
Dusta dan Kenikmatan
Bab 2
Malam itu, Noela berhasil lolos dari Brandon. Itupun karena Brandonlah yang membiarkan Noela untuk melepaskan diri, dan kian terpacu untuk kembali merebut hati Noela yang sebelumnya pernah pernah ia patahkan.
Hingga keesokan harinya, Noela pun diam-diam pergi dari kota tersebut dan kembali ke kota D demi menghindari Brandon.
Kota D•
Kediaman Noela Sabrina•
Noela tinggal di sebuah rumah susun sederhana, dengan biaya yang tidak terlalu besar bagi seorang pekerja sepertinya. Meskipun penghasilan Noela sangat cukup untuk menyewa sebuah apartemen studio, namun Noela lebih memilih untuk berhemat dan menabung sebagian dari penghasilannya.
Bzzzttt... Nomor baru memanggil..
Melihat ada nomor tidak dikenal, Noela menjadi sedikit cemas. Cemas, jikalau itu ialah Brandon, si mantan kekasih brengsek.
Tiba-tiba masuk beberapa pesan beruntun, dan itu terus masuk ketika Noela semakin mengacuhkan panggilan maupun pesan dari nomor tersebut.
"Noela, ini aku Brandon. Apakah kau begitu sibuk?"
"Brengsek! Aku sudah berjuang mati-matian untuk bangkit dari keterpurukanku selama ini. Namun, pria ini tiba-tiba muncul kembali.." ucap Noela yang terlihat kian cemas.
Setelah beberapa hari kemudian...
Tak butuh waktu lama, Brandon mendapatkan alamat lengkap beserta dimana Noela bekerja.
Noela seorang anak broken home, dimana ayah dan ibunya telah bercerai dan memiliki kehidupan masing-masing. Ayahnya saat ini masih mendekam di balik jeruji besi, akibat kasus pengedar barang haram, sedangkan ibu Noela kini telah menikah lagi dan hidup bahagia bersama keluarga baru di luar negeri. Noela ditinggalkan di kediaman neneknya yang sudah renta, dan baru beberapa tahun lalu wafat. Sehingga meninggalkan banyak kesedihan mendalam dalam hidup Noela.
***
"Noela!" Ucap seseorang berseru memanggil nama Noela dari jarak lima puluh meter.
"Hermon!" Balas Noela sembari melambaikan tangannya membalas sapaan pria bernama Hermon tersebut.
Pria itu berlari ke arah Noela, dan spontan mendekap Noela yang baru saja kembali dari kelontong sayur terdekat.
"Aku sangat merindukanmu, Noe, bagaimana kabarmu saat ini?" Tanya Hermon yang terlihat cemas.
"Kabarku baik-baik saja. Mari, ke kediamanku yang tidak seberapa." Ucap Noela mengajak Hermon menuju kediamannya.
•••
Kediaman Noela Sabrina•
Mereka pun berbincang santai, karena Hermon ialah sahabat kecil Noe dan mereka terpisah sejak memasuki sekolah menengah atas. Dikarenakan Hermon harus mengikuti orang tuanya ke luar negeri. Hingga kini, Hermon sudah menjadi seorang pria mapan juga tampan rupawan. Meski demikian, Hermon tak akan pernah melupakan Noe selama hidupnya.
Apakah Noe begitu berharga bagi Hermon?
Hermon

"Aku turut sepenanggungan, atas kepergian nenek. Aku baru saja mendengarkan kabar tersebut, setelah aku memutuskan untuk kembali. Namun, kau sudah tak lagi berada di kota A. Aku pun berusaha mencarimu dan bertanya dari bibi Sabria."
"Ah, ya, aku memulai kehidupan baruku di kota ini sebagai batu pijakanku." Ucap Noela, dan terlihat jelas menyimpan banyak duka selama berada di kota A.
"Noe, maaf jika aku terdengar lancang. Hanya saja, kau berhak memilih hidup bahagia. Jika bibi sudah memilih kehidupan baru beliau, dan paman yang masih harus menanggung kesalahan dibalik jeruji besi. Kaupun berhak bahagia, Noe.." Ucap Hermon, sembari menepuk punggung tangan Noe.
"Terima kasih, Hermon. Namun, inilah kehidupanku, sangat jauh dari kehidupanmu, bukan?" Ucap Noe, seakan merasa kurang percaya diri akan kondisinya kini.
"Kau wanita hebat, Noe. Sejak kecil kau selalu unggul di kelas, sehingga tak sedikit anak lelaki menyukaimu. Bahkan di bidang olahraga pun, kau ialah salah satu tim terbaik sekolah. Aku masih mengingatnya dengan baik." Ucap Hermon memuji dan tersenyum bahagia tatkala mengingat kembali memori lama mereka.
Noe pun membalas dengan tawa haru bahagia.
"Bukankah kau selalu berada di posisi pertama, sedangkan aku diposisi kedua. Semua anak gadis merasa iri atas kedekatan kita, dan berlomba untuk mengirimimu surat melalui perantara ku. Sehingga, aku disebut 'si gadis perantara'.." ucap Noela disusul dengan suara tawa keduanya.
Setelah saling bernostalgia, Noe pun memasak makanan untuk keduanya. Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan senja, begitulah lamanya Hermon berada di sana dengan sangat nyaman.
"Noe, terima kasih untuk makanan hari ini. Aku harus segera kembali ke hotel, karena pagi besok aku akan kembali ke kota B, untuk menemui pamanku. Aku akan lebih sering meneleponmu, dan kuharap dilain waktu kita bisa saling meluangkan waktu bersama." Ucap Hermon, dengan canggung mengusap puncak kepala Noe, lalu pergi dengan sejuta rindu yang masih tersisa.
Noe melambaikan tangannya dan hanya membalas permohonan Hermon dengan senyuman. Karena permohonan Hermon bisa diartikan sebagai 'bahwa Hermon ingin hubungan mereka lebih berkembang dari sekadar Sahabat masa kecil'.
***
•Perusahaan Penerbit Kota D•
"Selamat pagi, Tuan Dave." Ucap Noe menyapa si atasan tampannya.
Dave

"Selamat pagi nona Noela, kau terlihat sangat luar biasa dipertemukan waktu itu. Saya sangat bersyukur, karena berkat dirimu, citra perusahaan kita semakin membaik. Tak sedikit, pihak Gold Group memberikan sumbangsih kerjasama di hari depan." Ucap Dave bangga pada Noe.
"Terima kasih, tuan Dave. Semua ialah berkat bimbingan dari tuan yang sangat bijaksana pada kami." Balas Noela yang rendah hati.
"Nona Noela, Tuan CEO dari Gold Group ingin kau kembali mempresentasikan semua mengenai perusahaan kita besok hari. Saya mengandalkanmu, nona Noela." Ucap Dave memberikan semangat.
Tanpa banyak protes, Noela pun menyanggupinya dan tak pernah berburuk sangka akan semua yang dihadapinya meski terkesan sulit. Kesulitan hidup jauh lebih mencekik bagi Noe, itulah yang membuat Noe tumbuh menjadi sosok wanita tangguh.
Keesokan harinya...
Tibalah saat, dimana Noela akan mempresentasikan semua tugas tanggung jawab dari atasan Dave.
Si sebuah ruang rapat para petinggi perusahaan, Noe berada di tengah-tengah orang-orang hebat yang begitu menghargai kerja keras Noela.
Riuh tepuk tangan pun menyusul berakhirnya presentasi dari Noela.
"Baik, suatu kehormatan bagi kami, atas kerjasama dari perusahaan Gold Group. Untuk tuan Brandon Decafreo selaku pimpinan, kami sangat berterimakasih..--"
Tatkala mendengar nama tersebut, sekujur tubuh Noe bak tersambar petir. Semua terasa kaku dan juga lemas, rasa mual seakan mengocok seluruh isi perut Noe.

Karena ternyata, Brandon kini telah menjadi seorang CEO Chief Executive Officer Gold Group.
•••
Beberapa hari yang lalu, sebelum keberangkatan Brandon menuju kota D.
•Mansion Kediaman Decafreo Family•
"Ada apa, Brandon? Mengapa kau tiba-tiba menyetujui untuk menjadi
Chief Executive Officer?" Tanya Mr. Freo, ayah Brandon.
"Bukankah itu yang ayah sangat inginkan. Jadi, kurasa inilah waktu yang tepat untuk menjalankan tanggung jawab, sebagai putra pertama kebanggaan keluarga Decafreo." Ucap Brandon dengan bangga.
Semua anggota keluarganya pun tersenyum bahagia, karena Brandon sebelumnya tidak menyukai posisinya dan memilih untuk menjalankan bisnis santai sembari menikmati keindahan diberbagai negara bagian.
Namun, sadar jika Noela sudah sangat membencinya, dikarenakan kesalahan dimasa lalu mereka. Brandon pun memilih jalan kekuasaan, demi menaklukkan Noela.
Akankah rencana itu berhasil, ataukah Noela justru semakin menjauhinya?
***
Anda Mungkin Juga Suka





