Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Fatal

Fatal

Esther terjebak dalam lingkaran penyesalan setelah insiden maut di masa lalunya merenggut nyawa seseorang. Kini, ia harus menanggung konsekuensi berat dengan menjalani pernikahan yang penuh penderitaan. Felix, kakak dari wanita yang tewas akibat kesalahannya, bertekad membalas dendam melalui ikatan tersebut. Esther pun terpaksa menerima peran sebagai istri yang disiksa demi menebus dosa besar yang pernah ia perbuat di bawah bayang-bayang amarah Felix.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Jangan bunuh aku!" Esther berteriak kencang, lalu membuka matanya.

Kini, Esther menyadari kalau ia baru saja bermimpi tentang Felix yang mencoba membunuhnya. Esther langsung duduk di ranjang dan mencoba mengatur napasnya. Pandangan Esther kini mengarah ke arah cermin dan melihat kalau kondisi tubuhnya tidak berbeda dengan di dalam mimpinya, bahkan rasa sakit bagian intimnya juga sama.

Esther mendengar suara pintu yang terbuka dan ia melihat Felix yang keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Walau tadi ia hanya bermimpi, tapi Esther merasa kalau Felix bisa saja melakukan hal yang sama padanya. Ada dendam yang membara dalam diri Felix yang bisa meledak kapan saja.

Felix yang menyadari kalau Esther selalu menatapnya, kini tampak mendekati Esther, lalu mencengkeram dagunya dengan kuat. "Apa yang kau lihat?" ucapnya.

"Sakit, Felix. Tolong lepaskan," mohon Esther, tapi ia malah memdapatkan tamparan keras dari Felix.

"Sudah kubilang, 'kan? Bicara dengan sopan padaku! Apa kau belum mengerti juga?" ujar Felix setelah menampar wajah Esther.

"Maafkan saya." Esther bicara dengan suara yang bergetar dan ia menundukan kepalanya di depan Felix.

Felix kembali mencengkeram dagu Esther dan membuat Esther menatap ke arahnya. "Bagus sekali, tapi ingatlah jika segala hal yang terjadi di rumah ini sampai terdengar ke telinga orang lain karena perbuatanmu, maka aku akan benar-benar menghancurkan seluruh keluargamu karena mereka harus menebus semua dosamu." Cengkeraman Felix menjadi lebih kencang saat ia mengancam Esther.

"Bersiap-siaplah karena kita harus mengunjungi suatu tempat hari ini. Kau pasti akan menyukai tempat itu." Felix melepaskan dagu Esther dan setelahnya mulai bersiap-siap sembari sesekali melirik ke arah Esther.

Esther merasa sangat takut sekarang, sebab Felix tidak mungkin sungguh membawanya ke tempat ia sukai. Lalu, ke mana Felix akan membawanya?

***

Untuk menutupi memar di wajahnya, maka Esther keluar dengan memakai riasan wajah dan mencoba berjalan dengan normal karena akan sangat memalukan jika orang lain tahu apa yang terjadi padanya semalam.

Saat ini, Esther sudah ada di dalam mobil Felix yang ia sendiri tidak yakin ini akan membawanya ke mana. Felix yang mengemudi di sebelah Esther tidak mengatakan apa-apa sejak tadi. Sampai akhirnya mobil Felix memasuki sebuah kawasan yang tidak asing bagi Esther bahkan meninggalkan trauma yang mendalam untuknya, yaitu sebuah rumah sakit jiwa tempat ia dirawat selama satu tahun lamanya.

"Kenapa kita datang ke sini?" tanya Esther yang tampak ketakutan. Esther berpikir kalau Felix akan memasukannya ke tempat ini dan itu membuatnya semakin takut.

"Kenapa kau begitu takut? Bukankah seharusya kau senang karena aku membawamu ke tempat yang meninggalkan banyak kenangan untukmu? Bukankah tempat ini yang membuatmu lepas dari hukuman?" Felix tersenyum pada Esther, tapi itu sama sekali tidak terlihat seperti senyuman yang baik.

Felix sedang membuat Esther mengingat ketika ia dinyatakan memiliki gangguan kejiwaan yang membuatnya tidak bisa dipenjara dan dijatuhi hukuman yang seharusnya. Felix yakin kalau itu adalah cara Devan–ayah Esther untuk menjauhkan Esther dari hukuman, sebab ia mencari tahu segala hal tentang Esther dan tidak pernah ada catatan yang menunjukan bahwa Esther menerima perawatan untuk masalah kejiwaannya.

Namun, Felix cukup terkejut mengetahui bahwa Devan mengambil langkah tidak biasa seperti itu. Mungkin Devan tidak benar-benar menyayangi Esther atau itu juga mungkin hukuman Devan untuk Esther. Apa pun itu Felix hanya ingin membuat mental Esther benar-benar hancur dan membuatnya menjadi gila sungguhan.

"Saya tidak bisa masuk ke sana. Saya ingin pulang. Tolong bawa saya pulang," mohon Esther.

Felix kini turun dari mobil, lalu membuka pintu mobil untuk Esther dan memaksanya untuk keluar. Felix tidak peduli berapa kali Esther menolak, ia tidak akan pernah melepaskan Esther. Felix kini menarik Esther untuk masuk ke dalam gedung rumah sakit jiwa tempatnya dulu dirawat.

Beberapa perawat dan dokter yang ada di rumah sakit ini melihat Felix yang menarik Esther dengan paksa, tapi mereka tidak melakukan apa-apa bahkan terkesan seperti mengabaikan sikap kasar Felix pada Esther.

Felix membawa Esther ke ruangan yang menjadi tempat beristirahatnya selama ia dirawat dulu. Esther didorong sampai terjatuh begitu ponselnya diambil paksa dari dalam tasnya dan setelahnya Felix keluar, kemudian mengunci pintu.

"Buka pintunya! Keluarkan aku dari sini!" Teriakan Esther terdengar begitu jelas yang membuat Felix harus memakai airpods agar tidak mendengar teriakan Esther sembari berjalan menjauhi ruangan itu.

"Biarkan dia tetap di sana sampai aku kembali." Felix sempat bicara pada salah satu perawat yang ia temui di lorong rumah sakit dan perawat itu mengangguk pelan sebagai isyarat bahwa ia akan mematuhi semua perintah Felix.

Sementara di dalam, Esther terus menangis sembari menggedor pintu dan memanggil nama Felix berulang kali. Esther begitu histeris karena ingatan tentang perlakuan buruk yang ia terima di ruangan ini kembali terlintas begitu jelas dalam benaknya. Orang-orang menyebut ini adalah rumah sakit terbaik, tapi Esther tidak mendapatkan perlakuan baik yang dibicarakan oleh orang lain atau pihak rumah sakit.

Awalnya, Esther diberitahu oleh ayahnya bahwa dengan masuk ke rumah sakit jiwa adalah satu-satunya cara untuk menghindari hukuman berat karena telah membunuh Fiona. Esther diberitahu bahwa ia bisa beraktivitas normal di sini, sebab masuk ke rumah sakit jiwa hanyalah sebuah sandiwara.

Esther seharusnya berada di rumah sakit jiwa hanya untuk dua bulan saja, lalu setelahnya pergi ke luar negeri. Lalu, keadaan mulai berubah hanya dalam waktu tiga minggu saja, yaitu Esther mulai mendapatkan perlakuan tidak baik di sini, tapi ayahnya tidak percaya saat Esther beritahu dan pihak rumah sakit justru menunjukan sebuah video rekaman CCTV ketika Esther bertingkah aneh dan ingin menyerang seorang perawat tanpa sebab. Sementara Esther tidak ingat kapan ia melakukan hal itu.

Sejak hari itu, Esther tahu bahwa ayahnya menganggapnya sungguh memiliki gangguan mental yang membuatnya harus hidup di sini selama satu tahun lamanya. Sampai detik ini, Esther tidak pernah ingat bahwa dirinya nyampir menyerang perawat tanpa sebab, tapi rekaman seperti itu muncul berulang kali yang membuatnya meragukan kewarasannya sendiri.

"Tolong keluarkan aku dari sini! Seseorang mencoba membunuhku. Tolong selamatkan aku." Tenaga Esther mulai melemah karena terus berteriak dan berusaha membuka pintu yang terkunci. Tubuh Esther merosot ke lantai, ia duduk dan bersandar pada pintu sembari memeluk kedua kakinya dengan begitu erat.

"Ayah, aku tidak gila. Mereka sungguh ingin membunuhku." Suara Esther terdengar begitu lirih. Semakin Esther menatap seisi ruangan ini, ia menjadi semakin ketakutan, tapi tidak ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Tidak akan ada seseorang yang datang untuk menyelamatkannya.

***

Felix yang saat ini ada di dalam mobilnya yang terhenti karena lampu merah tampak menatap sebuah iPad yang memperlihatkan video Esther yang terlihat begitu ketakutan karena terkunci di ruangan tempatnya dirawat dulu. Felix memang menempatkan kamera tersembunyi di sana agar bisa melihat secara langsung bagaimana keadaan Esther selama dikurung.

"Kenapa dia begitu takut? Bukankah tempat itu seharusnya biasa saja untuknya? Itu adalah tempat pelariannya. Apa dia mengalami gangguan jiwa karena terlalu lama di sana?" gumam Felix, tapi ia tidak merasa kasihan dan malah senang melihat Esther yang seperti ini.

Di tempat lain, tepatnya di kediaman Devan, Daniel yang merupakan saudara tiri Esther yang lebih tua satu tahun dari Esther tampak sedang bersiap-siap karena ini akan menjadi hari pertamanya mulai bekerja di kantor. Ini seharusnya menjadi hari yang penuh dengan kegembiraan, sebab bisa menjadi awal yang baik baginya untuk mewarisi semua aset perusahaan, tapi Daniel tidak merasa bahagia karena pikirannya terganggu oleh pernikahan Esther.

Pintu kamar Daniel kini tampak terbuka, lalu seorang wanita dengan rambut lurus sebahu masuk dengan senyuman yang penuh kegembiraan. Inilah Jane–ibu Daniel dan Jessica yang merupakan adik kandung Daniel yang baru menginjak usia 17 tahun. Jane menikah dengan Devan saat Esther masih berusia dua tahun karena ibu Esther meninggal saat ia berusia satu tahun. Lalu, Jane memiliki Jessica yang merupakan anaknya bersama Devan.

"Kau terlihat sangat tampan," puji Jane dan Daniel tampak tersenyum kecil.

"Kesempatanmu kini telah terbuka lebar karena para pemegang saham tidak mungkin memilih seorang pembunuh serta mantan pasien rumah sakit jiwa sebagai CEO selanjutnya. Esther telah tersingkir dari daftar," ucap Jane lagi dan kebahagiaan tergambar jelas di wajahnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 49 Hari Bersama Tawanan Sexy
7.9
Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan CEO produsen senjata Roger Jenandra, mendadak hilang tanpa jejak. Meski pencarian besar-besaran telah dilakukan, keberadaannya tetap misterius. Namun, setelah empat puluh sembilan hari, Tamara muncul kembali dengan kabar yang mengguncang semua pihak. Di balik kepulangannya, ada Jeff yang terobsesi memilikinya dan Tamara yang rela mengorbankan segalanya demi pria itu. Cinta mereka tumbuh di tengah konflik yang berbahaya.
Sampul Novel Hasrat terlarang
7.8
Satria adalah mantan tentara yang kini sukses mengelola bisnis konstruksi. Meski dikenal sebagai sosok religius dengan keluarga harmonis, ia justru terjebak dalam gejolak nafsu di masa puber keduanya. Kisah ini mengeksplorasi pengkhianatan dan gairah dewasa yang mengancam kebahagiaan rumah tangganya. Perjalanan tak terduga ini akan mengubah hidup Satria serta orang-orang terdekatnya selamanya. Sebuah narasi romansa penuh aksi dan konflik batin yang sangat mendalam.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Pembunuh bayaran bereinkarnasi sebagai Athea Dominic, putri bangsawan yang dibenci karena darah Klan Api. Di kehidupan lalu, ia tewas tragis akibat cinta buta pada Pangeran Alexander. Kini, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam saat keluarganya dibantai. Athea kemudian bersekutu dengan Azrael, pria misterius yang ternyata Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang menggulingkan takhta sang pangeran jahat dan menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Istri Ke-4 Kesayangan Tuan Mafia
8.0
Diculik dan dipaksa menjadi istri keempat mafia kejam Zuan Lee, hidup Aneisha penuh penderitaan. Setelah gagal mengakhiri hidup akibat siksaan suami dan tiga istri lainnya, ia berhasil kabur dan ditolong oleh Xavier, rival bisnis Zuan. Di bawah perlindungan Xavier, Aneisha bertransformasi menjadi wanita tangguh dan mempesona. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali bertemu Zuan yang terobsesi memilikinya lagi. Mampukah Zuan merebut hati wanita yang kini berani menolaknya?
Sampul Novel King Of King
8.2
Di Negeri Awan, Elisabet yang merupakan selir keempat Kaisar Oro melahirkan putra bernama Starling di bawah naungan bintang raksasa. Namun, hasutan dukun keji membuat Kaisar percaya bahwa bayi itu hasil perselingkuhan Elisabet dengan Jenderal Robert. Demi keselamatan abadi istana, sang Kaisar dituntut untuk menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai tumbal persembahan. Akankah ambisi kekuasaan mengalahkan naluri ayah saat nyawa Starling terancam di tangan Oro?
Sampul Novel MAGIC CARD
8.8
Isamu Kenichi, bajak laut penakluk delapan samudra, ditelan paus raksasa saat mengarungi Samudra Hitam yang misterius. Di sana, ia menemukan buku pusaka Magic Card dan memperoleh kekuatan Weredragon dari para penjaga kartu tersebut. Namun, kekuatan ini menuntut bayaran besar. Isamu kini memikul tugas berat untuk membasmi pasukan Werewolf haus darah, yang ternyata adalah mantan awak kapalnya sendiri yang telah disihir oleh iblis jahat.