Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder

Gadis Nakal Miliarder

Serafhine Ariana menjalani profesi unik di dunia daring dengan menawarkan jasa khusus bagi pria tanpa harus mengorbankan kesuciannya. Meski banyak pelanggan merasa puas dan bersedia membayar mahal, Serafhine memiliki prinsip yang sangat teguh dalam bekerja. Ia hanya melayani satu klien untuk satu malam saja. Baginya, tidak ada kesempatan kedua bagi siapa pun, karena ia secara tegas menolak pesanan berulang meskipun ditawari imbalan yang sangat tinggi.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Mulai sekarang hubungan kita berdua berakhir!”

!!!

Air mata Serafhine kembali mengalir tak henti mendengar perkataan itu, “tidak bisa, Cliff, aku sangat mencintaimu! Bahkan aku bisa menerima kesalahanmu kali ini asalkan kau mau mengakhiri hubunganmu dengan Leandra.”

Percayalah, apa yang dikatakan Serafhine baru saja sangat terpaksa karena dia tak mau kehilangan Cliff. Rasa cintanya telah mendalam meski telah disakiti sampai separah itu. Asalkan Cliff tidak memutuskannya hanya karena kekhilafan semata atas dasar hasrat, Serafhine bisa menahan semua sakit di dalam hati.

“Dasar bodoh! Kau mau bersaing denganku dalam hal ini?” sosor Leandra memandang penuh keangkuhan, “dari penampilan kita jauh berbeda, terlebih kau tak bisa memberikan kenikmatan seperti yang aku berikan pada Cliff!”

“Dasar murahan! Kau sudah sama seperti pelacur di atas ranjang sana, tentu saja kau tak bisa sebanding denganku! Kesucianmu telah hilang, Lea!”

Leandra tertawa santai, “aku melacur pada kekasihku sendiri, itu wajar! Yang tak wajar adalah kamu, tidak bisa memberikan apa yang diinginkan oleh Cliff. Kau terlalu kuno! Jelek! Miskin! Tidak menarik sama sekali!”

“Kau!” Serafhine yang tak tahan dengan penghinaan itu mengulurkan tangannya ke arah rambut Leandra. Namun dengan cepat Cliff menghalangi, bahkan menarik kasar tangan Serafhine keluar dari dalam kamar mandi.

“Lepaskan aku!” bentak Serafhine mencoba melepaskan tangannya dan memberatkan tubuh melalui tumpuan kaki di lantai.

Upayanya sia-sia sebab rasa sakit di pergelangan tangan akibat cengkeraman kuat dari Clifford menghentikan perlawanannya. Dia meringis kesakitan, “sakit! Lepaskan tanganku, Cliff!”

“Pergi dari sini dan jangan pernah menemuiku! Hubungan kita telah berakhir!” bentak Clifford mengarahkan telunjuknya ke pintu bersamaan dengan kedua mata yang melotot.

“Cliff? Bagaimana kau bisa memperlakukanku seperti ini?”

“Apa kau tuli!? Aku tidak pernah mencintaimu, kau hanya pelampiasan sesaatku! Pergi!”

Kali ini Serafhine tak dapat membantah atau merendahkan diri lagi untuk mengemis cinta Clifford sebab penghinaan besar terhadap dirinya. Dia keluar membawa kekecewaan, kepedihan, dan kebencian di dalam hati.

Langit bahkan mewakili perasaannya saat ini. Di sepanjang jalan, hujan membasahi tubuhnya, menutupi air mata yang mengalir di pipi. Langkah kaki tak kuat lagi menopang tubuh setelah sekian jauh berjalan tanpa arah. Entah sudah berapa lama dia berada di bawah hujan deras itu.

Langkahnya terhuyung-huyung, pandangan di depan mata mulai kabur, terhalang oleh air hujan yang jatuh tanpa henti. Sepasang tangan dekil dan kusyuk akibat terlalu lama di air memegangi besi jembatan yang melintang.

Di bawah sana arus sungai besar berwarna coklat menyambutnya. Serafhine tersenyum bodoh, pikiran saat ini mendorong dia untuk segera melompat ke bawah sana, mengakhiri semua penderitaan. Namun tak ada lagi kekuatan untuk bergerak, dia hanya mampu mempertahankan tubuhnya untuk tetap berdiri.

“AAAAAARRRRGHHH!” Teriakan tak berdaya keluar dari mulut Serafhine. Berulang kali dia meneriaki nama Clifford dan Leandra dengan umpatan kasar, tapi deras hujan dan arus di bawah sana menutupi suaranya.

“Ha ha ha … bahkan melawan hujan saja aku kalah! Aku memang payah,” tawa bodoh Serafhine mengakhiri teriakan. Napasnya melambat, pandangan mata semakin kabur, tubuhnya perlahan jatuh ke jalan.

Dalam setengah sadar, dia melihat sebuah taksi berhenti di samping, seorang wanita yang keluar dari dalam sana membuat sudut bibirnya melengkung lalu berucap pelan, “Tante Ni … ya….”

***

“Kau baru saja sembuh, Serafhine. Pulihkan dulu kesehatanmu baru bekerja,” ucap wanita berusia empat puluh tahun mengambil pakaian yang hendak di masukkan ke dalam koper.

Serafhine menarik panjang napasnya lalu tersenyum, “kalau aku tidak tidak pergi bekerja rasa sakit ini akan lama sembuh.” Dia mengambil paksa pakaian dari tangan wanita itu lalu memasukkan ke dalam koper.

Bunyi retsleting menghentikan gerakkannya. Dia menatap wanita di depan. Kalau bukan karena tante Nia datang tepat waktu, dia pasti sudah membeku di tengah hujan. Selama dua minggu mendapatkan perawatan dari tante Nia, kesehatan Serafhine akhirnya boleh pulih, hanya saja luka batin belum bisa disembuhkan. Apalagi sampai sekarang Clifford benar-benar tidak pernah menghubunginya apalagi sekedar menanyakan kabar.

!!??

Bodoh! Berhentilah memikirkan lelaki brengsek itu! Batin Serafhine menyadarkan kembali diri sendiri untuk tidak memikirkan Clifford.

“Kau masih memikirkannya?” tanya Nia membuyarkan lamunan Serafhine.

“Seandainya Tante Nia tidak datang menolongku di jalanan saat itu, mungkin aku bisa melupakannya.”

“Dasar bodoh! Hanya orang mati yang bisa melupakan pengkhianatan lelaki berengsek itu!” tepis Nia menyentil dahi Serafhine tepat di bekas memar yang mulai menghilang.

“Akh!” Serafhine meringis kesakitan dalam senyumnya.

“Sakit?” Serafhine membalas dengan anggukkan atas pertanyaan Nia. “Kalau begitu ingatlah akan sakit ini dan …” jari telunjuk Nia mengarah ke dada Serafhine, “sakit di sini,” lanjutnya dengan tatapan tegas.

“Jangan terlalu percaya dengan lelaki! Terlebih jangan membiarkan dirimu jatuh ke dalam lelaki berengsek seperti Cliff, tidak-tidak!” Nia menggeleng, “bukan hanya Cliff, tapi semua laki-laki berengsek!”

“Tentu saja aku ingat! Jangan khawatir, Tante Nia, aku yang dulu telah mati. Sekarang yang kupikirkan hanya kebahagiaanku sendiri.”

"Memikirkan kebahagiaanmu memang harus, tapi apa kamu tak mau membalas penyebab rasa sakitmu sekarang?"

Serafhine menarik panjang napasnya, memikirkan segala macam pertimbangan untuk membalas pengkhianatan Cliff dan Lea. "Membalas mereka hanya masalah waktu dan kemampuan. Sekarang mungkin aku masih lemah, tapi akan ada waktu aku membalas semua ini di saat mereka mungkin telah melupakan keberadaanku!"

***

2 tahun Kemudian….

“Aaah! Ohhh! … yah! Lebih keras lagi!” pintah seorang lelaki menikmati jemari kecil berkulit mulus menggesek di pahanya.

“Seperti ini, Tuan?” suara halus yang terdengar membuat sang lelaki tersenyum merinding.

“Yah! Seperti itu … tidak! Lebih ke atas sedikit,” pintahnya dengan suara tertahan, “lebih cepat lagi!” tambahnya.

“Ooh!”

“Kau sangat hebat sayang!” puji sang lelaki dengan suara serak menahan nikmat, “bisa ke atas sedikit, tidak?”

Bibir merah itu melengkung perlahan. Kalimat pujian ini membuat hatinya sangat senang, seperti candu di telinga.

“Batasanku hanya sampai di sini, Tuan! Dan waktunya sudah melebihi perjanjian layananku."

Dengan berat hati lelaki itu bangkit dari pembaringannya sambil memperhatikan sang gadis,"kapan kau ada waktu lagi? Aku ingin menyewamu dengan harga yang lebih tinggi!"

"Maaf Tuan, layananku hanya sekali untuk satu klien. Dan aku tidak pernah menerima repeat order dari klien mana pun meski ditawarkan dengan harga tinggi!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Ava dan Jay terjebak dalam pernikahan paksa selama dua tahun. Sementara Jay terus berselingkuh, Ava membalasnya dengan memadu kasih bersama pria kaya dari keluarga terpandang. Meski keduanya mendambakan perpisahan, perceraian bukanlah sebuah pilihan. Jay pun akhirnya setuju membiarkan Ava menjalani hubungan tersembunyi dengan lelaki lain. Namun, mampukah rahasia besar ini bertahan selamanya tanpa terungkap ke permukaan? Akankah sandiwara mereka terus berjalan?
Sampul Novel Cinta Tersayat Dendam
9.5
Arta adalah wanita tangguh yang fokus pada karier meski sering diremehkan karena penampilannya yang bersahaja. Pernah dicampakkan akibat perbedaan kasta, ia bertekad membuktikan nilainya tanpa banyak bicara. Kehidupannya berubah saat bertemu Evan, seorang pengusaha duda sukses. Kini, mereka harus bersatu menyelidiki dalang di balik kekacauan perusahaan masing-masing, sembari berjuang mempertahankan cinta yang terus diterjang badai dan dendam masa lalu.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Grace adalah sekretaris berdedikasi yang dunianya jungkir balik saat kakak sang bos mulai mendekatinya secara intens. Meski semula bersikap acuh, satu malam tak terduga mengubah segalanya hingga ia sulit menampik pesona pria itu. Kini, Grace terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalisme atau mengikuti kata hati yang membara. Di balik kemewahan hidup penuh rahasia, ia harus memilih arah masa depannya dalam pusaran cinta yang rumit.
Sampul Novel Kembar Manis: Memuaskan Diri dalam Cinta Ayah
8.1
Demi biaya operasi sang ibu, Ningsih rela mengandung anak dari pria asing. Lima tahun berselang, ia kembali sebagai dokter anak sukses dan bertemu Charles, pria misterius dari masa lalunya yang membawa seorang putra. Kejutan tak berhenti di sana, seorang pria lain muncul membawa bayi perempuan yang diklaim sebagai darah daging Ningsih. Di tengah pusaran rahasia lama yang mulai terkuak, mampukah Ningsih menghadapi takdir rumit yang menantinya?
Sampul Novel Kutandatangani Dosa Mereka
9.0
Demi melindungi Hanaya yang hamil, Ferdi tega membujuk tunangannya, Tiara, untuk mengakui kejahatan yang tidak ia lakukan. Mengingat penderitaan di kehidupan sebelumnya—di mana penolakannya berujung pada penjara dan penyiksaan hingga mandul—Tiara kini memilih menandatangani surat pengakuan tersebut. Hanaya segera memfitnahnya di media atas pencurian rahasia dagang Perusahaan Lukito. Namun, plot berbalik saat Rian Lukito selaku penggugat justru mencabut tuntutan di persidangan dan berlutut untuk melamar Tiara.
Sampul Novel Obsesi Gila Sang Billionare
9.1
Mars Callesthene King adalah pengusaha sukses sekaligus penguasa dunia bawah yang kejam. Saat konflik bisnis pecah dengan keluarga Wright, ia justru terobsesi pada Vanylla Emerald Wright, putri musuhnya yang polos. Meski Vanylla membencinya dan berusaha menjauh hingga ke Inggris, Mars tetap mengejarnya dengan gila. Di bawah bayang-bayang perlindungan kakaknya, Jared, Vanylla terjebak dalam nafsu sang iblis. Akankah cinta muncul di tengah obsesi gelap yang menghancurkan ini?