Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Duri Pernikahan

Duri Pernikahan

Sasy Mentari, mahasiswi berusia 19 tahun, mantap menikahi Satya setelah setahun menjalin kasih. Meski sosok dosen itu tampak sempurna, segalanya berubah drastis tepat setelah janji suci diucapkan. Satya yang semula hangat mendadak bersikap dingin dan kasar, seolah cintanya hilang dalam semalam. Di tengah luka batin yang kian mendalam, Sasy harus mencari tahu alasan di balik perubahan sikap suaminya. Mampukah ia bertahan saat setiap detik pernikahannya terasa bagai duri?
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab 1

Seorang gadis tak dapat menutupi rasa bahagianya saat pria dihadapannya memprlihatkan benda yang berkilauan cantik dari kotak bludru yang dipegangnya.

“Sasy, kamu mau menikah denganku?”

Sasy menepuk pipinya pelan berharap ini bukan mimpi belaka, pria bernama Setya kekasih yang sudah menjalin hubungan selama setahun denganya kini benar benar melamarnya. Senyum merekah dibibir ranumnya, menggambarkan rasa bahagianya saat ini.

“Ya, aku mau menikah denganmu mas,” jawab Sasy dengan lugasnya tanpa ragu. Setya memang sosok pria yang selalu diharapkan untuk menjadi pendampingnya kelak. Pria yang berpofesi sebagai dosen dikampusnya sudah membuat hati Sasy terpaut sejak pertama mereka dekat. Sosok Setya yang dewasa, tutur katanya yang lembut juga berwiba membuat Sasy yakin jika Setya adalah pria yang tepat untuknya.

“Kamu mau jadi istriku sayang?” tanya Setya tak percaya.

“Ya mas, aku mau menjadi istrimu,” Sasy mengangguk yakin.

“Terima kasih ya sayang, aku akan segera menemui orang tuamu,” ucapnya, seraya menyematkan cincin dijari manis kekasihnya.

“Iya mas, aku juga akan bicara dulu dengan ibu.” balas Sasy. Setya pun membalasnya dengan pelukan hangat. Malam itu menjadi malam yang sangat membahagiakan, terutama untuk Sasy

***

“Apa? kamu mau menikah?” ibu Rani tercengang tak percaya mendengar ucapan putrinya itu.

“Iya bu, aku mau menikah dengan mas Setya dia bilang dia mau melamarku,” balas Sasy lagi lagi dengan wajah yang sangat yakin, ia bahkan sudah membayangkan rumah tangga indah yang akan diarunginya bersama pria yang sangat dicintainya itu.

“Tapi Sasy kamu itu masih muda masih 19 tahun, masih kuliah juga,” ibu Rani tentu tak setuju dengan permintaan putrinya itu mengingat Sasy masih sangat muda dan kuliah, teerlebih selama satu tahun Sasy menjalin hubugan dengan Setya baru beberapa kali ia bertemu dengan Setya, pria itu jarang berkunjung kerumahnya dan lebih sering mengajak Sasy keluar, meskipun berulang kali Sasy mengatakan Setya itu pria yang baik dan dewasa juga seorang dosen yang mempunyai nama baik dikampusnya.

Sasy meraih punggung tangan ibunya itu.“Bu, aku mencintai mas Setya. Aku yakin mas Setya akan menjadi suami yang baik untuk ku, lagi pula setelah kuliah aku masih bisa melanjutkan kuliah ku kok, aku yakin mas Setya setuju.” ucapnya meyakinkan.

“Tapi Sasy, ibu rasa keputusanmu itu terlalu terburu buru lagi pula kak Renata juga belum menikah,”

Sasy menghela nafas pelan wajahnya yang tadi berseri seri kini menjadi redup, ucapan sang ibu mungkin ada benarnya, ini memang terkesan teburu buru mengingat kakaknya yang bernama Renata dan masih berkuliah di Australia belum menikah tak mungkin ia melangkahinya. Tapi jika menunggu kakaknya itu menikah entah sampai kapan kerena tak sekalipun ia mendengar sang kakak menjalin hubungan dengan seorang pria walau usianya sudah matang dan tengah menyelesaikan study S2.

“Tapi bu, kak Renata juga entah kapan menikahnya, bukanlah lebih baik aku menikah dari pada aku berpacaran dan melakukan hal yang diluar batas,” ujar Sasy yang juga tak tau entah kapan Renata akan menikah sedang dirinya ingin cepat cepat bersanding dengan Setya.

“Huuss! kamu itu ngomong apa, kamu harus jaga dirimu baik baik!” seru ibu Rani mendadak takut jika putrinya itu akan melakukan hal yang diluar batas jika berpacaran terlalu lama.

“Berpacaran lama itu memang tak baik bu, jadi Sasy ingin menikah coba ibu bicarakan ini dengan kak Renata ya,” Sasy tetap tak menyerah membujuk ibunya itu agar mengijinkanya menikah.

Ibu Rani mengehela nafas, memandang bola mata sang putri yang mengiba padanya.“Yasudah, besok ibu coba bicarakan pada kak Reanata.”

“Makasih ya bu,” Sasy memeluk senang sang ibu.“Aku yakin mas Setya akan menjadi suami yang baik menggantikan posisi ayah.” ucapnya, kembali meyakinkan jika Setya akan bisa menjaganya kelak mengantikan sang ayah yang sudah meninggal beberapa tahun silam. Ibu Rani tersenyum tipis mengusap lembut sulur rambut sang putri yang masih memeluknya walau tetap ada sekelumit keragauan tentang keputusan Sasy yang memutuskan untuk segera menikah.

***

“Sayang, ” panggil Setya melihat Sasy yang baru keluar dari kelas.

“Mas Setya,”

Setya meraih tangan Sasy, menuntunya duduk dikursi taman.“Bagaimana? kamu sudah bicara pada ibu?” tanya Setya karena Sasy belum memberitahukan jawaban ibunya.

“Eemm,” Sasy berfikir sejanak tak mungkin ia mengatakan jika ibunya sebenarnya kurang setuju dengan keputusanya untuk menikah.“Ibu bilang ibu harus bicara dengan kakak dulu,”

“Kakak?” Setya mengerutkan keningnya.

“Iya kamu lupa aku punya kakak perempun dan dia belum menikah masih melanjutkan kuliah S2nya di Australia,” ujar Sasy merasa pernah mencritakan tentang kakaknya itu pada Setya.

“Oia aku ingat,” balas Setya kemudian, Sasy memang pernah menceritakan tentang kakaknya tersebut namun belum sekalipun Setya bertemu dengan sosok kakak yang kerap dibanggakan kekasihnya itu. Sasy mengatakan sang kakak memang belum sempat pulang ke Indonesia.

“Iya, ibu mau menelepon kakak dulu, dia kan belum menikah jadi aku harus meminta ijin padanya,”

“Yasudah, semoga kakak kamu mengijinkan niat baik kita ya.” Setya mencium mesra punggung tangan Sasy.

Setalah mata kuliah selesai Sasy segera pulang, ia tak sabar ingin menayakan apakah sang ibu sudah menelepon Renata.“Ibu.. ibu,” panggil Sasy begitu memasuki rumah.

“Ya sayang, kamu sudah pulang?” sahut ibu Rani keluar dari kamarnya.

“Ibu, bagaimana? ibu sudah menelepon kak Renata?” tanyanya antusias, berharap sang kakak menyetujui rencananya untuk menikah. Ibu Rani tediam menatap bola mata Sasy yang menuntut jawaban darinya.“Bu? ibu sudah menelepon? apa katanya?” desak Sasy mulai merasa pesimis.

“Kak Reanta bilang..” ibu Rani mengantung ucapnya.

“Kak Renata bilang apa bu?” Sasy semakin penasaran tak karuan.

“Kak Renata bilang, ia setuju saja iika kamu ingin menikah,”

“Benar bu, kak Renata setuju?” seru Sasy dengan mata berbinar senang menatap sang ibu. Ibu Rani mengangguk pelan.“Alhamdulillah, aku senang sekali bu,” Sasy memeluk ibunya , merasa sangat bahagia kerena Renata tak keberatan jika dirinya menikah lebih dulu.

Ibu Rani melepas pelukan putrinya itu.“Sasy, kamu benar benar yakin jika Setya itu pria yang baik?” tanyanya, tetap merasa ragu dengan pilihan Sasy.

Sasy justru terkekeh kecil mendengar pertanyaan ibunya.“Ibu itu bicara apa, mas Setya itu benar benar pria yang baik bu.. sangat baik, percaya deh sama aku.” balas Sasy kembali memeluk sang ibu, meluapkan kebahagianya. Hari itu juga Sasy langsung menelepon Setya mengatakan jika ibu dan kakaknya sudah menyetujui rencana pernikahan mereka, tentu Setya meresponya dengan senang. Beberapa hari kemudian Setya pun membawa orang tuanya untuk melamar Sasy, mereka pun sepakat untuk segera menggelar pesta pernikahan beberapa bulan ke depan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After a Breakup
9.0
Arya menyimpan rahasia gelap di balik kemegahan keluarganya yang memicu mimpi buruk berkepanjangan. Alisha yang merasa dikhianati memutuskan pergi untuk melupakan cinta dan luka yang diberikan pria pujaannya itu. Meski Arya tega mencampakkannya saat perasaan sedang membara, takdir justru mempertemukan mereka kembali. Jarak yang tercipta hanya sementara, memaksa keduanya menghadapi keterikatan kuat yang belum usai di antara misteri dan asa yang tersisa.
Sampul Novel Asmara Setelah Pernikahan Paksa
9.1
Fei Livi terjebak dalam pernikahan paksa dengan pria yang jauh lebih tua demi melunasi utang ibu tirinya. Ia hanya memiliki satu misi: melahirkan seorang ahli waris sebelum akhirnya mereka bercerai. Namun, perjuangan Livi kian berat karena sang suami masih terbelenggu bayang-bayang masa lalu. Di tengah pahitnya kesepakatan ini, mampukah Livi bertahan? Akankah benih cinta tumbuh di hatinya sebelum waktu perpisahan yang dijanjikan itu tiba?
Sampul Novel DURI DALAM DAGING
8.0
Sembilan tahun Tanti memendam luka batin dari malam Valentine kelam hingga ia bertemu kembali dengan Javier Berto. Meski cinta dan benci bergejolak, Tanti memilih menjauh. Namun, Javier justru menyimpan dendam membara, menganggap Tanti sebagai duri yang menghancurkan asmaranya dulu. Saat ia berniat membalas rasa sakitnya, kebenaran tak terduga mulai terkuak. Kembalinya sang mantan kekasih pun membongkar rahasia lama yang memutarbalikkan segalanya bagi Javier.
Sampul Novel Hanya Menjadi Wanita Pengganti
9.8
Demi menjaga martabat keluarga setelah Naila kabur di hari pernikahan, Diandra Sahanaya alias Naya nekat menggantikan posisi adiknya untuk dinikahi Zayn. Meski Zayn menegaskan hanya mencintai Naila, Naya tetap berjuang memikat hati pria yang selama ini dipujanya itu. Namun, saat benih cinta mulai tumbuh di hati Zayn, alasan tersembunyi di balik kepergian Naila terungkap. Akankah Zayn berpaling kembali pada Naila atau memilih mempertahankan Naya?
Sampul Novel Hasrat terlarang dengan ayah mantan ku
8.8
Dahulu, rencana pernikahannya hancur akibat pengkhianatan teman dekat yang menjebaknya dalam rumah tangga tanpa cinta. Kini, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis yang sangat mirip dengan mantan kekasihnya itu. Setelah terlibat dalam skandal satu malam yang tak terduga, ia terkejut mengetahui bahwa wanita tersebut adalah putri dari masa lalunya. Akankah hubungan rumit ini mendapat restu atau justru berakhir dalam konflik yang lebih pelik?
Sampul Novel Krisis Pernikahan: Apakah Cinta Sebuah Jebakan?
9.5
Sejak kecil Leona mencintai Elmer, namun Aurora sang saudara angkat merebut segalanya. Meski dibenci, Leona tetap memaksa menikah hingga Elmer menghinanya dengan kejam. Dalam kepedihan mendalam, Leona bersumpah takkan melepaskannya sebelum ajal menjemput, lalu ia menghilang secara misterius. Elmer terus dihantui penyesalan dalam mimpi. Lima tahun berlalu, Leona muncul kembali dengan rahasia besar; ia tak lagi sendiri melainkan membawa seorang anak di sisinya.