di depan lawan jenis, aku merasa merinding di sekujur tubuh.

Lebih gawat lagi, rasa candu itu mulai kumat dengan hebat. Tubuhku didera rasa gatal yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Aku takut tiba-tiba akan "menyemprot".

"Jangan khawatir. Dokter punya etika medis. Ini memang pekerjaan kami, jadi nggak akan berpikiran macam-macam padamu."

Mendengar hal itu, aku sedikit tenang. Menjadi dokter adalah panggilan suci, mungkin aku saja yang terlalu sensitif.

Aku pun menahan rasa gatal yang menyiksa itu dan tetap menungging tinggi-tinggi untuk diperiksa.

Detik berikutnya, kedua telapak tangannya yang kasar menyentuh bokong kencangku.

Dia ternyata tidak memakai sarung tangan!

Biasanya dokter memakai sarung tangan putih saat memeriksa pasien, tapi tangan besar yang kasar dan hangat ini justru mengelusku. Seketika, aku merasa hampir tidak tahan lagi.

Tubuhku yang memang sudah gatal, kini terasa seperti gunung berapi yang siap meletus. Seluruh organ tubuhku rasanya seperti terbakar.

"Dokter, uh ... kenapa Anda nggak pakai sarung tangan?"

"Oh, ini agar bisa memeriksamu dengan lebih baik dan membantumu pulih."

Demi kesembuhan, aku terpaksa membiarkan dokter itu memeriksa bokongku. Aku hanya perlu bersabar sebentar lagi agar bisa terbebas dari penderitaan ini.

Memikirkan hal itu, aku mengatupkan gigi rapat-rapat, berusaha melawan rasa gatal yang menusuk.

Namun, teknik dokter ini benar-benar aneh.

Ini tidak terlihat seperti pemeriksaan medis.

Malahan terlihat seperti ... pelecehan?

Telapak tangannya sedikit menekan, menggosok kedua belah bokongku dengan gerakan melingkar yang lembut.

Tangan kasarnya yang menyapu kulit halusku, justru memberiku rasa nyaman yang unik.

"Uh ... emm ...." Aku tak sengaja mengerang lirih. Hasrat dalam tubuhku semakin menggebu.

Tak cukup sampai di situ, dokter itu meremas bokongku dengan kuat. Bokongku yang kenyal, berubah bentuk di bawah remasannya.

Bahkan, terdengar suara decak kagum dari mulut dokter itu.

"Kencang sekali, sangat lembut ... enak sekali dipegang."

Seketika, seluruh tulangku terasa lemas dan nikmat. Tanpa sadar, aku mengangkat pinggulku lebih tinggi.

Aliran hangat pun mengalir keluar tak tertahankan.

Mengapa ini bukannya menyembuhkanku, tapi malah membuatku makin tersiksa?

"Dokter, teknik Anda ... kenapa aneh sekali? Rasanya seperti sedang ... merabaku."

Dokter itu baru tersadar dan berkata padaku, "Ini adalah tahap awal pengobatan. Aku sedang memancing keluar hasrat di tubuhmu. Setelah semua hasratmu tercurahkan, baru kita bisa mengobatinya sampai ke akar."

Meski kata-katanya terdengar janggal, dia tetaplah seorang dokter, jadi aku terpaksa mempercayainya untuk sementara.

Kemudian, dokter itu menekuk satu jarinya dan mulai menyusuri belahan bokongku perlahan.

Rasanya seperti ada aliran listrik kuat yang menjalar dari tulang ekor, membuat seluruh tulang belakangku kesemutan nikmat.

Detik berikutnya, jari dokter itu sudah sampai di ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AMARAH DALAM SELUBUNG
9.5
Riana terjebak dalam pernikahan dengan pria beristri yang memanfaatkan dirinya melalui kekuatan gaib. Muak akan kebohongan tersebut, ia melawan hingga sang suami jatuh hati, namun Riana tetap menolaknya. Setelah mengusir pria itu, ia membesarkan putranya sendirian hingga sukses. Kini sebagai wanita kaya, Riana membalas dendam secara sistematis. Ia menggunakan ilmu gaibnya untuk menghancurkan kejayaan mantan suaminya hingga tak berdaya tanpa pria itu sadari.
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy hancur saat Janessa, kekasihnya, tewas menjelang pernikahan mereka. Dendam membara pun ia tujukan kepada Aluna Jaylee Morris yang dituduh sebagai penyebab kecelakaan itu. Murka melihat Luna masih bebas, Saga nekat menjadikannya pengantin pengganti demi menyiksa hidup gadis itu secara langsung. Luna pasrah menerima penderitaan asalkan orang terdekatnya aman. Namun, mampukah kebencian Saga bertahan saat kebenaran di balik tragedi Jane mulai terungkap?
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang berat akibat tuntutan sistem aneh yang mengikatnya. Ia sangat murka dan mengutuk perintah sistem yang menargetkan seorang gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski merasa sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, Dana merasa tidak berdaya untuk melawan otoritas sistem tersebut. Sambil meratapi nasibnya yang tragis, ia terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa mengelak sedikit pun.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama adalah suami miliarder yang sempurna hingga masa lalunya kembali membawa seorang putra yang sakit. Saat anak itu kritis, Baskara mengabaikan luka parahku demi menyelamatkannya. Aku kehilangan calon bayi kami dalam kesendirian tanpa kehadirannya. Saat ia kembali memohon agar aku menyetujui pernikahan palsunya dengan sang mantan demi keinginan terakhir putranya, aku melihat tanda cinta wanita lain di lehernya. Di tengah duka, aku pun menyetujuinya.
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Hati Deo hancur saat Freya memutuskan hubungan demi menikah dengan kakak kandungnya sendiri. Di tengah luka itu, ia bertemu Veren, gadis yang nyaris mengakhiri hidup akibat patah hati. Sebuah kesalahpahaman besar justru menyeret keduanya ke dalam pernikahan di usia muda. Kini, mereka terjebak dalam komitmen yang tak terduga. Mampukah Veren dan Deo saling menyembuhkan luka masa lalu dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Pernikahan Paksa
8.3
Cindy Caroline terjebak dalam nasib kelam saat dipaksa menikahi Brian Adam demi melindungi keluarganya. Alih-alih menjadi ratu di rumah sendiri, gadis muda ini justru diperlakukan layaknya pelayan. Brian adalah sosok pria kaya raya yang sangat arogan dan dingin. Jauh dari kebahagiaan ala negeri dongeng, kehidupan pernikahan ini justru menjadi penderitaan panjang bagi Cindy. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan batin di tengah kemewahan yang menyiksa ini?