Sampul Novel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

9.1 / 10.0
Dalam novel modern Enam Tahun Tanpa Malam Pertama, seorang istri berjuang menghadapi realitas pahit pernikahan tanpa nafkah batin. Terjebak dalam rahasia suami yang tidak mampu menyentuhnya, ia mencari jawaban dalam romance novel yang menguras emosi dan penuh pilihan hidup sulit.
Ringkasan Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
Terinspirasi dari kisah nyata, sebuah pernikahan yang telah berjalan selama enam tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Meski status sudah bersuami, nyatanya sang istri masih tetap perawan hingga saat ini. Bagaimana mungkin hal tersebut terjadi dalam rumah tangga yang cukup lama? Jawabannya ada pada sang suami yang ternyata tidak mampu menyentuh istrinya. Ketidakmampuan ini membuat malam pertama yang seharusnya indah tak kunjung datang bagi mereka berdua.
Baca Selengkapnya

Enam Tahun Tanpa Malam Pertama Bab 1

Semua keluarga sudah berkumpul di rumahku sore ini. Ada papa, oma, Om Deri, Tante Irfin dan anak-anaknya. Ada juga dari pihak dari suamiku, yaitu ibu, bapak, Ajeng;adikku dan juga beberapa sepupu lainnya.

Hari ini aku membuat sukuran acara ulang tahun pernikahanku dan Mas Edwin yang keenam. Sungguh tak putus aku panjatkan puji sukur, karena selama enam tahun ini, kami selalu bisa melewati ujian rumah tangga dengan baik dan hampir sempurna.

Aneka masakan aku hidangkan untuk menjamu para tamu. Mereka yang senang berkunjung ke rumahku, tentu sangat hapal betapa sedapnya setiap olahan makanan yang kubuat.

"Alhamdulillah, sudah enam tahun juga kalian lewati bersama. Lihat yang lain sudah beranak pinak, kamu memangnya tidak ingin, Ria?" tegur ibu mertuaku saat aku tengah menyendokkan kuah baso ke dalam mangkuk hidang.

"Doakan saja, Bu. InsyaAllah secepatnya," jawabku sambil memberikan senyuman hangat untuk ibu mertuaku.

"Ibu ya udah saban hari berdoa. Gak cukup kalau cuma doa, harus usaha dari kalian juga," tukas ibu mertua dengan suara meninggi. Aku hanya bisa menarik napas dalam, sambil mengatur detak jantung yang bertalu terlalu cepat saat ini.

Ke mana Mas Edwin saat ibunya bertanya perihal kehamilan? Harusnya Mas Edwin mendengar keluhan ibunya, biar aku tak selalu disalahkan.

"Hhmm ... kamu udah periksa? Yakin kamu subur?" tanyanya dengan suara remeh. Aku yang baru saja hendak menyuapkan kuah baso ke dalam mulut, tiba-tiba lemas bagai tak bertulang. Ya Tuhan, ingin sekali aku berteriak pada suamiku. Tolong ibu mertuaku diberi pengertian agar tak selalu menuduhku tak subur.

"Saya subur, Bu. Haid juga rutin dan tidak ada keluhan. Mungkin memang belum waktunya saja. Sabar ya, Bu," jawabku sambil menahan tangis.

"Alesan! Awas aja kalau sampai Ibu tahu kamu mandul, maka Edwin akan ibu minta menikah lagi!" ketus ibu mertuaku dengan marah. Ia berdiri dari duduknya, lalu meninggalkan aku yang tergugu tak bisa memgeluarkan bantahan apapun.

"Menikahkan lagi Mas Edwin dengan wanita lain? Heh ... yang ini saja masih diceukin!" ketusku dalam hati. Apa aku sakit hati? Tidak sama sekali, karena di sini Mas Edwin yang punya PR, bukan aku.

Baso, cake, dan aneka makanan sudah tak sedap lagi di mataku. Lebih baik aku masuk ke dalam kamar, berbaring sejenak, sampai rasa sakit di dada dan kepalaku hilang.

Setiap rumah tangga pastilah menginginkan hadirnya keturunan yang meramaikan rumah mereka. Tak terkecuali dirinya. Namun, apa mau dikata, saat sang suami tak bisa apa-apa. Sebagai istri tak mungkin ia mengatakan yang sejujurnya'kan?

Klek

Suara pintu kamar dibuka, lalu ditutup kembali. Kemudian terdengar suara anak kunci diputar dua kali. Aku yang tengah berbaring memunggungi arah pintu, menjadi malas berbalik. Pasti Mas Edwin yang baru saja masuk dan dengan segala rayunya mencoba menenangkanku dari ocehan ibu mertua.

"Ibu bilang apa, sampai kamu jadi bad mood gini?" tanya Mas Edwin saat bokongnya sudah mendarat mulus di atas kasur empuk kami. Ia tahu aku tak tidur, tetapi sedang kesal.

"Ibu ragu dengan kesuburanku, Mas. Trus, aku harus bilang apa? Gak mungkin aku bilang, sampai saat ini menantunya ini masih perawan. Ya'kan?!" nada suaraku sengaja aku tekan dalam, agar suamiku paham, bahwa saat ini aku benar-benar kesal.

"Heh ... begitu saja ngambek. Bukannya sudah biasa? Abaikan saja!" jawabnya santai, seakan tak ada beban.

"Mas, kamu mudah sekali berkata abaikan, tapi aku sebagai istri menahan malu, Mas. Kamu ngertiin aku juga dong!" tukasku tak terima. Ini sudah ratusan kali kami berdebat masalah sindiran orang tua masing-masing dan tak tahu sampai kapan ini semua akan berakhir.

"Jadi kamu mau, aku bagaimana?" tantangnya dengan sorot mata tak terima. Jika yang lalu-lalu aku pasti menunduk saat bola matanya mempelototiku, tetapi tidak kali ini. Aku membalas tatapannya dengan sorot mata lebih tajam.

"Aku mau, kamu berobat Mas. Bagaimana caranya aku gak tahu, pokoknya senjatamu harus bisa bangun sebagaimana mestinya."

"Kalau aku tidak mau berobat ke mana pun, lantas kamu mau apa? Minta cerai?"

"Maas ... bukan seperti itu. Ini semua juga demi kebaikan kamu, Mas. Apa enaknya baru pemanasan, kamu udah kalah. Aku pusing, kamu pusing. Gak enakkan?!"

"Oh, jadi kamu mau enak? Oke, aku akan beli vibrator untuk memuaskanmu."

Plak!

"Kamu tega, Mas." Entah darimana keberanianku melayangkan tamparan ke pipi Mas Edwin. Sungguh ucapan yang benar-benar keterlaluan.

Plak!

Wajahku terlempar kuat ke kiri dan aku rasa, ada darah segar mengalir di sudut bibirku. Hadiah ulang tahun pernikahan yang keenam dan sangat menyakitkan, karena untuk pertama kalinya dia menamparku.

"Dan kamu istri tidak bersukur!" tunjuknya menekan keningku dengan kuat.

"A-apa?"

Blam!

Pintu kamar dibanting kuat olehnya. Lagi-lagi aku hanya bisa mengeluarkan air mata pedih saat ini. Tidak, aku tidak akan menyerah dengan Mas Edwin. Jika dia tak mau ke dokter, maka aku yang akan membelikannya obat dan memberikan padanya, tanpa perlu ia ketahui.

****

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Enam Tahun Tanpa Malam Pertama

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.7
Sena Monela mengalami petaka besar setelah salah memilih pakaian di hari ulang tahun kekasihnya. Akibat mengenakan gaun milik kakaknya, Giana, ia disekap oleh pria asing bernama Alexander Sagala. Xander berniat menghancurkan Giana demi membalas dendam atas depresi berat yang diderita sang adik. Setelah menyadari bahwa ia menangkap orang yang salah, miliarder kejam tersebut justru menolak melepaskan Sena. Nasib Sena kini sepenuhnya berada di tangan penculiknya dalam misteri tawanan ini.
Sampul Novel My Handsome Partner
8.0
Karir Senja stagnan hingga tugas meliput bencana menyeretnya ke banjir bandang. Terdampar di hutan, ia bertahan hidup bersama Ella si peri dan menyelamatkan pria bernama Salaar Bayu dari laba-laba raksasa. Pertemuan mereka berlanjut di Desa Galie, di mana Bayu bertugas sebagai jagawana. Keduanya bekerja sama mengungkap misteri Hutan Sungai Hitam. Namun, kehadiran Fajar, sang mantan kekasih, menguji hati Senja di tengah misi berbahaya mereka.
Sampul Novel Dari Pion Menjadi Ratu: Pelarian Manisku dari Kekasih yang Manipulatif
8.0
Melanie akhirnya sadar bahwa dirinya hanyalah alat dalam skenario licik Greyson. Tanpa ragu, ia memutuskan pergi demi meraih kebebasan sejati. Greyson yang terbakar cemburu melihat Melanie dikejar banyak pria, berusaha keras menahannya kembali. Meski Melanie bertekad memutus belenggu manipulasi itu, Greyson justru berakhir hancur dan memohon dengan sangat agar tidak ditinggalkan. Ia bahkan rela ikut ke mana pun Melanie pergi asalkan mereka tetap bersama.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Calon Ipar
9.7
Aliya terjebak dalam situasi pelik saat dipaksa menggantikan posisi Alison, saudaranya yang kabur menjelang hari pernikahan. Kini ia resmi menjadi istri Argan, pria yang seharusnya menjadi iparnya. Namun, Alison mendadak muncul kembali dan berusaha menghancurkan rumah tangga mereka karena rasa tidak terima. Meski Argan yang terlanjur kecewa enggan berpaling dari Aliya, berbagai konflik terus menguji kesetiaan mereka. Mampukah pernikahan pengganti ini bertahan selamanya?
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
8.5
Dijual oleh ayahnya sendiri, Sofia justru disiksa Alpha Vincent dalam gudang kumuh. Fitnah kejam Isabel membuat Sofia dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh. Puncaknya, Vincent memberikan kalung warisan ibu Sofia kepada Isabel sebagai mainan anjing. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf yang langka. Ia memutus ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru di Pack yang lebih kuat.
Sampul Novel Resiko Pekerjaan Pengasuh Menyusui
9.1
Bekerja sebagai pengasuh menyusui di kediaman keluarga konglomerat menjadi babak baru dalam hidupku. Karena sang nyonya tidak memiliki ASI, aku disewa khusus untuk menyusui bayinya yang masih kecil. Semuanya berjalan lancar hingga sebuah insiden tak terduga terjadi di kamar bayi. Saat aku sedang menjalankan tugasku, sang suami kaya raya tiba-tiba masuk dan melakukan kesalahan fatal. Dalam keremangan, pria itu salah mengenaliku dan mengira bahwa aku adalah istrinya sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan