Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Gadis Pecandu di Rumah Sakit

Mengalami gangguan gairah parah membuat wanita ini harus diperiksa di atas ranjang pasien. Namun, proses medis itu terasa janggal saat sang pemeriksa terus meraba tubuhnya dengan intim. Di tengah keputusasaan dan permohonan ampun yang diabaikan, ia memutuskan menoleh ke belakang. Betapa terkejutnya dia saat menyadari sosok itu bukanlah dokter, melainkan dosennya sendiri. Belum sempat mencerna situasi tersebut, sang dosen justru merangsek maju dan mendesaknya dengan kasar tanpa ampun.
Bab
Bagikan

Bab 2

Seketika, seluruh darahku terasa mendidih. Tubuhku gemetar tak terkendali, dan dari tenggorokanku keluar suara napas yang memburu.

Wajahku memerah padam, dan kedua kakiku mulai lemas.

Rasanya terlalu nyaman, hasrat dalam tubuhku melonjak gila-gilaan.

Aku mencengkeram seprei dengan kuat untuk melawan rasa geli yang luar biasa ini.

Disentuh bagian itu oleh lawan jenis dengan tangan kosong benar-benar memalukan.

Namun, di balik rasa malu itu tersembunyi gairah. Aku justru ingin sang dokter berbuat lebih kasar lagi.

"Nggak, jangan .... Dokter, aku sudah nggak kuat lagi, jangan masuk lebih dalam lagi."

Aku berbicara dengan susah payah sambil terengah-engah.

Rasanya setiap sel di tubuhku seperti diperas dan meledak seketika.

"Bagian ini memang sangat sensitif. Untuk menyelesaikannya, aku harus menggunakan metode khusus."

Metode khusus?

Sebelum aku sempat bereaksi, tiba-tiba terasa sentuhan lembut dan basah menyapu sepanjang celahku, meluncur naik turun dengan perlahan.

Ini ... lidah?

Aku sulit mempercayainya. Mana ada dokter yang mengobati pasien dengan cara seperti ini?

Namun, sensasi ini jauh lebih merangsang dan nyaman daripada jari tadi. Seribu kali lipat lebih nikmat!

Otakku terasa lumpuh karena kenikmatan yang membubung tinggi, hingga aku kehilangan kendali atas anggota tubuhku.

Aku hanya bisa terpaku membiarkan dokter itu melakukan "pengobatan" padaku.

Dokter itu menopang pinggulku agar aku tidak merosot karena kehilangan kendali.

"Berhenti, hentikan ... aku sudah nggak kuat lagi, hiks. Dokter, aku nggak mau berobat lagi, lepaskan aku."

Namun, dokter itu sama sekali tidak berniat berhenti. Sebaliknya, dia menjilat lebih kuat lagi, bahkan lidahnya berusaha masuk ke dalam.

Air mataku hampir jatuh, tapi tubuhku sama sekali tidak bisa diajak kompromi.

Ingin kabur pun tak bisa.

Dahiku penuh keringat yang menetes satu per satu ke seprei.

Dengan sisa tenaga, aku menoleh ke belakang untuk menghentikan pengobatan ini.

Begitu aku menoleh, rasanya seperti tersambar petir.

Pria ini bukan dokter! Bukankah dia dosenku?

Dia adalah Pak Gilion Andani, dosen yang menyarankanku untuk datang ke rumah sakit ini!

Seketika aku tersentak. Otakku langsung mengambil alih kendali tubuhku.

Aku membalikkan badan, meringkuk di sudut ranjang sambil memeluk lutut.

"Pa-Pak Gilion? Kenapa Bapak ada di sini?"

Gilion menjilat sisa noda lengket di bibirnya dan berkata, "Bapak ‘kan sedang mengobatimu. Jangan takut, kalau hasrat di tubuhmu sudah keluar semua, kamu akan sembuh."

Aku tidak percaya padanya. Dia jelas-jelas memanfaatkan kesempatan ini untuk melecehkanku.

Biasanya di kampus pun dia selalu menatapku dengan mesum, bahkan pernah mencuri pakaian dalamku.

Aku sudah lama tahu dia punya niat buruk padaku.

Namun, perasaan tadi sungguh terlalu kuat. Sampai sekarang aku masih bisa merasakan sisa-sisa kenikmatan itu.

Tubuhku terasa kosong, ingin diisi dengan kasar.

Namun bagaimanapun juga, dia adalah dosenku. Apalagi perbedaan usia kami hampir dua puluh tahun.

"Nggak, nggak boleh .... Pak Gilion, kita nggak boleh melakukan hal itu!"

Mulutku menolak, tapi jauh di dalam hati ada rasa kehilangan.

Gilion justru naik ke ranjangku, mendekat selangkah demi selangkah.

"Bapak hanya membantumu mengobati tubuhmu. Jadilah gadis penurut, buka kakimu, tinggal satu langkah terakhir lagi."

Sambil berkata demikian, dia mengulurkan tangan hendak menangkap kakiku.

Aku mundur beberapa langkah, lalu menyadari bahwa bagian seprei yang tadi kududuki sudah basah kuyup.

"Kamu sudah sebasah ini, pasti gatalnya sangat menyiksa, ‘kan? Jangan dipaksakan lagi, biar Bapak bantu menyelesaikannya, ya?"

Aku menggeleng tegas. "Bapak itu dosen, aku mahasiswa. Kita nggak boleh punya hubungan seperti itu!"

Namun, Gilion seolah kehilangan kendali nalurinya. Dia tiba-tiba mencengkeram kedua pergelangan kakiku dan menarik kedua kaki jenjangku hingga terbuka lebar.

"Jangan banyak omong! Mahasiswa seperti kamu ini memang terlahir untuk memuaskan dosenmu!"

Begitu kalimat itu selesai, dia menyentak rok pendekku hingga terlepas, memamerkan kedua paha yang polos.

Diperlakukan secara kasar justru membuat gangguanku kumat lagi.

Batinku berteriak gila, ingin diisi oleh pria di depanku ini.

Tanpa sadar, aku membuka kedua kakiku untuknya.

"Dasar gadis jalang, kamu suka yang kasar, ya? Hari ini aku akan membuatmu puas."

"Pak, yang ... yang kuat," erangku pelan.

Selanjutnya, dia dengan kasar memanggul kedua kakiku dan menerjang ke arah celah di antara kedua kakiku.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "B20517" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B20517
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AMARAH DALAM SELUBUNG
9.5
Riana terjebak dalam pernikahan dengan pria beristri yang memanfaatkan dirinya melalui kekuatan gaib. Muak akan kebohongan tersebut, ia melawan hingga sang suami jatuh hati, namun Riana tetap menolaknya. Setelah mengusir pria itu, ia membesarkan putranya sendirian hingga sukses. Kini sebagai wanita kaya, Riana membalas dendam secara sistematis. Ia menggunakan ilmu gaibnya untuk menghancurkan kejayaan mantan suaminya hingga tak berdaya tanpa pria itu sadari.
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy hancur saat Janessa, kekasihnya, tewas menjelang pernikahan mereka. Dendam membara pun ia tujukan kepada Aluna Jaylee Morris yang dituduh sebagai penyebab kecelakaan itu. Murka melihat Luna masih bebas, Saga nekat menjadikannya pengantin pengganti demi menyiksa hidup gadis itu secara langsung. Luna pasrah menerima penderitaan asalkan orang terdekatnya aman. Namun, mampukah kebencian Saga bertahan saat kebenaran di balik tragedi Jane mulai terungkap?
Sampul Novel Gue Bukan P*****
9.0
Dana terjebak dalam dilema moral yang berat akibat tuntutan sistem aneh yang mengikatnya. Ia sangat murka dan mengutuk perintah sistem yang menargetkan seorang gadis di bawah umur untuk misi tertentu. Meski merasa sangat muak dan menolak keras tuduhan sebagai pedofil, Dana merasa tidak berdaya untuk melawan otoritas sistem tersebut. Sambil meratapi nasibnya yang tragis, ia terpaksa mengikuti alur permainan gila ini tanpa bisa mengelak sedikit pun.
Sampul Novel Ketika Keabadian Runtuh: Kenyataan Pahit Cinta
9.7
Baskara Aditama adalah suami miliarder yang sempurna hingga masa lalunya kembali membawa seorang putra yang sakit. Saat anak itu kritis, Baskara mengabaikan luka parahku demi menyelamatkannya. Aku kehilangan calon bayi kami dalam kesendirian tanpa kehadirannya. Saat ia kembali memohon agar aku menyetujui pernikahan palsunya dengan sang mantan demi keinginan terakhir putranya, aku melihat tanda cinta wanita lain di lehernya. Di tengah duka, aku pun menyetujuinya.
Sampul Novel Mantanku, Kakak Iparku
9.1
Hati Deo hancur saat Freya memutuskan hubungan demi menikah dengan kakak kandungnya sendiri. Di tengah luka itu, ia bertemu Veren, gadis yang nyaris mengakhiri hidup akibat patah hati. Sebuah kesalahpahaman besar justru menyeret keduanya ke dalam pernikahan di usia muda. Kini, mereka terjebak dalam komitmen yang tak terduga. Mampukah Veren dan Deo saling menyembuhkan luka masa lalu dan menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga mereka?
Sampul Novel Pernikahan Paksa
8.3
Cindy Caroline terjebak dalam nasib kelam saat dipaksa menikahi Brian Adam demi melindungi keluarganya. Alih-alih menjadi ratu di rumah sendiri, gadis muda ini justru diperlakukan layaknya pelayan. Brian adalah sosok pria kaya raya yang sangat arogan dan dingin. Jauh dari kebahagiaan ala negeri dongeng, kehidupan pernikahan ini justru menjadi penderitaan panjang bagi Cindy. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan batin di tengah kemewahan yang menyiksa ini?