
Dusta dan Kenikmatan
Bab 3
Setelah memberikan sambutan pada Brandon, semua orangpun dikerahkan untuk segera menikmati makan siang bersama, terkecuali Noela yang masih harus berada di sisi Brandon.
"Nona Noela, seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, Tuan Brandon ingin nona sendiri yang menyampaikan semua rencana baik perusahaan. Karena, semua ialah kerja keras nona Noela. Anggap, ini adalah bentuk penghargaan dari perusahaan bagi nona Noela." Ucap Dave, lalu mempersilakan Brandon untuk berbicara berdua bersama Noela.
Di sebuah ruangan VIP, mereka duduk berhadapan di sofa yang jaraknya cukup dekat.
"Aku bangga, atas semua pencapaianmu selama ini. Kau bahkan telah menjadi orang kepercayaan perusahaan yang cukup ternama di kota D ini." Ucap Brandon memuji, dan Noela berusaha bersikap seprofesional mungkin.
"Noa, aku sangat merindukanmu.. dan aku bersyukur kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang sangat baik." Ucap Brandon, lalu meraih tangan Noela.
"Hentikan Tuan Brandon. Maksud kedatangan saya ialah untuk membicarakan kerjasama diantara kita. Mohon, kesampingkan urusan pribadi anda." Tegas Noela tanpa berkedip.
Brandon cukup tercengang dengan sikap tegas yang Noela tunjukkan padanya.
Setelah menyelesaikan segala urusan pekerjaan, Noela pun bergegas pergi dari hadapan Brandon. Namun Brandon nyatanya tak ingin menyerah begitu saja, Brandon terus mengejar Noela kemanapun dengan caranya sendiri.
•••
Noela diminta untuk pergi satu mobil bersama tim, dan ternyata hanya ada dirinya bersama Brandon dan dua orang supir juga asisten pribadi dari Brandon.
"Apa-apaan ini? Kemana perginya semua orang?" Ucap Noela resah, tatkala mendapati dirinya hanya berdua di kursi belakang, sedangkan dua bawahan Brandon berada di kursi depan. Brandon menutup akses antara kursi depan dan belakang bahkan mengaktifkan mode kedap suara.
"Bukankah urusan pekerjaan kita telah usai? Kini saatnya, urusan pribadi yang belum sempat terselesaikan." Ucap Brandon, dan terus menatap lekat ke arah Noela.
"Saya merasa sangat tidak nyaman, mohon untuk turun saja." Pinta Noela, namun Brandon enggan untuk menuruti keinginan dari Noela.
"Noa, aku minta maaf atas kekencanganku pada malam itu, aku hanya terbawa suasana."
"Malam mana, yang anda maksud, tuan?" Balas Noa tanpa membalas tatapan mata dari Brandon.
"Malam kelulusan beberapa tahun yang lalu. Aku harus pergi untuk mengikuti tes tertulis di sebuah perguruan tinggi, aku tidak sempat berpamitan dan.."
"Bodoh! Untuk apa anda mengungkit perihal masa lalu dan segala kebodohan dua orang remaja labil yang hendak beranjak dewasa. Bukankah itu suatu kebodohan besar, karena telah mencoba percaya pada ucapan buaya dari mulut lelaki tak bertanggungjawab!" Ketus Noela, dengan cukup emosi, tatkala mengingat kembali malam dimana Brandon telah merenggut kehormatannya.
"Aku mencoba untuk menghubungimu, namun kau pun menghilang tanpa kabar. Kau bahkan tak menggunakan sosial media satupun. Aku cukup kesulitan menemukanmu, hingga akhirnya aku pun menyerah begitu saja. Karena, kondisiku pun cukup sibuk, aku bahkan hanya fokus dengan pekerjaanku dan segala beban dibahuku." Ucap Brandon mencoba menjelaskan kondisinya kala itu.
"Ya, itu hanyalah sebuah kesalahan dimasa lalu. Jadi, tak perlu mengungkitnya kembali."
"Noa, tapi aku telah menghancurkan masa depanmu yang amat berharga, aku sangat bersalah. Karena itu, aku akan menebus semua kesalahanku."
"Baik, jika anda ingin menebusnya. Syaratnya ialah, anda jangan lagi mengusik kehidupan pribadi saya. Biarkan saya hidup tenang damai tanpa gangguan." Tegas Noela.
"Jika itu permintaanmu, maka tentu saja aku tidak dapat melakukannya. Karena tujuan utamaku datang ke kota ini ialah karena dirimu, Noa.." Brandon lagi-lagi mencoba untuk mencium Noela.
"Lagi-lagi anda melakukan hal yang amat memalukan! Brengsek!"
Plakh...
Noela menampar wajah tampan Brandon, dan terus memaksa agar mobil segera diberhentikan.
"Noa, aku sudah bertekad tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Aku akan menjagamu dan mencintaimu setiap saat.."
"Omong kosong murahan! Cepat turunkan aku!"
Bug bug... Noela menendangi kursi bagian depan dan bahkan membuka akses antara kursi depan belakang.
"Turunkan aku, atau aku akan menggila!" Tegas Noela yang terlihat sangat marah.
"Baiklah, kita akan segera turun di depan Kediamanmu. Tenanglah sayang.." ucap Brandon menenangkan.
"Siapa yang panggil sayang? Benar-benar menjijikan!" Cela Noela, dan membuat dua bawahan Brandon terdiam kaku, karena baru Noela wanita yang berani menghina Brandon.
Noela pun diberhentikan tepat di depan halaman rumah susun sederhananya. Noela bergegas untuk masuk meninggalkan Brandon bersama dua bawahannya.
"Tuan, sepertinya anda harus lebih bekerja keras lagi." Ucap asistennya dengan menahan senyum.
"Yah, karena Noelaku bukanlah wanita yang mudah luluh hanya dengan materi. Maka aku harus berjuang keras untuk itu." Ucap Brandon, seketika raut wajahnua berubah drastis.
Ketika berada bersama Noela, Brandon terlihat begitu hangat penyayang. Namun siapa sangka, jika pribadi aslinya cukup bengis dan itulah yang membuatnya juga disegani orang sekitar. Tak hanya bengis secara sembarangan tempat.
***
Apartemen Kediaman Brandon Decafreo•
Ugh.. akh.. hhhkk agak...
"Noelaku, aku sangat menginginkan lubang bawahmu yang hangat nan legit itu.." Brandon meracau, sembari terus melakukan masturbasi. Menarik turunkan tangannya hingga cairan kental menyembur ke area paha hingga seprei di tempat tidurnya berada.
Huhh...huhh... Deru napas penuh kepuasan, ketika mencapai titik klimaks.
"Ini tidaklah cukup.. aku benar-benar seperti binatang kelaparan, semenjak kejadian malam itu.." ucap Brandon merasa kacau akan hasrat yang selama ini ia salurkan dengan masturbasi manual.
Selama bertahun-tahun, Brandon juga tidak pernah memiliki seorang pun wanita disisinya, meskipun ada banyak wanita yang bahkan siap mengangkang untuknya walau hanya sekadar sebagai pelampiasan hasrat seksual saja. Namun, Brandon enggan untuk melakukan semua itu, Brandon sendiri pun tidak mengerti dengan dirinya. Mengapa dirinya sebegitu tidak mampunya untuk melupakan sosok Noela, gadis lugu yang telah ia nodai lalu tinggalkan begitu saja.
***
Hermon akhirnya kembali ke kota D untuk menemui Noela. Hermon memiliki bisnis di kota D namun tinggal di kota C. Dengan jarak beberapa jam, Hermon rela menempuh perjalanan demi menemui Noela. Mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan canda tawa ceria.
Berjalan menyusuri hiruk pikuk keramaian kota, sembari menyantap ice cream berdua.
Tiba-tiba, Brandon muncul di hadapan keduanya ketika sedang berjalan menyusuri gang sempit.
"Sayang, aku sudah menunggumu cukup lama. Ternyata, kau bersama teman masa kecilmu ini." Ucap Brandon lalu merangkul Noela.

"Apa yang anda katakan.."
Tiba-tiba Brandon mengecup pipi Noela di hadapan Hermon dengan sengaja dan menatap ke arah Hermon, seakan tanda peringatan agar Hermon lebih berhati-hati padanya.
"Kau masih marah padaku, sayang? Maafkan aku, oke?"
"Lepaskan! Omong kosong apa yang anda katakan, Tuan Brandon. Jangan menimbulkan kesalahpahaman yang tidak berarti." Tegas Noela lalu bergegas pergi bersama Hermon.
Hermon hanya terdiam, dan menghentikan langkah kakinya.
"Hermon, semua yang pria itu katakan hanyalah omong kosong. Jangan memercayainya!" Ucap Noela sedikit panik.

"Jikalau pun hal itu benar, mengapa kau harus berusaha untuk menyembunyikannya, Noa? Bukankah kita adalah sahabat sejak kecil, aku tidak akan berubah walau kau sudah bersama pria lain." Ucap Hermon dengan raut wajah kecewanya.

"Tidak Hermon, pria itu adalah teman sebayaku ketika berada di bangku sekolah tingkat atas. Dia sungguh jahil, dan dengan sengaja ingin mengerjaimu saja." Ucap Noela yang belum sempat menjelaskan segalanya pada Hermon.
"Noa sayang! Berhentilah berbohong pada teman kecilmu, kumohon maafkan aku dan akuilah aku di depan orang lain mulai saat ini. Oke!" Ucap Brandon, lalu kembali merangkul Noela.
"Maaf, aku hanyalah sahabat masa kecil Noa, silakan lanjutkan pembicaraan kalian. Aku pamit, Noe." Ucap Hermon, lalu melangkah pergi dengan perasaan kecewanya.
***
Anda Mungkin Juga Suka





