Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Serani Gunawan memilih bercerai dari Agung demi mengakhiri pengkhianatan serta perlakuan buruk keluarga suaminya. Agung sangat menyesal setelah mengetahui bahwa CEO baru di tempatnya bekerja adalah mantan istrinya sendiri, yang selama ini merahasiakan kekayaannya. Kini, Agung dan selingkuhannya berusaha keras merebut harta Serani. Beruntung, Serani dibantu dua pria tampan nan kaya raya untuk menghadapi kejahatan mereka demi menemukan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 7

"Aku nggak menyangka kalau pemilik perusahaan ini adalah Ayahmu, Ran." Arief menyeruput kopi latte kesukaannya sejak dulu.

"Aku juga nggak menyangka kamu ikut andil mengembangkan perusahaan Papaku, Rief," sahutku sambil mengaduk lemon tea panas kesukaanku. Aromanya menguar menyegarkan.

"Yang nggak habis pikir itu gue. Selama bertahun-tahun kerja bareng. Baru ini tahu kalau Arief budiman anak Pak Ilham itu adalah teman satu SMA gue," lanjut Dido.

Kami tertawa. Sungguh kebetulan yang luar biasa bagi kami. Tiga sekawan di waktu SMA, kembali bersama setelah sekian tahun lamanya.

"Maklumlah. Selama ini gue belum pernah ikut meeting bareng direksi," ujar Dido.

"Tapi mulai sekarang, lo jadi asisten gue, Do! Ini perintah," tegasku.

"Siap, Bu CEO."

Arief ternyata sangat menguasai seluk beluk perkembangan perusahaanku. Pak Ilham, Ayah Arief selama ini juga sangat berjasa pada kemajuan perusahaan.

"Rief, aku minta kamu dampingi aku dulu selama beberapa bulan kedepan. Bisa?"

"Siap, Cantik. Apa sih yang nggak buat kamu," jawab Arief seraya mengedipkan sebelah matanya.

" Woi ..., bini orang tuh," sela Dido.

"Apa? Kamu udah menikah, Ran?" Arief terkejut mendengar ucapan Dido. Ia menatapku tajam seakan tak percaya.

"Iya, aku juga sudah punya anak," jawabku.

Kenapa aku seperti melihat kekecewaan pada raut wajah Arief. Ah, mungkin hanya perasaanku saja.

"Oke. Meeting kali ini sudah selesai. Tinggal persiapan acara malam perpisahan untuk Pak Beni minggu depan. Aku serahin semua pada Dido. Aku ingin semua karyawan dari semua divisi kita undang."

" Baik, Ra."

" Aku pamit ya." Aku berdiri dan menyalami dua pria di hadapanku.

"Ran, kamu bawa mobil?" tanya Arief.

Aku menggeleng. Sebenarnya Om beni menawarkanku untuk membawa mobil inventaris perusahaan. Tapi aku menolak. Belum saatnya.

"Ya sudah. Ayo aku antar," ajak Arief.

"Apa nggak merepotkan?"

"Tidak ada yang repot buat kamu, Rani." Arief menjawil hidungku.

"Heey ..! Kebiasaanmu dari dulu nggak berubah ya. Masih aja seneng jawilin hidung cewek-cewek," Arief terbahak- bahak melihat aku melotot.

"Cewek-ceweknya juga nungguin minta aku jawilin. Hahahaha ... Mana ada yang bisa menolak pesona orang tampan kayak gini."

"Dasar tuan sok tampan!" gerutuku. Walau sebenarnya aku mengakui Arief memang sangat tampan mempesona. Dulu aku pikir dia akan menjadi artis atau model.

"Kebiasaan dari dulu juga Lo berdua, kalau udah berduaan, lupa sama gue."

Kali ini aku yang terkikik melihat wajah kesal Dido.

Kami berpisah dengan Dido di area parkir.

Aku menaiki mobil mewah milik Arief.

Ia membukakan pintu mobilnya untukku. Sikapnya masih seperti dulu. Manis.

Sepanjang jalan kami lebih banyak berbincang mengenang masa lalu. Banyak hal indah dan lucu yang telah kami lewati bersama. Arief juga bercerita bahwa hingga kini dia belum menikah. Entah siapa nanti, wanita beruntung yang akan mendapatkan pria baik dan tampan seperti dirinya.

Karena masih siang, aku minta Arief menurunkanku di mall yang tidak jauh dari rumah. Aku ingin membeli beberapa pakaian kerja, dan perlengkapan make up. Mulai saat ini aku harus siap jika sewaktu-waktu ada panggilan rapat di kantor. Aku harus menyesuaikan penampilanku sebagai seorang CEO.

"Makasih tumpangannya."

Arief mengangguk. Ia tersenyum.

"Hati-hati, Ran," ucap Arief saat aku keluar dari mobilnya.

" Oke. Daah ....!" aku melambaikan tangan padanya.

Mobil arief pun berlalu. Lalu aku masuk ke dalam mall dan menuju beberapa toko.

Aku melihat sosok yang sangat familiar. Baju yang di pakai laki-laki itu tampak tidak asing bagiku. la menggandeng seorang wanita muda. Karena cukup jauh dari jarak tempat aku berdiri, wajah mereka tidak begitu jelas.

Karena penasaran, perlahan aku mendekat untuk memastikannya. Namun ramainya pengunjung membuatku kesulitan mendekati mereka. Dan akhirnya aku kehilangan jejak.

Aku tersadar bahwa ini adalah jam makan siang. Pantas saja pengunjung sangat ramai.

Setelah lelah berbelanja. aku putuskan untuk pulang. Karena sore ini Bu RT akan memperkenalkan saudaranya yang akan menjadi art di rumah.

Ketika turun dari taksi. Aku melihat mobil Mas Agung pun baru saja masuk ke halaman rumah. Sepertinya ia pulang lebih cepat hari ini.

Rumah nampak ramai. Ternyata ada Mbak Lastri dan anak-anaknya.

Mas Agung turun dari mobil. Mataku membelalak saat melihat pelakor itupun turun dari mobil suamiku.

Dan ... aku tambah terkejut lagi, saat melihat baju yang di pakai Mas Agung dan Yuyun persis sama dengan sosok yang aku lihat di mall tadi.

Dengan bangganya Yuyun melangkah menjinjing belanjaan yang begitu banyak. Namun sayangnya bukan barang-barang branded seperti yang aku jinjing saat ini.

Aku tahu dari kemasan plastiknya, itu adalah barang-barang discount yang ada di pameran bazar hall lantai dasar mall tadi.

"Kamu sama Yuyun habis belanja, Mas?" tanyaku kesal.

"Iya. Sekalian lewat pulang kerja tadi Yuyun minta di antar mampir di mall. Apa salahnya aku antar sebentar," jawabnya santai.

Sakit hatiku melihat Mas Agung yang merasa tidak bersalah.

"Kamu dari mana, Dek? Uang dari mana kamu belanja begitu banyak?" Mas Agung menatapku heran. Mungkin ia baru menyadari penampilanku yang berbeda hari ini.

"Dari tempat kerja," jawabku malas.

Dengan langkah gontai aku masuk ke dalam rumah. Sepertinya Mbak Lastri sedang berbicara serius dengan Ibu.

Wajah keduanya nampak tegang. Apalagi Mas Joko yang terlihat bingung di sudut ruangan.

Ada apa gerangan?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun lamanya Liam Hanza hidup menderita sebagai menantu yang dihina dan diperlakukan bak budak oleh mertuanya. Semua penghinaan itu ia telan demi sang istri, Yolanda Liandra. Namun, kesetiaannya hancur saat ia memergoki Yolanda berselingkuh. Kecewa dan terluka, Liam akhirnya membongkar identitas aslinya sebagai pewaris tunggal kekayaan ribuan triliun. Kini, keluarga Liandra bersujud memohon ampun, tetapi Liam siap membalas dendam dengan segala kekuasaannya.
Sampul Novel Hasrat Tak Henti-Hentinya Sang Taipan Manipulatif
8.1
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya, Irene terpaksa menjalin hubungan dengan pengusaha perkasa bernama Braydon. Di balik sosoknya yang tangguh, Braydon menyimpan gejolak emosi yang hanya diperlihatkan pada Irene. Meski terjebak dalam manipulasi sang taipan, Irene justru jatuh hati sebelum akhirnya hancur saat mengetahui pertunangan Braydon. Ia pun pergi dan bertemu musuh bebuyutan Braydon, Dr. Mitchell, memicu persaingan sengit dua pria demi memenangkan hatinya.
Sampul Novel Istri Rahasia Sang CEO
9.3
Danendra Danu Atmaja, pengusaha sukses, tiba-tiba menawarkan untuk melunasi biaya pengobatan ibu Arana Salingga. Namun, bantuan tersebut datang dengan syarat yang mengejutkan: Arana harus menikahinya. Meski Arana sudah memiliki kekasih dan merasa asing dengan Danendra, pria itu tetap bersikeras. Arana terjebak dalam dilema besar karena perbedaan status sosial mereka yang sangat jauh. Mengapa sosok CEO ternama tersebut memilih gadis biasa sepertinya?
Sampul Novel Kontrak Kedua, Istri Bayangan Sang Pewaris
9.7
Pasca kecelakaan tragis, Aurora Ellis terbangun di tubuh yang asing sebagai istri kontrak Damian Aldridge, sang pewaris bisnis yang manipulatif. Karir cemerlangnya di masa lalu kini berganti menjadi peran sebagai istri kedua yang dituntut memberikan ahli waris. Terjebak dalam intrik elit penuh rahasia berdarah, Aurora yang ambisius menolak untuk tunduk begitu saja. Bisakah ia bertahan di pernikahan gelap ini saat perasaan mulai tumbuh di tengah luka dan konspirasi?
Sampul Novel Malam Pertama dengan CEO
9.7
Kehidupan Kara hancur saat suaminya menjualnya kepada Angkasa, seorang CEO kaya, di malam pernikahan mereka. Wajib melayani Angkasa selama sebulan, Kara justru hamil. Namun, Angkasa menolak mengakui janin itu karena salah paham dan mengusirnya. Di tengah tekanan mantan suami dan mertua, Kara berjuang sendiri hingga sukses jadi desainer. Saat Angkasa kembali untuk memohon maaf, akankah Kara bersedia membuka pintu hatinya yang telah terluka?
Sampul Novel Pengkhianatan Dibalik Cinta Duda
9.2
Pasca pengkhianatan sang tunangan, Alina Mahendra menutup rapat hatinya hingga ia bertemu Adriel Wicaksana, konglomerat properti yang karismatik. Meski Alina berupaya menghindar, takdir justru membawanya menjadi guru privat bagi putri Adriel, Naya, yang yakin bahwa Alina adalah ibunya. Di tengah dominasi Adriel dan trauma masa lalu yang menghantui, hubungan profesional mereka berubah menjadi dilema emosi. Akankah cinta baru ini menyembuhkan luka atau justru menyisakan perih?