Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dunia Rinduku Adalah Dirimu

Dunia Rinduku Adalah Dirimu

Dalam suasana mencekam, Ammad tiba-tiba memeluk tubuhku dari belakang dan membungkam mulutku dengan telapak tangannya. Aroma cendana yang khas dari bajunya tercium sangat kuat saat dia melarangku bersuara. Meski aku berusaha memanggilnya, Ammad justru semakin merapatkan dekapannya hingga tubuh kami bersentuhan tanpa jarak. Aku pun bertanya-tanya dalam hati, apakah tindakan mendadak ini dilakukan dengan sengaja atau murni karena situasi yang panik.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tidak apa-apa, Mbak ...."

Aku dipeluk erat oleh Mbak itu, kenapa aku merasa Mbak ini telah lama mengenalku dan aku tidak pernah tahu kalau Mbak ini lama mengenalku?

"Kamu jangan pernah menangis, Dik. Mbak akan juga menangis."

Aku dipeluk semakin erat oleh Mbak ini. Aku semakin bingung, mengapa ada rasa berbeda yang aku rasakan pada Mbak ini? Siapa Mbak ini sebenarnya?

"Kamu menangis karena perjodohan ini kan, Dik?"

Mbak ini melepas pelukannya yang erat. Kemudian menyeka air mataku yang kembali berlinang.

Lihat, ke dua matanya saja sudah berkaca-kaca dan tidak disekanya.

Namun justru menyeka air mataku.

"Mbak ini siapaku? Kenapa Mbak bisa tahu soal ini? Tidak ada yang tahu, selain aku dan keluarga di antara kami."

Telapak tangan kananku digenggam erat oleh Mbak ini, sepertinya Mbak ini akan menjelaskan sesuatu.

Namun apa?

"Aku adalah pengagum kamu, Dik. Tanpa sengaja menyayangi dan mendoakan kamu."

Aku tercekat. Pengagum? Mengapa menjadi pengagumku? Aku adalah orang yang tidak layak untuk dikagumi.

"Mbak itu berkata apa? Pengagum apa, Mbak?"

Telapak tanganku semakin digenggamnya rapat. Aku semakin heran. Baik-baik saja kan Mbak yang ada di depan aku saat ini?

"Iya, Dik. Benar ... aku dari awal mengenal kamu, aku berasa bangga banget. Aku tahu kamu tidak kenal aku siapa? Aku juga tahu kamu pasti heran. Seharusnya Mbak ini menjaga rahasia ini, rahasia di mana Mbak ini adalah pengagum kamu diam-diam."

"Apa yang hebat dari aku, Mbak?"

Aku menatap mata yang berkaca-kaca itu, sambil memberanikan diri meyeka air matanya.

Dari matanya itu, aku melihat sinar kejujuran dari Mbak ini. Aku meyakini itu.

Lihatlah, tangannya sampai gemetar menggenggam telapak tanganku.

"Akan aku ceritakan Dik, tapi Mbak mohon. Kamu jangan pernah membenci, Mbak ya ...."

Aku mengangguk.

Mengapa Mbak ini mengatakan itu? Ada apa sebenarnya?

"Bismillah, aku percaya sama Mbak. Kenapa?"

"Begini, Dik ... semenjak Gus Ammad mengungkapkan cintanya kepadamu. Mbak saat itu memang kecewa sangat kecewa berat. Mbak juga menangis seperti kamu. Tidak ada yang menenangkan hati Mbak yang sedang diam-diam sakit. Tetapi, Mbak tahu kalau memang Gus Ammad memilih kamu itu berarti kamu adalah orang yang solihah. Ternyata itu benar. Dari lubuk hati terdalam, Mbak ini tidak pernah membenci kamu. Justru Mbak ini diam-diam menganggap kamu Adik Kandung Mbak sendiri. Namun, Mbak tidak punya kesempatan untuk berbicara dengan kamu."

Aku terdiam. Aku melihat air mata yang membendung di kelopak mata Mbak ini menetes. Tidak, itu bukan air mata buaya yang pura-pura. Namun lihatlah, suara dan pandangan matanya. Kamu pasti akan menemukan, di dalamnya ada suatu ketulusan.

"Lihat aku, Mbak."

"Iya, Dik."

"Mbak kenapa bisa sesabar itu? Kenapa Mbak tidak marah ketika aku menjadi pilihan dari Mas Ammad waktu itu? Justru Mbak menganggap aku sebagai Adik. Kenapa Mbak?"

"Mbak sudah bilang kan, kalau kamu dipilih Gus Ammad berarti kamu adalah wanita solihah. Ternyata benar bukan? Kamu langsung lari ke sini untuk menyembunyikan kesedihan kamu. Tolong berjanji sama Mbak, Dik. Jangan pernah menangis lagi. Mbak, nanti akan sedih."

"Aku tidak bisa berjanji, Mbak. Aku sudah mencintai Mas Ammad sampai Aku tidak bisa melupakan satupun kenangan dari Mas Ammad. Semua bayangan kenangan itu selalu menghampiriku, bahkan bayangan itu menyelinap tanpa perlu izin dariku. Aku sudah tidak kuat, Mbak."

"Aku tahu cinta kamu, Dik. Kamu tulus kan mencintai Gus Ammad? Mbak tahu hal itu, dari tingkah laku kamu."

"Lalu, apakah Mbak dulu mencintai Gus Ammad?"

"Gus Ammad baru di Pesantren As-Syamsiyah itu baru tiga tahun yang lalu, Dik. Mbak tidak tahu soal Gus Ammad lebih dalam. Namun yang Mbak tahu, Gus Ammad itu adalah orang yang tampan dan solih. Namun sangat dingin dengan yang namanya santri. Apalagi santriwati."

Aku mengangguk pelan.

"Brarti, Mbak dulu mencintai Gus Ammad diam-diam?"

"Iya, benar. Namun Mbak tahu kok, jalan rencana Allah itu bagaimana. Waktu Mbak pulang ke rumah. Ada seorang ustad yang ahli falaq bilang. Kalau aku memang tidak cocok dengan Gus Ammad. Namun katanya, ada seorang yang usianya si bawahku yang akan menjadi istri tercintanya Gus Ammad dan semenjak itu, aku ingin menemui kamu Dik. Ingin menyampaikan kamu adalah jodoh yang memang ditakdirkan untuk Gus Ammad. Meski hanya sekejab melihat wajah kamu, Mbak langsung mengenal benar wajah kamu seperti apa."

Aku kembali menunduk.

Sekarang apa gunanya kalimat yang dikatakan ustad yang ahli falaq itu, kalau memang kenyataannya aku tidak lagi dengan Mas Ammad Itu semua seperti harapan palsu saja.

"Dik, dengar Mbak ini ... kamu tidak perlu bersedih. Kalau kamu memang jodoh untuk Gus Ammad mengapa kamu tidak mempercayai kehendak Allah saja? Mbak yakin lebih seribu persen kamu adalah pilihan terbaiknya Gus Ammad. Kamu yang sabar Dik, jangan menyerah dulu."

Aku kembali dipeluknya dan terdiamlah aku dengan air mata yang mengucur kembali.

Entahlah ini jam berapa, namun aku seperti menemukan sandaran hati di mushola pesantren ini.

Setidaknya hatiku berasa sedikit tenang dengan sedikit dukungan dari orang yang tidak aku kenal namun menganggap aku seperti keluarga.

"Tidak tahu Mbak, namun harapan untuk ke Mas Ammadku seperti harapan yang sudah lama memupus. Aku sudah dipinang dengan anak kyai Abkhan yang menjadi pengasuh pesantren ini. Tidak akan pernah bisa yang namanya tunangan kalau sudah resmi itu dibatalkan. Itu sulit Kak, bahkan sangat tidak mungkin."

Aku baru saja bisa bersandar di bahu Mbak ini dengan hati yang penuh rasa berat. Bagaimana lagi? Mbak ini seperti meluluhkan hatiku. Membantu aku tabah dan sabar dalam ujian ini.

"Kamu jangan bilang seperti itu, Dik. Perjalanan kamu masih dua tahun lebih di sini. Kamu nanti bisa memipih mana yang baik untuk kamu."

"Bagaiamana Mbakku ini bisa mengerti? Ini sudah resmi, kak. Aku bukan lagi milik Mas Ammad. Aku milik Gus Wahyu."

"Mbak Sakshi nggak bisa berkata lagi, Dik. Namun Mbak berdoa semoga kamu disatukan seseorang yang bisa membuat kamu bahagia dan ingat ke Allah terus."

"Amin. Nama Mbak itu siapa. Apa memang sakshi?"

"Iya Dek, panggil saja. Mbak Sakshi."

Malam ini adalah malam di mana aku merasa sedih di mana aku juga mendapatkan perhatian yang bukan lagi di sebut perhatian teman.

Terima kasih, Tuhanku.

Hambamu ini tidaklah tahu seperti apa teka-teki yang engkau berikan.

Namun yang hambamu tahu ini, engkau memberi jalan dari pintu lain.

Soal Mbak Sakshi entah mengapa dari pertemuan yang sangat singkat saja.

Aku seperti mengenal Mbak Sakshi lebih dalam.

Bahkan aku seperti meyakini yang dikatakan Mbak Sakshi benar.

Kalaupun tidak benar, biarlah Allah yang mengatur jalannya waktu ini.

Karena pilihan dalam hatiku adalah Mas Ammad.

***

"Dik, bangun ... sholat tahajud dulu."

Aku mendengar suara Mbak Sakshi, maka aku buka mataku perlahan.

Samar-samar aku masih melihat wajah Mbak Sakshi yang segar seperti usai mandi pagi.

Pandangan mataku seakan seperti memburam dan berasa kulit bagian atas mata ini seperti membengkak karena air mata semalam.

Aku tidak menyangka kalau air mata semalam ternyata membuat pengaruh di mata. Namun bagaimana lagi, sekarang saja aku masih mengingat Mas Ammad.

Ya Allah, mengapa aku tidak pernah ikhlas untuk menggantikan nama pada hati ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hanyalah Ilusi Cinta Pertamanya
8.6
Pernikahan dengan Stephen terjalin bukan karena cinta, melainkan sebagai balas budi setelah aku menyelamatkannya dari tikaman pisau. Namun, hubungan ini langsung kandas saat cinta pertamanya kembali dan Stephen memilih membatalkan pernikahan kami. Kecewa dengan pengkhianatan ini, aku memutuskan untuk menggugurkan kandungan dan pergi menjauh. Keputusan ekstrem tersebut justru membuat Stephen kehilangan akal dan berbalik mengejarku dalam kegilaan yang terlambat.
Sampul Novel Cinta Segitiga Yang Rumit
9.6
Alana Putri Pratama terjebak dalam pernikahan hambar dengan Raihan Wijaya, manajer muda yang hanya menjadikannya alat untuk memancing cemburu mantan kekasihnya. Raihan yang terobsesi masa lalu mengabaikan Alana sepenuhnya hingga sang cinta pertama kembali muncul mengusik mereka. Di tengah kerapuhan ini, hadir Daniel Sanjaya, CEO tampan yang mulai mendekati Alana. Akankah Raihan sadar sebelum Alana berpaling, ataukah bayang masa lalu akan menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Di Atas Ranjang Tuan Nick
8.7
Akibat tuduhan palsu sebagai perusak hubungan, Keyla menghadapi nasib kelam. Nick, CEO berkuasa, menculiknya tepat di hari pertunangan demi menghancurkan masa depan wanita itu. Setelah dilecehkan secara paksa, Keyla yang putus asa mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, Nick justru menyelamatkannya hanya untuk mengikatnya dalam pernikahan yang menyesakkan. Kini, Keyla terjebak sebagai tawanan di kediaman megah pria yang telah menghancurkan martabatnya tersebut.
Sampul Novel Istri Simpanan Itu Akan Menyesal
8.7
Nayla Azzura dan Rafka Dirgantara terlihat seperti pasangan sempurna dengan rumah tangga tanpa cela. Namun, kenyataan pahit terungkap saat Rafka diketahui memiliki istri simpanan. Bukannya menyerah, Nayla justru menyusun taktik balas dendam yang cerdas dan penuh kejutan unik. Di tengah rencana liciknya, kehadiran pria lain justru memicu percikan tak terduga dalam hubungan mereka. Siapakah yang akhirnya memenangkan permainan penuh rahasia dan pengkhianatan ini?
Sampul Novel Jessica, Luka Yang Terpendam
9.3
Jessica, seorang agen properti andal, terkejut saat Moses membawa klien yang ternyata mantan kekasihnya, Tommy. Pria itu datang bersama calon istrinya untuk mencari hunian menjelang pernikahan mereka enam bulan lagi. Meski awalnya bersikap seolah tak saling kenal, Tommy justru muncul di rumah Jessica keesokan harinya untuk bicara empat mata. Akankah pertemuan ini membangkitkan perasaan lama, atau justru mengacaukan rencana pernikahan Tommy yang sudah di depan mata?
Sampul Novel Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor
8.6
Menghadapi perselingkuhan yang menyakitkan, seorang istri mengambil keputusan berani untuk melepaskan pasangannya. Tanpa ragu, ia menyerahkan suaminya secara langsung kepada wanita idaman lain tersebut. Baginya, pria yang telah berkhianat tidak lebih dari sekadar sampah yang tidak layak dipertahankan lagi. Kisah ketegasan seorang wanita dalam membuang masa lalu yang pahit demi harga dirinya, sembari memberikan pria tak setia itu kepada sang pelakor.